FAM Surabaya SURABAYA – Seperti apa puisi yang baik itu? Pertanyaan ini sering mengundang kegelisahan para penulis pemula yang baru memulai ‘karir’ kepenulisannya. Bahkan, tak sedikit yang urung melangkah lantaran takut puisi karya mereka dianggap tidak bermutu oleh pembaca. “Tapi kerisauan itu dijawab tuntas oleh narasumber yang hadir mengisi Kopdar ke-16 FAM Cabang Surabaya, Ahad (16/2) lalu di Surabaya,” ujar Yudha Prima, Koordinator FAM Cabang Surabaya lewat siaran persnya, Kamis (20/2). Dia menyebutkan, pada pertemuan yang bertempat di Balai RW Wisma Kedung Asem Indah Surabaya itu, hadir seluruh pengurus dan anggota FAM Cabang Surabaya. Sebagai pembicara menampilkan penyair dan penulis Surabaya, di antaranya Fileski, Ken Hanggara, dan Wildan Taufiqurrahman. Menurut Fileski, puisi yang baik adalah yang tetap berpijak pada realita sekalipun membuka ruang untuk berimajinasi. Dia mengumpamakan puisi sebagai sebuah potret, gambaran realita, tetapi dikemas dengan kata-kata beresteti...
Komunitas Penulis, dari Pare untuk Dunia