Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2016

Di Hari Buku Sedunia, Pegiat Literasi Gagas FAM Palembang

Kopdar FAM Cabang Palembang Palembang (FAMNews) -- Kopi darat (kopdar) perdana FAM (Forum Aktif Menulis) Palembang telah digagas D.A. Akhyar (Koordinator FAM Palembang/Penulis Buku #LikaLikuLakiLuka) di MONPERA, diikuti sejumlah pegiat literasi di kota itu. Mereka adalah Fathurrahman (Penulis/Jurnalis/MNC Group/Trijaya FM Palembang), Syifa Alesha Anggraini (FLP Palembang), Pipit. S (Jurnalis Media AsSAJIDIN), dan Luthfiah Anggia. A (Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang). Kopdar berlangsung Sabtu (23/4/2016). Kopdar digelar bertepatan Hari Buku Sedunia, 23 April 2016, kopdar perdana  dibuka dengan pengenalan profil FAM Indonesia, diisi sharing kepenulisan, dan bertukar pikiran/pendapat. Umumnya istilah kopdar digunakan untuk melabeli sebuah kegiatan pertemuan antara orang-orang yang berhubungan di dunia maya tapi tidak saling kenal di dunia nyata, maka diadakanlah sebuah pertemuan yang disebut kopi darat atau yang dikenal dengan sebutan kopdar. Tidak hanya itu, semua yan...

Agus Salim, Guru yang Suka Menulis

Agus Salim Agus Salim, lahir di Jombang 04 Agustus 1970. Ia adalah seorang penulis dan guru di Lembaga Pendidikan Al Muslim Jawa Timur. Pendidikan formal di bidang Sejarah Kebudayaan Islam Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel (kini UIN) tahun 1999 dan pernah nyantri di LPBA Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya pada program D2 Bahasa Arab tahun 1995. Sejak kuliah mengajar non formal dan tahun 1999 hingga sekarang sebagai Guru pada Lembaga Pendidikan Al Muslim. Aktivitas lainnya menulis dan dipublikasikan di media cetak, baik lokal dan nasional, serta online pada Akun Facebook Agus Salim, simsalamsim@yahoo .co.id.   Sejumlah prestasi di bidang kepenulisan pernah ia raih, di antaranya sebagai Juara 1 pada Lomba Menulis Artikel Pendidikan Karakter yang diselenggarakan oleh Majalah Cerdas  Grup Jawa Pos tahun 2011. Tahun 2012 menulis buku Panduan Belajar Akidah Akhlak untuk MI bersama Drs. Najib Sulhan, MA., dan Moh. Miftahussirojuddin, S.Ag., M.M. diterbitkan Zikrul Hakim Surabaya....

Muhammad Solihin, Sarjana Komputer yang Hobi Menulis

Muhammad Solihin Muhammad Solihin, lahir di Tebing Tinggi (Sumatera Utara) pada tanggal 24 Februari 1992. Sarjana Ilmu Komputer ini menekuni hobi berolahraga fitness. Pendidikan formal di bidang komputer, antara lain: D3 Teknik Informatika USU, dan S1 Ilmu Komputer USU. Berlatar belakang seorang Sarjana Ilmu Komputer tidak lantas membuat dirinya terpaku hanya pada satu bidang ilmu saja. Sudah beberapa kali karyanya menjadi kontributor dalam berbagai antologi cerita pendek yang diterbitkan beberapa penerbit. Ia adalah pria berdarah campuran Jawa-Batak sekaligus putra sulung dari Bapak Sabirin dan Ibu Rosyidah. Abang dari Muhammad Siddiq dan Maulidina Bunga Halimatusyahdiah. Tahun 2016 ini, ia resmi bergabung di Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia dengan mengantongi nomor IDFAM4058U. Dia telah menerbitkan sebuah novel berjudul "Purple Team" secara indie pada tahun 2015, dan saat profil ini dimuat, dirinya tengah menunggu peluncuran novel kedua sekaligus sekuel dari no...

Pecinta Literasi di Pamekasan Sambut Kehadiran FAM Indonesia

Temu Darat FAM Indonesia Cabang Pamekasan Madura Pamekasan (FAMNews) – Temu darat perdana Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia Cabang Pamekasan digelar di Kota Gerbang Salam, Pamekasan. Tema yang diangkat pada kegiatan tersebut adalah "Menulis Membuat Kita Eksis".   Acara itu berlangsung di halaman Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, Rabu, 20 April 2016, lalu. Koordinator acara Gafur Abdullah yang juga penulis buku cerpen “Lembaran yang Terbuka” menuturkan, kehadiran FAM Indonesia di Pamekasan disambut hangat oleh teman-teman pecinta literasi khususnya kalangan mahasiswa.  Aktivis kampus yang akrab disapa Gafur itu menambahkan, kegiatan tersebut dihadiridelapan orang, di antaranya; Robitullah, Wahyudy, Fahkri, Rudi, Intan, May, Yuyun, Faliq dan Uswatun Hasanah. "Alhamdulillah, FAM Indonesia disambut hangat teman-teman di sini. Mereka datang satu persatu, hingga berjumlah delapan orang yang hadir. Semoga ke depan lebih banyak lagi yang ...

Ikuti, Penerbitan Buku Puisi Bertema “Pesona Kotaku”

Dibuka: 10 April 2016 Deadline: 10 Mei 2016 Sahabat dan FAMili di mana pun berada, Penerbit FAM Publishing—Divisi Penerbitan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia—kembali mengajak Anda untuk aktif dan kreatif berbagi tulisan melalui puisi-puisi indah, kali ini dengan tema “Pesona Kotaku”.  Setiap orang pasti memiliki kota tempat tinggal yang menjadi pilihan. Tentu ada alasan utama yang membuat seseorang betah bermukim di kota tersebut. Entah itu karena kecocokan alamnya, rumah yang ditinggali, pertemanan, lingkungan, makanan khas, budaya dll. Apa pun alasan Anda menetap di suatu kota, pasti ada kesan yang layak dikenang melalui tulisan.  So, jangan ragu untuk berpartisipasi dalam event ini. Kirim naskah Anda! Tuliskan pesona kotamu melalui  puisi-puisi indah dan  bermakna. Penerbit FAM Publishing akan membukukan karya terbaik Anda menjadi buku yang menarik dan menginspirasi banyak orang.  Bagaimana cara mengirim puisi dan diterbitkan di buku ini? Pert...

Penakluk Puncak

Judul: Penakluk Puncak  Penulis: 10 Penulis  Kategori: Buku Cerpen Terbit: Januari 2016 Tebal: 66 hlm ; 14 x 20 cm ISBN: 978-602-335-111-4 Harga: Rp28.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Sejak dulu, mendaki gunung jadi obsesi bagi sebagian orang. Kini masih sama, bahkan lebih populer, ia serupa virus yang mudah menular dan menjangkiti siapa saja. Karena dengan mendaki gunung, kita dapat belajar mendalami makna diri.  Melihat obsesi mendaki gunung yang makin trend belakangan ini, FAM Indonesia melalui divisi penerbitannya, FAM Pubishing, menerbitkan antologi cerpen bertema “Mendaki Gunung”. Terhimpun sepuluh cerita seputar pendakian dari sepuluh penulis Indonesia dalam buku “Penakluk puncak” yang sedang anda baca ini.  Buku ini diharapkan bisa menggugah semangat dan rasa optimisme pembaca, serta tentu saja membuat kita semakin mencintai alam dan bertekad untuk terus menjaganya sampai mati. *** Inspiratif. Buku ini memberi gambaran kepada pembaca bahw...

Lika Liku Laki Luka

Judul: Lika Liku Laki Luka Penulis: D. A. Akhyar Kategori: Buku Puisi Terbit: April 2016 ISBN: 976-602-335-116-9 Tebal:   xxx + 98 hlm ; 14 x 20 cm Harga: Rp 35.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) *** “Dalam kumpulan sajak yang diberi tajuk “Lika Liku Laki Luka” sebuah tajuk yang cukup unik dan rumit. Saya menemukan usaha-usaha perekaman, penelaahan, pemahaman, dan pengejawantahan realita-realita aneh dalam teks sastra, dalam hal ini sajak. Tentu saja realita aneh yang saya maksud adalah tampil apa adanya. Di sini realitas aneh disikapi sebagai kumpulan bahan baku yang diolah oleh pemikiran dialektik. Di mana proses hubungan, dinamika, konflik, dan kontradiksi bergerak dengan dinamis menciptakan cara berpikir dan citraan tentang sebuah dunia.” ~Muhammad Rois Rinaldi, Penyair Banten Dan Sastrawan Lintas Negara “Membaca “Lika Liku Laki Luka” serasa kita sedang menyibak luka yang menganga dalam diri, lingkungan, negeri yang dengan sempurna dikontemplasik...

Catatan Dibuang Sayang: Yang Tertinggal dari Milad ke-4 FAM Indonesia

Lihar Amin (memakai kaos putih bertuliskan "I Love FAM") Oleh: Lihar Amin SELASA, 1 Maret 2016, saya berangkat dari Surabaya menuju Pare, Kediri, bersama Ketum Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, Muhammad Subhan, setelah menjemput beliau di Bandar Udara Internasional Juanda di Sidoarjo. Hari sudah malam, sebab Bang Subhan—demikian saya akrab menyapa—turun dari pesawat di saat jam menunjukkan pukul 21.00 WIB.  Setelah mengemasi bagasi, Bang Subhan keluar di terminal kedatangan, kami bersalaman dengan akrab, dan bercengkerama sejenak. Tak lama kemudian, Bang Subhan menelepon sopir travel yang menjemput beliau, dan malam itu, sekitar pukul 22.00, mobil yang membawa kami membelah Kota Surabaya, terus ke Pare, dan tiba pukul 01.30, dini hari. Di perjalanan ke Pare, sebelumnya mobil yang kami tumpangi sempat singgah di Mojokerto, rehat sejenak, menikmati makan malam, walau malam sudah sangat larut. “Lumayan capek dan lapar, kita makan sebentar ya,” ajak Bang Subhan.  S...

‘Senyum Terakhir Siti Sarah’ Memoar Guru Bergaya Cerpen

Oleh Sadri Ondang Jaya Dalam beberapa tahun terakhir ini, hasil karya para sastrawan dan penulis Aceh tidak saja nongol di surat kabar dan media sosial. Melainkan mulai banyak muncul dalam bentuk buku. Terhitung Februari lalu, satu lagi buku karya penulis dan sastrawan Aceh diterbitkan. Buku itu, diberi titel “Senyum Terakhir Siti Sara”. Setelah buku“dikuliti”dan ditelusur, buku kumpulan Cerpen setebal 161 halaman ini,  mengisahkan tentang cinta dan prolematika hidup seorang guru yang begitu sabar, ikhlas, dan tawakal dalam menghadapi hidup. Terutama kisah suka dukanya dalam mendidik, mengajar, membina, membimbing, dan mengarahkan siswanya hingga menggapai sukses. Di sini juga diungkapkan dengan gamblang hubungan ayah dengan anak, dengan isteri, dan dengan masyarakat sekelilingnya yang notabene sosok ayah itu, seorang guru. Tak ayal, tiga kompetensi yang dimiliki guru, seperti, kompetensi pedagogik, sosial, profesional, dan kepribadian, sangat  sempurna dipaparka...

Menjilati Langit

Judul: Menjilati Langit Penulis: Nova  Kategori: Buku Puisi Terbit: Maret 2016 Tebal: 104 hlm ; 14 x 21 cm ISBN: 978-602-335-108-4 Harga: Rp32.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) *** Dengan Asma Allah kumenjilati langit,  Langit biru di sudut mataku Meraih maqom yang mulia, bilamana tak mampu lagi bertasbih Di atas nama keagungan Allah Kupasrahkan diri di tengah labuhan hatiku Allahumma Sholli ’ala Muhammad Wa’ala Ali Muhammad Kelu dan pengharapan terakhir.... Aku mulai menjilati langit,  Basah, tumpah, ruah.... Di atas sajadahku yang makin koyak  Dan lagi kujilati langit Agar semua tabir yang tersimpan membongkar kerahasiaan-Nya Demi jiwa yang masih bertahan menjilati langit Hanya untuk mengharapkan sepetak surga Fabiayyi ‘ala irobbikuma tukadziban... Nikmat Tuhanmu yang mana engkau dustakan? Sehingga kau berani mematahkan kemuliaan Tuhan Dengan secuil sombongmu di muka bumi ini. Bahkan kau berani mengatakan kekuasaanmu itu melebihi ...

Senyum Gadis Bell’s Palsy

Oleh Novaldi Herman Betapa sastra yang menurut seorang Plato menjadi mimesis (refleksi dari kenyataan), sekadar serap-limpahan dari ide (idea) yang direfleksikan ke dalam bentuk materi, lalu pada akhirnya diekspresikan kembali dalam bentuk bahasa dan simbol-simbol. Pada akhirnya Plato pun menempatkan sastra tak bisa lebih tinggi dari materialitas yang pula tiada lebih hebat dari idea. Tiruan (mimesis) tak bisa lebih tinggi dari kenyataan yang ditirukan yang kesemuanya bersumber dari ide. Kita teringat pula esensi sastra dari murid Plato sendiri, Aristoteles yang menyatakan mimesis para seniman tak semata-mata menjiplak, tapi merupakan sebuah proses kreatif. Aristoteles pula menempatkan sastra sebagai kegiatan yang berlalukan agama, ilmu pengetahuan dan filsafat. Sastra yang dalam pandangan Aristoteles tak sekadar meniru kenyataan yang berasal dari ide, tapi merupakan proses universalitas dari realita yang ada. Kita dalam hal ini tidak memperdebatkan tentang dialektika Plato-Ari...

Carnation Merah

Judul: Carnation Merah Penulis: Meike S. Kategori: Buku Cerpen  Terbit: April 2016 Tebal: 138 hlm ; 14 x 20 cm ISBN: 978-602-335-104-6 Harga: Rp38.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) *** Pagi nan cerah Sang mentari hadir dalam keceriaan kerling matanya  Taman bungaku pun ikut bernyanyi Menyambut meronanya Cartion indah mewangi  Pagi terasa penuh kebahagiaan  Saat kuelus lembut kuntum merah bunga ini  Terbayang jelas wajah senyummu, sahabatku Saat kau menanam bunga ini sepenuh hati  Cartion merah telah bermekaran kini  Lambang persahabatan dan kasih persaudaraan  Semoga ini akan selalu abadi  Sang mentari, kau adalah saksinya (Amelia Angelica) Andika mengelus lembut kertas putih ini, Amelia tidak mencantumkan tanggal penulisan puisi. Ia dipenuhi rasa haru dan dapat merasakan kehalusan hati gadis ini terhadapnya. Ternyata Amelia tidak pernah mengabaikan sedikit pun apa yang pernah dia lakukan untuknya. Akankah mereka b...

Yuk, Berpetualang di Dunia Fiksi

NET BAGI kamu yang suka menulis fiksi; cerpen, puisi, novel, roman atau drama, yuk berpetualang memasuki dunianya. Di dunia fiksi kamu akan menemukan hal yang mustahil menjadi mungkin, yang sulit menjadi mudah dan yang tidak terjangkau jadi terjangkau. Kamu akan menemukan keasyikkan setelah benar-benar memasuki dunia itu dan menyelam di dalamnya. Bahkan, tak menutup kemungkinan, kamu tidak mau pulang kembali ke dunia nyata, karena di dunia fiksi kamu bisa meraih impianmu yang di dunia nyata sama sekali belum teraih.  Kok bisa? Bisa! Tak ada “hil” yang “mustahal”, he-he.  Oke, pertama, kamu harus tumbuhkan dulu rasa penasaranmu alias rasa ingin tahu. Orang yang serius, selalu memiliki rasa ingin tahu yang besar. Penasaran tingkat dewa, Bro! Kalau rasa penasaranmu masih biasa-biasa, datar-datar, bahkan terkesan ogah-ogahan, ah... lupakan saja untuk memasuki dunia fiksi! Nah, rasa penasaran itu penting karena itu modal awal untuk memudahkanmu memasuki dunia yang baru. Ber...