Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2014

Ulasan Cerpen "Rohim dan Rohimah" Karya Yessi Arsurya (FAMili Bukittinggi)

sumber gambar: www.forumjualbeli.co.id Hengky dan Rohim bersahabat. Rohim pemuda Malaysia. Dia anak seorang sultan. Walau begitu, "lidah"-nya sudah terbiasa berbicara dengan bahasa gaul khas anak Jakarta. Suatu hari, ketika Hengky hendak pulang kampung ke Bukittinggi untuk menghadiri pertemuan para alumni di sekolah SMA-nya dulu, Rohim ingin ikut. Mereka pun berangkat dengan diantar oleh ajudan Rohim yang bernama Pak Ram. Di Bukittinggi, Rohim melihat seorang gadis bernama Rohimah. Dia tampak menyukai gadis itu. Maka, disuruhlah Pak Ram mencari informasi tentang gadis itu. Setelah berhasil, tanpa sepengetahuan Hengky, Rohim merasa gembira. Ternyata mereka masih berada di Bukittinggi selama dua hari ke depan. Waktuku mengajak Rohimah berkenalan maih panjang, begitulah isi hati Rohim berbunyi. Cerpen sederhana ini ditulis dengan baik dan tanpa kesan bertele-tele, walau korelasi antara judul dan isi cerita belum bisa kita raba sampai delapan puluh persen membacanya. Barulah ...

Ulasan Cerpen "Kuhadirkan Bintang" Karya Cinta Okta Edverliano (FAMili Semarang)

Cerpen ini bercerita tentang Ano yang hampir putus asa mendapatkan cintanya. Mungkin itu sebatas perasaan pesimisnya saja, sebab Arini tiba-tiba datang dan membuka kemungkinan baru yang menyenangkan. Cerpen ini sebenarnya bisa dikembangkan lagi. Sayang, ide yang bagus terasa kurang greget ketika sosok Arini datang secara tiba-tiba untuk memecah kebuntuan. Mestinya ada konflik tambahan, atau paling tidak proses yang jelas apa yang terjadi pada Arini di masa lalu hingga membuat Ano menyerah. Proses memang tidak harus "menjelaskan", namun "menunjukkan" poin-poin tertentu. Misal, bisa kita buat lelaki yang dicemburui Ano itu sebatas teman Arini, tidak lebih. Atau, kalau mau memberi kejutan, bisa juga kita buat lelaki itu justru saudara sepupu Arini, yang selama ini disalahpahami Ano sebagai calon suaminya, sebab begitu dekat dan akrab. Intinya, proses tidak harus detail, namun menyasar tujuan dengan jitu. Tanpa proses, cerita akan terkesan melompat dan kurang menarik....

Penerbitan Antologi Puisi “Pahlawan, Kau Cahaya yang Tak Pernah Redup”

Dibuka: 25 Oktober 2014 Deadline: 25 Nopember 2014 Sahabat dan FAMili di mana pun berada, Penerbit FAM Publishing—Divisi Penerbitan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia—kami kembali mengajak Anda untuk aktif dan kreatif berbagi tulisan melalui puisi-puisi inspiratif dengan tema “Pahlawan, Kau Cahaya yang Tak Pernah Redup” sebagai bentuk apresiasi Anda terhadap jasa-jasa pahlawan. Hakikatnya, pahlawan adalah orang yang berjasa. Anda pasti memiliki sosok yang dianggap pahlawan dalam kehidupan; apakah orangtua, guru, teman, sahabat, dll. Silakan tuangkan dalam bentuk puisi yang bernilai perjuangan; bisa tentang perjuangan seorang ibu, perjuangan melawan kemiskinan, perjuangan menggapai cita-cita, perjuangan kemerdekaan, dan lainnya. Harapannya dari puisi-puisi ini ada hikmah dan pesan-pesan  yang dapat dipetik serta bermanfaat bagi pembacanya. Penerimaan naskah dibuka mulai tanggal 25 Oktober 2014 hingga 20 Nopember 2014. Biaya penerbitan (pracetak) buku ini ditanggung sepenuhnya ole...

Asma Nadia dan Ketum FAM Pembicara "Seminar Nasional Kepenulisan" di UNP

Bring Your Future Today By Writing... Ikuti, Seminar Nasional Kepenulisan bersama Asma Nadia (Penulis Novel Best-seller "Catatan Hati Seorang Istri") dan Muhammad Subhan (Jurnalis, Penulis, Pendiri dan Ketum FAM Indonesia). Kapan acaranya? Ini dia: Minggu, 23 November 2014 Pukul 07.00 s/d 13.00 WIB (Umum) Pukul 07.00 s/d 15.30 WIB (VIP) Tempat: Auditorium Prof. Dr. Kamaluddin FE UNP, Padang, Sumatera Barat Insert: Umum Rp40.000,- VIP Rp150.000,- (Kapasitas 30 orang) Fasilitas: - Seminarkit - Pin - Snack - Ilmu yang bermanfaat - Meet and greet - Exlusive bersama Asma Nadia bagi peserta VIP Pendaftaran: Pendaftaran peserta melalui SMS dengan format NAMA<spasi>SEKOLAH/INSTANSI<spasi>JENIS FASILITAS. Contoh: RAFI AHMAD UNP VIP. Contact Person Panitia: Intan: 082391245559 Catatan: Pembayaran dapat dilakukan secara langsung melalui contact person atau via transfer ke Bank Nagari Nomor Rekening 2103.0210.65779-2 atas nama Upi Rahmawati (sebelum dan sesudah transfer h...

Bukan Kacamata Biasa

Surabaya (FAMNews) -- Inilah “Kacamata Semesta Kata”. Dengan kacamata ini, para ksatria Airlangga Jurusan Sastra Indonesia mencoba memandang berbagai realita sosial yang berserakan di berbagai sudut dan di setiap jengkal bumi pertiwi. Lewat Kacamata ini juga, mereka mencoba berkontemplasi memandangi diri sendiri. Hingga akhirnya tersusun dalam rangkaian bait-bait puisi yang menyatu dalam sebuah antologi puisi "Kacamata Semesta Kata." Secara umum, antologi puisi "Kacamata Semesta Kata" merupakan ungkapan kegelisahan para penulisnya. Sebagaimana disampaikan Bramantio S.S, MHum di hadapan peserta bedah buku dan launching buku tersebut yang diselenggarakan FAM Surabaya-Badan Perpustakaan Kota Surabaya pada Kamis, 23 Oktober 2014 di Taman Flora Surabaya. “Puisi-puisi dalam antologi Kacamata Semesta Kata bentuknya sebagian besar merupakan narasi dengan menghadirkan "aku" atau "kau" melalui bahasa yang seolah mencoba menjadi indah. Dari satu puisi ke...

Lokalitas dalam Karya Sastra

Oleh Aliya Nurlela Penulis & Pegiat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia JAUH sebelum saya membaca buku-buku sastra yang bertema lokal, ada sedikit pandangan yang setengah menganggap bahwa karya sastra bertema lokal cenderung kolot dan menjenuhkan untuk dibaca. Terutama ketika bahasa lokal dalam karya tersebut sangat mendominasi, hingga harus sering-sering melirik catatan kaki. Hal lainnya, nama-nama panggilan dalam cerita lokal tersebut belum akrab di telinga. Misal panggilan ibu, paman atau kakek di daerah Bali, tentu berbeda dengan panggilan yang sama di tempat lainnya. Selain belum akrab dengan panggilan tersebut, ada semacam rasa yang belum menyatu masuk dalam cerita, terutama bagi pembaca yang berasal dari luar daerah Bali. Pada pembacaan yang kedua kalilah, mungkin pembaca bisa ikut masuk dalam cerita dengan rasa yang menyatu. Tidak bisa dipungkiri, membaca karya-karya bertema populer cenderung lebih asyik dan bergairah, lebih mudah dicerna dan cukup sekali baca. Apalagi ka...

Ulasan Cerpen "Ketika Sebuah Persahabatan Dipertaruhkan" Karya Arief Setiawan (FAMili Sleman)

Cerpen ini bercerita tentang kisah cinta remaja kebanyakan. Namun pada akhirnya, setelah melalui beberapa tahap hubungan, mereka menjadi teman. Ada banyak sekali kesalahan penulisan dalam cerpen ini. Pertama, pada paragraf awal cerpen terdapat kata "acuh". Namun setelah diperhatikan kembali makna kalimat utuhnya, kita pun tahu bahwa ada kesalahan penggunaan kata "acuh"—yang dalam kata lain sama dengan "peduli". Jadi, kata "acuh" yang benar diganti menjadi "tak acuh" atau "tidak acuh". Kedua, soal EYD, di antaranya kata-kata berikut ini: "didepanku", "dimasa", "dikelas", "dihidupku", "dihatiku", "dikotaku", "dikampus", "di elu-elukan", "akupun", dan "sekedar", yang semestinya ditulis demikian: "di depanku", "di masa", "di kelas", "di hidupku", "di hatiku", "di kotaku",...

Penerbitan Buku Atologi Kisah Inspiratif “Aku dan Buku”

Dibuka: 25 Oktober 2014 Deadline: 25 Nopember 2014 Buku adalah sumber ilmu, guru yang tak lelah mengajar, teman di kala senggang, motivator sekaligus sahabat yang paling setia. Semua orang tentu tidak asing dengan keberadaan buku yang selalu hadir dalam keseharian. Setiap orang memiliki kesukaan jenis buku yang berbeda untuk dijadikan bahan bacaannya. Dari semua buku yang pernah Anda baca dan beli, pasti ada satu atau dua buku yang sangat Anda disukai; apakah karena berhasil mengaduk-aduk perasaan, memberikan inspirasi, menjadi motivasi, menjadi solusi atas masalah yang sedang Anda hadapi, mengenang tanah kelahiran, dan segala hal lainnya. Apa pun alasan Anda menyukai sebuah buku, Penerbit FAM Publishing—Divisi Penerbitan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia—kembali mengajak Anda untuk menuliskan kisah pribadi (bukan kisah orang lain) dengan tema “Aku dan Buku.” Penerimaan naskah dibuka mulai tanggal 25 Oktober 2014 hingga 25 Nopember  2014. Biaya penerbitan (pracetak) buku ini di...

Terima Kasih Sarjana Indonesia!

Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia mengucapkan terima kasih kepada para Sarjana Indonesia yang telah melakukan penelitian mendalam untuk Tugas Akhir (Skripsi) terhadap Novel “Rinai Kabut Singgalang” karya Muhammad Subhan (Pegiat FAM Indonesia) yang diterbitkan FAM Publishing, Divisi Penerbitan FAM Indonesia. Semoga hasil penelitian ini bermanfaat dan berguna bagi ilmu pengetahuan. Salam aktif! 1. Lisa Purnama Sari , Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta” Judul Skripsi : “Aspek Budaya Minangkabau dalam Novel Rinai kabut Singgalang Karya Muhammad Subhan dan Implikasinya dalam Pembelajaran Sastra di SMA” Link: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/24692 2. Nezia Algeri , Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Judul Skripsi : “Pergeseran Indentitas Minangkabau dalam Novel Rinai Kabut Singgalang Karya Muhammad Subhan” Link: http://adln.lib.unair.ac.id/go.php?id=gdlhub-gdl-s1-2013-neziaalger-31141&PHPSESSID=501605d1d1ea61d8faf34c9dd5abe0...

Herman Suryadi, “Lahirkan Banyak Karya Sejak Era Mesin Tik Manual”

Herman Suryadi Penulis yang satu ini dilahirkan di Bengkulu 16 Juni 1960. Putra ke-6 dari Bapak Ahmad Gafur dan Ibu Sawiyah. Menamatkan pendidikan di SD Negeri 10 Kodya Bengkulu (1974), SMP Negeri 1 Kodya Bengkulu (1977), SPG Negeri Kodya Bengkulu (1981), D-2 PGSD FKIP Universitas Terbuka (1996), S-1 PGSD FKIP Universitas Terbuka (2004), S-2 Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bengkulu (2009). Bekerja sebagai Guru Sekolah Dasar sejak tahun 1981. Predikat Guru Teladan II Kecamatan Teluksegara (1994). Guru Teladan I Kecamatan Teluksegara, Guru Teladan I Kodya Bengkulu, Guru Teladan I Provinsi Bengkulu (1996), Finalis Guru Teladan Nasional di Jakarta (1996). Predikat tersebut kembali diukir dengan gelar Guru Berprestasi I Kecamatan Muarabangkahulu, Guru Berprestasi I Kota Bengkulu, Guru Berprestasi I Provinsi Bengkulu, Guru Berprestasi III Nasional di Jakarta (2011). Tahun itu juga meraih reward Guru Berprestasi dari Kementerian Pendidikan Nasional untuk melakukan “Penguatan ...

Ulasan Cerpen "Bukan Pilihan" Karya Yessi Arsurya (FAMili Bukittinggi)

Sumber: orasarinata.blog.com Cerpen ini bercerita tentang perubahan pribadi seorang gadis menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dia hampir "membenci" hidup dengan lingkungan sekitarnya. Dia hanya menikmati hidup untuk dirinya sendiri. Dia hidup untuk kesenangannya sendiri. Suatu hari, dia jatuh sakit. Seorang yang selama ini tidak ia sukai justru membantu. Sejak itulah, pintu hatinya terketuk, hingga perangai buruk di dalam hati berubah menjadi cahaya yang menerangi jalan hidupnya. Ide cerpen ini bagus, tapi sayang kurang dieksplor, hingga kurang terasa greget. Pada bagian perubahan itu, kondisi hati tokoh utama yang bergejolak kurang digambarkan secara rinci. Saran dari Tim FAM, untuk cerpen seperti ini, barangkali tokoh utama yang berwatak "keras" itu dibuat menolak lebih dulu bantuan dari sahabatnya yang disebut dalam cerpen ini bernama "Kakak". Setelah bantuan dari Kakak datang bertubi-tubi, tak kenal lelah, dan tak putus asa, barulah di situ timbul ...

Aku Bahagia Menjadi Muslimah

Judul: Aku Bahagia Menjadi Muslimah Penulis: 26 Penulis Muslimah Kategori: Buku Inspirasi ISBN: 978-602-7956-73-5 Terbit: Juli 2014 Tebal: 145 hlm ; 14 x 20 cm Harga: Rp45.000,- (di luar ongkir) KONTRIBUTOR: Aliya Nurlela, Alza Yulia, Asri Lestari, Kalsum Marasabessy, Ales Purwasih, Arina Nur Permata Ilmi, Debby Ummul Hidayah, Elis, Erna Susilowati, Gemintang Halimatussa’diah, Khanis Selasih, Kinanti Larasati Pandanwangi, Lenni Ika Wahyudiasti, Maulia, Muamanati Yuliati Rahmawati, Nilla Novita Sari, Nisvya Suci Nindyastomo, Rahmi Gusniarti, Reno Yuliasari, Siti Laili Nikmatul Kasanah, Siti Zulia Ningsih, Suharni, Vivi Afri Oviani, Widyawati, Yulia Erika, Yunita Nurisfa Mayasari *** Buku ini adalah kumpulan kisah nyata inspiratif 26 muslimah yang berasal dari berbagai daerah dan negara. Mereka menuliskan proses hijrahnya dari tidak berhijab menjadi berhijab, termasuk suka-dukanya. Secara blak-blakan melalui tulisan kisah masing-masing mereka bercerita bagaimana perasaannya saat sentuh...

“Cinta dalam Bayangan Tuhan”, Sisi Lain Dunia Perempuan

Singgalang Minggu, 12 Oktober 2014 Oleh Muhammad Subhan Pegiat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia MUNCULNYA media sosial, seperti facebook, twitter, dan beberapa lainnya, memudahkan akses komunikasi sesama penulis perempuan. Lewat hitungan detik, mereka dapat saling berinteraksi, berkarya, lalu dibaca ribuan orang. Interaksi itu memudahkan menyatunya ide dan bermacam kesamaan lainnya. Mereka berkontribusi membangun negeri lewat kata-kata. Aktivitas itu menjadi kebiasaan yang mengasyikkan, praktis. Lewat tombol tuts-tuts komputer, karya mereka melesat jauh, melampaui batas ruang dan waktu. Kumpulan cerpen Cinta dalam Bayangan Tuhan (2014) adalah salah satu bentuk karya yang dipengaruhi teknologi dan kemudahan akses informasi itu. Sebanyak 11 penulis perempuan dari berbagai kota di Indonesia mengumpulkan cerpen mereka di satu buku, dan memiliki keseragaman tema, yaitu seputar dunia perempuan dengan berbagai permasalahannya. Cerpen Sepanjang Lima Tahun Ini karya Melly Waty mengisahka...