Skip to main content

FK Irwandii, Programer Indonesia Scriptwriter Ingin Karyanya dan FAMili diangkat ke Layar Lebar


FAMNEWS, Kediri -FK Irwandi, ayah bagi tiga putra dan putri ini salah satu anggota FAM Indonesia. Pernah menerbitkan buku di FAM Publishing 2017 lalu, pria kelahiran Padang, 11 Oktober 1977 itu saat ini tergabung dalam Indonesian Scriptwriter Community (ISC). Di bawah naungan tokoh kenamaan, Aditya Gumay, FK Irwandi terbilang memiliki waktu yang cukup padat. Untuk itu, dalam waktu dekat ini saja dirinya belum bisa mempersiapkan kembali naskah yang akan diterbitkan.

"Kebetulan saat ini saya dipercaya menggawangi bidang programmer, yang bertugas mengatur jadwal deadline sebuah naskah skenario film, termasuk juga dalam hal pemilihan calon pemainnya dibantu dengan tim lainnya" ungkap FK Irwandi sembari melanjutkan, bahwa tugasnya kini memang berat. "Kami dituntut untuk menghasilkan sebuah skenario film, FTV serta sinetron yang berkualitas. Sebab film atau sinetron dan FTV, yang akan turut menentukan baik-buruknya generasi bangsa. Karena langsung bersentuhan dengan masyarakat," imbuhnya.

Meski demikian, lelaki yang memiliki hobi traveling ini mengaku sudah menyukai dunia menulis sejak sekolah dasar, terutama menulis essay. Meski saat itu tidak dipublikasikan, hanya untuk terbatas. "Pertama kali saya menyukai menulis, ketika ada kegiatan mengarang pada pelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar. Waktu itu saya cukup cepat menyelesaikan tugas mengarang sebanyak dua halaman kertas ukuran folio, bahkan di setiap ujian mata pelajaran bahasa Indonesia, tugas mengarang cukup membantu untuk menambah poin pada nilai ujian saya," kisah penulis yang bercita-cita judul bukunya diangkat ke layar film tersebut.

Sebelum resmi bergabung bersama FAM, dirinya sempat tergabung dalam salah satu wadah kepenulisan nasional yang lain, namun menurut FK Irwandi ia merasa tidak ada sinergi yang bagus antara pengurus komunitas tersebut dengan anggotanya. "Saya melihat kegiatannya kurang solid dan kurang sosialisasi juga. Mereka tidak cukup merangsang anggotanya untuk dapat menjadi penulis-penulis yang dapat menerbitkan karyanya" ujar FK Irwandi.  Akhirnya, lanjut dia, mencoba mencari sebuah forum yang dapat menampung segala apa yang diharapkan. "Saya menemukan FAM ini, lantas saya merasa apa yang menjadi keinginan dan harapan saya tersalurkan," tutur putra Minang yang juga hobi bernyanyi itu.


Bagi dia, FAM selain cukup banyak memberikan informasi dalam hal literasi, hubungan persahabatan dan sillaturrahmi juga cukup terjaga antara pengurus dan anggota. Masih dikatakan FK Irwandi, jaringan yang terbentuk di beberapa daerah juga cukup bagus dan solid, sehingga dapat menambah jaringan yang lebih luas lagi bagi pengurus dan anggota FAM itu sendiri. Tak dipungkiri, jika ke depan menurut dia, akan banyak hal-hal baik lagi yang akan terlaksana. Khususnya dalam bidang literasi yang lebih kreatif.

Sebagai salah satu anggota yang sempat bekerjasama dengan FAM Publishing, FK Irwandi menilai FAM Publishing cukup baik kualitasnya. Hanya saja, yang perlu di tingkatkan lagi menurut ia ialah metode komunikasi dalam hal pemilihan cover dan  layout naskah, kepada penulis sebelum naik cetak. "Perlu ditanyakan apakah penulis punya sarana pendukung untuk pembuatan cover sendiri, atau diserahkan sepenuhnya kepada pihak FAM agar lebih cepat dan tepat dalam segi hal waktu untuk naik cetak. Selebihnya, menurut saya FAM Publishing sudah cukup baik saat pra-cetak dan pasca cetak, pengirimnya juga cepat”.

Lebih lanjut ia berharap, agar karya-karya yang ia dan anggota FAM Indonesia lainnya lahirkan, akan menjadi pilihan baru untuk disukai dan menginspirasi pembaca. Mengingat dirinya yang tergabung dalam komunitas penulis skenario, bukan mustahil jika suatu saat buku yang ia tulis akan diangkat ke film layar lebar, serta tidak menutup kemungkinan bagi anggota FAM lainnya. [TIM Media FAM]

Keterangan foto 1: FK Irwandi saat berkunjung ke Twin Tower, bersama buku karyanya.

Keterangan foto 2: Bersama komunitas Indonesian Scriptwriter Community (ISC).

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...