Skip to main content

Eka Fitriani (Muara Enim): “Menyukai Menulis Setelah Melihat Orang Terdekat Menerbitkan Karya”

Penulis yang dilahirkan di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, 30 Mei 1987 ini memiliki nama lengkap Eka Fitriani, S.Pd, merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Warna bendera negeri tercinta ini adalah warna kesukaannya. Ia tercatat sebagai anggota Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia dengan nomor IDFAM 3095U pada tanggal 2 Januari 2015.

“Ingin sekali saya memiliki nama pena, namun belum ketemu yang pas dihati. Namun nama ARKANANTA SITARA insya Allah akan mulai saya pakai sebagai nama pena saya,” ujarnya.

Eka tumbuh di keluarga yang sederhana dengan didikan keras dari Ibu. Ibunya selalu mengajarkan anak-anaknya arti sebuah kedisiplinan. Tidak hanya itu saja, sebagai seorang guru, ia selalu memotivasi anaknya untuk mencintai dunia baca.

“Membaca adalah cara membuka jendela dunia.” Begitulah kalimat yang sering digunakan ibunya untuk menyuruh Eka membaca. Selain buku pelajaran sekolah, Majalah Bobo, dengan cerita Nirmala, komik Candy Candy, Paman Gober, dan Detektif Conan, adalah sederet bacaan Eka sewaktu duduk di bangku Sekolah Dasar.

Memiliki hobi membaca lantas membuat Eka suka menulis. Sejak duduk di bangku SMP, ia telah menulis, walau hanya sekadar curahan hati di buku diary. Tak hanya itu saja, ia juga pernah mencoba menulis sejumlah puisi remaja dan sebuah cerpen waktu duduk di bangku SMA, meskipun cerpen itu tidak selesai.

Hobi menulisnya membuat eka bermimpi untuk bisa menjadi penulis dengan memiliki banyak karya. Dengan menulis, ia merasa menjadi lebih bisa menikmati hidup dan mensyukuri semua anugerah yang diberikan Allah SWT kepada dirinya. Selain itu, ia berkeinginan untuk menjadikan karyanya sebagai sebuah motivator buat pembaca.

Kecintaan Eka terhadap dunia sastra kembali muncul di saat ia menjadi mahasiswi di Universitas PGRI Palembang pada tahun 2004-2008, jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Ia mulai menulis beberapa artikel yang ia ketahui, walaupun artikel itu hanya ia simpan di buku khusus saja, tidak pernah dipublikasikan sama sekali.

Saat ini Eka bertugas sebagai seorang guru bahasa Inggris di salah satu SMP di Kabupaten Muara Enim. Sebagai seorang guru, waktunya kebanyakan didedikasikan untuk para siswa tercinta. Hingga akhirnya, impian semasa kecil itu perlahan lenyap. Namun, impian ini kembali mengusik setelah ia menyaksikan orang-orang terdekat hadir dengan sejumlah karya di tangan mereka.

Sebagai penulis pemula, ia sadari masih memerlukan banyak pembelajaran seputar menulis. Ia aktif menulis kembali setelah bergabung dengan grup-grup kepenulisan di facebook seperti di antaranya Komunitas Penulis Muda (KPM), Goresan Pena Sang Penulis (GPSP), Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, Penerbit Asrifa dan lainnya yang dimulai pada bulan September 2013 lalu hingga sekarang. Berbagai lomba seputar menulis buku antologi cerpen maupun puisi ia ikuti. Dengan begitu ia jadi bisa mengasah pena untuk menciptakan karya.

Saat ini ia masih dalam proses pengerjaan buku
Januari kumpulan cerpen dan puisi. Insya Allah bisa ia selesaikan secepat mungkin di bulan 2015 ini. Tentunya tak lepas berharap untuk mendapatkan bimbingan dari Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia ini.

Eka bisa dihubungi melalui FB: Eka Fitriani/Eka Lian, e-mail: ka.maliansyah@gmail.com, twitter: eka_me87, HP: 081996615997. (*)

Gabung dan like fanspage FAM Indonesia DI SINI

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...