Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2014

Pengumuman Pemenang Lomba Cipta Kata Mutiara Inspiratif Berhadiah Novel ‘Rinai Kabut Singgalang’ dan ‘Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh’

PENGANTAR: FAMili, apa kabar Anda malam ini? Semoga sehat dan semakin aktif berkarya. Setelah kemarin diumumkan 50 nominator Lomba Cipta Kata Mutiara Inspiratif, maka tibalah saatnya diumumkan nama-nama Pemenang dan Kata Mutiara Inspiratif Pilihan. Sepanjang masa lomba, sebulan belakangan, FAM telah menerima masing-masing 2-5 Kata Mutiara Inspiratif dari 176 peserta. Tim FAM Indonesia yang ditunjuk sebagai dewan juri mengakui bahwa mayoritas Kata Mutiara yang dikirim peserta sangat inspiratif dan membakar semangat pembaca untuk berkarya (menulis). Perlu kerja keras untuk menentukan nama-nama pemenang. Namun demikian, Tim FAM harus memutuskan pilihan memilih Kata Mutiara Paling Inspiratif, menggugah, mengandung unsur kebaruan (tidak umum), dan memiliki makna yang mendalam. Tim FAM menetapkan 3 (tiga) pemenang utama dan 12 Kata Mutiara Pilihan (pengumuman sebelumnya hanya 10 Kata Mutiara Pilihan—red.). Setelah menimbang dan memutuskan, inilah nama-nama pemenang dan 12 Kata Mutiara Pili...

Pengumuman 50 Nominator Lomba Kata Mutiara Inspiratif

Sumber: Google Selasa, 27 Mei 2014 1. Agus Santoso (Gresik) 2. Agus Munif Pidianto (Tulungagung) 3. Anas Arrosyid Hanafi (Gresik) 4. Ade Ubaidil (Cilegon) 5. Anggita ayunda sakuntala (Ngawi) 6. Ahlul Hukmi (Riau) 7. Acet Asrival (Padang) 8. A.M Mulyadi (Majalengka) 9. Beni Purna Indarta (Kebumen) 10. Dedi Saeful Anwar (Cianjur) 11. D.A.Akhyar  (Banyuasin, Sumsel) 12. Elsa Febriani (Pesisir Selatan, Sumbar) 13. Erna Susilowati (Kudus) 14. Farihatun Nafiah (Jombang) 15. Guy Le Fleur (Bengkalis, Riau) 16. Hidayatul Hasanah (Kartasura) 17. Hannita Nur Rahmawati (Ngawi) 18. I Wayan Juniartawan (Bali) 19. Istika Sandra Sari (Lampung) 20. Khanis Selasih (Surabaya) 21. Khoirus Sholihatinnur (Surabaya) 22. Ken Hanggara (Surabaya) 23. Lina Latifah (Bandung) 24. Melba Ferry Fadly (Riau) 25. M. Zaini (Banjar, Kalsel) 26. Moh Ghufron Cholid (Madura) 27. Muhajir Juli (Bireun, Aceh) 28. Muhammad Fadhli (Padang) 29. Muamanati Yuliati Rahmawati (Papua) 30. Malisa Ladini (Semarang) 31. Muhammad ...

FAM Indonesia di Kampus UNP Sumatera Barat

Peserta Workshop Jurnalistik di FIP UNP PADANG – Sebanyak 40-an mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di kota Padang, Sumatera Barat, mengikuti Workshop Jurnalistik “Creatif and Feature Writing” bertajuk “Mengembagkan Potensi dalam Bidang Jurnalistik dengan Progresif dan Kreatif”, Selasa (27/5). Acara yang ditaja mahasiswa jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat itu, menghadirkan pembicara Muhammad Subhan, pegiat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia yang juga seorang jurnalis dan penulis. Dalam penyampaiannya, Muhammad Subhan menyebutkan, keterampilan menulis feature penting dimiliki calon wartawan. Sebagai sebuah tulisan kreatif, feature berguna untuk memberi informasi sambil menghibur tentang suatu kejadian, situasi, atau aspek kehidupan seseorang. “Sebagai sebuah laporan jurnalistik yang ditulis wartawan, feature itu tulisan yang khas dan cenderung dipaparkan secara hidup sebagai pengungkapan daya kre...

FAM Indonesia di Pesantren Prof Dr Hamka Padangpariaman

Atraksi Bela Diri Santri Ponpes Hamka. PADANGPARIAMAN – Pondok Pesantren Modern Terpadu (PMT) Prof. Dr. Hamka, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, mengirim 40 santri dan 4 guru pendamping dalam kegiatan pertukaran pelajar ke Negeri Kelantan Malaysia. Kegiatan itu akan berlangsung dari tanggal 1-17 Juli 2014 mendatang. Demikian disampaikan Pimpinan PMT Prof. Dr. Hamka, Al-Ustaz Najimuddin ketika melaporkan perkembangan pesantren yang dipimpinnya, Ahad (25/5), dalam acara Panggung Gembira dan Syukuran Santri Kelas IX serta Perpisahan Santri Kelas XII PMT Prof. Dr. Hamka, di kampus pesantren itu, Ahad (25/5). Ustaz Najimudin secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Mohd. Ramzi Ibrahim, Duta Wisata Bukittinggi di Malaysia yang telah memprakarsai pertukaran pelajar itu, dan menghubungkan PMT Prof. Dr. Hamka dengan pihak Kerajaan Kelantan. “Selama di Kelantan, santri kami akan menimba ilmu di sekolah tahfiz Alquran di Negeri Kelantan,” ungkapnya yang mengatakan tahun ini 24 s...

Ulasan Puisi "Ayam Jantan" Karya Eka Susanti (FAMili Tanah Datar, Sumatera Barat)

Sumber ilustrasi: penamotivasi.wordpress.com Puisi mempunyai ruang yang begitu luas untuk dapat ditafsirkan oleh semua orang, bahkan yang paling awam sekalipun. Maka, bila suatu waktu kita menjumpai puisi semacam "Ayam Jantan" ini, mungkin akan timbul beragam penerjemahan yang menarik, sesuai dengan bagaimana kita menangkap inti dari puisi tersebut. Nah, Tim FAM menilai puisi ini adalah puisi yang cerdas. Disusun berdasarkan pilihan diksi yang sederhana dan mudah dimengerti, akan tetapi makna yang terkandung di dalamnya begitu kuat. Katakanlah kita bisa melihat ulah "ayam jantan" yang istimewa ini sebagai kondisi nyata dari tabiat para pemimpin di negeri ini. "Tengah hari yang panas" adalah masa-masa panceklik bagi mereka karena pada saat itu terjadi perebutan kursi kekuasaan. Maka, berkokoklah seperti yang dapat kita baca pada beberapa baris puisi ini. Bait terakhir semakin menguatkan kesan bahwa tingkah berkokok ini hanyalah sekadar upaya untuk dapat...

Ulasan Cerpen "Belokan dan Jalan Tol" Karya Mimin Umini (FAMili Majalengka)

Sumber ilustrasi: qousa.wordpress.com Cerpen ini bercerita tentang perjalanan seorang pemuda yang hendak mendatangi sebuah kantor untuk memenuhi undangan interview. Ia berharap, suatu saat nanti, hidupnya bisa semulus jalan tol, tak ada hambatan berarti, karena saat ini ia harus bersusah payah berjuang demi meraih kesuksesan. Namun sayang, ending dari cerpen ini terasa anti-klimaks. Tidak ada kejelasan atau tidak ada sangkut paut, antara bagian awal cerita dengan beberapa kalimat dialog di akhir. Padahal dialog tersebut menyampaikan pesan utuh dari cerpen ini. Alangkah baiknya bila penulis memberi tambahan "kejadian" sebelum akhir cerita, yakni dengan menggiring pertemuan tokoh utama dengan sosok "pencerah" yang sengaja dikirim Tuhan untuk menegurnya dari suatu kesalahan. Misalnya sosok tersebut bisa berupa seorang cleaning service atau mungkin satpam berwajah bersajaha--di mana setting tempat terakhir dari jalan cerita ini berada memungkinkan adanya tokoh pem...

Ulasan Cerpen "Demi Sejuta Cinta" Karya Suyati (FAMili Pasaman)

Sumber: kesehatan.kompasiana.com Cerpen ini bercerita tentang Nida, seorang gadis agamis yang menyukai Kiki. Mereka bertemu dan saling mengenal ketika sama-sama menjadi peserta dalam sebuah event MTQ. Namun, karena situasi yang kurang mendukung, keduanya terpisah tanpa sempat Nida memastikan perkenalannya dengan Kiki berjalan lebih jauh. Hari demi hari Nida jalani dengan penyesalan, karena merasa bahwa detik ini Kiki mulai menghilang dari kehidupannya. Padahal, sosok itu terus terbayang di benaknya. Berbagai usaha dilakukannya untuk dapat menemukan pemuda itu tapi gagal. Hingga pada akhirnya Nida sadar, bahwa apa yang ia lakukan tidak semestinya dilakukan. Ia sadar, menjaga hati bagi seorang muslimah itu lebih baik, ketimbang menjerumuskan diri di dalam sebuah kisah cinta tanpa beriring ridha dari-Nya. Cerpen ini ditulis dengan begitu sederhana. Pesannya jelas dan tersampaikan. Tapi sayang, pada bagian akhir kurang kita temui solusi yang lebih detail dan runtun. Hendaknya sebua...

Ulasan Cerpen "Gadis Berparas Sendu" Karya Ade Ubaidil (FAMili Cilegon)

Sumber: dev.jilbab.in Cerpen ini berkisah tentang seorang TKW bernama Halimah. Dia sering bersedih, termenung seorang diri di tepian sebuah danau. Dulu keadaan memaksanya untuk berangkat bekerja ke negeri orang. Maka, dengan terpaksa, cita-citanya menjadi seorang guru pun kandas. Kerinduan pada kampung halaman, juga keadaan yang serba susah, membuat parasnya tampak sendu. Suatu waktu, sebelum bulan Ramadhan tiba, ia meminta izin pada majikannya untuk pulang kampung. Ia rindu pada keluarganya, karena lama tak bersua. Tapi tak disangka, majikannya yang seorang duda itu malah berusaha memperkosanya. Halimah dengan berani berhasil melarikan diri dari perbuatan jahat lelaki itu. Dan akhirnya, berkat pertolongan seorang bernama Mbok Martinah, yang ternyata dikenalnya, Halimah bisa pulang kampung dengan selamat. Kekurangan cerpen ini ada pada titik di mana Mbok Martinah hadir secara tiba-tiba. Tidak ada penjelasan sebelumnya siapa sosok ini, apa yang membuatnya ada di negeri tempat Ha...

Ulasan Cerpen "Jalan-Jalan Pendakian" Karya Mimin Umini (FAMili Majalengka)

Sumber: xooplate.com Cerpen ini unik. Gaya bertuturnya sederhana, kadang puitis, tapi sudah mulai menunjukkan ciri khas penulisnya. Hanya tinggal melatihnya dengan rutin saja, kekuatan tulisan Anda akan semakin tampak. Cerpen ini menceritakan tentang lima orang yang melakukan sebuah pendakian ke puncak gunung. Hanya saja, salah seorang dari mereka hilang, jatuh ke sebuah jurang. Itulah satu-satunya konflik yang dihadirkan; singkat, jelas, dan padat. Cerpen berakhir dengan sangat baik, tidak berlebihan dan terasa mengena. Dalam cerpen ini, kita bisa menangkap pesan bahwa manusia hanya bisa berencana, sedangkan yang menentukan hanyalah Tuhan. Tidak hanya itu, pesan lain yang bisa diserap, adalah bahwa apa pun keadaannya, manusia hendaknya patut bersyukur. Beberapa catatan ada pada penulisan kata "nafas", "ku mampu", "ku tarik", "ku melangkah", "ku meraih", "ku dekati", "reflek", "kearah", dan "berhem...

Ulasan Cerpen "Lentera dari Reruntuhan" Karya Netrita (FAMili Bukittinggi)

Sumber: www.emergencyinfobc.gov.bc.ca Cerpen ini bercerita tentang pengalaman pahit seorang remaja bernama Satria. Tsunami yang terjadi di wilayah Sumatera Barat meluluhlantakkan tempat tinggalnya. Kedua orangtua beserta dua orang adiknya meninggal, terkubur reruntuhan rumah mereka yang berada tak jauh dari sebuah tebing. Bersama Nirmala, satu-satunya adik kandung yang masih hidup, Satria melanjutkan kehidupannya dengan penuh keikhlasan setelah seseorang mengangkat mereka sebagai anak. Dalam kondisi terpuruk, ia mampu bangkit. Ketabahannya membuahkan hasil yang dalam prestasinya di sekolah, hingga membuat kita belajar, bahwa sesulit apa pun ujian yang datang, Tuhan tidak akan memberikan ujian yang melampaui kapasitas kita. Beberapa koreksi menyoal EYD dan kesalahan ketik, ada pada kata "propesi", "olah raga", "pinelti", "pluit", "kumando", "sunami", "klacson", "fikiran", "orang tua", ...