Skip to main content

Aulia Rahman, Menulis Karena Ingin Jadi Penulis

Aulia Rahman
Aulia Rahman, itulah nama lengkapnya. Lahir di Padang pada tanggal 18 Oktober 1989. Merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Kegemarannya menulis bermula semenjak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Waktu itu ia sering dibelikan majalah anak-anak oleh kakaknya. Walaupun hampir semua majalah itu adalah majalah bekas, namun tak bisa dipungkiri bahwa majalah itulah yang menuntunnya untuk menggemari dunia literasi.

Awalnya hanya sekadar menulis surat pada sahabat-sahabat pena, membuatnya seringkali mendapatkan kiriman surat balasan bahkan kado, hal itu membuat guru dan teman-teman di sekolahnya terheran.

Ketika duduk di bangku SD tugas yang paling disukainya adalah mengarang, pada pelajaran Bahasa Indonesia. Ia belajar merangkai kata dengan sering membaca cerpen-cerpen pada majalah-majalah tadi. Kegemaran membaca dan mengarang itu pula yang mengantarkannya menjadi juara 1 lomba mengarang dan bercerita tingkat  Sekolah Dasar se Kabupaten Agam Sumatera Barat pada tahun 2001.

Namun, hobi menulis itu sempat terhenti bertahun-tahun, karena terlalu padatnya kegiatan ketika ia bersekolah di sebuah pesantren di Ponorogo, Jawa Timur. Tapi di sela-sela kegiatan di pesantren ia masih berusaha menyempatkan diri untuk membaca beberapa karya-karya sastra.

Setelah lulus dari pesantren sebenarnya ia berkeinginan untuk melanjutkan kuliah di Jurusan Sastra Indonesia. Tuhan berkeinginan lain, akhirnya kini ia sudah berhasil menyelesaikan studinya di Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Malang. Selama masa kuliah pun semangatnya untuk menulis belum bangkit lagi. Justru ia sering berprestasi di bidang lain, beberapa kali menjadi juara debat bahasa Arab, bahkan pernah juara II debat tingkat international. Ia juga pernah menjadi perwakilan Indonesia pada program kepemudaan dan multikultural (Journey of Understanding) di London, Inggris.

Kegemaran menulis itu bangkit kembali ketika ia bekerja sebagai volunteer pendidikan bagi Orang Rimba di Jambi. Banyak hal yang ingin dituangkannya dalam bentuk tulisan agar bisa berbagi pengalaman dengan orang lain.

Di saat itu pulalah ia kenal dengan Ketua Umum FAM Indonesia, Muhammad Subhan lewat jejaring sosial facebook. Dan akhirnya ia tertarik untuk bergabung menjadi anggota FAM Indonesia.

Kini, dalam tulisannya ia menggunakan nama pena Palla-La, yang dalam bahasa Minang berarti seseorang yang suka berpetualang, karena memang ia gemar sekali berkegiatan di alam bebas. Pria muda ini sangat ingin menjadi penulis, beberapa cerpennya sudah pernah dimuat di media massa,  hal itu tentunya tak lepas dari dukungan dan motivasi dari sahabat-sahabat FAM Indonesia. (*)

Lihat koleksi buku-buku terbitan FAM Indonesia DI SINI.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...