Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2016

Kata-Kata yang Menjadi Tenaga

Judul: Kata-Kata yang Menjadi Tenaga Penulis: 11 Penulis Kategori: Buku Nonfiksi Terbit: Januari 2016 Tebal: 79 hlm ; 14 x 20 cm ISBN: 978-602-335-097-1 Harga: Rp32.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) *** Kontributor: Ainun Jariyah, Amir Afandi, Hanum Anggraini Azkawati, Heru Yonata, M. Sholiha, Nindia Nurmayasari (Kak Maya), Reffi Dhinar, Septha Rima, Tri Wulaning Purnami (Tiwi Purnami), Wahyu Prihartini, Yudha Prima. Melalui buku ini penulisnya berkata-kata. Melalui buku ini, mereka bercerita. Tentang dirinya, tentang pengembaraannya dalam mencari jawaban atas persoalan identitas diri dan makna hidupnya, tentang perjuangannya, tentang cita-citanya, dan tentang cinta. Melalui cerita yang tersaji dalam buku ini, para penulisnya membuktikan bahwa mereka mampu bangun dari kebekuan dan keluar dari bayang-bayang. Bukan ketenaran dan gelimang harta yang menjadi asa mereka, melainkan kepuasan jiwa.  Buku ini bukan berisi sembarang cerita, bukan sembarang kata-kata. Namun...

Yuk, Nulis Puisi “Kesan Semalam di Cianjur”, dan Bukukan bersama FAM Jawa Barat

Dibuka: 25 Maret 2016 Deadline: 25 April 2016 Lagu “Semalam di Cianjur” buah karya Alfian, pernah hits di tahun 80-an dan dilantunkan oleh banyak penyanyi, hingga membekas di hati pencinta musik Tanah Air. Terinspirasi dari lahirnya lagu tersebut, FAM Wilayah Jawa Barat mengajak Anda untuk melahirkan puisi tentang kesan semalam di Cianjur. Siapa tahu puisimu menjadi karya yang menginspirasi banyak orang dan selalu membekas di hati.  Apa pun tentang Cianjur bisa Anda tuliskan menjadi bait-bait puisi yang indah. Bisa berupa; pesona budaya, wisata alam, kuliner, persahabatan, impian, dll. Meskipun Anda belum pernah ke Cianjur (hanya tahu melalui media atau cerita teman), tak ada salahnya berimajinasi, karena naskah puisi ini tidak harus berdasarkan kisah nyata.  Bagaimana cara mengirim puisi dan diterbitkan di buku ini? Pertama, penulis umum (baik anggota FAM Indonesia maupun nonanggota), baik berdomisili di Tanah Air maupun di Mancanegara. Kedua, naskah puisi dituli...

Jati Diri

Judul: Jati Diri Penulis: Murji Ni’am Es-Sunurryi Kategori: Kumpulan Puisi Terbit: Maret 2016 ISBN: 978-602-335-100-8 Tebal: xii + 154 hal; 14 x 21 cm Harga: Rp40.000,- Subhanallah… Seratus puisi yang luar biasa indah, tidak berat untuk dipahami siapa pun meski ia bukan sastrawan. ~ Rahimah Ib , Penulis Novel “Menjemput Impian di Keukenhoff” Puisi yang mendalam sekali, penuh renungan, religi serta penuh makna. Dan diksinya pun ringan tapi dalam.  ~ Muhammad Fadhli , Seniman musik dan penikmat sastra Subhanallah… puisi yang sangat indah. Diksi-diksinya begitu kuat, menggetarkan.  ~ Dedi Saeful Anwar , Penulis kumcer “Senyum Nolina” Sebuah puisi yang punya inspirasi dalam mengekspresikan goresan-goresan tinta yang penuh makna dan arti dalam bingkai meraih Ridha Ilahi. ~ Rismandianto Tuanku Parmato Rajo nan ‘Alim ,  Guru Pesantren Nurul Yaqin Ringan-ringan  Ternyata kita memiliki penyair religi yang ekspresionisme. Murji Ni’am Es-Sunurryi tela...

Istiadat Hati

Judul : Istiadat Hati Penulis : Sahari R. Kategori : Buku Novel Terbit: Maret 2016 Tebal : Viii + 176 hlm ; 14 x 20 cm ISBN : 978-602- 335 - 007-7 Harga : Rp 45.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Cinta sejati itu menyejukkan, bukan menyakitkan. Kalimat itu terpatri kuat dalam pikiran Hani selama ini. Namun, saat ia terseret dalam gelombang cinta, justru ia merasakan panas yang begitu membakar, perih, nyaris membuatnya kehilangan asa dalam kobaran api penuh tanya tanpa jawab. Semua sisa asa itu pun berangsur lenyap saat adat menuntut takdir untuk berkata lain, lain dari harapan. Bagaimana mungkin adat yang selama ini ia junjung tinggi bisa membuatnya gelisah? Apa yang salah? Bagaimana mungkin adat bisa bertahta lebih tinggi dari hukum mutlak alam, hukum dari Sang Pencipta Cinta? Bagaimana bisa dirinya menjadi sangat tidak berdaya? Di manakah letak keyakinannya selama ini, keyakinan akan kuasa Sang Pemilik Hati? Bagaimana ia bisa menghadapi semuanya? ...

Senyum Terakhir Siti Sara

Judul: Senyum Terakhir Siti Sara Penulis: Bussairi D. Nyak Diwa Kategori: Buku Cerpen Terbit: Maret 2016 Tebal: 169 hlm ; 14 x 20 cm ISBN: 978-602-335-106-0 Harga: Rp40.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) *** Menjadi seorang guru membutuhkan keikhlasan dan kesabaran dalam mendidik dan mengajar. Seorang guru selain bermodalkan ilmu dan pengetahuan yang luas, juga harus memiliki bakat mendidik dan semangat yang kuat memotivasi siswa untuk meraih masa depannya.  Di samping itu, seorang guru juga harus memiliki dan menerapkan berbagai model dan metode pembelajaran agar para siswa merasa tertarik dan tidak merasa bosan berada didalam kelas. Kunci kesuksesan guru sesungguhnya terletak pada keberhasilannya mendidik, mengajar, membina, membimbing, dan mengarahkan siswanya hingga meraih keberhasilan di kemudian hari. Sekurang-kurangnya hal itulah yang menjadi fokus cerita dalam cerpen Sang Pembangkang, mengawali Kumpulan Cerpen “Senyum Terakhir Siti Sara”. Kehidupan seorang ...

Bukukan Cerpen Anda Bersama FAM Wilayah Karesidenan Kediri

Dibuka: 27 Maret 2016 Deadline: 27 April 2016 Tema Cerpen Bebas Cerpen termasuk salah satu karya fiksi yang digemari. Sudah banyak cerpen-cerpen berkualitas yang lahir dari tangan para penulis dengan beragam tema, namun ide tidak pernah kering, selalu lahir cerpen-cerpen baru di setiap zaman. Koran, majalah maupun media online tak ketinggalan memberi ruang bagi para cerpenis untuk mengirimkan karyanya, hingga peluang berkarya terbuka lebar.  Mengingat cerpen adalah salah satu karya yang digemari para penulis maupun pembaca, maka FAM Wilayah Karesidenan Kediri mengajak Anda untuk mengasah kemampuan dalam menulis cerpen. Naskah yang lolos seleksi akan dibukukan dan diterbitkan oleh FAM Publishing (Divisi Penerbitan FAM Indonesia).  Bagaimana cara mengirim cerpen dan diterbitkan di buku ini? Pertama, penulis umum (baik anggota FAM Indonesia maupun nonanggota), baik berdomisili di Tanah Air maupun di Mancanegara. Kedua, naskah cerpen ditulis di microsof word 2003 ata...

Kopdar FAM Wilayah Karesidenan Kediri

FAM Wilayah Karesidenan Kediri Kediri (FAMNews) – Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia Wilayah Karesidenan Kediri, pada Selasa (15/3/2016), pukul 14.00 sd 16.00 WIB, menggelar Kopdar ke-8. Kopdar bertempat di Kantor FAM Indonesia dan dihadiri beberapa orang anggota FAM Kediri dan Nganjuk. Kopdar diisi diskusi menulis oleh Sekjen FAM (Mbak Aliya Nurlela) yang membahas tentang kiat-kiat merawat semangat menulis dan menjaga kerapian naskah/tulisan. Menurutnya, seorang penulis semangatnya harus stabil, agar bisa konsisten menulis. Caranya dengan membiasakan menulis setiap hari dan ikut bergabung di komunitas. Selain itu, penulis harus menjadi editor pertama bagi tulisannya. Jangan sampai naskah yang masih 'amburadul' terburu-buru dikirim ke media atau diikutkan lomba. Menurut Mbak Aliya, FAM banyak menerima naskah untuk diterbitkan atau yang berpartisipasi dalam lomba, namun sering ditemui naskah-naskah yang belum mendapat sentuhan editing penulis alias terburu-buru d...

Goresan Jemari Kembang Sandat

Judul: Goresan Jemari Kembang Sandat Penulis: Lia Harnita Kategori: Buku Puisi Terbit: Februari 2016 Tebal: 140 hlm ; 14 x 21 cm ISBN: 978-602-335-101-5 Harga: Rp35.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) *** Luar biasa, Lia Harnita. Bangga punya mahasiswa seperti Lia. Mahasiswa yang santun, cerdas, dan memiliki segudang bakat termasuk salah satunya menulis. Puisi yang indah, tulisan yang menarik. Saya bisa ikut merasakan berbagai rasa yang tertuang dalam setiap bait puisi yang penulis ungkapkan. Rasa haru, jatuh cinta, sedih, menyesal, dan rasa lainnya. Sukses buat Lia. Teruslah berkarya! ~ Dewita Hartanti, M.Si. , Dosen STKIP Hamzanwadi Selong dan Dosen Universitas Muhammadiyah Mataram Dalam antologi puisi ini, penulis dengan lugas menyampaikan amanatnya dalam tiap puisi yang disajikan, sehingga para pembaca baik dari semua kalangan dengan mudah memahami dan menemukan pesan yang tersirat dan tersurat yang dituangkan oleh penulis. Keindahan karya-karyanya tampak jelas dari...

Pendiri Cekakik Art Community Kunjungi Kantor FAM Indonesia

Nur Habib (kanan) bersama siswa MA Maarif Kepung Kediri Pare (FAMNews) -- Pendiri Cekakik Art Community sekaligus guru di MA Maarif Kepung, Nur Habib, berkunjung ke Kantor FAM Indonesia, Rabu (16/3/2016).  Kunjungan Nur Habib didampingi salah seorang siswa yang pernah meraih Juara 3 Lomba Cipta Puisi yang digelar FAM Indonesia.  Beliau memperkenalkan komunitas, sekaligus karyanya dalam bentuk lukisan Cekakik/Ampas Kopi yang sudah mendapat berbagai penghargaan nasional maupun internasional.  Beliau juga rutin menggelar pameran di dalam dan luar negeri. Saat ini beliau sedang menggagas Akademi Seni Lukis Cekakik di Kediri.  Tak lupa, beliau mengapresiasi wadah kepenulisan FAM Indonesia dan dalam waktu dekat berencana menerbitkan naskah-naskah puisi karyanya termasuk karya siswa yang berprestasi di FAM Publishing.  “Terima kasih atas kunjungannya Pak, semoga sukses dengan karya-karyanya dan silaturrahimnya bisa berlanjut,”ujar Sekjen FAM Indonesia, A...

Membungkus Bahagia dalam Tabir Sunyi

Harian Duta Masyarakat , 13 Maret 2016 Judul: Separuh Hati yang Sunyi Penulis: 50 Cerpenis Penerbit: FAM Publishing Jumlah halaman: x + 408 hal Ukuran: 14 x 20 cm Terbit: Desember 2015 ISBN: 978-602-335-06-6 Harga: Rp55.000,- “Separuh Hati yang Sunyi” bercerita tentang seorang perempuan bernama Ar yang mengalami sakit asma kronis dan tergantung pada alat hisap pernapasan bernama inhaler. Ar yang bekerja di sebuah perusahaan, menghabiskan separuh gajinya untuk pengobatan, bahkan terkadang gajinya tak bersisa. Atau justru meminjam teman satu kantor untuk tambahan biaya berobat. Namun Ar menyembunyikan hal tersebut dari ibu kandungnya. Ar tak tega melihat beban berat yang ditanggung ibunya.  Sejak ayahnya meninggal, ibulah tulang punggung di keluarga itu. Sang ibu rela bekerja di rumah orang kaya demi memenuhi semua biaya hidup dan biaya sekolah Ar. Meski kemudian Ar sudah bekerja, tak pernah sekalipun ibunya meminjam atau meminta uang pada Ar. Ar diberi kebebasan memak...

FAM Indonesia Rayakan Ulang Tahun ke-4

Tumpeng Milad ke-4 FAM Indonesia, 2 Maret 2016, di kantor FAM Indonesia Pare (FAMNews) – Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia merayakan ulang tahun ke-4, Rabu (2/3), di kantor pusat FAM Indonesia, Pare, Kediri, Jawa Timur. Memasuki tahun ke-5, FAM Indonesia bertekad membumikan literasi di hati anak negeri. Puncak Milad ke-4 FAM Indonesia ditandai dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama. Sebelumnya, Tim FAM Indonesia dan anggota FAM lainnya yang berdomisili di kota-kota di Jawa Timur membedah novel “Senyum Gadis Bell’s Palsy” karya Sekjen FAM Indonesia, Aliya Nurlela. Tampil sebagai pembicara Muhammad Subhan (Penulis & Ketum FAM Indonesia), Suprapno (Ketua FAM Cabang Tulungagung), dan Arifa (Guru) sekaligus menjadi moderator acara itu. Pada kesempatan tersebut juga dikukuhkan nama-nama Pengurus FAM Cabang Lamongan yang dikoordinatori Fathurrahim Suyadi. Selain itu, siswa-siswa nominator dan pemenang lomba cipta puisi FAM Indonesia 2016 se-Kabupaten Kediri juga diundang m...

FAM Surabaya Peduli Literasi Dini

FAM Surabaya for Kids, Peduli Literasi Dini Surabaya (FAMNews) -- Menanamkan keberanian berkarya. Itulah misi di balik event FAM Surabaya For Kids yang telah dihelat pada Ahad 28 Februari 2016 mulai pukul 09.30 sampai pukul 12.30 di Kantor Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Timur, Jalan Menur Pumpungan Surabaya.  Event ini merupakan kerja sama yang baik antara Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia Cabang Surabaya dengan Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca Surabaya dan Ikatan Pustakawan Indonesia.  Dalam event ini 30 anak dari berbagai Sekolah Dasar di Surabaya dan sekitarnya telah membuktikan nyalinya dalam lomba menulis cerita mini bertema lingkungan.  Bagi FAM Surabaya, ke-30 anak ini adalah juara karena mereka mampu mengalahkan ketidakpercayaan dirinya untuk berkarya dalam bentuk tulisan, suatu hal yang belum tentu bisa dilakukan orang dewasa sekalipun.  Sementara itu, 40 orangtua dan guru mengikuti siraman motivasi dari dua bintang tamu,...

Temu Darat FAM Medan Sambut Milad FAM Indonesia

Temu Darat FAM Cabang Medan Medan (FAMNews) – Temu darat FAM Cabang Medan, Sumatera Utara, Sabtu, 27 Februari 2016 berlangsung suksesdi Gelanggang Mahasiswa Universitas Sumatera Utara. Walaupun cuaca tidak bersahabat, tetapi pertemuan FAM Medan direspon dengan sangat antusias. Pertemuan FAM Medan itu dihadiri lengkap oleh Koordinator (Ketua FAM Medan), Sekretaris, Bendahara, juga beberapa mahasiswi USU, UMN, dan beberapa anggota FAM lainnya. Koordinator FAM Medan, Rahimah Ib berharap FAM Medan akan terus aktif dengan adanya program-program baru yang telah didiskusikan saat itu. (Laporan: FAM Medan) Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com. 

FAM Indonesia Bangkitkan Semangat Literasi

www.yudhaprima.com Oleh Yudha Prima FAM Indonesia yang merupakan singkatan dari Forum Aktif Menulis Indonesia adalah sebuah wadah dengan misi untuk menebarkan nilai-nilai Islam melalui sarana tulisan. Didirikan pada tanggal 2 Maret 2012 oleh Muhammad Subhan (sastrawan, penulis dari Padang) dan Aliya Nurlaela (penulis asal Malang), FAM Indonesia mendapat respon positif dari berbagai kalangan, termasuk para aktivis pendidikan. Ribuan anggotanya tersebar di berbagai penjuru Indonesia. Perkembangan wadah yang berpusat di Pare Kediri, dekat Kampung Inggris tersebut hingga 4 tahun ini sesungguhnya melebihi ekspektasi duo pendirinya. Berawal dari buku kumpulan cerpen “Fesbuk” yang mereka tulis, kemudian mereka membentuk forum diskusi dunia maya bernama Forum Aishiteru Menulis Indonesia. Gagasan pun berkembang. Hingga kemudian tumbuh semangat untuk menjadikan eksistensi forum tersebut tidak hanya di dunia maya. Namun, setelah mempertimbangkan saran dan kritik berbagai pihak, akhirnya d...

Ir. H. Wijaya Yasmin, Penulis Buku “Dua Puluh Lima Tahun Mengais Rezeki di Perkebunan Kelapa Sawit”

Ir. H. Wijaya Yasmin (kiri) Ir. H. Wijaya Yasmin, dilahirkan di Payakumbuh, Sumatera Barat, pada 3 Oktober 1963. Alumni Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor angkatan 19 ini memilih menjadi staf perkebunan sebagai profesinya. Semenjak 1990 Wijaya bekerja di beberapa perkebunan sawit swasta yang tersebar di Riau, Aceh, Sumbar, Kalteng, dan Kalbar. Pria Minang yang beristrikan Juriani, wanita etnis Jawa ini, sudah memiliki hobi tulis-menulis semenjak bersekolah di SMA Negeri Lubuk Sikaping pada tahun 80-an. Ketika menimba ilmu di IPB Bogor, pria yang juga hobi musik ini sempat mengirim beberapa artikel ke harian lokal di Padang, seperti Singgalang, dan Canang. Di kampus Baranangsiang dan di asrama Ekalokasari, Wijaya juga aktif menulis beberapa artikel yang dipajang di majalah dinding, atau bulletin internal kampus. Selain itu Wijaya pernah pula menjadi anggota redaksi bulletin “Umbuik Mudo” yang diterbitkan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Minang (IPMM), Bogor. Pasangan Wij...

Hal-hal Yang Membuat FAM Indonesia Layak Diikuti

Oleh Reffi Seftianti Anda suka menulis? Saat ini banyak sekali orang-orang yang jatuh cinta dengan aktivitas menulis karena berbagai hal. Ada yang beralasan ingin populer seperti penulis favoritnya, ada yang bercita-cita ingin menjadi penyebar manfaat lewat tulisannya, atau alasan sederhana seperti sekadar menuangkan isi hati.  Nah, menjadi seorang penulis itu butuh banyak tahapan. Tiap penulis terbaik pun punya resep khusus dalam menulis, namun kita punya cerita sendiri yang pasti memiliki perbedaan. Jangan samakan, yang perlu kita ingat, penulis kelas wahid itu dulunya juga pernah menjadi amatir. Penulis pemula kadangkala memiliki semangat, menulis yang masih naik-turun. Dorongan semangat dari sesama penulis pemula atau senior sangatlah dibutuhkan. Itulah sebabnya, komunitas menulis menjadi wadah yang tepat bagi para penulis yang ingin belajar, sharing dan saling memberikan semangat. Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia atau sering disingkat FAM Indonesia, adalah salah sat...

FAM Bukittinggi Temu Darat, Gagas Gebrakan Literasi di Tahun 2016

Bukittinggi (FAMNews) -- Forum Aktif Menulis (FAM) Cabang Bukittinggi kembali sukses mengadakan kopi darat (kopdar),  Minggu, 28 Februari 2016, di Wadjan Cafe Simpang Yarsi Bukittinggi. Pada kesempatan kali ini, FAM Bukittinggi membahas seputar sastra Indonesia. Semua anggota ikut serta mengisi materi perbincangan ini. Pertama, Hendri mengisi dan menjelaskan materi tentang puisi, lalu Harizon membahas tentang penulisan berita di koran, Ii Gustiawan menyampaikan kata baku dan tidak baku untuk penulisan karya fiksi, Ami menyampaikan tentang penulisan novel, sedangkan Tri menjelaskan tentang penulisan cerpen. Di samping membahas seputar sastra Indonesia, FAM Bukittinggi juga membahas bagaimana gebrakan terbaru FAM Cabang Bukittinggi agar FAM Indonesia dapat lebih dikenal masyarakat luas.  “Berbagai ide kreatif telah dapat kami munculkan, hanya saja masih butuh bantuan baik moril maupun materil dari berbagai pihak agar kegiatan FAM Bukittinggi dapat berjalan sukses,” ujar...