Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2018

Kiat Marketing Pemula Ala Alvin Shul Vatrick, Marketing Teraktif FAM 2017

FAMNEWS, Kediri - Alvin Shul Vatrick benar-benar tidak menyangka, saat dirinya dinobatkan sebagai Marketing Teraktif sepanjang 2017 lalu pada awal 2018. Pria kelahiran Luwu,18 Oktober 1977 ini mengaku, memasarkan layanan jasa FAM Publishing merupakan bentuk pengabdiannya terhadap sastra Indonesia. "Membantu mereka yang memiliki bakat menulis untuk mengabadikan karyanya dalam bentuk buku, yang saya percayakan kepada FAM Publishing dalam hal penerbitan, murni sebagai wujud cinta saya kepada literasi. Terutama kepada FAM Indonesia," ujar pemilik nama Shul Vatrick ini. Pada dasarnya Alvin--nama pena Shul Vatrick--bukanlah orang Marketing. Namun bagi Koordinator FAM cabang Luwu ini, menjadi marketing yang paling mudah ialah dengan memaksimalkan kualitas cetak, memaksimalkan promo buku-buku terbitan FAM Publishing, terutama karyanya sendiri. Selain itu, meningkatkan kontrol terhadap cabang-cabang FAM agar terjalin hubungan yang lebih baik lagi antara sesama pengurus, dengan l...

Juara Puisi "Akhir Tahun" Diumumkan

FAMNEWS, Kediri - Melalui website resminya, Pengurus Pusat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia mengumumkan tiga besar lomba cipta puisi bertema Akhir Tahun, Selasa (23/1/18). Setelah membaca 528 naskah yang diterima Tim FAM, juri memutuskan 105 nominator naskah terbaik untuk dibukukan. Sementara tiga besar yang berhasil menembus ratusan naskah tersebut adalah Lydia Nahkluz Petrovaskaya, Bengkalis yang mendapatkan juara satu dengan judul puisi, Nyanyian Tahun yang Tak Kulagukan Rindu. Juara dua dipegang oleh Budi Setiawan, Temanggung dengan judul puisi Anjing Penghujung Tahun.  Juara ketiga oleh Saiful Huda, Purbalingga dengan puisinya Sebelum Januari. SELAMAT KEPADA PARA PEMENANG! FAM Indonesia juga memberikan penghargaan, sebagai wujud apresiasi atas keterlibatan peserta. Dilansir dari famindonesia.com, hadiah utama yang diberikan kepada Lydia Nakhluz Petrovaskaya ialah uang tunai Rp 150ribu dan voucher pulsa. Tak jauh berbeda, Budi Setiawan selaku juara kedua juga men...

Bundo Nova, Sosok Marketing Teraktif yang Tangguh

FAMNEWS, Kediri – Apresiasi FAM Indonesia terhadap salah satu anggotanya sebagai marketing teraktif sepanjang 2017 lalu, yang diraih oleh Bundo Nova–sapaan akrab wanita kelahiran Payakumbuh, 19 Juli 1982 ini– jelas membawa semangat dan kebahagiaan tersendiri. “Begitu mendapatkan kabar bahwa saya dinobatkan sebagai marketing teraktif, saya langsung beristighfar dan sujud syukur. Lalu saya memfoto kembali penghargaan tersebut, dan berterima kasih atas kepercayaan FAM,” ujar guru jurnalistik yang sekaligus penyiar radio Safasindo FM Payakumbuh ini. Bundo Nova mengaku sudah mulai belajar berjualan sejak duduk di bangku SD. Sebagai orang Minang, tentu hal tersebut sudah lazim, terlebih kedua orangtuanya juga pedagang. Namun, yang patut diacungi jempol adalah keberaniannya untuk menawarkan dagangannya kepada guru-guru. Untuk anak seusia Bundo Nova saat itu, tentu butuh mental yang kuat untuk menghadapi berbagai tanggapan yang akan diberikan guru-gurunya. Entah itu penolakan atau pun kes...

Jejak Literasi Raflis Chaniago, Putra Minangkabau

FAMNEWS, Kediri – Menyukai menulis sejak duduk di bangku kelas II SMA, Raflis Chaniago beberapa kali menorehkan jejak penanya berupa puisi pertama kali pada Harian Singgalang, Padang. Saat menjadi mahasiswa di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Padang, tepatnya pada 1984, baru ia rutin menulis puisi, cerpen, dan esai. Bukan hanya di harian Singgalang saja, ia bahkan sempat menjajal Haluan, Mingguan Canang, Mingguan Serambi Pos terbitan Padang, dan Harian Rakyat Sumbar terbitan Bukittinggi Sumatera Barat. Dikatakannya, di harian Haluan, mingguan Canang, dan Serambi Pos dia juga pernah menjadi kontributor berita. Berlanjut pada tahun 1986, guru bahasa Indonesia lahir di Talaok, Bayang, Sumatera Barat 45 tahun yang lalu ini, sempat menjuarai lomba menulis cerpen di FPBS IKIP Padang. Perjalanan guru bahasa Indonesia SMAN 1 Painan di dunia literasi ini tak hanya sampai di situ saja. Pada tahun 2013 hingga 2017, beberapa karyanya berhasil diterbitkan oleh FAM Publishing sepe...

Lomba Cerpen Anak Bertema Bebas Berhadiah Uang Tunai + Voucher Pulsa

60 Naskah Terpilih Dibukukan! GRATIS! Dibuka        : 26 Januari 2018 Deadline     : 28 Februari 2018 Pengumuman Pemenang: 15 Maret 2018 Cerpen bercerita tentang seputar kehidupan anak dan polah tingkahnya. Cerpen harus mengandung kebaruan dan pesan-pesan moral.  Yuk, segera kirimkan naskah terbaikmu, berhubung penerimaan naskah hanya 34 hari.  SYARAT & KETENTUAN LOMBA 1.    Peserta terbuka untuk umum tanpa dibatasi usia, baik di Indonesia maupun luar negeri. 2.    Lomba tanpa pungutan biaya apa pun dari peserta alias GRATIS. 3.    Peserta mengirimkan maksimal 2 (dua) cerpen. Cerpen anak bertema “Bebas”. Seputar kehidupan anak dan polah tingkahnya. 4.    Panjang naskah cerpen maksimal 5 (lima) halaman, cukup 1 (satu) spasi. 5.    Naskah diketik di microsoft word 2003/2007, font Times New Roman ukuran 12, jarak 1 spasi. 6.    Naskah original, belum pernah te...

Lomba Cipta Puisi Bertema “Bencana Alam” Berhadiah Uang Tunai + Voucher Pulsa

100 Naskah Terpilih Dibukukan! Dibuka: 24 Januari 2018 Deadline: 20 Februari 2018 Yuk, segera kirimkan naskah terbaikmu, berhubung penerimaan naskah hanya 28 hari.  SYARAT & KETENTUAN LOMBA 1. Peserta terbuka untuk umum tanpa dibatasi usia, baik di Indonesia maupun luar negeri. 2.Peserta mengirimkan maksimal 2 (dua) puisi. Puisi bertema “Bencana Alam”. 3. Panjang naskah tiap puisi maksimal 1 (satu) halaman, cukup 1 (satu) spasi. 4. Naskah diketik di microsoft word 2003/2007, font Times New Roman ukuran 12, jarak 1 spasi, panjang maksimal 1 (satu) lembar ketikan. 5. Naskah original, belum pernah terbit di media mana pun (termasuk website, blog dan media sosial) 6. Naskah dilampirkan biodata narasi, foto diri, alamat email, dan nomor kontak yang dapat dihubungi. 7. Naskah dikirim ke email: : lombafamindonesia@gmail.com. Subjek email: Lomba Puisi Bencana Alam_Nama Penulis. Paling lambat diterima tanggal 20 Februari 2018. 8. Pengumuman Pemenang tanggal 7 M...

“Reog Kendang Tulungagung”, Sebuah Dokumentasi Seni Tari Klasik Karya Widwi Astuti

FAMNEWS, Kediri - Widwi Astuti berhasil mendokumentasikan jejak budaya daerah, utamanya seni tari klasik dalam sebuah buku bertajuk "Reog Kendang Tulungagung untuk Generasiku", yang diterbitkan oleh FAM Publishing. Pembimbing ekstrakurikuler Reog di SMKN 2 Tulungagung ini memaparkan selintas tentang Reog Kendang Tulungagung dalam karyanya tersebut. Asal mula tarian Reog, keunikan-keunikannya, dhodhog, instrumen, diskripsi gerak, lagu yang digunakan, kostum Reog kendang Tulungagung hingga cara memukulnya tak lepas dari pengamatan penulis. Diakui pemilik nama pena Widut ini, karya tersebut merupakan buku tunggal perdananya. Sebelumnya--pada 2016 lalu-- wanita kelahiran 4 Mei 1972 silam ini, pernah mengikutsertakan naskah puisinya “Menyandi Sepi” dalam antologi puisi bersama 22 penyair perempuan, yang diterbitkan oleh Pustaka Jaya Yogyakarta. Perempuan kelahiran Kota Proklamator--Blitar yang piawai menari ini juga pernah menulis tentang humor. “Saya pernah berkontribusi ...

FAM Indonesia, Jembatan Impian Suprapno

FAMNEWS, Kediri - Sebuah pesan, salah satu karya terbaru Suprapno yang berisi buku kumpulan puisi tersebut, akan diterbitkan oleh FAM Publishing. Sebelumnya, pemilik nama pena Aba Shihab yang lahir di Surabaya pada 15 Desember 1963 ini, telah menerbitkan dua buku kumpulan puisi tunggal dengan judul “Tentang Bulan yang Jatuh” pada 2015, dan buku kumpulan puisi tunggal dengan judul, “Di Batas Waktu” tahun 2017. Selain diterbitkan oleh FAM Publishing, dirinya juga pernah mendokumentasikan pemikirannya dalam buku "Membongkar penyelundupan satwa", oleh Penerbit Penulis Muda Publisher. Dikatakan Suprapno, dirinya memang telah jatuh hati untuk menulis sejak duduk di bangku SMP, namun kegemarannya tersebut sempat terhenti. Di lain kesempatan, ia kemudian menemukan FAM Indonesia, yang akhirnya berhasil membangkitkan gairahnya untuk menulis puisi dan cerita pendek. Beberapa lomba yang diselenggarakan FAM Indonesia kerap kali ia ikuti, baik itu puisi maupun cerita pendek. Me...

Jihad Bil Qalam, Upaya Agus Salim Menebarkan Virus Literasi

FAMNEWS, Kediri – Sebagian besar buku di pasaran tentu sudah banyak yang membahas tentang pentingnya menulis. Namun, buku terbitan FAM Publishing pada tahun 2017, yang ditulis oleh Agus Salim--Guru di Lembaga Pendidikan Al Muslim Fullday Scholl--dengan judul Jihad Bi al-Qalam ini jelas berbeda. Dikatakannya, bahwa menulis merupakan bagian dari jihad fi sabilillah. “Dengan menulis, di samping untuk menstrukturkan pemikiran, juga sebagai bentuk sumbangan pemikiran positif untuk membangun budaya sebuah bangsa. Tentu tulisannya harus konstruktif, bukan tulisan destruktif yang isinya bertentangan dengan norma , dan yang berlaku bagi kita” ujar pria yang gemar menulis artikel dan opini di majalah Hidayatullah, Media Jatim, dan koran Harian Surya itu. Pria kelahiran Jombang, 04 Agustus 1970 yang pernah menjuarai Lomba Menulis Artikel Guru di Majalah Cerdas 2011 lalu ini, sebelumnya telah menerbitkan beberapa karya diantaranya Berguru pada Waktu (BpW), Kumpulan Opini dan Hikmah, Malam-m...

Bedah Buku "Jangan Mengukur Baju dengan Badan Orang Lain" Banyak Ibrah yang Bisa dipetik

FAMNEWS, Kediri - Jangan Mengukur Baju dengan Badan Orang Lain, sebuah motivasi yang ditulis berdasarkan hasil perenungan dan pengalaman pribadi saat mengikuti seminar. Nardi, guru di Yayasan Masjid Muhajidin Surabaya ini membukukan karyanya melalui FAM Publishing pada Mei 2017 lalu, dengan harapan buku tersebut dapat memotivasi pembaca, agar menjadi manusia yang lebih baik. Beberapa saat lalu, Nardi yang kelahiran Sumenep 06 April 1983 ini juga berkesempatan membedah bukunya tersebut bersama Ustaz Habibullah Irsyad, M.Pd.I--Ketua Pemuda Muhammadiyah Kenjeran--, Ahad (20/1/18). Bertempat di Madrasah Ibtida’iyah Muhammadiyah 25 Surabaya, Ustaz Habibullah dan penulis sendiri secara garis besar menyampaikan makna bahagia yang sesungguhnya, seperti yang termaktub dalam buku tersebut. Diakui Nardi, dirinya merasa perlu menulis buku tersebut karena tidak sedikit manusia yang mengukur kebahagiaan, dengan memandang kehidupan orang lain yang--secara kasat mata-- seolah-olah mereka mene...

Terpilih, Inilah Tiga Besar Cerpen Remaja "Bebas Kreatif"

FAMNEWS, Kediri - Pengurus Pusat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia kembali mengumumkan Pemenang Lomba Cipta Cerpen Remaja, bertema“Bebas Kreatif”, Jumat (19/1/18). Sebelumnya, FAM Indonesia juga telah membaca 228 naskah cerpen yang masuk. "Tim juri memilih 50 naskah-naskah terbaik untuk dibukukan, yang kemudian disaring menjadi 10 nominator yang naskahnya berhak menyandang tiga besar," ujar Martlina MP, Ketua panitia event.  Tim FAM Indonesia, lanjutnya, kemudian memutuskan nama-nama dan judul cerpen berikut sebagai pemenang tiga besar. Juara satu oleh Devi Tasyaroh (Serang), dengan judul cerita pendek (cerpen) "Ganjaran Bagi Si Pemilik Nama yang Membusuk". Sebagai apresiasi, FAM Indonesia memberikan uang tunai senilai Rp150ribu, Voucher Pulsa, dan piagam penghargaan. Juara kedua diraih oleh Siti Husniyah (Karanganyar), dengan judul cerpen "Minggat". Ia juga berhak membawa pulang uang tunai senilai Rp100ribu, Voucher Pulsa, dan piagam penghargaan....

Zara Junia Shafira, Impian Menjadi Penulis Muda

Zara Junia Shafira, lahir di Bandar Lampung pada tanggal 30 Juni 2000. Ia adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Saat ini bertempat tinggal di Kota Bandung, Jawa Barat. Ia masih berstatus sebagai pelajar di SMK Telkom Bandung.  Tertarik di bidang kepenulisan sejak duduk di bangku Sekolah Dasar tahun 2009 saat kelas 4 SD. Pertamakalinya ia menulis puisi saat itu, kemudian aktif menulis di fansfage dan blog pribadi sejak tahun 2015 sampai sekarang. Sejak tahun 2015 ia mencoba menulis cerpen untuk dimuat di blognya. Berawal dari pengalaman hidup membuatnya ingin membagikan ceritanya lewat blog perjalanannya. Baginya menulis merupakan passion yang sudah ada sejak kecil, membuat ia semangat berkarya dan tidak pernah berputusasa untuk mewujudkan impiannya. Ia juga ingin menginspirasi sesama lewat tulisan yang dibagikan dan tulisan yang dibuatnya dapat bermanfaat bagi orang lain. Saat ini ia sedang proses penulisan antologi puisi pertamanya. Yang ingin ia terbitkan, harapannya se...

Pengumuman Pemenang Lomba Cipta Puisi Bertema “Akhir Tahun”

Selamat Anda jadi Pemenang! Pengurus Pusat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, Selasa ,  23 Januari 2018 , mengumumkan Pemenang Lomba Cipta Puisi Bertema “Akhir Tahun” . Setelah membaca keseluruhan naskah (528 naskah puisi), memilih naskah-naskah terbaik, maka Tim FAM Indonesia memutuskan nama-nama dan judul puisi pemenang sebagai berikut: JUARA 1: Lydia Nahkluz Petrovaskaya, Bengkalis Judul puisi: Nyanyian Tahun yang Tak Kulagukan Rindu Juara 2: Budi Setiawan, Temanggung Judul puisi: Anjing Penghujung Tahun JUARA 3: Saiful Huda, Purbalingga Judul Puisi: Sebelum Januari SELAMAT KEPADA PARA PEMENANG! SEBAGAI tanda apresiasi dan penghargaan, FAM Indonesia memberikan hadiah sebagai berikut: TERBAIK 1: Uang Tunai Rp150.000 + Voucher Pulsa + Naskah dibukukan + Piagam Penghargaan TERBAIK 2: Uang Tunai Rp100.000 + Voucher Pulsa + Naskah dibukukan + Piagam Penghargaan TERBAIK 3: Uang Pembinaan + Voucher pulsa + Naskah dibukukan + Piagam Pengharg...

Pengumuman 20 Nominator Terpilih Lomba Cipta Puisi Bertema "Akhir Tahun"

Selamat naskah Anda terpilih! Salam literasi FAMili, hari ini Senin, 22 Januari 2018 FAM Indonesia mengumumkan 20 Naskah Terpilih Lomba Cipta Puisi Bertema “Akhir Tahun” . Setelah sebelumnya tim juri menyeleksi 528  naskah dan mengumumkan 105 nominator yang naskahnya dibukukan, maka terpilihlah 20  naskah nominator yang berkesempatan menjadi juara 1, 2, 3. Ke-20 naskah tersebut adalah:  Update berdasarkan abjad (A sampai Z) 1. Abdur Rokhman Al A’la, Mojokert (Masa Aku Merasa Rasa [Tak] Teraba) 2. Anindita Tisa Amanda, ? (Monachopsis) 3. Ardhi Dwi Pranata, Surabaya (Pria Perlente dan Wanita Kemayu) 4. Budi Setiawan, Temanggung (Anjing Penghujung Tahun) 5. Denik AN, Malang (Teroka Selepas Bulan Tua) 6. Derry Rakasi, NTB (Catatan Maaf Sang Pengkhianat) 7. Dicky Rivaldi, Tangerang (Kesaksian Akhir Tahun) 8. Erwin Setia, Bekasi (Ujung Tahun dan Harapan-Harapan yang Tak Sampai) 9. Freshyama Daniar Rosy, Bogor (Hayat di Terminasi Sangkala...

Pengumuman 105 Nominator Lomba Cipta Puisi Bertema "Akhir Tahun"

Selamat Naskah Anda Terpilih! Salam literasi FAMili, hari ini Sabtu, 20 Januari 2018 FAM Indonesia mengumumkan 105 Nominator Lomba Cipta Puisi Bertema “Akhir Tahun”. Setelah tim juri menyeleksi 528 naskah, maka terpilihlah 105 naskah nominator yang berkesempatan menjadi juara dan akan dibukukan. Meskipun tim juri menemukan banyak naskah yang layak dibukukan, namun juri harus membatasi hanya 105 naskah terbaik yang dibukukan. Naskah-naskah ini akan diterbitkan dalam satu judul buku. Judul utama buku yang akan dipilih adalah judul puisi juara 1 (satu). Ke-105 naskah tersebut adalah: Update berdasarkan abjad (A sampai Z) 1.        Abdur Rokhman Al A’la, Mojokerto (Masa Aku Merasa Rasa [Tak] Teraba) 2.        Achmad Mubarok, Semarang (Di Matamu) 3.        Ade Kartini, Tasikmalaya (Biorama Maya) 4.        Agus Nurjaman, S Pd, Bandung (Tiga) 5.  ...