Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2014

Buku “Risalah Cinta Dua Agama” karya Irja Nasrullah

Judul: Risalah Cinta Dua Agama Penulis: Irja Nasrullah Kategori: Buku Non-Fiksi Terbit: 2013 Tebal: 162 hlm Harga: Rp43.000 ISBN : 978-602-7956-39-6 Muhammad SAW dan Isa a.s adalah dua sosok istimewa dalam sejarah umat manusia. Keduanya datang ke muka bumi untuk menebar cahaya kasih dan cinta; memberikan solusi-solusi bagi problematika kemanusiaan dan meningkatkan misi perdamaian. Buku ini memberikan solusi dialog lintas agama, sambil tetap menjalin rasa cinta di dada. Metode dialog yang penulis gunakan di dalam buku ini unik, berbeda dengan metode dialog Islam-Kristen yang dilakukan pada umumnya. Benarkah Islam menghalalkan darah nonmuslim? Apakah malaikat Jibril dalam literatur Islam, sama dengan roh kudus dalam literatur Kristen? Apa sebenarnya makna Injil? Bagaimana cara mengatasi kejahatan-kejahatan yang bersumber dari hati? Itulah sebagian kecil dari pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya akan Anda temukan di dalam buku ini. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubun...

Buku Cerpen “Anomali” karya Yudha Prima

Judul: Anomali Penulis: Yudha Prima Kategori: Buku Cerpen Terbit: Desember 2013 Tebal: 167 hlm Harga: Rp 43.000,- ISBN: 978-602-7956-40-7 Seperti judulnya, Anomali, penulis buku cerpen ini mengamati banyak penyimpangan yang terjadi di sekitarnya. Penyimpangan itu bagaikan ‘penyakit kronis’ yang tak berkesudahan. Realitas sosial yang diamatinya, ia kemas menjadi realitas sastra yang enak dibaca. ~ Muhammad Subhan , Pegiat FAM Indonesia, Penulis Fiksi Sekumpulan cerpen di dalam buku ini menambah koleksi bacaan fiksi kita. Pengarang menyajikannya dengan teknik penulisan yang segar dan membuat penasaran pembaca. Bagi pecinta cerita pendek buku ini dapat dijadikan salah satu koleksi bacaan yang asyik dan menyenangkan. ~ Aliya Nurlela , Pegiat FAM Indonesia, Penulis Fiksi dan Nonfiksi Saya mengenal Yudha Prima ketika pada Maret 2013 lalu mendapat kesempatan menghadiri Milad ke-1 FAM Indonesia di kantor pusat FAM, Pare Kediri. Sebuah moment berharga sekali. Saya tidak menyangka jika Yudha a...

Penerbitan Antologi Puisi FAM Surabaya

Tema: Derap Langkah Dwiwarsa untuk Sang Dwiwarna (Puisi untuk Negeri) Dalam Rangka Merayakan Milad ke-2 FAM Indonesia Dwiwarsa sudah FAM Indonesia Berderap, Melangkah Menyentuh jiwa, meniupkan cinta Cinta pada literasi, cinta pada negeri Berjuang memelihara taman asa di bumi Indonesia Hingga sang dwiwarna bisa bangga di puncak tiangnya Dalam rangka memperingati milad ke-2 Forum Aktif Menulis Indonesia serta sebagai bentuk kepedulian terhadap perjalanan bangsa Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, FAM Indonesia Cabang Surabaya dan Sekitarnya mengajak segenap FAMili dan sahabat pejuang literasi untuk bersama-sama berkontribusi melalui Program Antologi Puisi dengan tema: DERAP LANGKAH DWIWARSA UNTUK SANG DWIWARNA (PUISI UNTUK NEGERI) Lalu, apa syarat mengikuti proyek antologi puisi ini? Adapun ketentuan/kriteria naskah yang diterima adalah sebagai berikut: 1. Penulis adalah anggota Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia yang mengantongi Nomor ID keanggotan FAM I...

Penerbitan Antologi Puisi Bebas Kreatif FAM Tulungagung

Dalam rangka menyambut Milad ke-2 FAM Indonesia dan peresmian FAM Cabang Tulungagung, Jawa Timur, FAM Tulungagung menggagas penerbitan Antologi Puisi “bebas kreatif”. Ketentuan/kriteria naskah yang diterima: 1. Peserta adalah anggota Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia yang mengantongi nomor ID keanggotaan FAM Indonesia, maupun non-anggota. 2. Naskah puisi harus asli karya sendiri, bukan jiplakan atau terjemahan dan sedang tidak diikutsertakan pada event lomba menulis di mana pun. 3. Puisi bertema bebas. 4. Bentuk puisi bebas, panjang minimal 5 baris maksimal 1 halaman. 5. Puisi ditulis/diketik dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). 6. Puisi diketik rapi di kertas HVS A4/kuarto. 7. Menuliskan Biodata (ditulis dalam bentuk narasi) disertai foto diri di lembar terakhir puisi. 8. Setiap penulis mengirimkan 5 judul puisi. Akan dipilih 4 puisi terbaik dari masing-masing penulis. Adapun kuota yang tersedia adalah untuk 25 penulis. 9. Naskah dikiri...

Ulasan Puisi "Harga Diri Tuhan" Karya Muhammad Yusuf Dzaky Maulana (FAMili Gresik)

Puisi ini janggal, sulit dipahami, dan buram. Tidak ada makna pasti yang ada di dalamnya alias berbelok-belok. Perhatikan baris pertama yang berbunyi: "Maaf tuhan aku bukan tuhanmu". Apa maksud baris tersebut? Kemudian pada baris berikutnya berbunyi: "Maaf tuhan aku akan membelimu dengan harga dirimu". Sampai di sini sudah terasa janggal—arah/tujuan dari pesan yang ingin disampaikan oleh penulis mulai tak tentu. Ibarat kata, "jika yang dibeli adalah tuhan", mengapa pada baris berikutnya berbunyi: "Maaf tuhan aku bukan barang semata yang kamu beli dengan uangmu". Jadi siapakah tuhan dalam puisi ini? Lalu siapa pula yang "dibeli"? Kontradiksi antar baris juga terjadi pada baris-baris berikutnya, seperti baris kelima dan keenam. Jika "tuhan rindu dengan otakku", mengapa "aku harus menanyakan keberadaan harga diri di mata tuhan"? Bukankah yang merindu lebih butuh bertanya ketimbang yang dirindu? Kemudian lebih tak tent...

Anggota FAM Indonesia Lolos International Paper Presentation di Tokyo

BREBES – Anggota Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, Bayu Rizky Pratama, asal Brebes Jawa Tengah berhasil lolos seleksi mengikuti International Paper Presentation yang kegiatannya dipusatkan di Tokyo, Jepang, pada 28-30 Maret 2014 mendatang. Bayu Rizky Pratama adalah mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang lolos bersama dua orang temannya dari kampus yang sama, yaitu Hardiansyah Nur Sahaya dan Desi Tri Susilowati. “Alhamdulillah, saya dan dua orang teman saya dari UNNES lolos, dan surat undangan resminya sudah kami terima,” ujar Bayu Rizky Pratama, Sabtu (11/1), yang saat ini duduk di semester lima UNNES Semarang sementara kedua temannya di semester tujuh. Menurut Bayu, seleksi awal event itu, seluruh calon peserta mengirimkan paper hasil penelitian mereka mengenai pendidikan berbasis budaya. Bayu sendiri mengirim paper dengan judul “Character Education Model for Dropped-Out Students at School in Deliksari Village Semarang City Through Performance of Puppet Doll Historica...

Ulasan Cerpen "Letupan Jiwa" Karya Ade Ubaidil (FAMili Cilegon)

Kakek Leman adalah tukang cerita yang menjadil 'idola' bagi semua anak kecil di kampungnya. Setiap sore, beliau selalu membunyikan lonceng untuk mengumpulkan anak-anak di teras rumahnya. Dari sanalah kemudian dongeng-dongeng dikisahkannya dari waktu ke waktu, hingga mengundang kerinduan bagi siapa pun yang mendengarnya, untuk kembali menjumpainya di senja berikutnya. Suatu saat Kakek Leman tidak ingin berdongeng. Beliau lebih memilih mengisahkan pengalaman masa lalunya sebagai seorang tentara yang turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Kala itu, perbedaan agama membuat hubungannya dengan seorang teman merenggang. Entah apa yang merasukinya, Leman muda menembak Ahmad, temannya itu—yang selama ini sering mengumbar kebenciannya pada mereka mereka yang beragama lain. Leman muda yang belum memeluk Islam, merasa tersinggung. Kematian Ahmad pun membuatnya menyesal. Sebenarnya pesan yang ingin disampaikan dalam cerpen ini baik, yakni perbedaan bukanlah alasan untuk enggan bersat...

Ulasan Cerpen "Peri Teratai" Karya Hayuningtyas (FAMili Bekasi)

Jasmine adalah perempuan muda pecinta bunga, yang memutuskan untuk mendirikan kebun bunga agar semua orang juga bisa menikmati keindahan salah satu makhluk ciptaan Tuhan ini. Maka, dengan modal seadanya, dibangunlah kebun itu. Di sana Jasmine menjual berbagai jenis dan bibit bunga. Tibalah suatu waktu ketika ia bertemu dengan seorang gadis kelas empat SD bernama Padma. Gadis kecil itu nampaknya menyukai bunga teratai, seperti dalam cerita singkatnya soal sekolah dan layang-layang. Namun sesuatu yang aneh Jasmine rasakan ketika ia menanyakan soal adiknya. Padma nampak kesal dan pergi begitu saja. Di lain kesempatan, Kartika, seorang ibu penggemar fanatik bunga lotus, rutin mengunjungi kebun bunga milik Jasmine. Bersama dengan Nucifera, anak laki-lakinya yang masih bayi, ia pasti datang untuk sekadar membeli bibit bunga tersebut. Sampai suatu ketika, Padma yang beberapa waktu tidak Jasmine jumpai, datang. Bukan keceriaan yang ada pada gadis itu, melainkan kekesalan yang nampak di wajah...

Gebyar Milad ke-2 FAM Indonesia, Bertabur Kegiatan Menulis

GEBYAR MILAD KE-2 FAM INDONESIA PARE, KEDIRI, JAWA TIMUR 28 FEBRUARI - 3 MARET 2013 AGENDA: SILATURAHIM, WORKSHOP MENULIS, PELUNCURAN BUKU, APRESIASI PUISI, WISATA MENULIS, DLL Dalam rangka memperingati Hari Jadi (Milad) Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia ke-2 (2 Maret 2012 – 2 Maret 2014), FAM Indonesia membuat helat bertajuk “Gebyar Milad FAM Indonesia” yang akan dipusatkan di kantor FAM Indonesia, Pare, Kediri, Jawa Timur. Kegiatannya, mulai dari silaturahim nasional dengan pengurus FAM Indonesia, workshop kepenulisan, peluncuran buku, malam baca puisi, hingga wisata menulis ke objek wisata di Kota Kediri. Kegiatan ini dikhususnya bagi pengurus dan anggota FAM di berbagai daerah di Indonesia. Jika Anda anggota FAM, rencanakan kedatangan Anda ke Pare. Bergabunglah bersama anggota FAM lainnya di seluruh Tanah Air, bahkan mungkin Mancanegara. PESERTA DIBATASI HANYA 50 ORANG! Ya, mengingat keterbatasan ruangan kantor FAM Indonesia, kepesertaan acara ini dibatasi hanya untuk 50 orang ...

Buku Cerpen “Tuan Bahaya” karya Pemenang Lomba Cipta Cerpen FAM Indonesia

Judul: Tuan Bahaya Penulis: Muhammad Qadhafi, dkk Kategori: Buku Cerpen Terbit: 2013 Tebal: 274 hlm;  14 x 21cm ISBN: 978-602-7956-38-4 Para Kontributor: Muhammad Qadhafi, Happy Ratna Astuti, Amiruddin, Anisah Utari, Acet Asrival, Ken Hangara, Intan Umyatur Rahmania, Muhammad Riyan Andrianus, Rizka Amalia Fulinda, Wahyu Prihartini, Ade Ubaidil, Aidil Zulkhan, Anis Swidiastuti, Arif Rahman Hakim, Arina Nur Permata Ilmi, Biyah Siti Murbiyyah, Catur Pujihartono, Dedi Saeful Anwar, Irhamun, Kasrizal, M. Fitrah Alfian R.S, M. Syamsul Qulub, M. Zaini, Muhammad Fadhli, Muhammad Nur Faqih, Nazri Zuliansyah, Niken Bayu Argaheni, Novaldi Herman, Nurhidayati, Rendra Pirani, Rieka Mustika, Santi Sumiati, Sindi Violinda, Sukamto Prasetyo, Susiati, Suyati, Titi Haryati, Yazid Nizar Sopian, Yusrina Sri Oktaviani. *** Banyak cerita pilu dialami TKI kita di luar negeri yang dikisahkan para cerpenis di dalam buku ini. Dari kisah-kisah itu, banyak pula pelajaran yang dapat dipetik. Buku cerpen yang...