Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2012

Apa dan Siapa Ketum FAM Indonesia?

~Profil Muhammad Subhan, Ketum FAM Indonesia Sejak kecil, obsesi lelaki muda ini ingin menjelajahi dunia. Maka, menjadi wartawan adalah pilihan hidupnya. Meski dia tahu, dunia wartawan bukanlah dunia yang dapat mewujudkan impiannya dalam sekejap. Berbagai rintangan pun ia hadapi. Bahkan, sang ibu kandung mulanya tidak merestui keinginnya menjadi wartawan. Dalam pikiran ibunya, menjadi wartawan artinya ia harus siap menjadi 'orang miskin'.

Rahimah Ib: "Hidup Terasa Hampa Tanpa Menulis"

RAHIMAH IB (KIRI) ~PROFIL ANGGOTA FAM INDONESIA (MEDAN) Rahimah Ib, lahir di Bireun, Aceh, 1 Januari 1971. Dia mengantongi ID FAM Nomor 101U, anggota FAM dari Medan, Sumatera Utara. Menikah dengan Ibrahim Nst pada tahun 1993,dan dianugerahi empat cahaya mata (Liza, Syifa, Biladan, dan Wafi). Kini ia menetap di Jl. Banten No. 5 Diski, Medan, Sumatera Utara.

Enam Penghargaan Diberikan FAM Indonesia untuk Pemberi Ide Kreatif

FAM INDONESIA Dua bulan terakhir FAM Indonesia menyimak dan mengikuti perkembangan anggota group “Forum Aishiteru Menulis (FAM) Indonesia” dan membaca setiap tulisan yang diposting di group ini. Semua tulisan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, ada beberapa tulisan, komentar, serta ide-ide kreatif dari anggota group yang menarik perhatian FAM Indonesia. Maka pada hari ini FAM Indonesia memberikan Penghargaan kepada anggota group di bawah ini:

Kawan, Berhentilah Menjadi Penonton

FAM INDONESIA Saat kita menawarkan sebuah konsep kepada seseorang, mungkin pernah mendapat jawaban seperti ini, “Kamu lakukan saja dulu. Nanti kalau kamu berhasil, saya ikut.” Terlihat sekali, yang menjadi ukuran adalah hasil, bukan bagus tidaknya konsep itu. Atau baik buruknya sebuah ajakan. Ini menandakan bahwa ia akan berbuat jika orang lain berhasil. Meski sesuatu itu baik, jika orang lain tidak berhasil, tidak mau melakukan. Itu gambaran umum. Mungkin, kita pun kadangkala bersikap demikian. Masih banyak tipe orang yang ‘wait and see’, menunggu orang lain sampai berhasil. Ketika orang lain berhasil, barulah bertindak dan itu sudah terlambat.

Ulasan Cerpen “Bayangan 2012” karya Chaliza Nazra Nst (Anggota FAM Medan)

Chaliza Nazra Nst (kanan) Kali ini FAM Indonesia mengulas karya Chaliza Nazra Nst (Call Ijhee), anggota FAM Wilayah Medan (nomor keanggotaan: FAM140S). Chaliza mengirim cerpen berjudul “Bayangan 2012”. Cerpen ini bercerita tentang tokoh “aku” bernama Mira yang bermimpi kiamat 2012 terjadi. Dalam mimpinya itu Mira sedang berada di sekolahnya, tetapi suasana sepi mencekam. Tidak ada orang. Di sekolahnya itu, Mira hanya bertemu Pak Girin, penjaga sekolah yang muncul tiba-tiba dengan pakaian hitam dan topi lebar. Pak Girin membawa sapu dan segepok kunci seperti kunci penjara. Mira merinding melihat sikap Pak Girin yang aneh. Pak Girin berjalan di hadapan Mira dengan tampang dingin, tak membalas sapaannya. Penulis melukiskan suasana mencekam di sekolah Mira dalam paragraf sebagai berikut: “Sekolah yang sudah menyatu dengan jiwa kini mulai terasa asing, gelap dan sangat menyeramkan. Aku harus segera pulang, menembus gerimis yang rapat dan mencari angkot di simpang ja...

Ulasan Artikel “Freedom” karya Satria Nova (Anggota FAM Wilayah Surabaya)

SATRIA NOVA Freedom Oleh Satria Nova Seperti seorang lelaki perkasa yang menginginkan kebebasan. Ia sampai bersikukuh meneriakkan kata ‘freedom’ ketika menemui ajalnya karena digantung. Dialah William Wallace, pahlawan Skotlandia. Kisah kepahlawanannya telah difilmkan dengan judul ‘The Brave Hart” yang dirilis sejak 1995 dan telah diputar beberapa kali di televisi. Aktor pemeran utamanya adalah bintang asal Australia, Mel Gibson yang berperan sebagai William Wallace. Sama halnya di tahun 1945 ketika puncak perlawanan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaannya. Adalah Soekarno dan Muhammad Hatta yang menjadi proklamator kemerdekaan negara kita, atas dorongan kaum muda kala itu. Kaum muda tak mau menunggu lama lagi mengingat saat itu adalah kesempatan emas dimana Jepang kocar-kacir setelah Hiroshima dan Nagasaki di jatuhi bom atom. Sementara generasi tua menginginkan kemerdekaan dengan cara diplomasi karena sebelumnya ada janji yang sempat diungkapkan negara matahari terb...