Cerpen “Lelaki dalam Mimpi” menceritakan kegelisahan aku, yang belum juga menemukan jodohnya di usia tiga puluh tujuh tahun. Sama seperti wanita pada umumnya, sebagai seorang anak sulung, tentu saja orangtua terus mendesak agar anak perempuannya segera menikah. Tapi itu bukanlah perkara sederhana. Kegelisahan aku akan jodohnya hingga terbawa mimpi. Mimpi yang membuat aku malu hati, mimpi duduk berdua dalam rapat bersama Pak Camat. Mengapa pula aku malu hati? Bisa saja, dalam mimpi itu hatinya bergetar, entahlah. Cerpen yang ditulis Murniati ini sebenarnya dapat dikembangkan menjadi lebih luas. Penulis masih dapat menuangkan konflik dan kemudian diakhiri dengan manis atau tragis (pilihan ide cerita ada pada penulis). Jadi, lelaki dalam mimpi itu dapat dijelaskan lebih detail, tidak mengambang. Sebenarnya ini adalah ide cerita yang cukup menarik, konflik umum wanita yang belum bertemu jodoh sementara usia terus mengejarnya. Namun, dari segi penulisan masih ditemukan kesalahan dalam pen...
Komunitas Penulis, dari Pare untuk Dunia