Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2015

Penulis Terkenal Sehari Diberi Jatah Waktu 24 Jam, Kamu Juga, Tapi Kenapa Suksesnya Beda-Beda?

NET Dan, hari itu, kamu datang dengan wajah lesu. Murung.  Selidik punya selidik, rupanya, kamu mengeluh karena tidak punya waktu menulis. Katamu, kamu terlalu sibuk; kerja, kuliah, ngurus rumah, dan seabrek rutinitas lainnya. Padahal, kamu ingin sekali jadi penulis sambil tetap mengerjakan kesibukanmu. Ingat, jadi penulis bukan sekadar “ingin”, tapi harus segera kamu “praktikkan”! Kamu lupa ya? Ketika kamu belum punya laptop, kamu bikin komitmen yang kamu tempel di dinding kamar tidurmu. Isi komitmenmu, andai kamu dapat uang beli laptop sendiri, kamu janji akan rajin menulis. Kamu akan mengirim tulisan sebanyak-banyaknya ke media massa, atau juga ke penerbit. Nyatanya, setelah laptop sudah di tanganmu—gratis pula karena hadiah ulang tahun dari ayahmu—tak satu pun tulisan kamu rampungkan. Alasan klasik, tidak punya waktu. Begitulah, kadang, fasilitas melenakan dan membuat orang lupa pada tekadnya semula. Itu sedang terjadi pada dirimu. Jika dirunut ke belakang, kamu m...

Apa Sih Beda “Forum Aktif Menulis” dan “Forum Aishiteru Menulis”?

Hmm, ini pertanyaan yang sering mampir ke meja FAM Indonesia. Apa bedanya ya? Mana yang benar sih, pakai kata “Aktif” atau “Ashiteru”? Bingung. He-he. Bingung dulu bertanya kemudian. Tak bertanya, jalan-jalan deh.  Tandanya kamu perhatian banget dengan FAM Indonesia. Karena kamu sudah perhatian, maka ini jawaban tepatnya untuk menghalau kebingunganmu itu. Konon, pada zaman dahulu kala... Cieee, malah jadi dongeng, he-he.  Ceritanya begini. Alkisah, jreengg... di tanggal 2 Maret 2012, berdirilah FAM Indonesia. Mulanya, komunitas menulis ini bernama “Forum Aishiteru Menulis.” Oleh para penggagas dan pendirinya, FAM semata untuk menggelorakan semangat literasi di dunia maya, seiring semakin menjamurnya pengguna jejaring sosial, khususnya facebook. Nah, kamu pasti bertanya-tanya tentang kata ‘Aishiteru’ itu, bukan? Kok agak ke-Jepang-Jepang-an ya?  Di awal FAM berdiri, memang dipakai kata “Aishiteru” yang diadopsi dari bahasa Jepang. Artinya “aku mencintaimu”. D...

Pesan Apa yang Kamu Sisipkan di Buku Fiksimu?

NET Kamu yang suka nulis cerpen atau novel, pasti pernah galau soal cerita yang dibuat. Apakah harus berangkat dari kenyataan atau murni imajinasi? Atau cukup berkhayal, sekadar bersenang-senang sekaligus mengisi waktu luang?  “Bukankah tulisan fiksi hanya rekaan?” tanyamu dalam bimbang.  Benar, fiksi adalah karangan yang ditulis berdasarkan imajinasi pengarangnya. Bisa disebut rekaan semata. Penulis fiksi bebas menuliskan cerita sesuai kehendaknya dengan gaya yang bebas pula. Tidak perlu takut ada tuntutan ketika menuliskan tokoh jahat yang suka membunuh, merampok, korupsi, menjilat rakyat kecil dan lainnya. Toh, rekaan semata, tidak benar-benar terjadi.  Apa yang kamu tulis, berada di dunia fiksi, bukan dunia nyata. Kamu penulis fiksi, bukan wartawan. Tokoh, setting, alur cerita dan konflik yang kamu buat adalah imajinasimu yang diramu sedemikian rupa. Sekali lagi, bukan reportase seorang wartawan yang menulis sesuai fakta (persis peristiwa yang terjadi)....

Mau Jadi Penulis? Aktif, Baca dan Bergaullah!

NET Kamu tahu nggak, modal jadi penulis gampang kok. Tidak perlu mengeluarkan uang banyak. Kamu cukup menjadi anak ABG! Eits, tapi tunggu dulu. Maksudnya bukan “Anak Baru Gede”. Tapi, ABG adalah “Aktif, Baca, Gaul”. Kamu harus “aktif”. Ya, seaktif-aktifnya, dalam kegiatan apa pun. Hadiri pertemuan-pertemuan (seminar, workshop, diskusi, pertunjukan teater, perlombaan), dan jangan sungkan-sungan menunjuk tangan jika kamu harus bicara atau bertanya. Tidak zamannya lagi kamu takut-takut seperti masa sekolahan; duduk paling belakang sebab takut disuruh guru mengerjakan tugas di depan. Aktifnya dirimu akan menunjukkan siapa kamu. Di situ kamu akan terlatih dalam situasi dan kondisi apa pun yang kelak akan berguna ketika kamu sudah menjadi penulis benaran. “Baca” sudah pasti, dan ini paling klasik di dunia tulis-menulis. Para empu penulis selalu mewanti-wanti, kalau mau jadi penulis jadi pembaca terlebih dahulu. Kalau nggak mau baca, kamu tetap bisa menulis, tapi tulisanmu kering, t...

Menyoal Deskripsi dan Logika Bahasa pada Antologi “Ode Kampung Halaman”

Oleh: Suheri Simoen “Ode Kampung Halaman” adalah kumpulan puisi dari 52 penyair nusantara. Seperti judulnya maka ‘Kampung Halaman’ menjadi sentral tuturan dari para penyair tersebut. Sehingga dengan membaca puisi itu, pembaca dari kampung/ daerah yang sama, akan merasa rindu, kangen, untuk pulang kampung, setidaknya mengenang tempatnya dilahirkan atau dibesarkan.  Tulisan kecil ini menyoal deskripsi yang digunakan penyair dalam menggambarkan keunikan kampung halamannya tersebut. Tetapi sayangnya, banyak penyair yang kurang berhasil memberikan deskripsi, sehingga pembaca tidak merasa melihat, dan berada di kampung yang dilukiskannya itu.  Sebagai contoh, puisi-puisi berikut ini: Fajriyasa Perdana dalam Rinduku menulis, ... Rindu.. rindu akan kehadiranmu/ rindu akan parasmu yang sempurna/ suaramu menggema sampai di ujung dunia/ kampung halamanku tercinta, bisakah aku bersua/ Tanah hijau subur dan makmur/ kekayaan alam yang melimpah ruah adanya/ ramai dikata dimana-mana...

FAM Bukittinggi Bahas Sastra Koran

Diskusi FAM Bukittinggi Bukittinggi (FAMNews) – Pengurus dan anggota FAM Cabang Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (23/8/2015), mengadakan kopi darat (kopdar) ke-11 di Taman Ngarai Maaram Bukittinggi. Selain silaturahim untuk membangun semangat berkarya, pada kesempatan itu juga didiskusikan sastra koran yang terbit di koran-koran Sumatera Barat dan nasional edisi minggu.  Masing-masing anggota yang hadir membawa satu koran pilihannya untuk didiskusikan. Selain itu, masing-masing anggota dimotivasi untuk memanfaatkan koran sebagai media untuk berkarya. Sebab, di koran ada kolom cerpen, puisi, cerpen remaja, cerpen anak, resensi, dan lainnya. FAM Bukittinggi juga membahas penerbitan antologi cerpen dan puisi FAM Cabang Bukittinggi yang saat ini sedang proses cetak di FAM Publishing, Divisi Penerbitan FAM Indonesia. (Rahmi Intan/FAM Bukittinggi) Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.

Imajinasi Tanpa Batas

Singgalang, Minggu (23/8) Judul: Dewi Ganesha Penulis: Suryadi (Bintang Rina) Penerbit: FAM Publishing Kategori: Buku Cerpen ISBN: 978-602-335-032-2 Terbit: April 2015 Tebal: 272 hal; 14 x 20 cm Membaca sekilas judul buku cerpen ini, pembaca akan menduga kisah di dalamnya mengandung mistik dan kepercayaan tertentu. Di dalam agama Hindu, Dewa Ganesha adalah dewa yang populer, di samping Dewa-dewa Trimurti, yakni Brahma (dewa pencipta alam semesta), Wisnu (dewa pemelihara alam semesta), dan Siwa (dewa perusak alam semesta). Ganesha adalah dewa berkepala gajah, yang dianggap dewa setengah manusia, setengah Dewa. Ganesha juga dikenal sebagai dewa ilmu pengetahuan. Dalam penulisan buku “Dewi Ganesha” bisa jadi penulis terinspirasi dari sejarah Dewa Ganesha yang populer di kalangan masyarakat Hindu, atau murni imajinasi belaka. “Dewi Ganesha” adalah salah satu cerpen yang ada di dalam buku ini. Ceritanya di awali tentang seorang kusir andong yang membawa Darmadi dan ...

Segenggam Kisah Rumah di Tengah Sawah

Singgalang, Minggu (23/8/2015) Judul Buku: Rumah di Tengah Sawah Pengarang: Muhammad Subhan Penerbit: FAM Publishing Terbit : Agustus 2015 Cetakan: I (Pertama) Tebal Buku: 157 halaman, 13 x 9 cm Resensiator: Lili Asnita ANAK laki-laki itu menikmati hari-hari indah bersama teman-temannya. Namanya Agam, lahir di sebuah kampung yang sejuk. Bapaknya seorang penjahit dan Ibunya hanya ibu rumah tangga. Agam lahir di Tembung, Medan, di saat Bapaknya pergi ke Aceh mencari pekerjaan. Setelah Agam berumur tiga tahun Bapaknya baru kembali ke Tembung. Untuk bertahan hidup Ibunya bekerja dengan Toke yang diam-diam menyukai Ibu Agam. Ternyata Ibunya seorang wanita tegar dan rela berhenti bekerja demi mempertahankan harga dirinya. Masa kecil Agam tidaklah mengembirakan bahkan prihatin. Agam menjalani kehidupan dengan apa adanya. Agam kadang-kadang makan nasi atau makanan lain untuk bisa mengganjal perutnya. Di saat sakit Agam dibawa berobat oleh Ibunya ke dukun kampung, tapi Bapaknya m...

Ayo, Bangkitkan Kreativitas Menulismu!

NET Nah, ketika menulis sudah menjadi pilihanmu, otomatis setiap waktu kamu akan mencari hal-hal baru yang lebih menantang. “What? Apakah berkutat dengan tulisan yang apa adanya kurang asyik, gitu?” Bukan begitu, Bro. Ini demi sensasi rasa baru dalam tulisan. Daripada curiga dulu, yuk kita simak penjelasannya ya.  Begini, sejak zaman dahulu kala hingga zaman generasi kamu sekarang ini, sudah banyak tulisan yang lahir—tak terhitung jumlahnya. Kamu bisa bayangkan, dari ribuan—bahkan jutaan—karya itu, beragam tema sudah ditulis. Andai  kamu mampu buat datanya dan kamu urutkan dari karya-karya para penulis terdahulu, yakin deh kamu akan geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak, hampir semua tema sudah ditulis dan tak ada celah lagi bagi kamu untuk menemukan tema baru. So, bisa-bisa kamu mundur jadi penulis! Namun, ada satu hal yang perlu kamu tahu. Meskipun tema-tema yang sudah ditulis itu beragam, tapi garis besarnya sama; tentang kebenaran, kasih sayang, cinta, impian, kead...

Pengumuman Pemenang Lomba Resensi Buku Terbitan FAM Publishing

Pengurus Pusat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, Selasa, 18 Agustus 2015, hari ini, mengumumkan nama-nama Pemenang Lomba Resensi Buku terbitan FAM Publishing (Divisi Penerbitan FAM Indonesia). Dari 15 nominator yang telah diumumkan kemarin, Tim FAM Indonesia memilih 3 naskah resensi terbaik, yaitu: JUARA 1 Dedi Saeful Anwar (Bandung) Judul Resensi: “Metamorfosa Seorang Gadis Desa” JUARA 2 Ken Hanggara (Surabaya) Judul Resensi: “Kisah Panjang Pencarian Jati Diri” JUARA 3 Intan Puspita Dewi (Jakarta) Judul Resensi: “Hidup, Cinta dan Perjuangan” SELAMAT KEPADA PEMENANG! Sebagai tanda apresiasi, FAM Indonesia memberikan Hadiah sebagai berikut: JUARA 1 - Uang Tunai Rp500.000,-  - Paket Buku terbitan FAM Publishing - Piagam Penghargaan JUARA 2 - Uang Tunai Rp300.000,- - Paket Buku terbitan FAM Publishing - Piagam Penghargaan JUARA 3 - Uang Tunai Rp200.000,- - Paket Buku terbitan FAM Publishing - Piagam Penghargaan Seluruh Nominator dan Peserta yang t...

Ciptakan Latar Cerita Sesuai Pilihanmu!

NET “Tokoh cerita sudah ada. Alur sudah mantap. Tapi di mana ya lokasi cerita ini?” tanyamu bimbang.   Menurutmu, soal lokasi cerita sangat melelahkan dan rumit; harus datang ke tempat aslinya, banyak survey, banyak baca dan wawancara. Capek deh! Hmm... baru mulai nulis sudah angkat tangan. Ayo semangat, seorang penulis harus tangguh, tidak boleh cengeng!  Sulit atau tidak, tergantung cara pandang kamu. Kalau kamu orang kreatif, pasti akan bilang, “di balik kesulitan sesungguhnya ada peluang.” Tapi... kalau kamu orang yang mudah patah semangat, akan berujar “di balik peluang ada kesulitan.” Hampir mirip sih, tapi artinya bertolak belakang. Jauh sekali. Nah, kamu tipe yang mana? Semoga kamu orang yang kreatif.  Tidak perlu sulit-sulit amat menentukan latar ceritamu, apalagi di awal-awal nulis. Rutin nulis saja sudah luar biasa. Itu sebuah pencapaianmu yang sebelumnya (mungkin) tidak kamu lakukan.  Coba deh kita urai untuk latihan nulis latar cerita....