NET Dan, hari itu, kamu datang dengan wajah lesu. Murung. Selidik punya selidik, rupanya, kamu mengeluh karena tidak punya waktu menulis. Katamu, kamu terlalu sibuk; kerja, kuliah, ngurus rumah, dan seabrek rutinitas lainnya. Padahal, kamu ingin sekali jadi penulis sambil tetap mengerjakan kesibukanmu. Ingat, jadi penulis bukan sekadar “ingin”, tapi harus segera kamu “praktikkan”! Kamu lupa ya? Ketika kamu belum punya laptop, kamu bikin komitmen yang kamu tempel di dinding kamar tidurmu. Isi komitmenmu, andai kamu dapat uang beli laptop sendiri, kamu janji akan rajin menulis. Kamu akan mengirim tulisan sebanyak-banyaknya ke media massa, atau juga ke penerbit. Nyatanya, setelah laptop sudah di tanganmu—gratis pula karena hadiah ulang tahun dari ayahmu—tak satu pun tulisan kamu rampungkan. Alasan klasik, tidak punya waktu. Begitulah, kadang, fasilitas melenakan dan membuat orang lupa pada tekadnya semula. Itu sedang terjadi pada dirimu. Jika dirunut ke belakang, kamu m...
Komunitas Penulis, dari Pare untuk Dunia