Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2018

Pengumuman Nominator Lomba Menulis Surat Bertema "Ungkapan Hati"

Selamat Naskah Anda Terpilih! Salam literasi FAMili, hari ini Senin, 30 April 2018 FAM Indonesia mengumumkan  Nominator Lomba Menulis Surat Bertema "Ungkapan Hati". Setelah tim juri menyeleksi 310 naskah, maka terpilihlah 121 naskah nominator yang berkesempatan menjadi juara dan akan dibukukan. Meskipun tim juri menemukan banyak naskah yang layak dibukukan, namun juri harus membatasi hanya 121 naskah terbaik yang dibukukan. Naskah-naskah ini akan diterbitkan dalam satu judul buku. Judul utama buku yang akan dipilih adalah judul surat juara 1 (satu). Ke-121 naskah tersebut adalah:  Update berdasarkan urutan huruf Abjad A-Z 1. Adddina Isaputri (Bekasi) – Judul Surat: Kekasihku  2. Agus Nurjaman (Bandung) – Judul Surat: Surat Untuk Ibu di Surga 3. Aida Fitriyati (Malang) – Judul Surat: Bapak Tukang Sampah 4. Aisyah Zahra (Kalimantan Timur) – Judul Surat: Tentang Kita di Akhir Mega Merah 5. Al-Rizky Pratama (Malang) – Judul Surat: Kepada: Keana Anindya 6. ...

Kartini Era Digital

By: Agus Nurjaman   Jika kita telaah lebih jeli, era modern seperti saat ini sebenarnya telah menyediakan peluang besar bagi perempuan untuk mengisi kehidupan yang lebih bermanfaat dengan peran dan perkembangan teknologi yang kian maju. Kendala jarak, waktu, bahkan biaya sudah bisa di minimalisir dengan perkembangan teknologi yang kian merambah dalam setiap sendi kehidupan dan aktivitas para kaum perempuan. Dengan kemajuan teknologi yang begitu cepat menyebar di semua lapisan masyarakat telah  mengubah pola kehidupan manusia. Kaum perempuan yang selalu memposisikan dirinya untuk memperjuangkan segala bagian hidupnya demi kepentingan umum tidak perlu bersusah payah berjuang dengan mengeluarkan energi yang begitu besar, tetapi cukup dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi di era digital seperti sekarang ini,  para perempuan bisa berkiprah dengan baik dalam menyampaikan misi perjuangannya membela hak persamaan derajat dalam berbagai sektor. Menghapus segala bentuk dis...

Dawai Rindu

Judul: Dawai Rindu Penulis: 19 penulis Kategori: Kumpulan cerpen ISBN: 978-602-335-330-9 Terbit:  Mei 2018 Tebal: viii + 144 hal; 12, 5 x 18 cm Harga: Rp55.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Aluna Syagus, Andy Loperazta, Anggue Kurnia Putri, Auliza Ramadona, Bella Safira Rj, Deanti Iftariani, Detia Kartika Tungga, Dwi Fathurrohmah, Ferril Irham Muzaki, Helga Maryam, Lia Ayu Lestari, Melyani Dwi Astuti, Nadya Roihatul Jannah, Rini Maulani, Salwa Khairani Mayra, Selviana Putri, Vania Nariswari Wahyu Araminta, Vanya Salsabila Rofinanda, Wirdanengsih Ada sebagian orang yang mengatakan rindu itu kadang menyiksa, tapi ada juga yang mengatakan rindu itu sebagai anugerah dari Sang Maha Pencipta. Tergantung dari sudut pandang yang seperti apa orang memaknainya.  19 penulis yang menuangkan idenya dalam buku berjudul "Dawai Rindu" ini, membagikan perasaan rindu mereka pada seseorang atau sesuatu yang telah lama tidak berjumpa kembali. Tentu saja dirangkai dengan bahasa ...

Dari Buku Traveling ke Novelet Berlatar Budaya

FAMNEWS, Kediri --Anak Jalur Rantau,  sebuah novelet karya Yudi Rahmatullah, mengisahkan seorang anak yang dijauhkan dari budaya daerah oleh keluarganya, karena trauma yang mendalam akibat kehilangan salah satu anggota keluarga. Kesedihan keluarga yang sulit hilanglah yang mengakibatkan anak tersebut harus mengubur dalam-dalam cita-citanya. Novelet ini sudah diterbitkan oleh FAM Publishing, 2018. Berlatar kehidupan di kampung yang kekeluargaan dan budaya daerahnya masih sangat kental, di buku tunggal keduanya ini, Yudi ingin mengangkat budaya  pacu jalur yang belum banyak diketahui orang. Yudi Rahmatullah, penulis buku traveling berjudul “Jogja in 24 Hours” ini telah  rutin menulis puisi dan artikel sejak duduk di bangku kuliah, kemudian tulisan-tulisan tersebut dikirim ke koran lokal. Beberapa puisi dan artikel diterbitkan di Radar Banten, serta Cahaya Banten. Tak berhenti di sana, Yudi Rahmatullah lalu membuat blog www.writeonpostcard.wordpress.com agar tuli...

Memiliki Keterbatasan Bukanlah Penghambat untuk Berkarya dan Berprestasi

By: Apri Kuncoro Nama saya Apri Kuncoro lahir di Kebumen, 20 April 1999. Pendidikan terakhir saya di SMA Muhammadiyah 1 Gombong. Hobi saya menulis, membaca buku, dan mendengarkan musik. Cita-cita saya adalah ingin menjadi seorang Pendakwah, Motivator, dan juga Penulis Profesional serta, ingin menebarkan inspirasi  kepada setiap orang melalui karya-karya yang saya tulis. Oleh karena itu saya ingin membagi kisah hidup sebagai seorang penyandang disabilitas kepada teman-teman semua melalui tulisan ini. Memiliki sebuah keterbatasan, mungkin bagi sebagian orang memandang adalah sebuah aib yang harus ditutupi dan disembunyikan dari khalayak ramai. Hal tersebut dikarenakan orang yang memiliki keterbatasan atau kekurangan, terutama kekurangan fisik seringkali dianggap sebagai beban yang hanya bisa merepotkan orang lain dan menjadi beban bagi  masyarakat di sekitar tempat tinggal. Sehingga, orang yang memiliki keterbatasan itu akan merasa minder atau tidak percaya diri karena a...

Update Final Peserta Lomba Cipta Puisi Bertema “PEREMPUAN"

Jumat, 20 April 2018 Update berdasarkan urutan huruf Abjad A-Z [Penerimaan Naskah Sudah Ditutup] 1. A. Machyoedin Hamamsoeri, Tangerang (Srikandi-Srikandi) 2. A. Machyoedin Hamamsoeri, Tangerang (Pembantu Rumah Tangga) 3. Ach Mubarok, ? (Perempuan Pengubah Zaman) 4. Achmad Ridwan Palili, ? (Perempuan Indonesia) 5. Ahcmad Ridwan Palili, ? (Perempuan yang Berbisik Ke Bumi) 6. Addin Nasrul Fuad, Trenggalek (Sekawan “An” Bidadari) 7. Addin Nasrul Fuad, Trenggalek (Sibak Seribu Sibak) 8. Adistia Mursyidatul Kamaliah, Probolinggo (Perempuan) 9. Adit Antowi, Barito Selatan (Ibu Malaikatku) 10. Agus Budiman, Majalengka (Perempuanku) 11. Agus Nurjaman, S Pd, Bandung (Perempuan di Ujung Senja) 12. Agus Yulianto, Karanganyar (Perempuan Itu) 13. Agus Yulianto, Karanganyar (Bayang Wanita) 14. Ahmad Nuzulul F, Malang (Kepada Ibu) 15. Ahmad Nuzulul F, Malang (Anugerah) 16. Ahmad Rikiyanto, Jember (Perempuan) 17. Ahmad Sandi, Sukabumi (Jirah Hati) 18. Ahmad S...