Skip to main content

Posts

Showing posts from 2013

Siapa Penerima “FAM Award 2013” yang Diumumkan Malam Ini?

FAMili. Tidak terasa, tahun 2013 segera berakhir. Tradisi FAM Indonesia, di penghujung tahun memberikan “FAM Award” sebagai anugerah tertinggi FAM Indonesia atas dedikasi anggota-anggota FAM yang dinilai terbaik. Tahun ini, terpilih 2 (dua) orang anggota FAM Indonesia yang akan menerima “FAM Award”. Siapakah mereka? Penerima “FAM Award” akan diumumkan Rabu (25/12) malam di grup “Forum Aishiteru Menulis”. Semoga itu adalah Anda! Sepanjang tahun 2013, Tim FAM Indonesia telah melakukan penilaian kepada seluruh anggota, mengamati karya-karya mereka, keaktifan, loyalitas, dan tentu juga menjaga nama baik FAM Indonesia. Tahun 2014 adalah “Tahun Ekspansi FAM Indonesia”. Ekspansi ke arah perubahan. Tentu saja, bersama seluruh FAMili, anggota FAM Indonesia. Di tahun 2014, akan banyak cabang FAM Indonesia terbentuk. Insya Allah, maju bersama FAMili. Salam santun, salam karya. FAM INDONESIA

Buku “Risalah Cinta Dua Agama” Karya Irja Nasrullah

Judul: Risalah Cinta Dua Agama Penulis: Irja Nasrullah Kategori: Buku Non-Fiksi Terbit: 2013 Tebal: 162 hlm. ISBN: 978-602-7956-39-6 Harga: Rp43.000 (di luar ongkos kirim) Sinopsis: Muhammad SAW dan Isa a.s adalah dua sosok istimewa dalam sejarah umat manusia. Keduanya datang ke muka bumi untuk menebar cahaya kasih dan cinta; memberikan solusi-solusi bagi problematika kemanusiaan dan meningkatkan misi perdamaian. Buku ini memberikan solusi dialog lintas agama, sambil tetap menjalin rasa cinta di dada. Metode dialog yang penulis gunakan di dalam buku ini unik, berbeda dengan metode dialog Islam-Kristen yang dilakukan pada umumnya. Benarkah Islam menghalalkan darah nonmuslim? Apakah malaikat Jibril dalam literatur Islam sama dengan roh kudus dalam literatur Kristen? Apa sebenarnya makna Injil? Bagaimana cara mengatasi kejahatan-kejahatan yang bersumber dari hati? Itulah sebagian kecil dari pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya akan Anda temukan di dalam buku ini. [Info pemesanan dan pe...

Wagub Sumatera Barat Dukung Gerakan Literasi FAM Indonesia

PADANG - Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Muslim Kasim, menyatakan dukungannya pada aktivitas dan kreativitas Forum Aktif Menulis (FAM) Wilayah Sumatera Barat. Pernyataan itu disampaikan Muslim Kasim ketika menerima kunjungan silaturahim panitia Konser Puisi “Akulah Sang Raja” dan Pengurus FAM Sumatera Barat, Senin (23/12) malam di rumah dinas Wagub. Wagub Muslim Kasim yang juga penulis beberapa buku ini sangat antusias menyambut kedatangan Koordinator FAM Wilayah Sumatera Barat sekaligus Ketua Panitia Konser Puisi, Denni Meilizon didampingi pengurus Muhammad Fadhli, Bevaldo Angga dan “Raja Penyair” Pinto Janir. Bahkan, Wagub yang juga Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumatera Barat ini berjanji menfasilitasi sebuah sekretariat untuk aktivitas FAM Wilayah Sumatera Barat di salah satu ruang di Gedung Pramuka Sumbar Jalan Khatib Sulaiman Padang. Pada kesempatan itu Wagub Muslim Kasim berharap, kehadiran FAM Indonesia akan menjadi pelopor bagi “Sanggar Pramuka Gemar Menulis” sebagai...

SMP Plus Arrahman Kunjungi Kantor Pusat FAM Indonesia

PARE, KEDIRI – Sebanyak 52 siswa didampingi 11 guru SMP Plus Arrahman Kota Kediri mengunjungi kantor pusat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia di Pare, Kediri, Jawa Timur, Selasa (17/12). Kedatangan rombongan SMP Plus Arrahman itu dalam rangka kunjungan belajar dan mengenal dari dekat aktivitas FAM Indonesia. Rombongan SMP Plus Arrahman disambut Sekjen FAM Indonesia, Aliya Nurlela dan beberapa tim kerja FAM Indonesia di kantor FAM, Jalan Mayor Bismo, No. 28, Pare, Kediri. Sekjen FAM Indonesia Aliya Nurlela, Rabu (18/12), mengatakan, dalam kunjungan itu siswa SMP Plus Arrahman diberikan motivasi menulis dan melihat-lihat perpusatakan FAM Indonesia yang memiliki koleksi sejumlah buku. Kepala SMP Plus Arrahman Erlis Farida mengungkapkan, ketertarikan sekolahnya mengunjungi kantor pusat FAM Indonesia setelah melihat aktivitas FAM yang sangat banyak melakukan kegiatan literasi di berbagai kota. “Kami ingin siswa-siswa kami juga mahir menulis dan memiliki minat melahirkan karya tulis,” uj...

FAM Wilayah Sumatra Barat Programkan Kegiatan Kemah Sastra Pelajar

PADANG – Pengurus Forum Aktif Menulis (FAM) Wilayah Sumatra Barat pada April 2014 mendatang memprogramkan Kemah Sastra Pelajar Indonesia. Kemah itu dikemas dengan berbagai kegiatan sastra untuk menarik minat pelajar mencintai sastra Indonesia. “Ini baru kami rencanakan. Semoga terwujud. Lokasi perkemahan di salah satu kota yang menjadi tujuan wisata di Sumatra Barat,” ujar Denni Meilizon, Koordinator FAM Wilayah Sumatra Barat, Rabu (11/12). Sebagai bentuk kesungguh-sungguhan FAM Wilayah Sumatra Barat untuk menyelenggarakan event itu, telah disusun kepanitiaan yang terdiri dari: Denni Meilizon (Ketua Panitia), Befaldo Angga (Sekretaris), Desri Erniza (Bendahara), Karni Ushalli, M. Fadli (Humas), Irwan Hasan (Seksi Perlengkapan), Refdinal Muzan, Irzen Hawer, Amy Amidah (Seksi Acara) dan M. Abrar (Seksi Konsumsi). “Kemah Sastra ini akan diadakan selama tiga hari. Peserta berasal dari berbagai kota di Sumatra Barat,” ujar Denni Meilizon yang mengungkapkan program Kemah Sastra itu telah ...

Pengumuman Pemenang Lomba Menulis Surat “Yang Berkesan di Akhir Tahun”

FAMili. Selamat malam dan selamat berakhir pekan. Malam ini, FAM Indonesia mengumumkan nama-nama pemenang Lomba Menulis Surat “Yang Berkesan di Akhir Tahun” setelah lebih kurang sebulan menggelar lomba ini di grup FAM Indonesia. Walau bukan lomba dengan hadiah yang “wah”, tetapi FAM bersyukur karena pesertanya lumayan banyak, yaitu 161 naskah surat. Setelah melalui sejumlah tahapan seleksi, mulai dari seleksi 161 naskah, dilanjutkan 75 nominator, 40 naskah dibukukan, 10 nominator berpeluang juara, maka, Tim FAM Indonesia menetapkan nama-nama pemenang sebagai berikut: Juara 1 SUKAMTO PRASETYO (SINGKAWANG, KALIMANTAN BARAT) Juara 2 ACET ASRIVAL (PADANG, SUMATERA BARAT) Juara 3 KEN HANGGARA (SURABAYA, JAWA TIMUR) SELAMAT KEPADA ANDA PARA PEMENANG! Selain memilih pemenang utama, Tim FAM Indonesia juga menetapkan 7 (tujuh) surat terbaik, yaitu karya: 1. Zaqia Nur Fajarini (Bintuni, Papua) 2. Dian Ambarwati (Ngawi, Jawa Timur) 3. Elza Novria (Padang, Sumatera Barat) 4. Firmansyah Djalaludd...

Fahmi Hamzah, Penerima Mandat Pembentukan FAM Wilayah Papua

Menjelang tahun 2014, di usia FAM Indonesia yang memasuki angka dua tahun, komunitas penulis nasional ini mulai fokus mengkader sejumlah ‘pegiat literasi’ yang akan memimpin bahtera FAM Indonesia di daerah. Setelah memberikan mandat kepada Surya Hardi (Murdoks) di Riau, kali ini FAM Indonesia memberikan mandat kepada Fahmi Hamzah (nama pena “Darwis Kelana”) untuk mempersiapkan pembentukan FAM Wilayah Papua. Insya Allah, daerah-daerah lainnya segera menyusul. Siapa Fahmi Hamzah? Ia adalah anggota FAM Indonesia asal Papua. Lahir tanggal 12 April di Jayapura, Papua, gerbang timurnya Nusantara. Alumnus Universitas Cenderawasih Papua, Pendidikan Bahasa Inggris, tahun 2006, juga peraih Beasiswa S2 General Cultural Scholarship Scheme (GCSS) tahun 2012 dari Indian Council for Cultural Relations (ICCR). Karya tulis pertamanya yang diterbitkan adalah “Matematika dalam Qur’an & Veda” (Penerbit Paramita, 2011). Buku ketiganya berupa kumpulan 100 Puisi berjudul “Inspirasi dari Langit” (Penerb...

Pengumuman 10 Nominator Lomba Menulis Surat "Yang Berkesan di Akhir Tahun"

Selamat sore, FAMili. Semoga Anda tetap sehat walafiat dan selalu menjaga ‘stamina semangat’ untuk terus menulis, menulis dan menulis. Sore ini, FAM mengumumkan 10 Nominator Lomba Menulis Surat “Yang Berkesan di Akhir Tahun” yang telah melewati sejumlah tahapan seleksi. Seleksi semakin ketat. Ada yang bertahan hingga tahap ini, dan tak sedikit yang tersisih. Walau demikian, kalah-menang relatif. Mungkin, kata orang-orang bijak, ini hanya soal keberuntungan saja. Keberuntungan, tentu saja, tidak instan. Naskah-naskah terbaiklah yang unggul dan sedikit lagi menuju puncak kemenangan. Walau kompetisi ini tidak memperebutkan hadiah yang “wah”, tetapi FAM berusaha semaksimal mungkin mengunggulkan karya-karya dari sisi kualitas yang layak menjadi juara. Dan, inilah para kompetitor itu, 10 nominator: 1. Acet Asrival 2. Aidil Zulkhan 3. Dian Ambarwati 4. Elza Novria 5. Firmansyah Djalaludin 6. Ken Hanggara 7. Sri Wati 8. Sukamto Prasetyo 9. Susi Puspita Sari 10. Zaqia Nur Fajarini SELAMAT KEP...

40 Naskah Surat yang Lolos Seleksi dan Dibukukan

Selamat malam, FAMili. Malam ini FAM Indonesia mengumumkan 40 naskah surat yang lolos  seleksi dan dibukukan. Surat-surat ini berkompetisi bersama pesaingnya, 75 nominator yang telah diumumkan kemarin malam. Dari kompetisi itu, inilah nama-nama pemenangnya. Namun, tahapan seleksi belum selesai. Besok malam, diumumkan 10 naskah surat yang berpeluang menang meraih juara 1, 2 dan 3. Semoga salah satunya adalah surat terbaik Anda. Malam ini, FAM Indonesia mengucapkan selamat kepada: 1. Acet Asrival (Padang, Surat ke-2) 2. Ade Ubaidil (Cilegon) 3. Aidil Zulkhan (Riau) 4. Ain Saga (Jakarta) 5. Andi Sri Wahyuni Handayani (Semarang) 6. Audia Jasmin Armanda (Depok, Surat ke-1) 7. Dadang Asmanaf (Palembang, Surat ke-1) 8. Dedi Saeful Anwar (Cianjur) 9. Dera Fauzia Fitriana (Surabaya) 10. Desri Erniza (Padang, Surat ke-1) 11. Dian Ambarwati (Ngawi) 12. Eka Susanti, S.S (Tanah Datar) 13. Elza Novria (Padang) 14. Erma Liya Rafita (Trenggalek) 15. Erna Susilowati (Kudus, Surat ke-1) 16. Ferry ...

Ikuti, Seminar Online “Meraih Sukses Lewat Menulis” Bersama Marjohan, M.Pd

Pembicara: MARJOHAN, M.Pd (Guru Berprestasi Nasional 2012 & Penulis Buku) Moderator: ADMIN FAM INDONESIA KAMIS, 12 DESEMBER 2013 PUKUL 20.00 - 22.00 WIB LOKASI: GRUP “FORUM AISHITERU MENULIS” (BUKA FACEBOOK DI LAPTOP ANDA!) TERBUKA UNTUK UMUM & GRATIS! Cara gabung di grup FAM (klik): https://www.facebook.com/groups/forumaishiterumenulis/ . Silakan bergabung bersama 7.200-an anggota grup FAM Indonesia. PROFIL PEMBICARA: MARJOHAN, M.Pd., adalah “Guru berprestasi SMA (juara 1) tingkat Nasional 2012”. Juga alumni Pascasarjana, Bahasa Inggris, Universitas Negeri Padang, lulus dengan IPK Cum Laude. Pernah menjadi Guru Teladan Tingkat Provinsi Sumatra Barat. Ia rajin menulis di koran Singgalang, Serambi Pos, Haluan dan Sriwijaya Pos serta Journal Speleologie-Perancis. Dia telah menerbitkan sejumlah buku dengan judul, di antaranya: “School Healing, Menyembuhkan Problem Sekolah” (Pustaka Insan Madani, Yogyakarta), “Generasi Masa Depan, Memaksimalkan Potensi Diri Melalui Pendidikan” (B...

Surya Hardi (Murdoks), Penerima Mandat Pembentukan FAM Wilayah Riau

Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia semakin mengepakkan sayapnya ke seluruh wilayah Nusantara. Targetnya, di setiap provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, kampus, sekolah berdiri cabang FAM Indonesia. Targetnya, gerakan literasi FAM Indonesia semakin membumi. Di Wilayah Provinsi Riau, FAM Indonesia memberikan mandat persiapan pembentukan FAM Wilayah Riau kepada Surya Hadi (Murdoks), seorang penyair dan mantan wartawan di kota itu. Ia menggeluti dunia seni sejak tahun 1996, selain menulis puisi, artikel, cerpen dan esai kebudayaan. Selain seorang penyair, dia dikenal sebagai teaterawan yang pernah bergabung dalam kelompok Teater Patria Medan. Murdoks banyak mengikuti event-event sastra dan seni, di antaranya Festival Teater se-Indonesia di Bandung (1996), mewakili sastrawan Sumatera di Tasikmalaya dalam acara Gelar Sastra Indonesia (1999), Kemah Seniman 1 dan 2 di Banda Aceh, Pesta Seni se-Sumatera dan menghadiri Galangang Sastra di Taman Budaya Padang Sumatera Barat. Selain itu, Pesta...

Pengumuman 75 Nominator Lomba Menulis Surat yang Berkesan di Akhir Tahun

PENGANTAR: FAMili, selamat malam. Malam ini FAM Indonesia mengumumkan 75 Nominator “Lomba Menulis Surat yang Berkesan di Akhir Tahun”. Seharusnya, malam ini adalah pengumuman pemenang, namun mengingat jumlah surat yang masuk cukup banyak (161 naskah), maka pengumuman pemenang diundur hingga Jumat, 13 Desember 2013. Sementara besok malam, diumumkan 40 surat yang layak dibukukan. Setelah Tim FAM membaca, mencermati, dan menilai, maka inilah nama-nama peserta yang karya suratnya masuk tahapan nominasi (Nama Berdasarkan Abjad): 1.    Acet Asrival (Padang—Surat ke-2) 2.    Ade Ubaidil (Cilegon) 3.    Aidil Zulkhan (Riau) 4.    Ain Saga (Jakarta) 5.    Andi Sri Wahyuni Handayani (Semarang) 6.    Arina Nur Permata Ilmi (Banyumas) 7.    Ariza Nur Aini (Malang) 8.    Artia Dullah (Ambon) 9.    Atika Rahma F (Semarang) 10.    Audia Jasmin Armanda ...

Ulasan Puisi “Sada Mematai Peta” Karya Denni Meilizon (FAMili Sumatera Barat)

Puisi “Sada Mematai Peta” yang ditulis Denni Meilizon ini memiliki kekuatan diksi yang magis. Tidak mudah memaknainya. Penulis sangat lihai menyusun setiap kata yang beruntai menjadi baris-baris indah. Serupa mendongengkan sebuah kisah purba. Dan, membaca puisi naratif ini, pembaca pun dibawa hanyut, hingga ke titik paling akhir. Tidak ditemukan makna kata “Sada” di KBBI. Dirujuk pada beberapa sumber, “Sada” berasal dari bahasa Sunda yang arti dan maknanya adalah "Bunyi". Dalam bahasa Batak juga ditemukan kata “Sada” yang artinya "Satu". Bila digabungkan kedua bahasa itu, secara bebas dapat bermakna “bunyi yang disatukan”. Sada dalam puisi ini tentulah nama seseorang. Perempuan. Dapat diterka dari baris pembuka puisi: //Tarikan matamu semanis tanah yang dijanjikan/. Juga pada kata: /Kau merabanya seperti dalam rahimmu/. Selain itu pada baris: /Rahimmu bergetar memecahkan selaput bayi yang semakin keras mengowek/. Siapa saja dapat menafsirkan puisi ini yang bukan l...

Buku “Buah-Buah Manis Membaca dan Menulis” Karya Syafrudin Nur

Judul: Buah-Buah Manis Membaca dan Menulis Penulis: Syafruddin Nur Kategori: Nonfiksi Terbit: 2013 Tebal: 150 hlm ISBN: 978-602-7956-36-0 Sinopsis: Membaca dan menulis adalah dua kegiatan yang sangat dianjurkan oleh Alquran untuk dikembangkan dan dibudayakan di tengah-tengah masyarakat. Alquran menganjurkan membaca dan menulis supaya untuk mengalami kemajuan dan kecerdasan. Masyarakat yang ingin maju harus membudayakan membaca dan menulis. Perubahan-perubahan cepat terjadi di tengah masyarakat yang menggiatkan membaca dan menulis. Sungguh banyak manfaat membaca dan menulis untuk kehidupan. Buku ini menggali beberapa manfaat itu. Buku ini sengaja menggali motivasi membaca dan menulis. Teori membaca dan menulis mungkin sedikit ditemukan dalam buku ini. Buku ini lebih tepatnya membicarakan keampuhan membaca dan menulis untuk mengubah dan menggenjot kehidupan. Kunci perubahan itu adalah mengubah diri dengan hal yang baru. Hal-hal baru akan kita temukan setiap hari dalam kehidupan, jika k...

Ulasan Puisi "Dan Membara" Karya Heni Nurfaeni (FAMili Semarang)

Puisi ini menggambarkan betapa kekuasaanNya adalah sesuatu yang tak dapat dikalahkan oleh apa pun. Ini nampak dari penegasan yang terjadi di setiap baitnya. "Cambuk takbir" adalah tanda tentang peran kebesaranNya di seluruh alam semesta. Maka "nada" dan "anggukan jiwa" yang terusik, cukuplah sebagai pembuka dalam menyampaikan maksud penulis seperti tersebut di atas. Ada semacam rasa tak berdaya dalam hubungan antar baitnya. Seperti sebuah penyesalan atau kesadaran yang datang setelah teguran demi teguran menghampiri diri seseorang. Mungkinkah ini semacam bentuk pertaubatan seorang hamba kepadaNya? Atau sebentuk puji dan kekaguman dari hamba yang memang telah lama tunduk pada kuasaNya? Sedikit koreksi mengenai EYD, yakni pada kata "nafas" dan "di telan", yang benar ditulis "napas" dan "ditelan" (gabung karena merupakan kata kerja pasif, bukan keterangan tempat). Selebihnya tidak ada kesalahan. Pesan untuk penulis ag...

Ulasan puisi "Akhir Hidup di Sebuah Mimpi" Karya Arini Ulfa Rahmawati (FAMili Lampung)

Kematian adalah suatu hal yang pasti akan dialami setiap jiwa. Dunia yang begitu singkat ini, hanyalah sebuah persinggahan sejenak bagi seluruh makhluk. Kematian laiknya jembatan yang mengantar pada kehidupan sebenarnya, yakni antara surga atau neraka. Tak ada yang dapat menolak kepastian ini. Kematian pun tak dapat ditebak kapan datangnya, hanya Tuhan saja yang tahu. Dalam puisi berjudul "Akhir Hidup di Sebuah Mimpi", penulis cukup dalam memaknai episode perjalanan seorang anak manusia yang menemui titik akhir, tempat napas tak lagi menjadi sesuatu yang dapat dirasa. Tempat napas bukan lagi menjadi wujud, melainkan lenyap tanpa sisa. Dalam keadaan yang demikianlah, jiwa yang tadinya berkelana di muka bumi menemui ajalnya. Penulis mencoba memberi gambaran tentang dunia fana lewat metafora sebuah mimpi. Mimpi dalam terlelapnya raga, atau yang biasa kita kenal dengan "bunga tidur", adalah sebuah kondisi yang membawa alam pikiran menjelajah "kehidupan di luar ke...

Ulasan Puisi "Roda 'Kan Terus Berputar" Karya Yudi Rahmat (FAMili Cilegon)

Puisi ini pada dasarnya bertujuan untuk mengingatkan kita kepada kematian. Takdir kematian seseorang memang tidak ada yang tahu selain Tuhan. Maka, apakah manusia masih akan terus berbuat kerusakan di muka bumi? Satu contoh kerusakan yang diangkat oleh penulis dalam puisi ini adalah masalah kesenjangan sosial. Orang sering kali lupa siapa dan untuk apa mereka hidup. Orang sering kali lupa bahwa kekayaan adalah titipan dari Tuhan. Namun, lihatlah, di tengah kelaparan yang menyerang sebagian manusia lemah, orang-orang kaya yang buta justru menghambur-hamburkan kekayaan mereka untuk sesuatu yang sia-sia. Lihatlah lagi, apakah mereka sudah benar-benar bertanya kepada manusia-manusia lemah itu, "Sudahkah kalian sarapan?" Roda terus berputar adalah keadaan dari hidup yang tak terduga. Boleh jadi hari ini seseorang berkuasa, kaya raya, dan segala bentuk kehebatan sebagai manusia besar ia miliki. Namun siapa dapat mengira kalau besok segala yang ia miliki itu akan hilang sekejap ma...

Ulasan Cerpen "Seperti Mualaf" Karya Erna Susilowati (FAMili Kudus)

Cerpen ini bercerita tentang seorang perempuan bernama Wati yang berusaha memperdalam keyakinannya dengan memahami Alquran dan sunnah. Dalam perasaan bimbang ia berusaha untuk tetap bertahan pada apa yang diyakininya, dari ilmu agama yang tengah ia selami. Wati tidak terpengaruh pada sikap kebanyakan orang yang terkesan hanya ikut-ikutan dalam kegiatan keagamaan tanpa memelajarinya sendiri lebih mendalam. Reaksi kedua orangtuanya pun menjadi keras karena melihat keanehan yang ada dalam diri Wati. Cerpen ini ditulis dengan tujuan mengingatkan kepada kita, bahwa sejatinya sebagai seorang muslim, kita hendaknya tidak hanya memakai nama agama itu dalam identitas diri saja, melainkan juga dalam menjalani berbagai segi kehidupan. Tercermin tidak hanya dari fisik semata, melainkan juga dari hati. Sayangnya konflik yang dihadirkan kurang terasa tajam. Namun meski begitu, secara keseluruhan pesan yang disampaikan cukup baik. Ada beberapa koreksi untuk EYD. Di antaranya "nafas", yang...

Ulasan Cerpen "Perempuan yang Berhati Malam" Karya Guy Le Fleur (FAMili Bengkalis)

Cerpen ini berkisah tentang kesendirian seorang wanita tua yang telah berpisah dengan suaminya di saat mereka baru menjalani pernikahan puluhan tahun silam. Cintanya tetap ada meski waktu kian menuakan raganya. Jiwanya tetap terjaga untuk mengingat segala tentang suaminya. Ia tak sanggup melupakan hari di mana para penjajah mendatangi rumah mereka untuk mencari sang suami. Sejak itulah mereka tak lagi berjumpa. Cerpen ini mengajarkan kita tentang kesetiaan. Sayangnya dari segi konflik kurang terasa tajam karena lebih banyak mendeskripsikan wujud ketimbang situasi cerita itu sendiri. Namun demikian, penulis sanggup membawa kita pada tragedi cinta yang paling menyakitkan. Perpisahan itu tidak membuat wanita tua ini berpaling. Ia tetap menunggu suaminya kembali meski waktu seolah membuatnya tak mungkin. Mengenai EYD ada beberapa koreksi. Di antaranya "sekedar", "memperhatikannya", "nasehat", dan "hayalan", yang benar adalah "sekadar", me...

Ulasan Cerpen "Cerita dari Mushaf" Erna Susilowati (FAMili Kudus)

Cerpen ini menarik karena mengambil tema bahasan sebuah mushaf (kitab suci) terjemahan. Dikisahkan bahwa sebuah mushaf tengah berharap seseorang datang menjemputnya yang telah lama berada di dalam sebuah toko buku. Bahkan saking lamanya, ia sampai berdebu. Mushaf itu memiliki seorang teman, sesama buku (tidak disebutkan lebih rinci buku apa). Mereka saling menguatkan satu sama lain seiring berjalannya hari. Sebabnya adalah karena tidak adanya satu pun pengunjung toko yang tertarik membeli. Jangankan membeli, menyentuh atau meliriknya pun hampir tidak pernah. Hingga sampailah suatu ketika mushaf yang berperan sebagai tokoh utama "aku" ini melihat seorang gadis mendatangi toko itu dan membawanya pulang. Sesampai di rumah, ia mendapati sebuah lemari yang penuh dengan buku-buku lain yang menangis. Buku-buku itu menangis karena merasa diabaikan--hanya saat baru saja mereka dipedulikan. Mereka khawatir hal yang sama akan menimpa mushaf tersebut. Namun kesedihan ini lantas patah k...