Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2014

Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh

Judul: Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh Penulis: Aliya Nurlela Kategori: Novel Terbit: Maret 2014 Tebal: 505 hlm; 14x20 cm ISBN: 978-602-7956-53-7 Harga: Rp58.000 (Harga belum termasuk Ongkir) Sinopsis: Kota Galuh (Ciamis) menjadi saksi perjalanan hidup seorang wanita yang cengeng, manja dan penakut menjadi pribadi yang sebaliknya; tegar, mandiri dan pemberani. Seorang penulis bernama Zahda Amir yang memiliki sifat bertolak belakang dengan dirinya, tiba-tiba hadir menyelamatkannya dari penculikan, menjadi seorang pahlawan, motivator, dan sahabat yang bersama-sama menghadapi pahit dan manisnya hidup. Namun, sebuah takdir seakan “memaksanya” menerima kenyataan baru yang sangat pahit, menciptakan telaga air mata, melemahkan sendi-sendi, dan merenggut semangat hidupnya. Pahitnya kenyataan itu menciptakan kekecewaan, prasangka buruk, amarah dan keputusan berani yang menyeretnya pada perjalanan hidup yang tidak pernah diduganya. Endorsement: Dahsyat ceritanya, membuat saya tak putus-putu...

Lomba Menulis Kata Mutiara Inspiratif

Salam literasi, FAMili! Menutup bulan April 2014, Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia mengadakan “Lomba Menulis Kata Mutiara Inspiratif” yang diharapkan dapat membangkitkan semangat banyak orang untuk berkarya (menulis). Syarat dan ketentuan lomba sebagai berikut: 1. Peserta terbuka untuk umum, gratis (tidak dipungut biaya apa pun), baik sebagai anggota maupun nonanggota FAM Indonesia. 2. Kata Mutiara bertema seputar tulis menulis atau motivasi menulis. 3. Karya harus original (asli), bukan saduran apalagi ‘mencomot’ karya orang lain (plagiat). 4. Panjang Kata Mutiara maksimal 3 (tiga) baris, boleh dilengkapi dengan gambar/ilustrasi pendukung. 5. Kata Mutiara diposting langsung di dinding Grup “Forum Aishiteru Menulis” (grup yang dikelola FAM Indonesia). Bagi yang belum bergabung di Grup silakan klik (https://www.facebook.com/groups/forumaishiterumenulis/. 6. Jumlah Kata Mutiara yang diikutsertakan maksimal 5 (lima) Kata Mutiara. Selain diposting di Grup “Forum Aishiteru Menulis” jug...

Melihat Acara ‘Kopi Darat’ FAM Surabaya dan FAM Sumatera Barat

SURABAYA – Surabaya masih basah ketika Ahad (27/4), pagi, jalanan di kota itu dibasuh gerimis. Debu kota luruh. Tapi sepagi itu, kendaraan telah ramai berlalu-lalang. Kehidupan menggeliat di Kota Pahlawan yang tak pernah sepi membangun mimpi. Di Balai RW Wisma Kedung Asem Indah, ada sesuatu yang berbeda dari hari-hari biasa. Bukan sebab ada acara kelurahan atau helat kegiatan warga lainnya, tetapi di sana berkumpul sejumlah anak muda pecinta tulis-menulis yang datang dari daerah-daerah sekitarnya. Mereka adalah aktivis literasi FAM Cabang Surabaya. Hari itu, adalah pertemuan rutin pengurus dan anggota FAM Surabaya dengan tajuk “Kopi Darat ke-18”. Ya, sudah 18 kali mereka berkumpul, berbagi cerita, berdiskusi tentang literasi, dan menggelar sejumlah kegiatan kepenulisan. ‘Kumpul-kumpul’ itu, membuat silaturahim di antara mereka semakin erat, dibalut suasana kekeluargaan, dan sepulang dari kegiatan mereka berproses melahirkan berbagai karya yang menghiasi halaman media massa. Kata ‘Akt...

Lowongan Magang di Kantor Pusat FAM Indonesia

Wadah Kepenulisan Nasional Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia yang berkantor pusat di Pare, Kediri, Jawa Timur, saat ini membutuhkan 2 (dua) orang KARYAWAN MAGANG yang akan bertugas di kantor FAM Pusat untuk membantu tugas-tugas Tim FAM Indonesia. Adapun syarat pelamar yang diterima adalah sebagai berikut: 1. Muslimah, minimal lulusan SLTA/sederajat 2. Berdomisili di wilayah Pare, Kediri, Jawa Timur 3. Diutamakan memiliki kendaraan bermotor 4. Memiliki laptop/notebook 5. Bisa mengoperasikan komputer 6. Mahir menulis surat-menyurat 6. Siap bekerja bersama tim FAM Indonesia Walau berstatus magang, FAM Indonesia akan memberikan honor selama masa magang dan berpeluang diangkat menjadi karyawan tetap. Surat lamaran dikirim ke email: forumaktifmenulis@yahoo.com cc: forumaishiterumenulis@yahoo.com atau diantar langsung ke kantor FAM Indonesia: Jl. Mayor Bismo No. 28 Pare, Kediri, Jawa Timur. Surat lamaran selambat-lambatnya diterima tanggal 11 Mei 2014, pukul 14.00 WIB. Bagi pelamar yang m...

Ulasan Puisi "Akan Selalu Ada Bintang Itu" Karya Agus Prianto R (FAMili Bengkulu)

Puisi ini adalah kesetiaan cinta. "Selalu ada bintang yang sama" tak lain merupakan sebuah gambaran tentang "rasa yang tidak ada bedanya". Artinya, sejak awal rasa itu terbentuk, atau cinta itu tumbuh, seiring musim berputar, tidak ada perubahan berarti. Semua tetap sama. Maka, beginilah cinta yang sebenarnya. Tidak berpaling, tidak pula berkhianat, meski waktu terus bergulir. Pemilihan diksi yang sederhana membuat pembaca tidak sulit menerjemahkan maksud sang penulis. Itu baik, karena dengannya pesan yang ingin disampaikan akan lebih mudah diserap. Namun tidak ada salahnya pula, membuat pembaca bertanya-tanya, berpikir, menerka, dan mencari tahu makna puisi yang kita tulis dengan pengolahan diksi yang matang dan tidak mudah diraba. Yang demikian tentulah membutuhkan sebuah proses panjang. Diharapkan kepada penulis untuk selalu giat berlatih agar kelak puisi-puisi Anda lebih kaya makna. Salam santun, salam karya! TIM FAM INDONESIA www.famindonesia.com [BE...

Menafsirkan Sebuah Senyuman, Proses Kreatif Buku Kumpulan Cerpen "Senyum Nolina"

Oleh Dedi Saeful Anwar Dalam hidup setiap manusia pasti pernah mengalami hal yang membuat tersenyum dan menangis. Sedih dan bahagia, sehat maupun sakit adalah bagian dari rasa dan keadaan yang selalu menyapa kita sehari-hari. Namun persoalannya, sejauh mana kita mampu memaknai perasaan itu. Kita diajarkan untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan, begitu pula sebaliknya, tidak seharusnya kita terjebak dalam euphoria kesenangan atau kebahagian. Akan lebih bijak seandainya kita mampu menakar rasa senang dan sedih itu dalam porsi yang sewajarnya. Atas dasar itu semua, saya berusaha menafsirkan sebuah senyuman. Apakah senyuman itu memang ekspresi dari rasa senang atau sebuah senyum hanya untuk menutupi perasaan duka mendalam yang sudah terlalu sering menyapa? Berawal dari interaksi dengan kepolosan seorang gadis kecil yang mampu mengiris hati manakala ia mendapatkan sebuah ketidakadilan dalam hidupnya hanya karena keterbatasan yang ia miliki. Sementara tiada satu pun manusia di bumi ini...

Buku “Pelangi di Kaki Langit” karya Muamanati Yuliati Rahmawati

Judul: Pelangi di Kaki Langit Penulis: Muamanati Yuliati Rahmawati Kategori: Buku Puisi ISBN: 978-602-7956-52-0 Terbit: April 2014 Tebal: 220 hal; 13 x 20 cm Harga: Rp 45.000,- (harga belum termasuk ongkir) *** Bagaikan pelangi yang bergantung di kaki langit Sekilas aku melihat wajah yang selalu kunanti Namun sayang ia tak pernah hadir Seolah hidupnya kini tak di duniaku lagi *** Bapak Kini baru kurasakan sepi tanpamu Semoga di alam sana engkau damai dan bahagia selamanya (dalam puisi “Pelangi di Kaki Langit) *** Calon penyair lahir dari Negeri Bumi Cendrawasih. Lewat puisi-puisinya yang sederhana namun sarat makna ini penulis ingin melukis pelangi kata-kata yang dapat dibagikan kepada banyak orang. Semoga semakin produktif berkarya. ~Muhammad Subhan, Pegiat FAM Indonesia, Jurnalis & Penulis Saya suka puisi-puisi Muamanati di dalam buku ini. Ia bercerita tentang ibu, ayah, alam, cinta, dan segala yang diciptakan Tuhan. Membaca puisi-puisinya menggetarkan jiwa. ~ Aliya Nurlela, Se...

FAM Indonesia Beri Motivasi Menulis di STIKes Karya Husada Kediri

Talkshow di STIKes Karya Husada Kediri KEDIRI – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Kediri, Jawa Timur, Kamis (17/4), menggelar Talkshow dalam rangka memperingati Hari Kartini. Acara yang ditaja BEM STIKes Karya Husada itu, mengundang pembicara Aliya Nurlela dari Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia dan diikuti 80-an mahasiswa di kampus itu. Selain pembicara dari FAM Indonesia, turut diundang narasumber lainnya, yaitu Selly, mahasiswi berprestasi yang berbagi tips dan kiat menjadi mahasiswi berprestasi. Acara itu dipandu Yessi, mahasiswi semester dua STIKes Karya Husada Kediri. Aliya Nurlela yang juga Sekjen FAM Indonesia dalam materinya bertajuk "Jadilah Kartini Muda Masa Depan Sebagai Wanita Inspirasi Bangsa" mengatakan, wanita adalah sosok yang penuh inspirasi dan mempunyai peran penting dalam kemajuan sebuah bangsa. Wanita juga disebut sebagai tiang negara. “Jika wanitanya baik, maka negara akan baik. Sebab, idealnya wanita melahirkan generasi-generasi ...

Buku “Ensiklopedi Penulis Indonesia” Karya Aliya Nurlela dkk

Judul Buku: Ensiklopedi Penulis Indonesia Penulis: Aliya Nurlela, dkk Kategori: Non Fiksi ISBN: 978-602-7956-55-1 Terbit: April 2014 Tebal: 233 hal; 14 x 20 cm Harga: Rp45.000 (di luar ongkir) *** Pertanyaan yang sering menjadi momok banyak penulis adalah, “Sebenarnya untuk apa saya menulis?” Jawabannya semua beragam; Ada yang sersungguh-sungguh, ada yang sekadar bermain, ada pula yang ikut-ikutan sehingga semangatnya naik turun. Tetapi itu lumrah, dialami banyak orang, dan yang benar-benar mewujudkan dirinya sebagai penulis sungguhan adalah yang istiqamah. Dan, itu jumlahnya sangat terbatas. Nah, di posisi manakah Anda berada? Lewat buku ini, Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia menggali proses kreatif sejumlah penulis, sejak awal mereka menulis plus dengan segala macam cerita “jatuh-bangunnya” sehingga menghasilkan karya. Buku ini diterbitkan berseri, ditulis oleh banyak penulis yang punya mimpi dan ingin membagi mimpi mereka kepada orang lain. Kontributor: Aliya Nurlela, Acet Asriv...

Ulasan Artikel “Tandusnya Moralitas Guru” Karya Ady Akbar (FAMili Kendari)

Tim FAM Indonesia mengapresiasi artikel ini sebagai karya yang cerdas, kritis, sebagai bentuk kepedulian penulisnya terhadap satu sisi wajah suram pendidikan di negeri ini. Diawali dengan melakukan analisa empiris berupa sorotan atas kasus tindakan asusila seorang oknum guru kepada muridnya, penulis menarik satu konklusi bahwa kualitas moral guru di negeri ini mengalami kemerosotan. Penulis juga memberikan paparan konsep ideal tentang sosok dan peran guru. Di bagian akhir, penulis tak lupa memberikan saran dan harapannya kepada pemerintah. Ada beberapa catatan dari tim FAM Indonesia terhadap artikel ini: 1. Mengingat judul adalah daya tarik utama sebuah tulisan, maka sebuah tulisan ilmiah akan menunjukkan kesan ilmiah kalau judul tersusun dari pilihan kata yang “tidak biasa”. Untuk artikel ini, tim FAM Indonesia merekomendasikan judul “Dekadensi Moral  Guru”. 2. Ada beberapa hal yang perlu dikoreksi: a. Paragraf 2. Kalimat Ededeh, ngerinya mi,” tanyanya. Mengingat “mi” di sini ad...

Buku “Soerat-Soerat Achir Tahoen” karya Soekamto Prasetyo, dkk

Judul: Soerat-Soerat Achir Tahoen Penulis: Soekamto Prasetyo, dkk Kategori: Non fiksi ISBN: 978-602-7956-50-6 Tebit: Maret 2013 Tebal: 213 hlm, 13x20 cm Harga: Rp 45.000 (Harga belum termasuk ongkir) Sepuluh Surat Terbaik: Mencerdaskan Bangsa Sendiri di Negeri Orang (Sukamto Prasetyo), Sebuah Telaga Tempat Berlabuh Rindu (Acet Asrival), Mengadu Nasib di Ibukota (Ken Hanggara), Ungkapan Hati Seorang Guru (Zaqia Nur Fajarini), Senyum Terakhirmu (Dian Ambarwati), Makna Hidup di Penghujung Tahun (Elza Novria), Rindu pada Guru (Firmansyah Djalaluddin), Kerinduan di Jannah-Nya (Susi Puspita Sari), Cinta Kado Akhir Tahun Untukmu (Sri Wati), The Loneliness Cat (Aidil Zulkhan) 30 Surat Pilihan: I Love You, FAM (Ade Ubaidil), Maafkan Kakak, Dik (Ain Saga), Kagumku padamu, Perempuan Pemberani (Andi Sri Wahyuni Handayani), Keluarga Kecil yang Penuh Arti (Audia Jasmin Armanda), Impian Ayah (Dadang Asmanaf), Kepergian Rembulan (Dedi Saeful Anwar), Luka Akhir Tahun (Dera Fauzia Fitriana), Lelaki Cu...

Buku “Aku di Bulan” karya Khanis Selasih dan Pinto Janir

Judul : Aku di Bulan (Telah Kutitipkan Wajahmu Pada Bulan) Penulis : Khanis Selasih & Pinto Janir Kategori : Buku Puisi ISBN : 978-602-7956-56-8 Terbit : April 2014 Tebal :128 hal; 13 x 20 cm Harga : Rp 38.000,- (Harga belum termasuk ongkir) Merona bulan cetarkan nada cinta Terlelap kasih merangkai mimpi Cepat bangkit dengar aku bercerita Jangkaulah aku, ayo menari sepi (“Aku di Bulan”, Khanis Selasih) *** Sembunyikan dari bulan, matahari, siang, malam Peram di sebuah ruang tak kenal waktu suram Tak akan kita layari lautan Ombak gila bikin karam Lautan kita adalah impian Tempat mana rindu tak pernah padam (“Air Matamu Puisisku!”’ Pinto Janir) *** ‘Duet’ Khanis Selasih dan Pinto Janir sangat menarik. Khanis di Surabaya, Pinto di Padang. Dua budaya berbeda-satu Jawa, satu Minang- bersatu begitu akrab di ‘kuali’ bernama buku kumpulan puisi “Aku di Bulan”. Puisi mereka saling menyambut. Sahut-bersahut. Asyik sekali membacanya. ~ Muhammad Subhan , pegiat FAM Indonesia, jurnalis & ...

Ulasan Artikel “Ketika Mahasiswa Menjadi Sarjana” Karya Ariyanto (FAMili Padang)

Tim FAM Indonesia mengapresiasi artikel ini sebagai sebuah tulisan yang kritis, ilmiah dan aktual. Persoalan pendidikan dan output-nya memang menjadi sebuah bahasan yang selalu up to date dan menarik untuk dianalisa. Artikel ini ditulis secara sistematis. Dimulai dari paparan mengenai persepsi dan ekspektasi masyarakat terhadap sosok sarjana. Lalu berlanjut ke bahasan mengenai realita bahwa negeri ini banyak memproduksi sarjana namun di sisi lain angka pengangguran makin meningkat. Di bagian akhir, penulis mencoba menawarkan gagasan agar pendidikan, khususnya dunia perguruan tinggi sebagai produsen sarjana bisa menjadi solusi terhadap harapan publik dan bukan memproduksi sarjana penambah angka pengangguran. Namun tim FAM Indonesia memberikan beberapa catatan terhadap artikel ini, sebagai berikut: Mengingat judul adalah daya tarik utama sebuah tulisan, maka sebuah tulisan ilmiah akan menunjukkan kesan ilmiah kalau judul tidak terlalu panjang dan tersusun dari pilihan kata yang “tidak ...

Pengumuman 3 Naskah Terbaik Antologi Kisah Inspiratif Menjadi Muslimah

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh... Alhamdulillah, kami bersyukur, setelah selama sebulan membuka penerimaan naskah untuk antologi Kisah Inspiratif bertema “Aku Bahagia Menjadi Muslimah”, akhirnya terpilih 25 naskah yang layak untuk dibukukan. Dari 25 naskah tersebut berisi kisah nyata suka-duka para muslimah (penulisnya) dalam mengenakan hijab. Kisah-kisah mereka sangat variatif dan inspiratif. Tidak hanya itu, ke-25 penulis tersebut berdomisili di berbagai kota dan negara. Ada yang di Taiwan, Malaysia, Norwegia, dan lainnya. Mereka menyuguhkan berbagai kisah tentang proses berhijab dan suka-dukanya. Harapannya, kisah yang disuguhkan ini akan menginspirasi para muslimah lainnya untuk menguatkan langkah dalam menapaki jalan hijrah dan menggapai Ridha-Nya. Setelah membaca keseluruhan naskah yang masing-masing memiliki ciri khas, FAM Indonesia memilih 3 naskah terbaik yang akan mendapatkan Hadiah jilbab dari Sponsor. Untuk itu, tim juri dari Penerbit FAM Publishing (Divisi Pe...

Alex R. Nainggolan, Pemenang Lomba Cipta Puisi Bencana

PARE – Puisi berjudul “Tubuh Bencana” karya Alex R. Nainggolan (Tanggerang, Banten) dinobatkan sebagai Juara 1 Lomba Cipta Puisi bertema “Bencana” yang ditaja Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Nama-nama pemenang diumumkan Sabtu (12/4) malam, di Pare, Kediri, Jawa Timur. Selain puisi karya Alex R. Nainggolan, Tim Juri juga menetapkan dua pemenang utama lainnya, yaitu Juara 2 puisi berjudul “Ilhafa” karya M. Husnul Huda (Sumenep-Madura), dan Juara 3 puisi berjudul “Epilog” karya I Wayan Sumahardika (Denpasar-Bali). “FAM Indonesia menerima 620 naskah puisi bertema bencana yang dikirim peserta dari seluruh daerah di Indonesia dan mancanegara,” kata Aliya Nurlela, pegiat FAM Indonesia, Ahad (13/4). Selain juara utama, Tim Juri juga menetapkan tujuh puisi pilihan, masing-masing berjudul “Etsa Wajah Semesta” (Farida Sundari, Medan), “Tanah” (M. Imam Fatkhurrozi, Yogyakarta), “Karena Akukah Ini, Ibu?” (Liza Hasda, Batusangkar-Sumatera Barat), “Aku Dibungkus Asap” (Eddie MNS Soemanto, Pada...

FAM Indonesia di STIKes Dharma Landbouw Padang

PADANG – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Dharma Landbouw Padang, Sumatera Barat, melatih mahasiswanya untuk terampil menulis. Para calon tenaga medis di sekolah tinggi itu dianggap berpeluang menjadi ‘penulis hebat’ masa depan. Pembekalan keterampilan menulis yang dikemas dalam Workshop Menulis Kreatif bertajuk “The Power of Writing” itu mengundang pembicara Muhammad Subhan dari Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia yang berbasis di Pare, Kediri, Jawa Timur. Sebanyak 80-an mahasiswa di kampus itu antusias mengikuti jalannya acara. Dalam materinya Muhammad Subhan mengatakan, keterampilan menulis selayaknya dimiliki setiap orang, termasuk mahasiswa. Dia mengumpamakan, seandainya buku-buku teks yang dibaca dan dipelajari di ruang kelas tidak ada yang menulisnya, tentu tidak akan ada ilmu pengetahuan. “Laporan akhir mahasiswa juga berupa karya tulis. Tugas-tugas berupa makalah yang diberikan dosen juga karya tulis,” ujar Muhammad Subhan. Dia menyebutkan pula, seandainya Alquran dan ...

Pengumuman Pemenang Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional 2014 Bertema Bencana

Tim Juri Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional 2014 bertema “Bencana” malam ini mengumumkan Pemenang 1, 2 & 3 yang diputuskan nama-namanya sebagai berikut: Juara 1: “Tubuh Bencana” (Alex R. Nainggolan, Tangerang-Banten) Juara 2: “Ilhafa” (M. Husnul Huda, Sumenep-Madura) Juara 3: “Epilog” (I Wayan Sumahardika, Denpasar-Bali) 7 Puisi Pilihan: 1. “Etsa Wajah Semesta” (Farida Sundari, Medan) 2. “Tanah” (M. Imam Fatkhurrozi, Yogyakarta) 3. “Karena Akukah Ini, Ibu?” (Liza Hasda, Batusangkar-Sumatera Barat) 4. “Aku Dibungkus Asap” (Eddie MNS Soemanto, Padang-Sumatera Barat) 5. “Di Balik Kelud” (Budi Harsono, Tulungagung-Jawa Timur) 6. “Alam Mulai Enggan” (D.A. Akhyar, Palembang) 7. “Lukisan Tubuh Nusantara” (Reny Puteri Utami, Palembang-Sumatera Selatan) SELAMAT KEPADA PARA JUARA! Sebagai tanda apresiasi FAM Indonesia, Pemenang 1, 2 & 3 mendapatkan hadiah sbb: Juara 1: Baju Kaos + Paket Buku + Piagam Penghargaan + Naskah Puisi Dibukukan Juara 2: Baju Kaos + Paket Buku + Piagam Pengharg...

Pengumuman 20 Nominator Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Bertema Bencana

Tim Juri Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional 2014 bertema “Bencana” malam ini mengumumkan 80 Nominator dari 620 naskah puisi peserta lomba. Ke-20 nominator tersebut adalah sebagai berikut (nama diurutkan berdasarkan Abjad): 1.    Tubuh Bencana (Alex R. Nainggolan, Tangerang-Banten) 2.    Berhutbah Pada Tanah (A.M Mulyadi, Majalengka-Jawa Barat) 3.    Di Balik Kelud (Budi Harsono, Tulungagung-Jawa Timur) 4.    Alam Mulai Enggan (D.A. Akhyar, Palembang) 5.    Apa Banjir Tidak Takut Presiden? (Diah Wahyuningtyas, Tulungagung-Jawa Timur) 6.    Aku Dibungkus Asap (Eddie MNS Soemanto, Padang-Sumatera Barat) 7.    Di Pelukan Ibu (Elyada Putri Christanti, Malag-Jawa Timur) 8.    Etsa Wajah Semesta (Farida Sundari, Medan) 9.    Sang Penghantar Surat Isyarat (Ikhsan Satria Irianto, Curup-Bengkulu) 10.    Epilog (I Wayan Sumahardika, Denpasar-Bali) ...

Pengumuman 80 Nominator Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Bertema Bencana

Tim Juri Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional 2014 bertema “Bencana” sore ini mengumumkan 80 Nominator dari 620 naskah puisi peserta lomba. Ke-80 nominator tersebut adalah sebagai berikut (nama diurutkan berdasarkan Abjad): 1.    Tubuh Bencana (Alex R. Nainggolan, Tangerang-Banten) 2.    Di Pucuk Januari (Aziz Muzaqi, Semarang) 3.    Adikku yang Terlarut Kabut (Alvin Khautsar, Palembang-Sumatera Selatan) 4.    Tetesan Itu Beharga (Anggi Diah Pitaloka, Mojokerto) 5.    Tenggelam, Terbenam, dan Tersiram (Agus Santoso, Gresik-Jawa Timur) 6.    Bumi dan Tuhan (Ahmad Muarif, Serang-Banten) 7.    Segumpal Asa Kelud (Aisyah Nurfiani, Pasuruan-Jawa Timur) 8.    Hujan Telanjangi Kota (Andik Trio Widodo, Nganjuk-Jawa Timur) 9.    Kabar Dari Sinabung (Ahmad Rusaidi, Bantaeng-Sulawesi Selatan) 10.    Berhutbah Pada Tanah (A.M Mulyadi, Majalengka-Jaw...

Pengumuman 100 Nominator Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Bertema Bencana

Tim Juri Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional 2014 bertema “Bencana” malam ini mengumumkan 100 Nominator dari 200 nominator yang telah diumumkan malam kemarin (total naskah yang diseleksi 620 puisi). Karya siapakah yang berhasil masuk di tahapan ini? Berikut ke-100 nominator tersebut adalah sebagai berikut (nama diurutkan berdasarkan Abjad): 1. Negeriku Diuji (Arif Hidayatullah, Padang) 2. Tubuh Bencana (Alex R. Nainggolan, Tangerang-Banten) 3. Ibu Kota (Aditya Arif Setiawan, Depok-Jawa Barat) 4. Di Pucuk Januari (Aziz Muzaqi, Semarang) 5. Rambut Gundul (Aria Winardi, Mojokerto) 6. Adikku Yang Terlarut Kabut (Alvin Khautsar, Palembang-Sumatera Selatan) 7. Tetesan Itu Beharga (Anggi Diah Pitaloka, Mojokerto) 8. Tenggelam, Terbenam, dan Tersiram (Agus Santoso, Gresik-Jawa Timur) 9. Bumi dan Tuhan (Ahmad Muarif, Serang-Banten) 10. Segumpal Asa Kelud (Aisyah Nurfiani, Pasuruan-Jawa Timur) 11. Hujan Telanjangi Kota (Andik Trio Widodo, Nganjuk-Jawa Timur) 12. Bukan Cerita Pelari (Anggi Irma ...