Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2015

Agus Susiyanti: “Dari Cibelok ke Taiwan, Bertekad Jadi Penulis Produktif”

Agus Susiyanti, sebuah nama yang diberikan oleh sang ayah yang mempunyai  arti rajin, periang dan sabar. Dan, kenyatannya, itulah sosok yang dimiliki gadis ini. Mungkin, lebih tepatnya, karena ia lahir di hari kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu tanggal 17 Agustus 1990. Agus Susiyanti dibesarkan di sebuah desa kecil—karena jalanan di desanya berbentuknya belok-belok jadi diberi nama menjadi Dusun Cibelok, Kecamatan Taman dan Kabupaten Pemalang Jawa tengah. Ternyata, sebuah nama memiliki arti kuat dari dulu sampai sekarang. Orang yang kenal baik dengannya selalu memanggil nama Agus kesannya seperti nama anak cowok. Ia pun menjadi risih dan malu tapi justru nama Agus itu memiliki sebuah kekuatan. Dia jadi pemberani. Sekarang ia menikmati namanya itu. Ia juga mempunyai nama pena, yaitu Minzy Suzy, sama dengan nama fb, email,dan skype hampir sama namanya karena ia sangat suka sekali dengan girls band Korea 2EN1 yang personilnya bernama Minzy. Jadi, ia menamainya menjadi “MINZY SUZY...

Cahaya Hidayah di Langit Senja

Judul: Cahaya Hidayah di Langit Senja Penulis: 32 Penulis Indonesia Kategori: Antologi Cerpen Terbit: Januari 2015 Tebal: 283 hal; 14 x 20 cm. Harga: Rp50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) ISBN: 978-602-335-000-1 Kontributor: Penyesalan Terdalam (Anas Farihin), Jomblo Beriman (Anna Ilham), Calon-Calon Istrinya (Any Hartini), Cinta Bernilai Dakwah (Elisa Prayulita Pane), Dalam Doa dan Senyummu (Fitri Ayu Febriani), Sebatas Patok Tenda (Hidayah Nurila Pasha), Ternyata, Cinta Tidak Buta (Warna)! (Kartika Eka Hendarwanto), Lelaki Tua dan Penjual Buku (Ken Hanggara), Remaja Masjid Al-Falah (Khanis Selasih), Gadis Penjual Koran (Khoirus Sholihatinnur), Abang (Kurnia Sawiji), Seindah Warna Pelangi (Lailatus Suroiya), Pancaran Setia Sang Bintang (Lia Harnita), Anbibarensu Na Ai (Lu’lu’ Olivia Ningrum Kusuma Dewi), Ich Liebe Mama (Madi Ar-Ranim), Cahaya Hidayah di Langit Senja (Muhammad Firhansyah), Cahaya Cinta Tiara (Muhammad Furqon Haqiqi), Takdir Tak Salah (Nur Arsidah), Thanks to Allah...

Ulasan Cerpen "Sisa Cinta untuk Denis" Karya Eka Fitriani (FAMili Muara Enim, Sumsel)

Denis teguh ingin menikahi Fuji yang hamil di luar nikah dengan pemuda lain. Pak Aryo, orangtua Denis, mencegahnya. Tetapi, apa mau dikata? Cinta sudah buta. Denis akhirnya kawin lari dengan Fuji. Anak di dalam kandungan Fuji akhirnya lahir dan diberi nama Alif. Namun, belum genap setahun, setelah pekerjaan baik Denis dapatkan, justru istrinya berselingkuh. Fuji pun dicerai. Perceraian itu membuatnya harus membesarkan Alif, bayi yang bukan anak kandungnya itu, seorang diri. Meski begitu, Denis tetap menganggap Alif buah hatinya. Waktu berlalu, Bu Guru Nabil hadir di kehidupan Alif kecil. Anak itu menyukai sang guru hingga kemudian meminta ayahnya menikahinya. Sayang, pada bagian ini, terlalu kentara bahwa penulis menyingkat momen penting antara gelapnya sosok Nabil di mata pembaca dengan kebingungan Denis mengutarkan maksud hati sang anak kepada guru itu. Dengan kata lain, tahu-tahu mereka sudah menikah. Tentu saja, setiap cerita adalah kebebasan penulis untuk me...

Workshop Menulis Fiksi di SMA Negeri 2 Sumatera Barat

FAM bersama siswa siswa SMAN 2 Sumatera Barat Solok (FAMNews) – SMA Negeri 2 Sumatera Barat siap melahirkan penulis hebat. Sekolah itu bertekad mengimbangkan keilmuan siswa, bukan saja Iptek, Imtaq, tetapi juga keterampilan menulis. Siswa pun secara rutin dilatih menulis. “Kami menyiapkan generasi yang bukan saja ilmuwan, tetapi juga pemimpin,” kata Kepala SMA Negeri 2 Sumatera Barat, Irsyad, M.Pd., di sela-sela Workshop Menulis Fiksi untuk seluruh siswa di sekolahnya, Sabtu (24/1). Untuk berbagi motivasi dan kiat menulis itu, SMA Negeri 2 Sumatera Barat mengundang Muhammad Subhan, Motivator Kepenulisan dari Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia yang juga penulis. Pada kesempatan itu, Muhammad Subhan berbagi kiat menulis fiksi dan menerbitkan tulisan di surat kabar. Siswa sangat antusias dan termotivasi untuk menulis di sela-sela aktivitas belajar dan berkeinginan karya mereka dipublikasikan, baik di koran maupun berbentuk buku. “Saya sudah menulis 70 halaman novel. Workshop ini mem...

Kopdar ke-2 FAM Jawa Barat dan Banten

Kopdar FAM Jabar & Banten Bandung (FAMNews) -- Bagaimana kabar FAMili semua? Semoga sehat dan bahagia selalu. Kami dari tatar Pasundan ingin berbagi informasi bahwa telah dilaksanakan sebuah ajang silaturahim antara para pengurus FAM Wilayah Jawa Barat-Banten dengan para anggotanya (FAMili). Pertemuan/kopdar kali ini berlangsung Minggu, 18 Januari 2015 di tempat yang sama seperti pada kopdar pertama (Minggu, 30 Juni 2013) yaitu sekitar Masjid Raya Bandung. Ada yang berbeda dalam kopdar kali ini. Seperti yang kita ketahui, bahwa kini Kota Bandung sedang berbenah. Seiring dengan program-progam yang dicanangkan oleh Walikotanya, Bapak Ridwan Kamil atau yang lebih akrab disapa Kang Emil. Selain karena Masjid Raya Bandung terletak di Jantung Kota/Alun-alun, alasan pemilihan tempat Kopdar ini juga karena mudah dijangkau oleh seluruh FAMili yang berkeinginan mengikuti Kopdar ini. Juga dilalui oleh berbagai kendaraan, baik kendaran pribadi maupun kendaraan umum dari berbagai arah dan ...

Kopdar ke-2 FAM Cabang Kediri & Tulungagung di Taman Kilisuci Pare

Usai Kopdar ke-2 FAM Tulungagung & Kediri Pare (FAMNews) -- Kopdar ke-2 FAM Cabang Kediri & Tulungagung berlangsung Kamis sore (15/1) di Taman Kilisuci, Pare. Kopdar dihadiri Sekjen FAM Indonesia Aliya Nurlela dan diikuti 18 anggota FAM Indonesia yang berdomisili di wilayah Kediri. Pada kesempatan tersebut, seorang FAMili dari Ciamis (Kang Isep) yang kebetulan sedang kursus bahasa Arab/Inggris di Kampung Inggris, ikut hadir. Suasana Diskusi di Taman Kilisuci Pare Kopdar diisi diskusi menulis yang dipandu Suryadi, penulis buku cerpen “Dewi Ganesha”, dialog interaktif dan persiapan pembentukan kepanitiaan Milad ke-3 FAM. FAM Indonesia akan menghelat Milad ke-3 (2 Maret 2012 – 2 Maret 2015) yang kegiatannya dipusatkan di Pare. Waktu terasa begitu cepat, sebab sudah 3 tahun FAM Indonesia berkegiatan menghidupkan literasi, setidaknya bagi anggota FAM Indonesia. “Usia tiga tahun memang belum apa-apa, tetapi ini awal FAM untuk lebih jauh melangkah dalam kiprahnya,” kata Aliy...

“Rinai Kabut Singgalang”, Novel yang Menggugah Jiwa

Judul: Rinai Kabut Singgalang Penulis: Muhammad Subhan Kategori: Novel Terbit: 30 Januari 2013 Tebal: 396 halaman ISBN: 978-602-17404-3-9 Harga: Rp 55.000,- (di luar ongkir) Dikisahkan, Maimunah (ibu Fikri), perempuan asal Pasaman (Sumatera Barat) telah dicoret dari ranji silsilahnya lantaran nekad menikah dengan Munaf (ayah Fikri), laki-laki asal Aceh. Munaf dianggap sebagai “orang-datang”, “orang di pinggang”, “orang yang tak berurat-berakar”. Menerima laki-laki itu sama saja dengan mencoreng kehormatan keluarga sendiri. Namun, diam-diam Maimunah melarikan diri ke Medan dan melangsungkan pernikahan dengan Munaf di kota itu. Setelah menikah, Maimunah tinggal di Aceh, dan tak pernah kembali pulang ke Pasaman. Sementara itu, orangtua Maimunah hidup berkalang malu, sakit-sakitan, dan akhirnya meninggal dunia. Safri, kakak kandung Maimunah bahkan sampai mengalami gangguan jiwa (gila), lantaran menanggung aib karena ulah adiknya melawan adat. Luka serupa, kelak, juga dialami Fikri. Fikri...

Dilatih Tim FAM Indonesia, Siswa SMP Batipuh Dibekali Ilmu Jurnalistik

Tim FAM Indonesia memberikan materi jurnalistik Tanah Datar (FAMNews) – Sebanyak 20 siswa SMP di Kecamatan Batipuh mengikuti pelatihan jurnalistik tingkat dasar yang diadakan Yayasan Annur Abdul Rahman Koto Laweh Nagari Batipuah Baruah Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Kamis (8/1). Tampil sebagai narasumber pelatihan itu, Muhammad Subhan, motivator kepenulisan dari Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia yang juga mantan wartawan salah satu koran harian tertua di Padang. Pelatihan itu dibuka Kepala Dinas Pendidikan Tanah Datar, Drs. Indra Kesuma, M.Pd., yang mengatakan dirinya sangat mendukung kegiatan tersebut. Lewat pelatihan itu, siswa lebih mengenal bagaimana proses kerja redaksi sebuah media massa. “Bukan berarti kelak siswa harus menjadi wartawan, bukan. Ilmu menulis ini sangat penting untuk diaplikasikan di berbagai bidang pekerjaan,” ujar Indra Kesuma. Dikatakannya, pihak Dinas Pendidikan Tanah Datar memberikan apresiasi kepada Yayasan Annur Abdul Rahma...

Menguak Tabir Kebenaran Dalam Sastra

Singgalang (11 Januari 2015 Oleh Aliya Nurlela Pegiat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia RAFLIS CHANIAGO lahir di Desa Talaok, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat pada tahun 1963. Profesinya saat ini selain penulis, juga seorang pendidik di SMA Negeri 1 Painan. Ia suka menulis sejak remaja dan karya-karyanya dimuat di berbagai media. Raflis Chaniago pernah menjuarai lomba menulis cerpen pada tahun 1986 yang diadakan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) IKIP Padang. Raflis mendapat juara II dengan judul cerpen “Jurang”. Pada tahun 2008, naskahnya masuk finalis 20 besar lomba menulis cerpen tingkat nasional yang diadakan Depdiknas dengan judul cerpen “Tukang Sapu”. Hal ini pulalah yang menginspirasi penerbitan buku cerpen pertamanya yang diberi judul “Hati Tukang Sapu Dalam Jurang” yang diterbitkan FAM Publishing, Divisi Penerbitan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Tak puas hanya membukukan naskah-naskah cerpennya, Raflis juga tergerak membukukan berb...

Eka Fitriani (Muara Enim): “Menyukai Menulis Setelah Melihat Orang Terdekat Menerbitkan Karya”

Penulis yang dilahirkan di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, 30 Mei 1987 ini memiliki nama lengkap Eka Fitriani, S.Pd, merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Warna bendera negeri tercinta ini adalah warna kesukaannya. Ia tercatat sebagai anggota Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia dengan nomor IDFAM 3095U pada tanggal 2 Januari 2015. “Ingin sekali saya memiliki nama pena, namun belum ketemu yang pas dihati. Namun nama ARKANANTA SITARA insya Allah akan mulai saya pakai sebagai nama pena saya,” ujarnya. Eka tumbuh di keluarga yang sederhana dengan didikan keras dari Ibu. Ibunya selalu mengajarkan anak-anaknya arti sebuah kedisiplinan. Tidak hanya itu saja, sebagai seorang guru, ia selalu memotivasi anaknya untuk mencintai dunia baca. “Membaca adalah cara membuka jendela dunia.” Begitulah kalimat yang sering digunakan ibunya untuk menyuruh Eka membaca. Selain buku pelajaran sekolah, Majalah Bobo, dengan cerita Nirmala, komik Candy Candy, Paman Gober, dan Detektif Conan, ada...

Update Final Penulis Buku Kisah Inspiratif “Aku dan Buku”

1. Ade Teja Mukti (Tasikmalaya). Judul naskah: Aku Ingin Menjadi Buku Hidup 2. Brillian Eka Wahyudi (Jakarta Barat). Judul naskah: Refreshing Dengan Buku: Dari Toleransi, Juara, Hingga Taubat 3. Chania Maulidina Widyasari (Malang). Judul naskah: Sebendel Kertas Ajaib 4. Dra Lifya (Padang). Judul naskah: Bersahabat dengan Buku 5. Rhona Febriany Sary (Palembang). Judul naskah: Motivasi Sang Pemimpi 6. Sri Wahyuni (Bandung). Judul naskah: Aku Bersama Buku Dilanku 7. Ulfah Maisyarah (Pekanbaru). Judul naskah: Secarik Kertas, Halaman 27 8. Yuhalini (Taiwan). Judul naskah: Buku Nafasku 9. Carisca Pembayun (Hongkong). Judul naskah: Buku Panduan Hadiah Ibu 10. Ana Wulung Ayu (Hongkong). Judul naskah: “Hope”, Penguat Langkah Meniti Impian 11. Eka Rahayu (Malang). Judul naskah: Sepenggal Kisah Antara Aku dan Dia 12. Ummi Lathifah (Malang). Judul naskah: Sepotong Episode tentang Novel Biru 13. Elza Oktaviani Silaen (Palembang). Judul naskah: Mengenggam Hidayah-Nya: Soleha Is Me 14. Nurbing Asse...

Update Final Penulis Buku Cerpen “Sahabat, Bersamamu Aku Bisa”

1. Chania Maulidina Widyasari (Malang, Jawa Timur) Judul cerpen: Ketika Kau Menyinariku 2. Cinta Okta Edverliano (Semarang). Judul cerpen: Indahnya Perjuangan 3. Diah Octavia Kusuma Wardani (Jambi). Judul cerpen: Dilema Pertemanan dan Persahabatan 4. Emira Mora (Padang). Judul cerpen: Sepasang Mata Untuk Khaira Ludia Hermian Gayatri/ Murtia Fitriana (Bekasi). Judul cerpen: Selalu Ada; Kita 5. Farah Amalia (Bojonegoro). Judul cerpen: Ralin 6. Hidayah Nurila Phasa (Bojonegoro). Judul cerpen: Arti Hadirmu 7. Magenta Romadhani Rosmaya (Sukoharjo, Jawa Tengah). Judul cerpen: Bersamamu 8. Maria Ulfah Manik (Deli Serdang, Sumatera Utara). Judul cerpen: Satu Episode untuk Selamanya 9. Mila Muflihat/Ila Mufly (Tasikmalaya, Jabar). Judul cerpen: Together We Can Do Everything 10. Murtia Fitriana/Ludia Hermian Gayatri (Bekasi). Judul cerpen: Selalu Ada; Kita 11. Rahmi Intan (Pasaman, Sumatera Barat). Judul cerpen: Catatan 4 Tahun Silam 12. Reni Asih W (Semarang). Judul cerpen: Tiga Sahabat 13. S...

Tri Yani (Bukittinggi): “Karya Tersebar di 77 Buku Antologi Bersama”

Tri Adnan adalah nama pena Tri Yani (IDFAM3042M). Di kalangan teman sejawat, dia lebih dikenal dengan nama Tri Adnan daripada Tri Yani. Lahir di Bukittinggi 20 Oktober 1991. Berdomisili di lereng gunung Marapi, tepatnya di IV Angkek. Saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa tingkat akhir Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah di IAIN Bukittinggi. Dia telah menyukai dunia tulis menulis dari kecil. Bahasa Indonesia adalah mata pelajaran favoritnya dari SD-SMA. Berawal dari dukungan Sang Kakak yang memberinya bahan bacaan sejak dia telah bisa membaca walaupun saat itu masih mengeja. Dorongan dan motivasi dari Sang Kakak inilah yang membuat dia mengagumi berbagai macam tulisan hingga bermimpi suatu saat namanya juga bisa muncul di buku-buku. Saat masih duduk di SMP (MTs TI Pasir) dia mulai menggoreskan pena merangkai kata membuat sebuah cerita. Berlanjut hingga SMA (SMA N 1 Ampek Angkek) dia masih membuat cerita hanya untuk dirinya sendiri tanpa dipublikasikan. Rasa percaya diri adalah kendala per...