Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2013

Pengumuman 100 Nominator Lomba Cipta Cerpen Bertema "TKI"

FAMili. Selamat malam. Anda tentu sudah menanti dengan perasaan campur aduk apakah nama dan cerpen Anda masuk sebagai nominator Lomba Cipta Cerpen bertema TKI yang digelar FAM Indonesia. To the point saja, inilah dia 100 nominator yang berpeluang masuk seleksi tahap berikutnya: 1. Anisah Utari, Jakarta Selatan (Lukisan Perempuan di Victoria Park) 2. Anis Swidiastuti, Malang (Tentang Arti Kemerdekaan oleh Diri Sendiri atau oleh Orang Lain) 3. Arina Nur Permata Ilmi, Banyumas (Suratman Ingin Pulang) 4. Arif Rahman Hakim (Pulang) 5. Aziza Zuhroh Sya'bandiyah, Gresik (Tak Terduga) 6. Anugerah Waty, Makassar (Surat Warisan) 7. Ade Ubaidil, Cilegon (Serigala Berbulu Domba) 8. Almi Yanti, Padang Panjang (Pelarian) 9. Amiruddin, Sulawesi Selatan (Jalan Pulang) 10. Ardita Destiani, Bengkulu (Masa Lalu dan Sebait Luka) 11. Ainoor Milah, Cianjur (Duka Kepulangan Ibu) 12. Acet Asrival, Sumatera Barat (Percikan Hujan) 13. Alvin Khautsar Siregar, Palembang (Kun Nasibmu Kini) 14. Aidil Zulkhan,...

Buku Ensiklopedi Penulis Indonesia (Jilid 1)

Salam, FAMili. Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia sebagai komunitas penulis nasional akan mencatat sejarah kepenulisan Anda di dalam buku ini: ENSIKLOPEDI PENULIS INDONESIA. Buku ini terdiri dari beberapa jilid dan saat ini FAM sedang mempersiapkan penerbitan Jilid 1. FAM memilih 35 penulis yang riwayat hidup dan proses kreatif kepenulisannya menginspirasi dan dicatat di dalam buku ini. Apa kriteria penulis yang layak masuk di dalam buku ini? 1. Penulis tidak dibatasi usia, strata sosial dan agama. 2. Sudah mempublikasikan karya di media massa (koran, majalah, tabloid, online) 3. Sudah menerbitkan minimal 1 buku (baik buku tunggal atau antologi bersama) Jika memenuhi kriteria point 1-3, maka naskah profil penulis layak diajukan dan ditulis dengan panduan sbb: 4. Naskah Profil ditulis berbentuk narasi (bercerita), menjelaskan tentang riwayat hidup mulai dari lahir, pendidikan, awal menulis, suka dan duka menulis, serta berbagai cerita lainnya seputar proses kreatif yang menggugah ten...

Update Final Peserta Lomba Cipta Cerpen FAM Indonesia 2013

Tema: “TKI: Hujan Emas di Negeri Orang, Hujan Batu di Negeri Sendiri” Update terakhir: Jumat, 27 September 2013, Pukul 15.15 WIB 1. Rambut pirangku (Rahmadona, Padang) 2. Cinta Sang TKI (Rahmadona, Padang) 3. TKI: Hujan Emas di Negeri Orang, Hujan Batu di Negeri Sendiri”. (Meta mutmainah adilla, Palembang) 4. Nestapa Ibuku (Widya fitriyani, Lamongan) 5. Tenaga Kerja Indonesia, Mengabdi Untuk Disakiti (Desra eka putri, Jakarta Timur) 6. Jejak Pahlawan Devisa (Nazri zuliansyah, Aceh Utara) 7. Keajaiban Kilauan Emas Negri Tercintaku (Ririn Melissa, Medan) 8. Bingkai Photo Terakhir (Widya Fitriyani, Lamongan) 9. Aku Ingin Pulang (Beben T, Palembang) 10. Daripada Diperkosa, Lebih Kulayani Dengan Sukarela (Irfan Setiawan, Lamongan) 11. Ya, Aku TKI (Putu Krisdiana Nara Kusuma, Bandung) 12. Nisa, bunda pulang.. (Fia Fauziah Rahman, Cinere, depok) 13. Astuti (Erlangga Setiawan, Surabaya) 14. Demi Perut, Antara Ilegal Dan Legal (Dian Ambarwati, Ngawi) 15. Namanya Asiyah (Elza Novria, Padang) 1...

Ulasan Artikel "Metro Mini" karya Frizal (FAMili Jakarta)

Penulis memberi ulasan kepada pembaca tentang kendaraan umum metromini, dari mulai keberadaan metromini di tengah masyarakat hingga segala yang berkaitan dengannya. Kendaraan umum semacam ini memang sulit lepas dari kehidupan sehari-hari warga perkotaan, terutama di kota besar seperti Jakarta. Dalam tulisan ini, dapat kita jumpai berbagai kelemahan metromini. Penulis dapat mengemukakan berbagai kelemahan tersebut namun hanya sedikit memberi gambaran tentang kebaikan dari kendaraan umum ini. Memang, tak jarang banyak tindak kejahatan terjadi di sana. Akan tetapi tak dapat dipungkiri juga bahwa hadirnya metromini dapat mengurangi tingkat kemacetan yang disebabkan oleh semakin banyaknya mobil pribadi yang bertebaran di jalanan kota. Beberapa koreksi dari Tim FAM Indonesia. Pertama dari segi EYD. Kata-kata yang berasal dari bahasa asing serta bukan dari bahasa baku, seperti "launching", "brand", "show", "image", dan "nggak" benarnya tertu...

“Lamaran” Tak Terduga

Oleh Aliya Nurlela *) Siapa yang melamar? Itu mungkin yang terbetik di benak Anda saat membaca judul di atas. Kalau penasaran, lanjutkan membaca. Pernah terbayang tidak, tanpa pernah “melamar” lalu tiba-tiba “dilamar?” Saya sendiri tak pernah membayangkannya. Tapi kali ini, saya ingin berbagi soal lamar melamar ini. Konon, pada suatu hari, zaman dahulu kala he he. Itu dongeng. Kita bercerita soal kisah nyata saja. Setelah sekian tahun saya menulis dan menjadikan kegiatan menulis “santapan” sehari-hari yang mengandung gizi, pada suatu waktu yang tak terduga Allah memberikan musibah sakit hingga terjadi kelumpuhan di kaki selama tiga bulan. Apa yang dilakukan orang yang lumpuh? Kalau mau jujur—dan ini sudah amat jujur—ketika kaki kita yang biasa diajak berlari tak mampu lagi bergerak, air mata menjadi teman setia. Benar-benar setia, melebihi setianya seorang kekasih. Kalau air mata itu dibiarkan, bisa tercipta telaga air mata yang luas. Tapi, apalah artinya berlama-lama menangis, menye...

FAM: “Guru, Motivator Utama Dorong Siswa Aktif Menulis”

MUHAMMAD SUBHAN PADANG – Di era modern guru dituntut tidak hanya mengajarkan teori di depan kelas, tetapi diharapkan dapat menjadi pelopor dan motivator utama agar siswa aktif menulis. Guru yang menulis buku atau karyanya dipublikasikan di media massa akan menjadi contoh bagi siswa untuk turut pula berkarya. “Banyak di antara guru yang belum menulis, sebatas mengajarkan teori menulis di kelas, tetapi takut memunculkan karya mereka di publik, apalagi menerbitkan buku atau mengirimnya ke media massa,” ujar Muhammad Subhan, Pegiat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia yang tampil sebagai narasumber dalam diskusi bulanan Majelis Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bidang Studi Bahasa Indonesia tingkat SMA/MA se Kota Padang, Jumat (13/9), di ruang pertemuan Dinas Pendidikan Kota Padang, Sumatera Barat, dan dihadiri 30-an peserta. “Ketakutan” sejumlah guru itu, sebut Muhammad Subhan, didasari beberapa faktor, di antaranya kebuntuan ide menulis, merasa tidak mampu menulis, frustasi akibat karya yan...

Ulasan Cerpen "Gado-Gado" Karya Arina Nur Permata Ilmi (FAMili Banyumas)

Cerpen "Gado-Gado" ini mengingatkan kita untuk selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki. Diceritakan, ada seorang bocah kecil bernama Husni yang membenci gado-gado. Padahal dari gado-gadolah, hidup Husni dan ibunya bergantung. Husni memaksa ibunya untuk tidak lagi berjualan gado-gado karena tak tahan menerima ejekan dari teman-temannya di sekolah. Sebab kebencian ini karena Husni menginginkan mainan mahal, sementara uang hasil berjualan gado-gado tidaklah cukup untuk membelinya. Maka, Emak—ibu Husni—berusaha untuk terus membujuk anaknya agar bersabar. Husni yang kecil tetap tak terima dan menolak ibunya berjualan gado-gado. Pada akhirnya waktu menunjukkan kebenaran kepada Husni. Sebuah kejadian membuatnya mengerti bahwa gado-gado tidaklah seburuk yang teman-temannya katakan. Justru dengan gado-gadolah, nanti ia akan mendapat sesuatu yang paling diimpikannya. Cerpen ini ditulis dengan bahasa sehari-hari yang sederhana. Namun begitu banyak pelajaran yang bisa kita petik d...

Ulasan Cerpen “Maafkan Aku” karya Ubaidil Fithri (FAMili Cilegon)

Sebenarnya, Lisa suka kepada Reza. Lisa yang diam-diam sering mengiriminya coklat dan surat. Tapi sikap mencari perhatiannya terkadang berlebihan, sampai menyuruh Reza untuk mencuci pakaiannya yang kotor karena tanpa sengaja terkena jus alpukat. Reza tak pernah tahu jika sebenarnya Lisa mengaguminya. Hingga kemudian, Lisa terpaku kaku ketika mendengar Reza telah meninggal, semua sudah terlambat. Surat yang ada digenggamannya, itulah bukti akhir dari sebuah kisah. Cerpen Ma’afkan Aku yang ditulis Ubaidil Fitri adalah sebuah cerpen remaja yang tragis. Menceritakan kisah kekaguman dan perasaan yang ditutupi Lisa berbuah penyesalan. Bahwa, kesempatan tentu tidak datang dua kali, karena Allah pasti memiliki rencana lain yang lebih indah. Penulis menulis cerpen ini masih belum sesuai dengan EYD. Dalam penulisan, seharusnya penulis memberi jarak (spasi) setelah penggunaan tanda koma (,) atau tanda titik(.).  Penulisan “Dia” jangan menggunakan huruf kapital, karena penggunaan huruf kapit...

FAM-Pertamina Gelar Lomba Menulis Artikel untuk Siswa SLTA

PADANG – PT Pertamina (Persero) Lubricants bekerjasama dengan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia dan Radio Classy FM Padang menggelar lomba menulis artikel untuk siswa SMA/SMK sederajat se-Sumatera Barat dengan tema “Bangga Menggunakan Pelumas Pertamina”. Lomba ini telah dibuka dan akan berakhir pada 30 September 2013 mendatang. Lomba ini dalam rangka untuk menggiatkan dan memotivasi siswa SMA/SMK sederajat untuk gemar membaca dan cinta menulis. Namun peserta hanya dikhususkan bagi siswa/siswi SMA/SMK yang berdomisili di Sumatera Barat. Adapun syarat lainnya, artikel berbentuk tulisan naratif dengan panjang naskah minimal 500 kata, maksimal 1000 kata. Tulisan bersifat popular, bukan karya ilmiah. Artikel bertema "Bangga Menggunakan Pelumas Pertamina", artikel boleh bercerita tentang pengalaman penulis menggunakan pelumas Pertamina atau seputar pengetahuan penulis tentang Pelumas Pertamina. Selain itu, karya harus orisinal, tidak diperkenankan tulisan yang sudah dipublis di...

Katsujiro Ueno Bawa FAM Go Internasional

Katsujiro Ueno, sumber:http://katsujiro-ueno.blogspot.com Oleh Efri S. Bahri *) Baru saja saya sampai di kantor, segelas air putih yang begitu bening sudah menunggu. Saya pun meminumnya. Alhamdulillah segarnya. Saya pun mulai bersiap untuk bekerja. Alat kerja yang saya gunakan adalah komputer. Bersyukur komputer di sini online terus sehingga kami bisa mengakses internet secara gratis. Baru saja saya membuka facebook (FB), saya langsung surpraise. Sebuah pesan masuk dari FB Mr. Katsujiro Ueno. Saya langsung buka linknya. FAMili semua bisa baca tulisan terbarunya dengan judul Membaca adalah "Menulis", kata sahabat saya Wilson Lalengke. Tulisan ini memuat informasi Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Saya sudah menduga bahwa Mr. Ueno akan menulis pertemuan kami bertiga beberapa hari lalu di Hotel Sahid Jakarta, yakni antara saya (Efri S. Bahri), Wilson Lalengke (Ketum PPWI Nasional) dan Mr. Katsujiro Ueno (Sekjen Perkumpulan Persahabatan Indonesia Tochigi [PPIT]) asal Jepan...

Satu Setengah Jam Bersama Katsujiro Ueno

Oleh Efri S. Bahri (IDFAM 1157U) Pagi itu saya berangkat dari rumah mengantarkan anak-anak ke sekolah. Setelah itu saya melanjutkan perjalanan ke kantor naik bus umum. Motor saya simpan di penitipan motor. Alhamdulillah pagi itu, bus langsung ada. Dan saya pun dapat tempat duduk di bagian paling belakang. Selama perjalanan saya pun bisa istirahat. Lumayan juga dengan naik bus, saya bisa istirahat selama perjalanan menuju kantor. Sesaat mau turun dari bus saya terbangun. Saya pun mengapai handpone guna melihat mana tahu ada pesan-pesan yang penting. Benar rupanya, ada sebuah pesan yang masuk. “Asslm, pak Efri yang baik, jika ada waktu pg ini merapat ke Hotel Sahid, ada kawan sy org Jepang ingin bertemu, makasih /WL@PPWI”. Sejenak saya berpikir. Ada sms masuk tapi orangnya seperti kenal dengan saya. Maklum memang hp saya beberapa kali trouble sehingga nomor-nomor rekanan hampir semuanya hilang. Saya balik bertanya, “Maaf dg siapa nih?”. “Saya Wilson Lalengke temannya Muhammad Subhan, ...

Pengumuman Lomba Cipta Cerpen Tingkat Nasional

Tema: “TKI: Hujan Emas di Negeri Orang, Hujan Batu di Negeri Sendiri” Dimulai: 1 September 2013 Deadline: 25 September 2013 Pengumuman Pemenang: 1 Oktober 2013 Setelah sukses menggelar Lomba Cipta Puisi bertema Mesir, Palestina dan Rohingya dengan jumlah 571 naskah yang masuk, kali ini Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia membuka event berikutnya, yaitu LOMBA CIPTA CERPEN TINGKAT NASIONAL dengan tema: “TKI: Hujan Emas di Negeri Orang, Hujan Batu di Negeri Sendiri”. Cerpen bercerita tentang problematika dunia Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri dengan segala suka dukanya. Bila pada lomba cipta puisi bertema Mesir, Palestina dan Rohingya menyerukan “Perdamaian Dunia”, pada lomba cipta cerpen ini membawa misi “Selamatkan TKI dari Intimidasi”. Kasus-kasus pelecehan terhadap TKI hingga penindasan hak-haknya masih sering didengar dan dibaca di media massa. Satu-dua kasus itu muncul ke permukaan, tetapi lebih dari itu banyak kasus-kasus lain yang tidak terungkap atau luput dari panta...