Skip to main content

Kebuntuan Ide “Momok” Mayoritas Dihadapi Penulis Pemula

Padang (2/6) – Kebuntuan ide dan sulitnya mengembangkan tulisan adalah keluhan mayoritas yang dihadapi penulis pemula. Hal itu menjadi “momok” yang menakutkan. Banyak tulisan yang telah ditulis tetapi mentok di tengah jalan, akhirnya tak pernah selesai ditulis.

Demikian salah satu fokus diskusi dalam Workshop Menulis yang diadakan FKI Tazkiyah Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Sekolah Tinggi Agama Islam Pengembangan Ilmu Alquran (STAI-PIQ) Sumatera Barat, Sabtu (1/6) di aula STAI-PIQ yang menghadirkan pembicara Muhammad Subhan (Penulis dan Ketum Forum Aktif Menulis Indonesia) dan Alizar Tanjung (Penyair dan Direktur Komunitas Rumah Kayu Padang). Workshop yang mengangkat tema “The Power of Writing” ini diikuti 70an peserta dari berbagai perguruan tinggi di Kota Padang.

Menjawab keluhan beberapa peserta itu, Muhammad Subhan mengatakan, kebutuntuan ide menulis bisa disebabkan beberapa faktor, di antaranya jenuh, kurang membaca, dan enggan melakukan riset. Kejenuhan lumrah dihadapi banyak orang, maka yang dibutuhkan adalah beristirahat sejenak dan melakukan aktivitas yang dapat menyegarkan pikiran, salah satunya berwisata.

“Begitu pun, penulis yang kurang membaca buku, dia akan kehabisan amunisi kata-kata. Membaca dan menulis adalah dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan,” ujar Muhammad Subhan.

Walaupun menulis fiksi (puisi, cerpen, novel), papar Muhammad Subhan, penting sekali dilakukan riset. Riset adalah upaya untuk memperdalam fokus tulisan dan memperkuat data-data pendukung bila diperlukan.

“Sederhananya begini, orang yang tinggal di gunung tidak pernah ke laut, maka dia akan sulit menuliskan keindahan laut dengan suara ombaknya yang berdebur. Begitu pun, orang yang tinggal di laut tidak pernah ke gunung, ia akan sulit menulis keindahan alam di gunung dengan sawah yang terbentang di kakinya, dengan belantara dan satwanya. Jadi, riset ini sangat penting,” jelasnya.

Senada dengan Muhammad Subhan, menurut Alizar Tanjung ide menulis bisa didapat di mana saja; di  rumah, di pasar, di sekolah/kampus, di lingkungan masyarakat, bahkan pada diri sendiri. Ide berkelebat setiap saat, di mana saja dan kapan saja.

“Seorang penulis harus menghidupkan kepekaan rasa dan jiwanya sehingga dapat menangkap peluang-peluang ide setiap saat yang dia lihat, dengar, dan merasakan. Melihat tukang ojek atau orang ngerumpi pun, bagi penulis bisa mendatangkan ide,” katanya.

Kepada peserta Alizar yang mengajukan pertanyaan, sebelum menjadi penulis, harus bertanya kepada diri sendiri terlebih dahulu, apakah benar-benar sudah bertekad menjadi penulis dan tidak sekadar main-main. Penulis sukses harus fokus menulis walau dia bekerja di lapangan pekerjaan apa pun.

“Fokus dan serius inilah yang membawa seorang penulis pada puncak kesuksesannya,” kata Alizar Tanjung.

Sementara itu, Rival, Panitia Pelaksana acara mengatakan, dari workshop ini diharapkan akan lahir penulis-penulis muda yang tangguh dan produktif berkarya. Direncanakan pula, atas permintaan beberapa peserta, kegiatan itu akan berlanjut pada pembentukan komunitas menulis yang rutin berkegiatan dan latihan menulis. (RED)

Keterangan foto:
KENANG-KENANGAN – Salah seorang narasumber, Muhammad Subhan menerima kenang-kenangan dari panitia dalam dalam Workshop Menulis yang diadakan FKI Tazkiyah Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Sekolah Tinggi Agama Islam Pengembangan Ilmu Alquran (STAI-PIQ) Sumatera Barat, Sabtu (1/6) di aula STAI-PIQ. Workshop yang mengangkat tema “The Power of Writing” ini diikuti 70an peserta dari berbagai perguruan tinggi di Kota Padang. (Foto: Ist.)



Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...