Judul: Istiadat Hati
Penulis: Sahari R.
Kategori: Buku Novel
Terbit: Maret 2016
Tebal: Viii + 176 hlm ;
14 x 20 cm
ISBN: 978-602-335-007-7
Harga: Rp45.000,- (Harga belum termasuk
Ongkir)
Cinta sejati itu menyejukkan, bukan
menyakitkan.
Kalimat itu terpatri kuat dalam pikiran Hani selama ini.
Namun, saat ia terseret dalam gelombang cinta, justru ia merasakan panas yang
begitu membakar, perih, nyaris membuatnya kehilangan asa dalam kobaran api
penuh tanya tanpa jawab.
Semua sisa asa itu pun berangsur lenyap saat adat
menuntut takdir untuk berkata lain, lain dari harapan.
Bagaimana mungkin adat yang selama ini ia junjung tinggi
bisa membuatnya
gelisah? Apa yang salah? Bagaimana mungkin adat bisa
bertahta lebih tinggi dari hukum mutlak alam, hukum dari Sang Pencipta Cinta?
Bagaimana bisa dirinya menjadi sangat tidak berdaya? Di manakah letak
keyakinannya selama ini, keyakinan akan kuasa Sang Pemilik Hati? Bagaimana ia bisa
menghadapi semuanya?
Tidak ada yang bersalah, tidak ada pula yang tersalah,
apa lagi disalahkan.
Simalakama, itulah yang ada.
Dalam ketidakberdayaan itu, Tuhanlah sebaik-baik tempat
mengadu dan berserah, tempat kembalinya segala perkara. Dan, ikhtiar adalah
sebaik-baik jalan yang mesti ditempuh sebagai wujud secercah cahaya keyakinan
yang masih terpatri dalam lubuk hati.
“Sesungguhnya adat dan syarak sama-sama mengajarkan
cinta. Keduanya tidak seharusnya saling menafikan. Bila di dalam adat tidak
lagi ada cinta, bagaimana mungkin istiadat terasa menenteramkan? Bila dalam
syarak, cinta adalah barang langka, bagaimana mungkin keimanan akan sampai
kepada-Nya?”
***
Dua kata, “Luar biasa!” Minangkabau tidak pernah kering
melahirkan novelis.
~Muhammad Subhan, Ketua Forum Aktif Menulis (FAM)
Indonesia, Penulis Novel “Rinai Kabut Singgalang” & novel “Rumah di Tengah
Sawah”
Novel ini berbagi pesan tentang hati yang punya
istiadatnya sendiri. Melalui alur cerita nan apik, penulisnya mampu membukakan
tabir yang selama ini menyelimuti pemikiran sempit sebagian kecil kaum beradat
di Minangkabau. Di dalam “soul” novel ini, terselip pesan implisit bahwa di
dalam adat ada cinta, dan tanpa cinta adat bukan apa-apa. Ini novel yang
berani!
~Be Novika, Alumni Ketahanan Nasional UGM, pemerhati
budaya dan pecinta tulisan dari Luhak Agam. Penulis “Marital Horizon Versi Minangkabau
Kontemporer”

Comments
Post a Comment