Skip to main content

FAM Indonesia Diusulkan Jadi Destinasi Wisata di Kediri

Kunjungan WTC Kampung Inggris Pare.
KEDIRI – Kantor Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia di Jalan Mayor Bismo, No. 28, Pare, Kediri, Jawa Timur, diusulkan menjadi salah satu destinasi wisata selain Kampung Inggris di Pare, Kediri. Aktivitas literasi FAM Indonesia dengan berbagai kegiatannya dianggap unik dan dibutuhkan masyarakat.

“Aktivitas FAM Indonesia unik, karena terus menggelorakan semangat mencintai membaca buku dan menulis di kalangan generasi muda, dan ini patut diapresiasi,” ujar Ardi Panondan, Manajer Lembaga Kursus Bahasa Asing The WTC Training Center Kampung Inggris Pare yang berkunjung ke kantor FAM Indonesia, Selasa (6/5).

Menurut Ardi, karena kekhasan FAM Indonesia itu, maka dia tertarik untuk mengusulkan kepada Dinas Pariwisata setempat agar kantor FAM Indonesia bisa dijadikan salah satu lokasi kunjungan wisata di Kabupaten Kediri, selain Kampung Inggris.

“Bahasa asing yang dikembangkan di Kampung Inggris dan bahasa Indonesia yang terus digelorakan FAM Indonesia dapat bersanding, sehingga anak-anak bangsa tidak melupakan bahasa ibu mereka,” ujar Ardi Panondan yang berkunjung ke kantor FAM didampingi staf lembaga kursusnya.

Usulan tersebut direspon positif Sekjen FAM Indonesia, Aliya Nurlela, yang menerima kunjungan Ardi Panondan tersebut. Di hari yang sama, juga berkunjung pengurus Komunitas Remaja Menulis Jombang, Ferry Nur Cahyo, dalam rangka silaturahim dan mengenal lebih dekat aktivitas FAM Indonesia.

Menurut Aliya Nurlela, saat ini FAM Indonesia baru berusia dua tahun sejak berdiri pada 2 Maret 2012. FAM memiliki sejumlah cabang di tingkat provinsi dan kabupaten/kota di sejumlah daerah di Indonesia yang kehadirannya ditujukan untuk membangun minat generasi muda mencintai buku dan menulis karangan.

“Kami bertekad untuk mengajak generasi muda agar mencintai bahasa Indonesia di tengah maraknya perkembangan bahasa asing lewat berbagai kegiatan tulis menulis,” ujar Aliya Nurlela yang juga penulis novel “Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh” itu.

Dia menyampaikan terima kasih atas usulan tersebut, dan setidaknya menurut Aliya Nurlela, apa yang diusulkan itu menjadi motivasi bagi FAM Indonesia agar semakin aktif memotivasi para anggotanya berkarya dan terus berkegiatan membumikan literasi di hati anak negeri.

Diskusi Penulisan Artikel

Sementara itu, Ahad (4/5), di kampus UNP, FAM Wilayah Sumatera Barat mengadakan Diskusi Penulisan Novel dengan mengundang pembicara Yurnaldi, mantan wartawan Harian Kompas yang juga penulis sejumlah buku seri jurnalistik dan menulis artikel. Hadir dalam diskusi itu, pengurus dan anggota FAM Sumatera Barat dan FAM Unit Kampus Universitas Negeri Padang (UNP).

Dalam pemaparannya, Yurnaldi memberikan kiat bagaimana cara penulisan artikel yang baik dan bisa diterbitkan di media nasional. Selain itu, Yurnaldi juga memberikan beberapa tips yang sangat menarik tentang rahasia dapur beberapa koran nasional.

“Bang Yurnaldi juga berbagi cerita tentang kisah hidupnya yang malang-melintang di dunia jurnalistik dan sangat inspiratif bagi penulis-penulis muda FAM Indonesia,” tambah Denni Meilizon, Koordinator FAM Wilayah Sumatera Barat. (*)

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...