Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2014

Teknik Memberi Sugesti Dalam Rinai Kabut Singgalang

Harian Singgalang, Minggu (30/11/2014) ALIYA NURLELA Novelis, pegiat FAM Indonesia Muhammad Subhan lahir di Medan, Sumatra Utara, 3 Desember 1980. Berdarah Aceh-Minang. Saat ini berdomisili di Padangpanjang, Sumatra Barat. Bakat menulisnya berkembang sejak tahun 2000 ia memutuskan menggeluti dunia jurnalistik dan bekerja sebagai wartawan di sejumlah surat kabar di Padang. Ia sering diundang menjadi pembicara dalam berbagai pelatihan/seminar tentang kepenulisan/jurnalistik di sejumlah sekolah dan perguruan tinggi. Beberapa puisi dan tulisannya terkumpul dalam antologi bersama, serta tulisan-tulisan lainnya diterbitkan sejumlah media—baik lokal maupun nasional. Novelnya yang sudah terbit berjudul “Rinai Kabut Singgalang” yang berlatar Minangkabau. Saya mengenalnya di penghujung tahun 2011 melalui dunia maya. Sebuah perkenalan biasa melalui media sosial dan saling berkomentar dalam status. Hingga kemudian terjadi diskusi ringan seputar tulis-menulis, saling bertukar karya dan tercetu...

Yurnaldi, Mpek-Mpek, dan Buku

Harian Singgalang , Minggu (30/11/2014) Oleh Muhammad Subhan Pegiat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia Suatu hari, saya menumpang bermalam di rumah Yurnaldi, mantan wartawan Kompas yang urang awak. Secara kebetulan, saya bersama beliau mendapat amanah sebagai anggota Dewan Perpustakaan Provinsi Sumatra Barat Masa Bakti 2014-2017. Besoknya, kami bersama anggota lainnya, dilantik gubernur Sumatra Barat di gedung baru Perpustakaan Daerah, di Jalan Diponegoro, Padang. Kami pergi bareng, diantar istri beliau, Yuk Lina yang ramah. Malam itu, kami berdiskusi seputar jurnalistik, sastra dan buku. Beliau banyak berbagi pengalaman kepada saya, terutama pengalamannya ketika masih bekerja sebagai wartawan dan redaktur Kompas. Sekitar tahun 2003-2004, di saat saya masih bekerja di sebuah koran harian di Padang, kami sering berjumpa di lapangan dalam tugas-tugas meliput berita. Setelah itu, beliau ditarik ke Jakarta, dan komunikasi di antara kami terputus. Tetapi, setahun terakhir, Uda Nal—demi...

Update Final Nama Penulis dan Judul Naskah Buku Kisah Inspiratif “Aku Bangkit Setelah Terpuruk”

Jumat, 28 Nopember 2014 1. Alfi Zuyyina Fithri (Tangerang). Judul naskah: Perantauan Pulau Seberang 2. Anik Maslikhah (Hongkong). Judul naskah: Aku dan Anakku 3. Amir Afandi (Cilegon). Judul naskah: Amanah untuk Berubah 4. Angga Juniardo (Bekasi Utara). Judul naskah: Perjuangan Seekor Kupu-kupu 5. Cinta Okta (Semarang). Judul naskah: Kekuatan di Balik Derita 6. Danu Supriyati (Kebumen). Judul naskah: Itikad yang Sempat Membias 7. Dzakwan Yusuf Aziz (Gresik). Judul naskah: Semangat Meraih Impian 8. Dewi Wulansari (Sumbawa, NTB). Judul naskah: Sakit Mengajarkanku Sanggup Menatap Masa Depan 9. Dinda Sailut (Hongkong). Judul naskah: Perjuangan Hidup 10. El Malka (Banjarmasin). Judul naskah: Karena Tulusnya Aku Bangkit 11. Gabriella R. Almadea S (Jakarta). Judul naskah: Prestasi Seorang Anak “Broken Home” 12. Hermin Pujihantari (Konawe, Sulawesi Tenggara). Judul naskah: Sehat dengan Semangat dan Doa 13. Laras Sekar Seruni (Jakarta). Judul naskah: Teguran Demi Kebaikan 14. Lu’lu’ Olivia Ni...

Mimpi yang Sempurna

Judul: Mimpi yang Sempurna Penulis: 38 Penulis Indonesia Kategori: Buku Inspirasi Terbit: Oktober 2014 Tebal: 305 hlm ; 14 x 20 cm ISBN: 978-602-7956-85-8 Harga: Rp50.000,- (di luar ongkos kirim) Kontributor: Anna, Cahya Ramadhani Sila, Dadang Asmanaf, Deny Nofriansyah, Dina Ariani, Dra. Lifya, Ghoffar Albab Maarif, Hany Windri Astuti, Ibnu Basyir, Intan Dwi Lestari, Iska Wolandari, Kusnan, Laras Sekar Seuni, Lenni Ika Wahyudiasti, Lin Hana, Melani Ika Savitri, Melba Ferry Fadly, Muhammad, Nita, Noviana Kusuma, Nur Atika, Nur Iffa Fadhilah, Nurul Lily Afifah Awil, Nurul Sakinah Fitrah, Oktvia Lint, Osella, Prasetya Catur Nugraha, Putri Nadia Afri, Rahmi Mardatillah, Ratnani Latifah, Reno Yuliasari, Rezky Esa Putri, Ria Amani, Sadri Ondang Jaya, Srea, Sri Mawardani, Tiara Novita, Wijawati, Zuraini *** Impian adalah langkah awal kaki seseorang menuju kesuksesan dan meraih sesuatu yang dianggap mustahil. Berkat impian orang memiliki kekuatan untuk bertahan dan berjuang dengan segala ris...

Ulasan Cerpen “Je Ne Crois Plus Les Filles” Lydia Nahkluz Petrovaskaya (FAMili Riau)

sumber: pixabay.com Cerpen ini bercerita tentang seorang pemuda yang kehilangan bagian dari masa lalunya. Sejak awal cerita, kita sudah disuguhi kebingungan tokoh utama pada sosok Anna dan seorang gadis misterius. Barangkali kita jadi berpikir bahwa sosok selain Anna itu bukan siapa-siapa, atau barangkali tidak ada. Sementara, Anna sebagai sahabat tokoh "aku", justru menghilang tak lama kemudian. Di akhir cerita kita, sosok misterius itu diketahui sebagai saudara Anna dan berkaitan dengan hilangnya sahabat si tokoh "aku" tersebut. Ide cerita sebenarnya sudah bagus, hanya saja eksekusinya kurang rapi. Pertama dari segi penyajian jalan cerita. Terkesan dipaksakan, pertemuan antara Aina--sosok misterius itu--dengan "aku" terasa ganjil. Tetapi itu sah-sah saja, sebab kita tidak harus tahu bagaimana Aina tahu keberadaan "aku"--yang notabene adalah sahabat saudara kembarnya--saat ini. Kekurangan kedua disebabkan oleh pengetikan yang kurang rapi. Ba...

Update Final Nama Penulis dan Judul Puisi yang Lolos pada Penerbitan Buku Antologi “Puisi, Dalam Balutan Rindu”

sumber: google.com Rabu, 27 Nopember 2014 1. Abdullah (Bontang). Judul puisi: Ibu, Pelita dan Penyemangat Hidupku. Pesona Ibuku. 2. Adeline Yunita Suprapto (Bandung). Judul puisi: Pagi yang Cerah, Maafkan Aku Mama. 3. Ajeng Mawaddah Puyo (Gorontalo). Judul puisi: Yang Datang Tiba-tiba, Bu. 4. Almi Yanti (Padangpanjang). Judul puisi: Sepenggal Kisah, Sajak tentang Ibu. 5. Amrul Fajri (Sigli, Aceh). Judul puisi: Bu, Keningmu Taman Syurga Firdaus, dan Kepadamulah Rinduku Bermuara. Tentangmu Ibu, Telah Dinukilkan di Dalam Kitab Suci-Nya, dan Rasul Pun Memuliakanmu. 6. Angga Juniardo (Bekasi Utara). Judul puisi: Ucapan Terima Kasih Kepada Ibu, Ibu. 7. Anik Maslikah (Hongkong). Judul puisi; Kasih Bunda, Perjuangan Seorang Ibu. 8. Athiyah Karim (Jember). Judul puisi: Ibu Kaulah Hidupku, Bukan Sekadar Ibu. 9. Arif Hidayatullah (Padang). Judul puisi; Aku Ada Karena Ibu, Ibu Inspirasiku. 10. Anna Ilham (Malang). Judul puisi: Melodi Cinta Bunda, Seutas Kasih. 11. Andre (Tanah Datar, Sumbar)...

Hadiah Buku Ini untuk Anda!

Ya, buku-buku ini diberikan gratis untuk Anda sebagai “tanda cinta FAM Indonesia” yang memasuki usia 3 tahun (2 Maret 2012 – 2 Maret 2015). Cara mendapatkannya cukup gampang. Ikuti panduan sbb: 1. Tulis Kata Mutiara Inspiratif untuk FAM Indonesia; bisa doa, harapan, ucapan Milad, dll (panjang maksimal 3-5 baris ketikan). 2. Share foto buku-buku di atas dengan meng-klik “Bagikan” pada foto (untuk membagikan lihat DI SINI ), dan Kata Mutiara diposting bersamaan dengan share foto. Share foto dan kata mutiara boleh di dinding akun pribadi, dinding teman (dengan izin teman si pemilik akun), maupun di seluruh jejaring akun FAM Indonesia. 3. Peserta terbuka untuk umum, baik anggota FAM Indonesia maupun nonanggota. Gratis, tanpa pungutan biaya apa pun. 4. Selain share foto, Kata Mutiara dikirim ke email: famindonesia@gmail.com dengan menulis identitas lengkap (nama, alamat, nomor Hp, email, dll). Subjek email: KATA MUTIARA INSPIRATIF. 5. Admin akan melakukan update peserta di grup “Forum Ais...

Ulasan Cerpen "Perempuan yang Berhati Malam" Karya Guy Le Fleur (FAMili Riau)

sumber: ariexmadura.wordpress.com Cerpen ini berkisah tentang kesendirian seorang wanita tua yang telah berpisah dengan suaminya di saat mereka baru menjalani pernikahan puluhan tahun silam. Cintanya tetap ada meski waktu kian menuakan raganya. Jiwanya tetap terjaga untuk mengingat segala tentang suaminya. Ia tak sanggup melupakan hari di mana para penjajah mendatangi rumah mereka untuk mencari sang suami. Sejak itulah mereka tak lagi berjumpa. Cerpen ini mengajarkan kita tentang kesetiaan. Sayangnya dari segi konflik kurang terasa tajam karena lebih banyak mendeskripsikan wujud ketimbang situasi menggiriskan itu sendiri. Namun demikian, penulis sanggup membawa kita pada tragedi cinta yang paling menyakitkan. Perpisahan itu tidak membuat wanita tua ini berpaling. Ia tetap menunggu suaminya kembali meski waktu seolah membuatnya tak mungkin. Mengenai EYD ada beberapa koreksi. Di antaranya "sekedar", "memperhatikannya", "nasehat", dan "hayalan",...

Kopdar ke-22 FAM Surabaya Bahas Blog

Anggota FAM Cabang Surabaya Surabaya (FAMNews) -- Kopdar ke-22 FAM Surabaya yang diadakan Ahad, 23 November 2014 pukul 10.15 - 12.00 di Kantor Bina Qalam Indonesia, memberi pencerahan dan pengalaman baru untuk ketujuh pesertanya. Melalui paparan yang disampaikan Reffi Dhinar (Juara 1 lomba blog), bisa diketahui bahwa menulis lewat media blog mempunyai prospek yang sangat cerah, sama cerahnya dengan menulis di media cetak. Memang, pada awalnya blog adalah tempat bagi seseorang yang ingin berkeluh kesah lewat tulisannya. Namun, pada akhirnya blog berkembang menjadi media alternatif untuk menuangkan kreativitas kita dalam bentuk tulisan. Bahkan, belakangan ini sangat sering diadakan lomba menulis melalui media blog yang bisa menjadi ajang asah kemampuan kita dalam berkarya dan bukan mustahil bisa mendapat banyak penghargaan (reward). Usai memberi wawasan seputar manfaat menjadi blogger, duet Reffi dan Hanum Hiyanumz (desainer blog FAM Surabaya.blogspot.com) dan sempat dibantu juga ol...

Sunset

Judul: Sunset Penulis: Sherly Adra Pratiwi Kategori: Novel Terbit: Nopember 2014 Tebal: 318 hal; 14 x 20 cm. Harga: Rp50.000,- (di luar ongkos kirim) ISBN: 978-602-7956-91-9 Kali ini ibu terisak di ujung telepon, sementara aku sudah dari tadi menangis mendengarkan penjelasan ibu. Memang benar apa yang ayah dan ibu katakan. Tapi apakah aku sudah siap untuk patah hati? Siap untuk menceritakan semua ini pada uda Rizal. Aku masih mengharapkannya dan dia juga begitu, selalu saja menghubungiku. “Bu, bagaimana caraku melupakannya Bu?” Aku terisak menanyakan hal tersebut pada ibu. Air mataku mengalir tiada henti. “Jangan kaulupakan dia, karena sampai kapanpun kau tidak akan pernah bisa melupakan seseorang yang pernah datang dalam hidupmu. Ikhlaskan dan jadikan dia sebagai teman, sahabat atau bahkan seorang kakak. Walaupun sangat sulit, tapi percayalah ini lebih baik daripada kau berusaha melupakannya, karena semakin kau menghilangkannya dari ingatanmu, maka bayangannya akan semakin hinggap d...

Aulia Rahman, Menulis Karena Ingin Jadi Penulis

Aulia Rahman Aulia Rahman, itulah nama lengkapnya. Lahir di Padang pada tanggal 18 Oktober 1989. Merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Kegemarannya menulis bermula semenjak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Waktu itu ia sering dibelikan majalah anak-anak oleh kakaknya. Walaupun hampir semua majalah itu adalah majalah bekas, namun tak bisa dipungkiri bahwa majalah itulah yang menuntunnya untuk menggemari dunia literasi. Awalnya hanya sekadar menulis surat pada sahabat-sahabat pena, membuatnya seringkali mendapatkan kiriman surat balasan bahkan kado, hal itu membuat guru dan teman-teman di sekolahnya terheran. Ketika duduk di bangku SD tugas yang paling disukainya adalah mengarang, pada pelajaran Bahasa Indonesia. Ia belajar merangkai kata dengan sering membaca cerpen-cerpen pada majalah-majalah tadi. Kegemaran membaca dan mengarang itu pula yang mengantarkannya menjadi juara 1 lomba mengarang dan bercerita tingkat  Sekolah Dasar se Kabupaten Agam Sumatera Barat pa...

Mengenal Tuhan dengan Tuhan

Judul: Mengenal Tuhan dengan Tuhan Penulis: Mahmut Dipsar ef, dkk Penerjemah: Edin Hadzalic Penerbit: FAM Publishing Cetakan ke: I, November 2014 Tebal: 329 hlm; 16 x 24 ISBN: 978-602-7956-90-2 Fenomena agama, dari segi alam akhirat, telah mencapai kematangan penuh pada masanya. Manusia dapat memiliki keyakinan pada alam akhirat. Dalam filosofi modern diwakili oleh Immanuel Kant (1724-1804). Akhirnya, Nabi Muhammad salallahu 'alaihi wassalam menghubungkan dua sistem tersebut serta menformulasikan kehadiran dua alam sekaligus yaitu dunia dan akhirat. Dengan demikian kemanusiaan mencapai puncak kebenaran—fenomena Tauhid dalam kesempurnaannya— Hatam Marifatullah . Dalam filosofi modern paling dekat kepada ajaran G.W.F. Hegel (1770-1831). Sementara para filsuf melihat peristiwa-peristiwa hanya dengan mata ilmu pengetahuan dan di luar (lahir), sementara para Nabi dan Rasul berbicara di dalam (batin) dan luar (lahir) sekaligus (karena mereka berbicara dari ilmu pengetahuan dan wahyu)....

Kepengurusan FAM Cabang Bukittinggi Terbentuk

Kepengurusan FAM Cabang Bukittinggi Terbentuk Laporan Aulia Rahman (Bukittinggi) Bukittinggi (FAMNews) – Menindaklanjuti saran Ketua Umum Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, Muhammad Subhan, tentang pembetukan pengurus FAM Cabang Bukittinggi, maka beberapa anggota FAM yang berdomisili di kota kelahiran Bung Hatta ini mengadakan Kopdar II. Adapun isi pembicaraan sesuai dengan rencana awal, yaitu tentang pembetukan kepengurusan dan keberlanjutan FAM Cabang Bukittinggi ini. Walaupun pertemuan kali ini terkesan mendadak karena diumumkan dua hari sebelum hari H, namun hal itu tidak menyurutkan semangat para anggota untuk menghadirinya. Memang, cukup sulit untuk mengumpulkan kuota forum melebihi dari 10 orang, dikarenakan setiap orang memiliki kesibukan masing-masing. Tapi jika terus menunggu untuk cukupnya kuota forum tentunya pertemuan-pertemuan maupun kepengurusan tidak akan pernah telaksana. Oleh karena itu, kami yang hadir sepakat untuk membentuk susunan kepengurusan sebagai beri...

Maryam Syarif, Menulis karena Butuh Curhat

Maryam Syarif Maryam Syarif, lahir di Kota Wisata Bukittinggi, Sumatera Barat, 1 Agustus 1992. Suka dipanggil Kak Yam oleh keluarga besar. Nama ini diberikan ayah karena saat kehamilan ibunya beliau suka membaca Al-Qur’an surat Maryam, serta menggemari perjuangan Bunda Maryam yang sangat kuat meski cobaan yang sangat dahsyat menimpanya. Ia tumbuh dalam keluarga yang sangat sederhana dan keras. Ayah yang bersikap keras dan tegas sering menegurnya bila ia terlambat salat. Uminya sering menasehati dengan kata “sabar” jika ia mengadu saat di-bully teman di sekolah. Ia bersekolah dengan sangat biasa di SDN 03 Pakan Labuah, Tigo Baleh, Bukittinggi, kemudian lanjut Pondok Pesantren Islam Haji Miskin selama 6 tahun, 1 tahun mengabdi sebagai seorang guru di MDTA Pekanbaru. Pernah sih juara 1 beberapa kali dalam MTQ tingkat kecamatan dan sering mengikuti MTQ hingga tingkat kabupaten dan kota madya, namun kini ia memilih istirahat dengan memegang prinsip yang diajarkan oleh Ayahnya bahwa “sua...

Piagam Penulis Buku Puisi "Tentang Kota yang Menjaga Takbir Dalam Degup Dada"

Seluruh penulis buku antologi puisi "Tentang Kota yang Menjaga Takbir Dalam Degup Dada" (dari event Lomba Cipta Puisi "Bebaskan Palestina") mendapatkan piagam seperti contoh. Piagam sudah dikirim melalui email masing-masing penulis. Buku sedang dalam proses penerbitan. Nama-nama penulis yang tergabung dalam buku ini (nama diurutkan berdasarkan abjad A-Z): 1. A. Warits Rovi, Sumenep (Bunga Darah) 2. Ahmad Solihin, Tangerang (Sebuah Pengharapan) 3. Amira Zarra Ovitte, Bandung (Berdiri dengan Sayap Murni) 4. Anas Farihin, Bangkalan (Pemberi Harapan Palsu) 5. Andi Jamaluddin AR. AK, Tanah Bumbu-Kalimantan Selatan (Tadarus Duka di Pelaminan Gaza) 6. Anung Ageng Prihantoko, Cilacap-Jawa Tengah (Gaza Sebuah Episode Penantian dan Perjuangan) 7. Arga Rafitri, Madiun-Jawa Timur (Tanpa Alas Tanpa Batas (Gazaku)) 8. Arief Aulia Rahman, Padang-Sumatera Barat (Kembalilah Nazi!) 9. Atika Rahmah, Medan (Tak Cukup Hanya Keluh) 10. Aufal El Rummi, Pamekasan-Madura (Tarian Berputar)...

Memasuki Tahun Ke-3, FAM Indonesia Buka Lowongan Magang

Aktivitas di kantor FAM Indonesia Pare (FAMNews) – Memasuki tahun ke-3, Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, sebuah Komunitas Kepenulisan Nasional yang berpusat di Pare, Kediri, Jawa Timur, kembali membuka lowongan magang untuk tenaga-tenaga terampil yang ingin bergabung menjadi Tim Kerja FAM Indonesia. Saat ini, FAM Indonesia membutuhkan 2 (dua) orang karyawan yang akan membantu tugas-tugas Tim FAM Indonesia dan berkantor di Pare, Kediri. Adapun syarat pelamar yang diterima adalah sebagai berikut: 1. Muslimah, minimal lulusan SLTA/sederajat 2. Berdomisili di wilayah Pare, Kediri, Jawa Timur 3. Diutamakan memiliki kendaraan bermotor 4. Mempunyai laptop/notebook 5. Dapat mengoperasikan komputer/internet 6. Mahir menulis surat-menyurat 7. Siap bekerja bersama tim FAM Indonesia Walau berstatus magang, FAM Indonesia akan memberikan honor selama masa magang dan berpeluang diangkat menjadi karyawan tetap. Surat lamaran dikirim ke email: forumaktifmenulis@yahoo.com cc: forumaishiterumenu...

Ulasan Puisi "Akan Selalu Ada Bintang Itu" Karya Agus Prianto R (FAMili Bengkulu)

sumber: imaginasiterhebat.wordpress.com Puisi ini adalah kesetiaan cinta. "Selalu ada bintang yang sama" tak lain merupakan sebuah gambaran tentang "rasa yang tidak ada bedanya". Artinya, sejak awal rasa itu terbentuk, atau cinta itu tumbuh, seiring musim berputar, tidak ada perubahan berarti. Semua tetap sama. Maka, beginilah cinta yang sebenarnya. Tidak berpaling, tidak pula berkhianat, meski waktu terus bergulir. Pemilihan diksi yang sederhana membuat pembaca tidak sulit menerjemahkan maksud sang penulis. Itu baik, karena dengannya pesan yang ingin disampaikan akan lebih mudah diserap. Namun tidak ada salahnya pula, membuat pembaca bertanya-tanya, berpikir, menerka, dan mencari tahu makna puisi yang kita tulis dengan pengolahan diksi yang matang dan tidak mudah diraba. Yang demikian tentulah membutuhkan sebuah proses panjang. Diharapkan kepada penulis untuk selalu giat berlatih agar kelak puisi-puisi Anda lebih kaya makna. Salam santun, salam karya! TIM FAM I...