Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2014

Ulasan Puisi "Napas Ini" Karya Adris Wuryani (FAMili Jepara)

Puisi-puisi tentang Sang Pencipta sebagiannya selalu menonjolkan tiga hal: keagungan Tuhan, kelemahan seorang makhluk, dan rasa "tak berdaya" di hadapan-Nya bagi mereka yang beriman. Seperti halnya puisi ini, menunjukkan ketidakberdayaan seorang makhluk yang merasa kecil. Namun, rasa tidak berdaya ini tak menimbulkan ketakutan, justru tumbuh kesadaran diri untuk lebih mendekat pada-Nya. Ada beberapa koreksi dalam penulisan/EYD, di antaranya kata "nafas", "takkan", "ridho", "tuhanpun", "dewapun", dan "mengkonvensionalkan", yang seharusnya ditulis "napas", "tak 'kan" (perhatikan tanda apostrof ( ' )), "ridha", "tuhan pun" (terpisah), "dewa pun" (terpisah), dan "mengonvensionalkan" (huruf 'k' lebur). Sedikit catatan. Penulisan partikel "pun" di belakang setiap kata wajib terpisah, seperti pada penulisan kata "tuhan pun"...

Ulasan Cerpen "Kurindu Dia" Karya Yessi Arsurya (FAMili Bukittinggi)

Putri adalah seorang wanita karir yang harus meninggalkan mimpi duniawinya karena sakit keras yang ia derita; tumor otak. Ia tak berdaya di atas tempat tidur rumah sakit. Beruntung, ia sadar Tuhan tidak meninggalkannya. Di tengah gejolak batin, Putri mendapat hidayah-Nya. Beberapa koreksi mengenai EYD dan penulisan. Kata-kata berikut ini: "orang tuaku", "akupun", "siapapun", "disini", "namaMu", "MerindukanMu", "namaMu", "dariNya", "Al-Qur'an", "satu-persatu", dan "solat", yang benar ditulis: "orangtuaku" (gabung), "aku pun" (terpisah), "siapa pun" (terpisah), "di sini" (terpisah), "nama-Mu" (perhatian tanda strip), "merindukan-Mu", "nama-Mu", "dari-Nya", "Alqur'an", "satu per satu", dan "salat". Sedikit catatan untuk penulisan partikel "pun". Kata-ka...