Skip to main content

Konsekuensi Sebuah Keputusan

Singgalang, 2 Nopember 2014
Judul: Flamboyan Senja
Pengarang: Aliya Nurlela
Penerbit: FAM Publishing
Tahun terbit: 2012
Tebal buku: 139 hlm
Resensiator: Acet Asrival


“Flamboyan, katakan pada dunia, kebimbangan itu akan segera terhempas. Kaulah saksinya. Catatlah! Sebarkan ceritaku dengan aroma wangi dari bunga-bunga cantikmu.” (hlm. 27)

Ketika keputusan sudah menjadi prinsip dalam hidup, orang tak ‘kan bisa untuk menghalanginya. Tidak akan ada yang bisa mengubah keputusan itu. Dan setiap keputusan itu pasti mempunyai konsekuensi dalam kehidupan ini.

Seperti halnya sebuah cerita dalam buku cerpen Flamboyan Senja yang disajikan Aliya Nurlela. Dalam buku kumpulan cerpen itu, yang menjadi titik klimaks dari inti cerita adalah keputusan atau sikap seorang tokoh dalam menentukan pilihan hidup. Dalam menjalani lika-liku kehidupan itu sendiri. Dan setiap keputusan akan ada dampak positif dan dampak negatifnya.

Dalam cerita Flamboyan Senja yang menjadi sajian utama dalam buku ini, penulis menyajikannya dengan bahasa sederhana, penuh kiasan, dan cerita yang mengalir membawa emosi pembaca untuk menuntaskan isi buku ini. Flamboyan Senja bercerita tentang seorang gadis SMA yang terobsesi ingin menjadi artis terkenal. Sehingga jalan untuk itu dia tempuh dengan penuh keyakinan bahwa dirinya akan sukses dan terkenal.

Berbagai problematika telah dia lalu demi mewujudkan impiannya itu. Dan kesemuanya itu terwujud. Dengan modal kecantikan dan kecakapannya di panggung, sehingga ia cepat mewujudkan impiannya itu. Ia telah menjadi artis piguran, digemari oleh banyak orang. Dan mencapai popularitas tinggi untuk ukuran anak sekolah.

Banyak sutradara yang mau mengorbitkannya di dunia pementasan. Salah satunya adalah Sutradara Sam, yang akan membantu untuk mengorbitkan dan membuat ia terkenal. Sutradara itu sangat terkesan dengan wajah cantik dan rambut panjang yang ada pada gadis itu. Sutradara itu menawarkan kontrak kerja dengan iming-imingan agar gadis itu mau bekerjasama dengannya.

Penulis menyajikan cerita dengan begitu cepat. Pergantian pada sebuah prinsip hidup dan penyesalan. Di saat ada yang menawarkan ketenaran pada dirinya, gadis itu malah menolak tawaran Sutradara itu. Padahal banyak wanita yang menginginkan ketenaran itu, dan banyak pula yang rela melakukan apa saja agar ia bisa terkenal, dan hidupnya akan sukses.

Gadis itu menolak tawaran Sutradara tersebut. Karena ia merasa dimanfaatkan dan dia yakin ada modus lain dibalik tawaran itu. Ia kemudian menyadari betapa perjalanan hidupnya salah. Jalan yang dilaluinya tidak sesuai dengan syariat agamanya. Orangtuanya adalah seorang yang taat. Maka ia pun mulai menyadari kekeliruannya selama ini. Apa yang telah dilakukannya salah. Ketenaran yang ia impikan sejak dulunya adalah salah. Salah dalam merealisasikannya. Salah dalam menentukan sikap dalam kehidupan.

Kemudian ia mengubah semua kebiasaan yang telah dilakukannya itu. Ia telah mengenakan jilbab. Dan ingin menjadi wanita muslimah yang baik-baik. Ketika itulah konsekuensi dari sebuah keputusan akan ia hadapi dengan penuh kesabaran dan keistiqamaahan. Banyak orang yang menjauhinya, termasuk orang terdekat yang selalu bersamanya. Orang-orang menghakimi dirinya bahwa dengan perubahan prinsip tersebut menjadikan tali pemutus sebuah kedekatan.

Problematik yang dilalui oleh gadis tersebut adalah konsekuensi sebuah pirinsip. Ia memilih ‘hijrah’ demi sebuah kebaikan di dunia dan di akhirat. Memilih dijauhi oleh orang-orang yang selama ini begitu dekat dengannya. Dan keputusannya itulah yang membawa ia memilih kesunyian pada Falmboyan Senja.

“Aku hanya berkata pada senja. Kutitipkan ceritaku padanya. Kutitipkan pula pada burung-burung sore yang hendak pulang ke sarangnys. Sebarkan ceritaku. Bahwa ada sebongkah hati yang bimbang merindukan siraman segar menyejukkan.” (hlm. 25)

*) Mahasiswa STAI-PIQ Sumbar. Bergiat di Sanggar Rumahkayu.


Sumber:
Harian Singgalang edisi Minggu, 2 Nopember 2014

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...