Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2013

Mahasiswa Harus Meniru Chairil Anwar Lahirkan Tulisan Berkualitas

PADANGPANJANG – Chairil Anwar adalah penyair yang sungguh-sungguh dalam menciptakan sajak-sajaknya. Untuk mencari kata-kata yang tepat dalam satu baris sajaknya saja sampai memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. “Wajar saja bila akhirnya karya cipta puisi Chairil Anwar sangat berkualitas, dan ini seharusnya ditiru oleh penulis-penulis pemula terutama dari kalangan mahasiswa,” ujar Sulaiman Juned, S.Sn., M.Sn., narasumber Seminar Sastra dalam rangka mengenang hari wafatnya Penyair Chairil Anwar (28 April 1949) yang diadakan Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (Hima Bindo) Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) Padangpanjang, Ahad, (28/4) di kampus UMSB Padangpanjang. Dikatakan, bagi Chairil, menulis harus melalui perencanaan dan memikirkan kata-kata (diksi) yang tepat dengan perenungan dan proses pengendapan (kontemplasi). Sementara para penyair dewasa ini improvisasi menjadi utama sehingga sajak yang muncul menjadi spontanitas serta penulisan automa...

Pengumuman FAM Indonesia

Diumumkan kepada para penulis buku surat "Proses Kreatifku, Suka Duka Menulis”, bahwa deadline pengiriman biaya pembelian 1 (satu) eks, telah berakhir hari ini. Namun, beberapa penulis meminta keringanan perpanjangan waktu. Maka, FAM memberi kelonggaran hingga tanggal 5 Mei 2013. Inilah nama-nama penulis yang naskahnya layak untuk diterbitkan dalam proyek penerbitan buku surat ini: 1. Abdul Kadir Halimin (Makassar) 2. Abi Yazid Bastomi (Nganjuk) 3. Ahmad Saadillah (Pekanbaru) 4. Andalusiana Cordoba (Trenggalek) 5. Arif Hifzul (Medan) 6. Arinny Ulfa Rahmawati (Lampung) 7. Denni Meilizon (Padang) 8. Desmarini (Bengkalis) 9. Dodi Saputra (Padang) 10. Efri S Bahri (Bogor) 11. Erwan Hermawan (Malang) 12. Febrieza Rahmadani (Padang) 13. Firdaus (Aceh) 14. Fitri Yanisha (Bandung) 15. Fredi Setiyono (Klaten) 16. Gita Leviana Putri (Lampung) 17. Iqbal Hariadi Putra 18. Koizora Hana (Samarinda) 19. Ken Hanggara (Pasuruan) 20. Lin Hana (Jember) 21. Lina Saputri (Banjarmasin) 22. Mardhiyan ...

Info FAM kepada Penulis Buku "Kleptomania"

FAMili, para penulis buku “Kleptomania”. Saat ini buku “Kleptomania” masih dalam proses cetak. Dimohon kepada seluruh penulis dapat mengirimkan alamat untuk pengiriman buku. Cantumkan nama lengkap, nama jalan, nomor rumah, RT/RW/Gang, Kelurahan, Kecamatan, Kota/Kabupaten, Propinsi, Kode Pos, dan nomor Handphone. Data alamat dikirim ke email FAM: forumaktifmenulis@yahoo.com dengan judul subjek “ALAMAT PENULIS BUKU KLEPTOMANIA”. Adapun para penulis buku ini adalah sbb: 1. Anak Jalanan (Adli Zuliansyah Putra) 2. Aku Bisa, Gus! (Iik Zakiah Darajat) 3. Kupu-Kupu Jingga (Budianto Supar) 4. Isak Tangis Mbok Tijah (Amiruddin Awalin) 5. An-Nisa, Menatap Rembulan Separuh (Muhammad Sofyan Arif) 6. Ketika Rongsokan Menjadi Cita-Cita (Willy Ramadhan) 7. Merasa Dirinya (Rahmat Sahri Ramadani) 8. Kilasan Mata Jahannam (Bimo Logo Pribadianto) 9. Sebungkus Nasi yang Basi (Khairatul Ukhti) 10. Mobil-Mobilan untuk Didik (Intan Puspita Dewi) 11. Dia Terus Melangkah Tanpa Kaki (Muhammad Abrar) 12. Kakak ...

[Resensi Buku] Mengawal Mimpi Lewat Buku

Judul: Membungkus Mimpi Kategori: Kumpulan Surat Penulis: Muhammad Sofyan Arif, dkk Penerbit: FAM Publishing Cetakan: I, April 2013 Tebal: 197 halaman ISBN: 978-602-7956-03-2 Setiap orang tentu pernah bermimpi. Mimpi bisa jadi bagi sebagian orang hanya dianggap sebagai bunga tidur. Mimpi terkadang dianggap suatu hal yang tak berarti. Namun, ketika mimpi-mimpi itu dirangkai dalam bentuk surat dengan untaian kata-kata yang bernas, maka mimpi-mimpi itu terasa menjadi begitu bermakna. Hal itu dapat Anda temukan dalam buku dengan judul “Membungkus Mimpi” karya Muhammad Sofyan Arif, dkk. Buku yang diterbitkan oleh FAM Publishing ini merupakan sekumpulan surat yang ditulis oleh penulis-penulis yang mempunyai mimpi hendak menjejakkan kaki mereka di berbagai negara dengan segudang inspirasi di muka bumi. Ketika kita membaca satu persatu 43 pucuk surat pilihan ini, kita akan menemukan makna betapa anak bangsa ini memiliki visi yang luar biasa. Di tengah kegalauan dan problematika generasi muda...

Ulasan Cerpen “Bulan Tak Jadi ke Riba” Karya Guy Le Fleur (FAMili Riau)

Seorang lelaki tua yang malang, yang harus kehilangan mata pencahariannya sebagai tukang batu karena fisik yang menua dan mata yang rusak karena debu batu. Kemalangan semakin sempurna karena istri dan anak yang meninggalkannya, dengan alasan klasik karena ia tak lagi mampu menafkahi mereka. Tinggallah ia sendiri, sebatang kara, hidup dari belas kasihan tetangga. Dia masih menikmati cahaya bulan, walau tidak menyukainya. Tapi, perlahan, cahaya itu hilang dan lelaki tua itu merasakan gelap yang sangat, ia menjadi buta. Cerpen “Bulan Tak Jadi ke Riba” ditulis dengan apik oleh Guy Le Fleur (FAMili Riau). Penulis mampu menyajikan kalimat yang indah dari bait ke bait. Kalimat yang menceritakan tentang cahaya bulan, seperti pada alinea pertama  tulisan: “Bulan itu datang lagi. Ia menghampiri rumahku. Cahayanya menyelinap masuk di antara daun-daun yang kehitaman karena malam. Menerobos celah-celah papan rumah yang lapuk. Sinarnya menyebar ke sudut ruangan yang sempit. Menusuk permukaan p...

Ulasan Cerpen “Déjà vu” Karya Hanna Zakiya (FAMili Depok)

Awan sedang menyelesaikan penelitian dibantu Pramono, untuk mendapatkan gelar doktor. Profesor Win, pembimbingnya juga meminta Awan untuk bergabung dan sekaligus membantu Fatira karena bidang mereka sama. Mendengar nama Fatira, Awan merasa pernah mendengar nama itu, sebuah nama yang serasa tidak asing. Dan Fatira, merasa senang dan ingin sekali bertemu dengan Awan. Fatira tidak menyadari bahwa Awan adalah Jaya, orang yang sama yang pernah dijumpainya beberapa waktu lalu karena buku mereka tertukar. Fatira masih belum menyadari hal itu, walau ketika ia menekan nomor telepon Awan, di monitor handphone yang muncul adalah nama Jaya Filsafat . Cerpen “Déjà vu” karya Hanna Zakiyya, terinspirasi dari Déjà vu (gambaran suatu kejadian yang seakan-akan pernah dialami, tapi sebenarnya tidak pernah terjadi). Penulis menyajikannya dengan cukup baik dan cerdas, tapi sebenarnya itu bukanlah Déjà vu yang utuh, karena Fatira si gadis apel pernah bertemu dengan Jaya Filsafat yang sebenarnya sama denga...

Tentang Buku “100% Insya Allah Sembuh”

Sebelum buku saya yang berjudul “100% Insya Allah Sembuh” diterbitkan oleh sebuah penerbit konvesional, saya disarankan oleh salah satu penerbit untuk mengganti judulnya menjadi “100% Pasti Sembuh.” Alasannya, judul baru tersebut lebih menjual. Tapi terus-terang saya menolak. Saya juga punya alasan, pertama, saya tidak ingin memastikan sesuatu yang di luar wilayah kekuasaan saya. Sesuatu yang pasti itu hanya milik Allah. Kedua, saya tidak sedang jualan obat. Isi buku ini bukan tentang racikan obat-obatan yang harus diminum orang sakit. Ketiga, posisi saya saat menulis buku ini bukan sebagai dokter, tabib atau seorang terapis. Posisi saya adalah pasien yang baru sembuh dengan menjalankan pengobatan komprehensif. Bahkan, posisi saya saat itu baru sembuh dari penyakit parah yang saya derita hingga mengalami kelumpuhan selama 3 bulan dan saya sedang menjalani takdir sakit lainnya. Intinya, tulisan tersebut dalam rangka bercerita, berbagi, siapa tahu ada yang mengalami nasib yang sama. Hi...

Semangkuk Kata Cinta untuk Para Sahabat Tercinta

Telah kulalui beberapa kali tanggal kelahiranku pada setiap tahunnya. Beraneka kejadian, hadiah, ucapan dan ungkapan telah mewarnai hari penting itu. Semua berkesan. Namun, Juni 2012 menjadi momen milad yang paling berkesan dari sebelumnya. Mengapa? Pada milad Juni 2012 banyak hadiah berharga yang datang dari para sahabat penulis yang berasal dari berbagai daerah di Nusantara, bahkan luar negeri. Tak pernah terpikir sebelumnya akan ada Juni ini dan hadiah luar biasa ini. Sungguh, tak pernah terpikir dalam benak, namun terwujud nyata. Bukan permata, uang atau bunga yang mereka persembahkan. Bukan juga sebuah tiket perjalanan ke sebuah negara yang kuimpikan seperti yang ditawarkan seorang teman dari Dubai. Mereka mempersembahkan rangkaian kata menarik yang dituangkan dalam bentuk surat, cerpen dan puisi. Sungguh, mereka rela menyisihkan sebagian waktunya untuk menuliskan rangkaian kata ini di momen hari bahagiaku. Mereka rela tangan-tangannya sejenak menari menyusun kalimat indah dan m...

Hima Bindo UMSB Padangpanjang Gelar Seminar Sastra

PADANGPANJANG – Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (Hima Bindo) Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Kampus Perguruan Muhammadiyah Padangpanjang, Ahad (28/4) menggelar Seminar Sastra. Kegiatan yang dihadiri sekitar 100an mahasiswa itu, menurut Sekretaris Panitia Nora Anggraini, dalam rangka memperingati Hari Sastra Nasional dan mengenang wafatnya penyair Chairil Anwar. Hima Bindo UMSB menghadirkan dua narasumber, yaitu Sulaiman Juned, S.Sn., M.Sn, seorang penyair, dosen dan sutradara teater yang dalam materi berbicara tentang riwayat hidup Penyair Chairil Anwar yang melegenda lewat puisi-puisi modern yang dicipatakannya. Sementara narasumber kedua adalah Muhammad Subhan, seorang jurnalis dan penulis novel yang juga Ketum Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Dia akan berbicara tentang kiat menembus media massa dan menerbitkan buku. “Sebagai mahasiswa jurusan bahasa dan sastra Indonesia acara seperti ini perlu kami angkat untuk mengenang apa yang telah ditorehkan para sa...

Update Nama Peserta Lomba Menulis Resensi Buku FAM Indonesia

1. Wahyu Prihartini (Pasuruan) Meresensi Buku: “Flamboyan Senja” karya Aliya Nurlela Judul Resensi: “Ketika Problema Datang Menyapa, Hanya Allah Sandaran yang Nyata” 2. Hanum Anggraini Azkawati (Sidoarjo) Meresensi Buku: Untuk Sumarni dari Suparman karya 25 Cerpenis Indonesia Judul Resensi: “Sentuhan Cinta Bernilai Dakwah Terbalut dalam Setiap Kisah” 3. Eka Susanti (Padang Panjang) Meresensi Buku: “Cermin Cahaya” karya Nur Syamsudin Judul Resensi: Cahaya Allah Tak Akan Pernah Padam 4. Ade Ubaidil (Cilegon, Banten) Meresensi Buku: “Kidung Pengelana” Hujan karya Denni Meilizon Judul Resensi: Menilai Buku dari Kualitas, Bukan Sekadar Popularitas” 5. Ken Hanggara (Surabaya) Meresensi Buku: “Fesbuk” karya Muhammad Subhan & Aliya Nurlela Judul Resensi: Menapaki Jalan Hidup dengan Keikhlasan 6. Muhammad Abrar (Padang) Meresensi Buku: Kejora yang Setia Berpijar karya 50 Penyair Muda Indonesia Judul Resensi: Memaknai Makna Perjuangan Seorang Pahlawan 7. Najla Al-Faiq (Malang) Meresensi Bu...

[Resensi Buku] Ada yang Berujar Tak Sadar, “Subhanallah”

Judul Buku: Flamboyan Senja Kategori: Kumpulan Cerpen Penulis: Aliya Nurlela Tebal: 139 halaman Penerbit: FAM Publishing ISBN: 978-602-17143-5-5 Siapa yang tidak tahu kata “dream”? Semua manusia normal di dunia pasti tahu arti dan makna “dream”. Orang Indonesia menyebutnya dengan istilah “harapan”, “impian”, “rindu”, atau kadang-kadang dibentuk menjadi sebuah kalimat, misalnya “sesekali bersila, sesekali bertekuk lutut”. Kalimat impian inilah yang mengawali cerita yang akan dijadikan sebagai tema dalam kumpulan cerpen yang dipilih oleh penulis, Aliya Nurlela: keinginan untuk berubah menjadi wanita yang seutuhnya, tetapi sering ditepis oleh kebimbangan sifat labil masa itu, dahulu. Penulis meledakkan makna “dream” di awal cerita, disandingkan dengan kisah nyata—mungkin pribadi—dengan alur yang fiktif. Kumpulan cerpen yang dikarang oleh Aliya Nurlela membungkus cerita dengan kantung Islamik. Dari awal hingga akhir cerita, kumpulan cerpen “Flamboyan Senja” dihiasi dengan senandung kata ...

Ulasan Nukilan Novel “Sapporo di Langit Itu” Karya Puji Dandelion (FAMili Cilegon)

Ada yang menarik dari potongan novel berjudul “Sapporo di Langit Itu”, yaitu mengenai tokoh utamanya yang bernama Ayumi. Banyak cerita baik melalui cerpen ataupun novel yang telah dibuat. Meski demikian, karya fiksi seperti itu masih banyak diminati. Salah satu penyebabnya adalah karya yang baru, utamanya yang laris biasanya memiliki kebaruan, baik dari segi cerita maupun cara penyajian. Inilah yang FAM temukan dalam potongan novel ini. Diceritakan, Ayumi memiliki kebiasaan yang cukup aneh, yaitu menonjok orang yang bau. Ia sering kali refleks ketika ada siapa pun yang mengeluarkan bau yang tidak sedap. Ayumi adalah orang yang sangat menjaga kebersihan. Dan keunikan inilah yang membuat kisah ini menjadi menarik. Hanya saja, masih banyak perbaikan yang mesti dilakukan oleh penulis agar kualitas karya yang dihasilkan semakin enak untuk dinikmati. Penulis cukup baik dalam menulis, namun kurang halus dalam menyajikan kisah. Halus di sini adalah cara penulis merangkai setiap adegan menjad...

Cerita Tadi Sore di Kantor FAM Indonesia

Agenda di kantor FAM sore tadi, Kamis, 25 April 2013. Tepatnya pukul setengah empat sore. Sekjen FAM Aliya Nurlela mengisi sesi diskusi menulis hingga menjelang magrib. Ada enam orang pelajar yang datang ke kantor FAM. Mereka adalah kru majalah dinding (mading) SMA Negeri 2 Pare. Ketua madingnya bernama Nuris. Ehem, ternyata, Nuris ini juara menulis puisi tingkat SMA se Kabupaten Kediri. Bulan depan ia akan berlaga di tingkat Propinsi. Kita doakan ya, FAMili... Para pelajar ini sangat antusias bertanya seputar kepenulisan, membangun semangat menulis, mencari ide, dan agar karya bisa diterbitkan di media massa. Dari diskusi di kantor FAM ini, mereka tertantang untuk menulis karya yang lebih serius. Mereka juga sepakat untuk mengadakan diskusi rutin setiap hari Jumat pukul 14.00 di kantor FAM. Tentu saja, FAM akan membuka pintu untuk mereka. Bagi FAMili lainnya di seputaran Pare dan Kediri, silakan manfaatkan ruangan kantor FAM untuk diskusi kepenulisan. Inilah cerita FAM malam ini. Se...

Profil Anggota FAM Indonesia: Nida’Ufairah (Pasaman Barat)

Nida’Ufairah adalah nama pena dari Suyati. Ia lahir di Desa Sumber Agung, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat pada tanggal 6 September 1993. Alamat asal adalah Desa Sumber Agung, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumbar. Namun sekarang berdomisili di Kota Budaya Batusangkar, tepatnya di Kubu Rajo Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar untuk menyelesaikan pendidikan S1. Ia baru kenal dunia tulis menulis khususnya fiksi semenjak kuliah. Sebenarnya sudah sejak MTs hobi baca buku namun ide untuk menulis didapat waktu kuliah. Di tengah padatnya jadwal kuliah di semester IV ini dan tumpukan tugas yang menggunung, Nida berusaha untuk tetap bisa berkarya. Sekarang ia tercatat sebagai mahasiswi jurusan tarbiyah prodi Tadris Bahasa Inggris di STAIN Batusangkar. Nida pernah menjadi juara harapan 1 pada acara Speech Competition yang diadakan oleh HMPS Tadris Bahasa Inggris di tahun awal ia kuliah. Dan menjadi juara 1 pada MTQ tingkat Kabupaten Pasaman ...