Skip to main content

Ulasan Artikel "Metro Mini" karya Frizal (FAMili Jakarta)

Penulis memberi ulasan kepada pembaca tentang kendaraan umum metromini, dari mulai keberadaan metromini di tengah masyarakat hingga segala yang berkaitan dengannya. Kendaraan umum semacam ini memang sulit lepas dari kehidupan sehari-hari warga perkotaan, terutama di kota besar seperti Jakarta.

Dalam tulisan ini, dapat kita jumpai berbagai kelemahan metromini. Penulis dapat mengemukakan berbagai kelemahan tersebut namun hanya sedikit memberi gambaran tentang kebaikan dari kendaraan umum ini. Memang, tak jarang banyak tindak kejahatan terjadi di sana. Akan tetapi tak dapat dipungkiri juga bahwa hadirnya metromini dapat mengurangi tingkat kemacetan yang disebabkan oleh semakin banyaknya mobil pribadi yang bertebaran di jalanan kota.

Beberapa koreksi dari Tim FAM Indonesia. Pertama dari segi EYD. Kata-kata yang berasal dari bahasa asing serta bukan dari bahasa baku, seperti "launching", "brand", "show", "image", dan "nggak" benarnya tertulis dengan huruf miring. Kemudian "disaat", "dikepala", "disepanjang", "dibelakang", "disini", dan "ditengah", masing-masing merupakan kata keterangan tempat. Maka semestinya kata depan "di-" ditulis terpisah dari masing-masing kata tersebut. Lalu "kearah" seharusnya "ke arah" dan "sekedar" yang benar adalah "sekadar". Serta huruf depan pada sebuah kata yang mengawali kalimat semestinya menggunakan huruf kapital.

Banyak penggunaan tanda baca yang salah, terutama pada tanda titik dan koma. Pada beberapa bagian tulisan ini kami temui tanda titik "bertemu" dengan tanda koma. Ini jelas sebuah kesalahan. Untuk ke depan, penulis diharapkan bisa membedakan kalimat mana yang bisa berdiri sendiri dan kalimat mana yang tidak bisa berdiri sendiri. Karena dengan begitu, akan diketahui penggunaan tanda titik dan koma yang lebih tepat. Bedakan antara kedua tanda tersebut, karena meski nampak "kecil", pengaruh dari salahnya menggunakan tanda titik dan koma tentu amatlah besar.

Terakhir, teruslah berkarya. Tebar nilai-nilai manfaat lewat tulisan.

Salam santun, salam karya!

TIM FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

[BERIKUT TULISAN PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

METRO MINI
Frizal IDFAM1875U

bus merah yang mini itu.,
entah apa yang ada di pikiran penemu metromini saat menduetkan kata metro dan mini dalam satu frasa dan menjadikannya sebagai brand BUS KOTA., padahal bus kota itu sesuatu yang sama sekali tidak mini., walaupun akhirnya saya bisa memahami kata metro dalam metromini., namun hingga sekarang saya masih juga belum mengerti apa maksud dari kata mini tersebut.,

hmm., bisa jadi saat pertama kali launching, metromini adalah sebuah moda angkutan penumpang dengan ukuran yang relatif kecil saat itu mengingat masih banyak beredarnya bus tingkat di ibukota. Namun sebuah ukuran nggak lantas jadi kelemahan, justru sekarang disaat bus tingkat semakin langka., metromini bisa tetap eksis., bahkan menjadi salah satu brand bus paling tenar di jakarta dengan banyak sekali armada di tiap trayek jangkauannya. ya suka atau tidak suka kita harus mengakui fakta tersebut., walau juga harus saya akui tiap kali ada metromini hinggap dikepala., yang saya pikirkan pertama kali adalah: gerah,. aroma keringat penumpang., sopir yang ugal-ugalan., pengamen yang show sambung-menyambung sampai jadi tempat persembunyian pelajar tawuran yang ketakutan.

Betapa negatif image yang ditawarkan sebuah metromini dan betapa kita sampai sekarang masih sangat membutuhkan metromini dengan segala kekurangannya tersebut., bisa jadi pemerintah berasumsi bahwa metromini masih sangat layak sebagai angkutan yang beroperasi di ibukota sebuah negara., yang katanya sudah masuk dalam 20 negara dengan ekonomi terbesar di dunia,, brilian !!
Pelajaran pertama dari metromini: Size doesn't matter., besar-kecil bukan masalah., kelemahanmu bisa jadi kekuatan yang belum kamu sadari.

metromini., entertain you ..
metromini., find you a brand new way of seeing ..
Dalam sebuah metromini disepanjang trayek yang dilaluinya, Anda akan menemukan banyak sekali hiburan.Pengamen ibu-ibu., pengamen Bapak-bapak., pengamen Anak-anak, tukang tahu yang juga menjual telur puyuh dan buah mangga kupas yang sangat diragukan kebersihannya, terkadang jika Anda beruntung juga akan menemukan tukang mainan, juga seorang mahasiswa sastra yang mencari tambahan uang jajan dengan membaca puisi dengan lantang yang tentu saja dimaksudkan agar tidak perlu membayar ongkos bus, peminta-minta, hingga copet yang kebingungan karena satu-satunya orang yang bisa dia copet adalah Anda dan Anda sama sekali tidak terlihat kaya.
Menumpang sebuah metromini., kita dipaksa untuk tenang saat sopir mengemudi ugal-ugalan, ketika ada sepasang penumpang yang duduk dibelakang kita bertengkar hebat., kita juga dituntut untuk tetap tenang ketika ada orang aneh yang sama sekali tidak ramah dan terlihat seperti copet berjalan menuju ke bangku satu-satunya yang tersisa dan sialnya itu adalah bangku yang bersebelahan dengan kursi yang kita duduki.

Metromini mengajarkan kepada kita arti sebuah kenyamanan., kursi kantor yang membosankan bahkan terlihat jauh lebih baik ketimbang duduk di kursi metro mini saat jalanan sedang panas-panasnya dan kendaraan sedang sesak-sesaknya., bahkan kita juga mendapatkan bonus pelajaran bersyukur jika mendapat tempat duduk sambil membayangkan betapa tidak nyamannya berdiri dalam keadaan panas dan sesak seperti itu.

Metromini memaksa kita untuk belajar mendengarkan hingga akhirnya kita menyadari betapa sudah terlalu banyak bicaranya kita selama ini.

dan jauh sebelum datangnya BUSWAY, Metromini telah mengajarkan toleransi., betapa banyak penumpang Metromini memberikan kursinya kepada ibu hamil dan lansia tanpa perlu ada tempelan stiker "DAHULUKAN IBU HAMIL DAN LANSIA" terpampang besar-besar pada tiap jendela.

metromini dan intimidasi ..
Kemarin lusa sepulangnya dari Blok M)., saya dan seorang teman yang kebetulan pria gagah berambut gondrong naik metromini 610 ke arah Pondok Labu. and you know what, saat metromini masih stay(baca:ngetem) di terminal., naiklah seorang anak muda dengan tampang beler (mabuk) yang tadinya saya pikir dia penumpang. Anak muda itu hanya berdiri beberapa saat di depan pintu sambil melihat sekeliling kearah penumpang., kemudian berucap dengan nada suara yang kelihatan sekali dibuat-buat:

"Selamat siang bapak,. ibu., Saudara semua
Gue disini bukan mau meminta-minta belas kasihan dari Bapak Ibu Saudara semua
Gue disini bukan buat ngerampok, nodong, nyopet atau nusuk orang pake pisau
Gue bukan penjahat dan gak mau jadi penjahat ya
Gue cuma minta sedikit perhatian dari Bapak Ibu Saudara sekalian ya
Buat orang-orang kayak gue,
uang seribu dua ribu yang buat Bapak Ibu Saudara gak ada artinya
Buat gue berarti banget, buat gue makan hari ini
Jadi ya Bapak Ibu Saudara sekalian., daripada gw jadi penjahat dan menusuk orang.,
Gue pilih untuk bicara baik-baik disini ya.,
Uang dua ribu seribu banyak artinya buat gue sekarang .. "

Kemudian dengan pedenya dia berkeliling layaknya pengamen berkeliling setelah membawakan satu-dua lagu, hasilnya banyak sekali penumpang yang berhasil diintimidasi dengan kata-kata karangannya barusan., kemungkinan besar pikiran mereka terlanjur terpukau dengan kata-kata "seribu-duaribu" dan "menusuk orang" yang keluar dari pemuda beler itu.
Apalah artinya seribu-dua ribu ketimbang harus masuk rumah sakit dengan isi perut berantakan ...

Buat saya pribadi., pemuda tersebut menemukan kreatifitas ditengah himpitan kondisi.
Dia nggak perlu repot-repot bawa gitar atau sekedar ukulele., nggak perlu baca puisi., nggak perlu menjual mainan., makanan., tapi dia lebih memilih untuk menyiapkan sebuah paragraf penuh intimidasi. Anak muda ini menggunakan otaknya lebih baik daripada teman-temannya kebanyakan. Bahkan saya sangat meragukan dia benar-benar dalam keadaan trance apalagi benar-benar ingin menusuk seseorang hingga isi perutnya berantakan.

Ternyata, metromini juga mengajarkan kita untuk tetap tenang sekaligus sebagai sarana latihan gratis untuk menghadapi berbagai macam kepribadian.,
akhir kata,

semoga selamat sampai tujuan.

Sumber foto: metro.kompasiana.com

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...