Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2014

Ulasan Artikel “Relevansi Guru Sebagai Profesi” Karya Shonhaji Muhammad Al-Gowzhyne (FAMili Sidoarjo)

Sumber ilustrasi: smpn1panumbangan.sch.id Tim FAM Indonesia mengapresiasi artikel berjudul “Relevansi Guru Sebagai Profesi” sebagai sebuah karya yang mencerminkan daya kritis penulisnya. Melalui artikel ini, penulis ingin mengajak pembaca untuk menyoroti kinerja seorang guru sebagai seorang pendidik. Penulis juga ingin menyampaikan pandangannya tentang dilema yang dihadapi seorang guru, antara profesionalisme dan kebutuhan ekonomi di saat situasi sulit. Tim FAM Indonesia juga mengapresiasi usaha penulisnya untuk memperkuat artikelnya dengan diksi yang “tidak biasa”. Namun demikian, Tim FAM Indonesia memberikan catatan-catatan sebagai perbaikan, antara lain: Arti kata “relevansi” adalah kaitan atau hubungan. Berpijak dari arti kata relevansi tersebut, maka penggunaan kata relevansi pada judul artikel “Relevansi Guru Sebagai Profesi” tidak tepat. Sebaiknya kata relevansi dihilangkan saja. Cukup “Guru Sebagai Profesi”. Penggunaan kata “titik sentral” pada kalimat “Titik sentral guru t...

Ulasan Puisi "Sang Pewakil Kami" Karya Eka Susanti (FAMili Sumbar)

Sumber ilustrasi: www.harianaceh.co.id Puisi ini merupakan bentuk kekesalan seorang rakyat kepada wakil rakyat yang mudah menebar janji sekaligus melupakannya. Begitulah kebanyakan yang terjadi. Seperti halnya syair, obral janji itu terdengar begitu indah di telinga. Namun bedanya, syair tidak sekadar omong kosong, sedangkan janji palsu itu sebatas omong kosong. Penulis berusaha membandingkan kebenaran seorang penyair yang "berpikir" lewat kata-kata indahnya, dengan politisi yang lebih "tidak berpikir" dengan kata-kata yang sama indahnya. Maka, jelaslah tampak mana yang benar dan mana yang salah. Koreksi dari Tim FAM ada pada penulisan kata "kedepannya", yang seharusnya ditulis "ke depannya". Ada pula kesalahan ketik pada "rangakaipun", yang sebetulnya "rangkai pun". Terus berkarya. Salam santun, salam karya! TIM FAM INDONESIA www.famindonesia.com Sang Pewakil Kami Eka Susanti (IDFAM685U) Tampangmu begitu gagah dan bengis,...

Novel “Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh” Diluncurkan

KEDIRI – Novel “Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh” (2014) karya Aliya Nurlela diluncurkan di kantor Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, Pare, Kediri, Selasa (10/6) kemarin. Novel itu diluncurkan Ketum FAM Indonesia, Muhammad Subhan, di hadapan utusan pelajar, mahasiswa dan guru yang datang dari beberapa kota di Jawa Timur. Peluncuran novel setebal 505 halaman dan berlatar Tanah Pasundan (Jawa Barat) itu, menandai dibukanya Workshop Menulis Novel Angkatan 1 FAM Indonesia. Workshop itu akan secara rutin digelar FAM Indonesia dalam rangka memberikan bimbingan kepenulisan novel, khususnya bagi pemula. Tampil sebagai narasumber Muhammad Subhan yang juga penulis novel “Rinai Kabut Singgalang” (2011). Dalam materinya “Menggali Ide Novel Lewat Pengalaman Pribadi”, dijelaskan bahwa pengalaman pribadi seorang penulis adalah modal dasar yang cukup bagus dikembangkan dalam menggarap sebuah novel. “Ingat-ulang kembali segala peristiwa di masa kecil, ramu dengan bumbu kreativitas, dramatisir kon...

Meriah, “Arek Suroboyo Berpuisi” di SMK PAL Surabaya

SURABAYA – Suasana sepi yang biasanya menyelimuti SMK Teknik PAL Surabaya di hari libur mendadak sirna. Sekolah itu menjadi semarak. Penyebabnya, Ahad (8/6), sekitar 40-an aktivis literasi berpuisi dalam rangka ikut memeriahkan HUT ke-721 Kota Surabaya. Acara yang ditaja Tim Event Organizer Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia yang dikoordinatori Yudha Prima itu, bertajuk “Arek Suruboyo Berpuisi” bekerjasama dengan SMK PAL Surabaya dan didukung Lembaga Bimbingan Belajar Primagama. Acara dibuka dengan penampilan musikalisasi puisi oleh Fileski yang membacakan puisi berjudul “Kota Kenangan yang Terbakar”. Puisi itu semakin terasa indah ketika seniman otodidak ini membawakannya dengan diiringi biola yang mengalun syahdu. Selain Fileski, ikut membaca puisi Ardi Susanti, penyair perempuan asal Tulungagung yang membacakan puisinya berjudul “Bicaralah, Nak”. Baik Fileski dan Ardi Susanti, membaca puisi-puisi yang tercantum dalam buku puisi “Menjadi Indonesia” yang penerbitannya digagas FAM C...

Penerbitan Buku Antologi Inspiratif “Suka Duka Meraih Impian”

Setiap orang pasti memiliki impian (obsesi/cita-cita), sebab impian adalah kekuatan yang akan menuntun seseorang dalam memprioritaskan apa yang akan dilakukannya. Impian adalah semangat menyongsong masa depan dengan penuh rasa optimis. Impian adalah tonggak awal langkah kaki seseorang menuju kemajuan, kesuksesan dan meraih sesuatu yang dianggap mustahil. Berkat impianlah orang memiliki kekuatan untuk bertahan dan berjuang dengan segala risikonya. Oleh karena itu, impian perlu diperjuangkan jika seseorang ingin berhasil meraihnya. Impian setiap orang pasti berbeda-beda. Setiap orang memiliki catatan harapan tersendiri dengan cara peraihan yang berbeda pula. Proses memperjuangkan impian ini, tentu sangat indah sekali untuk dituliskan. Mungkin Anda pernah dianggap muluk-muluk dengan impian yang sedang dibangun. Atau bahkan dicemooh, dianggap aneh-aneh, dijatuhkan semangat dan berbagai sikap negatif lainnya. Tapi Anda tetap percaya dengan impian itu, terus memperjuangkan dan yakin suatu ...

Arek Suroboyo Berpuisi di SMK PAL Surabaya

SURABAYA – Suasana sepi yang biasanya menyelimuti SMK Teknik PAL Surabaya di hari libur mendadak sirna. Sekolah itu menjadi semarak. Penyebabnya, Ahad (8/6), sekitar 40-an aktivis literasi berpuisi dalam rangka ikut memeriahkan HUT ke-721 Kota Surabaya. Acara yang ditaja Tim Event Organizer Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia yang dikoordinatori Yudha Prima itu, bertajuk “Arek Suruboyo Berpuisi” bekerjasama dengan SMK PAL Surabaya dan didukung Lembaga Bimbingan Belajar Primagama. Acara dibuka dengan penampilan musikalisasi puisi oleh Fileski yang membacakan puisi berjudul “Kota Kenangan yang Terbakar”. Puisi itu semakin terasa indah ketika seniman otodidak ini membawakannya dengan diiringi biola yang mengalun syahdu. Selain Fileski, ikut membaca puisi Ardi Susanti, penyair perempuan asal Tulungagung yang membacakan puisinya berjudul “Bicaralah, Nak”. Baik Fileski dan Ardi Susanti, membaca puisi-puisi yang tercantum dalam buku puisi “Menjadi Indonesia” yang penerbitannya digagas FAM C...