sumber gambar: www.forumjualbeli.co.id Hengky dan Rohim bersahabat. Rohim pemuda Malaysia. Dia anak seorang sultan. Walau begitu, "lidah"-nya sudah terbiasa berbicara dengan bahasa gaul khas anak Jakarta. Suatu hari, ketika Hengky hendak pulang kampung ke Bukittinggi untuk menghadiri pertemuan para alumni di sekolah SMA-nya dulu, Rohim ingin ikut. Mereka pun berangkat dengan diantar oleh ajudan Rohim yang bernama Pak Ram. Di Bukittinggi, Rohim melihat seorang gadis bernama Rohimah. Dia tampak menyukai gadis itu. Maka, disuruhlah Pak Ram mencari informasi tentang gadis itu. Setelah berhasil, tanpa sepengetahuan Hengky, Rohim merasa gembira. Ternyata mereka masih berada di Bukittinggi selama dua hari ke depan. Waktuku mengajak Rohimah berkenalan maih panjang, begitulah isi hati Rohim berbunyi. Cerpen sederhana ini ditulis dengan baik dan tanpa kesan bertele-tele, walau korelasi antara judul dan isi cerita belum bisa kita raba sampai delapan puluh persen membacanya. Barulah ...
Komunitas Penulis, dari Pare untuk Dunia