Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2013

[Resensi Buku] Butiran Cinta dalam Genggaman Dakwah

Judul Buku: Pesona Odapus Jenis Buku: Antologi Cerpen Pengarang: 25 Cerpenis Indonesia Penerbit: FAM Publishing, Kediri (Jawa Timur) Cetakan: Pertama, Oktober 2012 Tebal Buku: 221 halaman ISBN: 978-602-18971-4-0 Harga Buku: Rp. 43.400,- Judul buku “Pesona Odapus” diambil dari salah satu judul 25 cerpen yang tergabung dalam proyek Antologi Cerpen dengan tema Cinta Bernilai Dakwah. Berawal dari kisah masa lalu yang tak terlalu mempermasalahkan Tuhan, namun kembali terusik di benaknya untuk menyelidiki siapa Tuhan. Seluruh cerpen-cerpen itu memiliki kevariasian sendiri dalam menyampaikan makna cinta yang berlandaskan agama (Ke-Tuhanan). Diawali dengan cerpen pertama dengan judul “Memori Sore Terindah” karangan Ken Hanggara ini berupaya melihatkan ketulusan cinta (kasih sayang) seorang Ibu kepada Anaknya. Di waktu sore, anaknya agak merasa kecewa karena keinginannya untuk mendapatkan sebuah buku impian sudah habis terjual. Lalu sang Ibu pun pergi ke toko buku lain malahan Ia membelikan a...

Ulasan “Sempurna Bukan Jaminan Kebahagiaan” Lina Saputri (FAMili Banjarmasin)

Kali ini, FAM mengulas cerpen yang bercerita tentang jodoh. Ini memang hal yang tidak akan pernah usang. Bagaimanapun, setiap orang ketika sampai masanya, akan dilanda kegalauan tentang siapa jodohnya. Siapa pun itu, pasti ingin mendapatkan jodoh yang terbaik. Setiap orang mempunyai cara yang berbeda dalam mencari dan menentukan siapa jodohnya. Akan tetapi, jarang yang memerhatikan kualitas diri sendiri. Banyak yang ingin mendapatkan pasangan hidup yang baik, bertanggung jawab, jujur, mapan, dan segala sifat positif lainnya, namun dirinya sendiri tidak menjadi orang seperti itu. Bagaimana mungkin bisa? Prinsipnya, orang yang baik akan berpasangan dengan orang yang baik, begitu pula sebaliknya. Cerpen ini bicara soal jodoh dalam sudut pandang yang lain. Kebanyakan orang, akan berpikiran jika pasti bahagia rasanya ketika mendapat jodoh yang sempurna. Tampan atau cantik orangnya, mapan, kaya, dan sebagainya. Namun belum tentu demikian. Penulis mencoba menyampaikan jika yang terpenting d...

Profil Anggota FAM Indonesia: Mia Mutiara (FAMili Kuningan)

Ismia adalah nama lengkapnya. Ia memiliki nama pena Mia Mutiara. Lahir di Cirebon pada 20 November 1969, suka menulis sejak kecil. Lulusan D3 Kimia IKIP Bandung tahun 1993. Kini menulis di sela kesibukan sebagai ibu rumah tangga, di tempat tinggalnya di Kampung Cikanyere RT 19 RW 06, Dusun Puhun, Desa Jatisari, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Sejak bergabung dalam wadah menulis Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, ia aktif mengikuti iven-iven yang diadakan oleh FAM. Beberapa karyanya sudah diterbitkan dalam bentuk antologi, di antaranya: Kejora Yang Setia Berpijar (puisi, FAM Publishing, 2013), Membungkus Mimpi (surat, FAM Publishing, 2013), My Love Dream (FF, Soega Publishing, 2013), From Song Become Story (cerpen, Kaifa Org, 2013), Harapku Untukmu (True Story, Ae Publishing, 2013), Misteri Angka 13 (FF, Penerbit Harfeey, 2013), Secret Admirer (FF, Penerbit Harfeey, 2013). Penulis dapat dihubungi di email ismiadianto@yahoo.com atau FB Mia Mutiara, dan juga...

[Resensi Buku] Flamboyan Senja, Flamboyan Bertasbih

Judul Buku: Flamboyan Senja Penulis: Aliya Nurlela Kategori: Kumpulan cerpen Penerbit: FAM Publishing Terbit: Desember, 2012 Cetakan : Pertama Tebal: 139 halaman ISBN: 978-602-17143-5-5 Harga: Rp. 38.000,- Sebuah kemantapan pilihan, itulah yang disampaikan dalam buku ini. Flamboyan Senja mengajak kita untuk bisa mengarungi hati dan pemikiran. Kita diajak dalam memilih jalan yang diridhai, mencari hidayah dan menetukan manakah pilihan yang benar menurut hati, pikiran dan jiwa kita. Membacanya seolah-olah kitalah pemainnya, kita bisa mengikuti alur yang turun naik pada saat membaca dan menyelaminya. Cerita yang paling menarik yang saya temukan di dalam buku ini adalah cerita dalam cerpen yang berjudul ‘Tak Mencintai Bukan Berarti Membenci’ dan ‘Geu Saram’, yaitu di mana dalam cerita ‘Tak Mencintai Bukan Berarti Membenci’ diceritakan kisah tentang seorang penulis yang dari awal dia selalu menceritakan tentang dirinya sendiri dan segala hal yang berbau tulis menulis. Lalu pada satu waktu...

Yurnaldi, “Wartawan Hebat” yang Saya Kenal

Oleh: Muhammad Subhan Bagi kalangan wartawan senior dan pemula di Sumatera Barat, Kota Padang khususnya, bisa dibilang tak ada yang tidak mengenal sosok wartawan kalem ini. Siapa lagi kalau bukan Yurnaldi, mantan wartawan Harian Kompas. Saat saya mengenalnya pernah kali, Uda Yurnaldi ini masih menjadi koresponden Kompas untuk wilayah Sumatera Barat. Terakhir ia ditarik ke kantor pusat Kompas di Jakarta untuk memperkuat jajaran redaksi harian terbesar di Indonesia itu. Baginya, dapat hijrah ke ibu kota merupakan sebuah prestasi luar biasa. Alumni Universitas Negeri Padang (UNP) ini seringkali memotivasi wartawan maupun penulis pemula dalam setiap kesempatan bersamanya, baik melalui seminar kepenulisan maupun dalam diskusi-diskusi nonformal di kampus. Baginya, semua orang memiliki potensi menulis yang luar biasa, tinggal saja mau-tidaknya mengasah potensi itu. “Setiap kita pasti ingin meraih prestasi. Prestasi, memang, tak selalu identik dengan meraih gelar juara. Dari tidak lihai, men...

[Resensi Buku] Kharisma Dermaga Batu

Judul Buku: Dermaga Batu Penulis: Ken Hanggara Kategori: Kumpulan Puisi Penerbit: FAM Publishing, Kediri Tahun Terbit: 2013 Tebal: xvi + 192 halaman ISBN: 978-602-17404-1-5 Harga: Rp 42.000 Buku kumpulan puisi ini menyajikan 100 lebih puisi yang sederhana. Namun bahasa yang digunakan penulis adalah bahasa variatif dan kreatif. Enak dibaca. Isi puisi lebih menjurus pada ragam kehidupan; cinta, sejarah, persahabatan dan kasih sayang, semua terangkum apik di dalam buku berkover dermaga ini. Buku ini baik bagi mereka yang menyukai puisi, karena dapat menginspirasi pembaca untuk mengarang puisi sendiri. Gaya bahasa yang dibawakan penulis muda Ken Hanggara ini pun memiliki kharisma dan keunikan tersendiri. Buku terbitan FAM Publishing ini, dapat dibaca oleh semua umur. Bagus sebagai bahan pembuat ide bagi para penulis muda. Dan pastinya, buku ini sarat mengandung pesan-pesan kehidupan yang mendalam dari setiap pilihan diksinya. Peresensi: NAJLA AL-FAIQ IDFAM010S Malang Siswi kelas 3 MtsN J...

[Resensi Buku] Memaknai Makna Perjuangan Seorang Pahlawan

Judul Buku: Kejora yang Setia Berpijar Penulis: 50 Penyair Muda Indonesia Kategori: Buku Puisi Penerbit: FAM Publishing ISBN: 978-602-17404-08 Tahun Terbit: Januari, 2013 Tebal: 280 halaman Harga: Rp 45.000,- Terkadang pikiran kita terlalu sempit memaknai arti dari sebuah kata pahlawan. Kita beranggapan bahwa pahlawan itu hanyalah orang-orang yang telah berjasa membebaskan negeri ini dari penjajahan. Itu tidak dapat dipungkiri, karena memang begitu besar jasa mereka kepada negeri. Namun mata hati kita akan terbuka ketika mau menyempatkan diri untuk membaca buku ini. Pikiran kita tentang sosok pahlawan yang selama ini terkooptasi dengan pemaknaan yang sempit, akan terbuka lebar. Ternyata begitu banyak sosok yang patut dihadiahi sebuah gelar pahlawan. Para penulis begitu lihai menangkap sosok-sosok itu, dan mengungkap dengan begitu apik sisi-sisi kepahlawanan mereka lewat bait-bait puisi yang indah. Perjuangan seorang ibu semenjak mengandung, melahirkan, menyusui dan membesarkan serta ...

[Resensi Buku] Menapaki Jalan Hidup dengan Keikhlasan

Judul Buku: Fesbuk Penulis: Muhammad Subhan & Aliya Nurlela Kategori: Kumpulan Cerpen Penerbit : FAM Publishing ISBN: 978-602-17404-8-4 Cetakan: I, Februari 2013 Tebal: xi + 127 halaman Harga: Rp.38.000,- Seperti yang telah kita tahu dari sebuah jalan, di mana pun itu, pasti tak selamanya akan mulus. Ada dua jenis jalan yang kita tahu. Yang pertama adalah jalan yang membuat penggunanya merasa seolah raga melayang, nyaman, aman, damai, alam pikiran seperti terbawa mimpi indah, dan tak ada kesulitan sama sekali—saking sempurnanya konstruksi jalan yang dilaluinya. Jalan itu dibuat dari aspal terbaik yang pernah ada, dibangun dengan serius dan memerhatikan kelayakan. Segala ilmu yang berkaitan dengan daya tahan agar jalan tetap berada dalam kondisi baik hingga bertahun-tahun, dimanfaatkan semaksimal mungkin ketika membangun. Dan, jadilah sebuah jalan idaman. Siapa pun yang melihat dari kejauhan, akan tergoda untuk mendekat. Sedangkan yang pernah melalui, akan merasa ketagihan untuk m...

Ulasan Puisi “Hari Ini” Karya Erika Hime (FAMili Samarinda)

Puisi berjudul "Hari Ini" karya Erika Hime bercerita tentang dinamika hari ini. Pada bait-bait awal penulis merenungi perjalanan waktu yang berlalu begitu cepat. Terlihat dari bait berikut ini: Termenung dalam sepinya waktu, Hingga bulan berjalan begitu cepat begitu juga dengan hari yang selalu berlari, tanpa bisa kukejar Kemudian penulis terkejut dan menyadari bahwa ia hanya memiliki sisa waktu satu hari saja, yaitu: hari ini. Ini jelas terlihat di dalam untaian berikut ini: Dan yang tersisa adalah HARI INI. Begitu kuatnya kesan bahwa penulis hanya memiliki satu hari yang tersisa; dapat dirasakan dari repetisi berikut ini: Hanya satu hari yang tersisa, yaitu "Hari Ini". Akan dibawa kemana satu hari ini? Penulis berupaya melakukan kontemplasi untuk mengisi serta memaknai hari ini dengan berbagai hal yang bermanfaat. Hal ini begitu jelas terlihat dari solilokui berikut ini: Apakah hari ini telah bahagia dengan sendirinya. lalu, Sudahkah kita lewatkan tiap menitnya,...

[Resensi Buku] Menilai Buku dari Kualitas, Bukan Sekadar Popularitas

Judul Buku: Kidung Pengelana Hujan Jenis Buku: Kumpulan puisi Penulis: Denni Meilizon Penerbit: FAM Publishing Cetakan: I, November 2012 ISBN: 978-602-18971-7-1 Tebal: xviii + 120 halaman Harga: Rp. 38.500,- Marak sekali pelbagai buku kumpulan puisi yang beberapa tahun belakangan ini mulai kembali bermunculan. Entah itu yang diterbitkan melalui penerbit indie (self publishing) ataupun melalui penerbit mayor. Memang bisa dibilang untuk menerbitkan buku di saat seperti sekarang ini, menjadi sangat mudah dan cukup efisien, karena menjamurnya penerbit-penerbit indie yang hadir dan bersedia menampung karya kita. Namun terlepas dari itu semua, tentunya kehadiran buku puisi berjudul “Kidung Pengelana Hujan” (Penerbit FAM Publishing) ini, akan sedikit mengobati para pecinta sastra yang telah lama ‘haus’ serta rindu akan karya tulis literasi yang memuat banyak  bahasa kesusastraan yang indah serta eksotis. Denni Meilizon adalah penulis tunggal buku kumpulan puisi “Kidung Pengelana Hujan”....

[Resensi Buku] Cahaya Allah Tak Akan Pernah Padam

Judul Buku: Cermin Cahaya Jenis Buku: Kumpulan Cerpen Penulis: Nur Syamsudin Penerbit: FAM Publishing Cetakan: Pertama, 2012 Tebal: 164 halaman Harga Buku: Rp 39.400,00- Berdakwah yaitu suatu kegiatan menyampaikan pengetahuan, pemahaman atau sebuah pesan yang dianugerahkan kepada seseorang untuk disampaikan kepada orang banyak, masyarakat secara umum melalui jalan yang diridhai Allah. Seperti masa dahulunya bahwa dakwah dilakukan oleh manusia pilihan Allah SWT yaitu para Nabi dan Rasul yang telah diutusNya untuk menyampaikan petunjuk dan pedoman kepada umat manusia atas keesaan Allah SWT melalui Alquran dan Hadist. Alquran adalah kemuliaan yang paling tinggi, kalam Allah, kitab yang diturunkan dengan penuh berkah, yang akan mengajarkan kepada manusia mengenai petunjuk yang lurus. Alquran adalah cahaya Allah yang akan selalu berbinar dengan ketaqwaan yang selalu ditanamkan oleh umatNya. Sesungguhnya Allah mengajarkan manusia melalui kalamNya. Tak lain dan tak bukannya terwahyukan dala...

[Resensi Buku] Sentuhan Cinta Bernilai Dakwah Terbalut dalam Setiap Kisah

Judul : Untuk Sumarni dari Suparman Jenis Buku : Kumpulan Cerpen Penulis : 25 Cerpenis Indonesia Penerbit: FAM Publishing Cetakan: I, November 2012 Tebal Buku: 257 halaman Cinta, adalah sebuah rasa yang bisa membuat kebahagiaan dalam hidup manusia. Cinta memberikan warna yang menenteramkan di tengah gemerlap kehidupan fatamorgana ini. Sentuhan cinta yang terindah adalah apabila diiringi dengan ketulusan dan kasih sayang di jalan ridha Allah SWT. Sesama muslim adalah saudara, dan alangkah indahnya hidup bila saling berkasih sayang karena Allah. Buku antologi cerpen cinta bernilai dakwah yang berjudul ‘Untuk Sumarni dari Suparman’ ini ditulis dengan begitu apik oleh 25 cerpenis Indonesia, diterbitkan FAM Publishing, Divisi Penerbitan FAM Indonesia. Sebuah buku dengan sentuhan cinta yang dituangkan dalam kepingan-kepingan kata dan tersusun menjadi sebuah karya cerpen indah dan bermakna. Tengok cerpen “Untuk Sumarni dari Suparman” karya M.R Andrianus, cerpen yang penuh balutan kisah roma...

Ulasan Cerpen “Tokek” Karya Mardhiyan Novita M.Z (FAMili Sumatera Barat)

Adalah tokoh Aku, seorang yatim piatu yang sudah sembilan tahun menutup diri. Tapi dia kemudian menemukan suasana baru setelah ia tinggal satu kamar kos dengan seorang perempuan yang dipanggilnya Kak Fira. Kak Fira yang tulus memberinya kasih sayang, yang membuatnya sadar bahwa ia masih membutuhkan orang lain dan tidak bisa hidup sendiri. Tapi, ‘Aku’ masih belum mampu untuk mengontrol emosinya dan masih sangat egois. Sehingga Kak Fira meninggalkannya, merajuk. Terjadilah dialog dengan seekor Tokek yang selama ini rajin ‘berkicau’ di depan kamar mereka. Dan, ketika dialog dengan Tokek selesai dan Aku mulai ingin merubah keegoisannya, Kak Fira pulang. Cerpen yang berjudul Tokek ini, ditulis Mardhiyan Novita M.Z (IDFAM1078M). Cerpen yang kaya diksi, permainan kata yang apik dan manis, juga puitis. Tapi, ada beberapa kekurangan yang harus menjadi catatan bagi penulis. Penggunaan kata “Perempuanku” diulang sebanyak dua kali, “Perempuanku, yang paling mengerti ke-aku-an-ku” dan “Perempuank...

Buku Puisi Penyair D. Zawawi Imron Diluncurkan di Rumah Budaya Fadli Zon

PADANGPANJANG – Buku puisi terbaru karya penyair Indonesia D. Zawawi Imron berjudul “Mengaji Bukit Mengeja Danau” yang diterbitkan Fadli Zon Library Jakarta diluncurkan Senin, 25 Maret 2013, pukul 14.00 WIB di Ball Room Rumah Budaya Fadli Zon. Sejumlah sastrawan Indonesia dari berbagai kota direncanakan menghadiri peluncuran buku penyair Madura ini. Di antara sastrawan itu adalah: Sastrawan Taufiq Ismail, Jamal D. Rahman, Joni Ariadinata, Dinullah Rayes, Radhar Panca Dahana, Korrie Layun Rampan, Gol A Gong, Soni F. Maulana, Ratmana, Damiri Mahmud, LK Ara, Rida K Liamsi, Budi Darma, Saini KM, Ahmad Tohari, Helvy Tiana Rosa, Dorothea Rosa Herliany, Aspar Paturusi, Fakhrunnas MA Djabar, Taufik Ikram Jamil, K.H. Mustofa Bisri, Purnama Soewardi, Isbedi Setiawan, dan sejumlah sastrawan lainnya. Pada kesempatan tersebut juga hadir Fadli Zon, pendiri Rumah Budaya, serta Direktur Rumah Budaya Fadli Zon, Elvia Desita B.Hum.Sc.(Hons). Para sastrawan Indonesia itu, selain menghadiri peluncuran b...