Skip to main content

Bukan Kacamata Biasa

Harian Surya, 31 Oktober 2014
Oleh Yudha Prima
Koordinator Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia Cabang Surabaya

KACAMATA ini diberi nama Kacamata Semesta Kata. Dengan kacamata ini, para ksatria Airlangga Fakultas Ilmu Budaya jurusan Sastra Indonesia mencoba melawan kerabunan dan berusaha untuk lebih jelas memandang berbagai realita sosial yang berserakan di berbagai sudut dan di setiap jengkal bumi pertiwi. Dengan kacamata ini juga mereka mencoba berkontemplasi memandangi diri sendiri. Hingga akhirnya tersusun dalam rangkaian bait-bait puisi yang menyatu dalam sebuah buku antologi puisi Kacamata Semesta Kata.

Secara umum, antologi puisi Kacamata Semesta Kata merupakan ungkapan kegelisahan para penulisnya. Sebagaimana disampaikan Bramantio SS MHum saat bedah buku dan launching buku tersebut, Kamis, 23 Oktober 2014. Dalam acara yang dihajat FAM Surabaya bekerjasama dengan Badan Perpustakaan Kota Surabaya di Taman Flora Surabaya, puisi-puisi dalam antologi Kacamata Semesta Kata bentuknya sebagian besar merupakan narasi dengan menghadirkan aku atau kau melalui bahasa yang seolah mencoba menjadi indah.

Dari satu puisi ke puisi lain ada sejumlah hal yang berulang: kemuraman, penderitaan, pesimisme. Bahkan cinta pun tidak tampak indah. Lahirnya antologi puisi ini merupakan penanda hadirnya sebuah generasi yang memandang semesta raya ini sebagai ruang dan waktu yang tidak menawarkan apa-apa selain gelap yang menihilkan harapan.

Tentu tidak bisa diambil kesimpulan yang valid apakah persepsi para penulis puisi yang tergabung dalam antologi Kacamata Semesta Kata ini merupakan upaya mereka untuk jujur dalam menyikapi kenyataan atau sekadar memenuhi selera pasar yang mengisyaratkan adanya pergeseran tren dari syair-syair merdu bernuansa romantik ke puisi-puisi bernada sumbang, menggelitik bahkan tak jarang menampar.

Satu hal yang pasti, kini antologi puisi Kacamata Semesta Kata sudah menjelma lebih dari sekadar pengguguran kewajiban tugas perkuliahan. Kacamata Semesta Kata telah dihidangkan ke ruang publik. Dengan sendirinya akan tumbuh ekspektasi pasca peluncuran buku tersebut. Diharapkan Kacamata Semesta Kata bisa menstimulasi nurani pembacanya untuk merekonstruksi segala ketidakindahan menjadi keindahan, mencerahkan segala kesuraman. Dan semoga buku tersebut bukan menjadi akhir dari perjalanan berkarya para ksatria Airlangga sehingga Airlangga bisa terus megah bertahta di timur Jawa Dwipa. (*)

Sumber: Harian “Surya”, edisi Jumat 31 Oktober 2014

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...