PADANGPANJANG – Chairil Anwar adalah penyair yang sungguh-sungguh dalam menciptakan sajak-sajaknya. Untuk mencari kata-kata yang tepat dalam satu baris sajaknya saja sampai memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. “Wajar saja bila akhirnya karya cipta puisi Chairil Anwar sangat berkualitas, dan ini seharusnya ditiru oleh penulis-penulis pemula terutama dari kalangan mahasiswa,” ujar Sulaiman Juned, S.Sn., M.Sn., narasumber Seminar Sastra dalam rangka mengenang hari wafatnya Penyair Chairil Anwar (28 April 1949) yang diadakan Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (Hima Bindo) Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) Padangpanjang, Ahad, (28/4) di kampus UMSB Padangpanjang. Dikatakan, bagi Chairil, menulis harus melalui perencanaan dan memikirkan kata-kata (diksi) yang tepat dengan perenungan dan proses pengendapan (kontemplasi). Sementara para penyair dewasa ini improvisasi menjadi utama sehingga sajak yang muncul menjadi spontanitas serta penulisan automa...
Komunitas Penulis, dari Pare untuk Dunia