Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2015

Lautku Lautmu

Judul: Lautku Lautmu Penulis: 75 Penyair Nusantara Kategori: Puisi Terbit: Mei 2015 Tebal: 320 hal; 14 x 20cm ISBN: 978-602-335-033-9 Harga: Rp50.000,- (Harga di luar ongkos kirim) *** KONTRIBUTOR: Ali Munir, Arief Rahman Hakim, Annisa Puspa Kirana, Ayoung Farida Al-Ayyubie, Andam Dewi Pertiwi, Agus Susiyanti, Amirullah B, Aqib Wisnu Priatmojo, Aprianus Putrason Niron, Agus Salim, Arkananta Sitara, Agus Pramono, Atih Fitria, Anis Fatihatul Munazillah, Alaik Murtadlo, Brillian Eka Wahyudi, Badarudin Amir, Bintang Hafizar Ar-Ruwiy, Bagus Alif Firmansyah, De Laras, Doni Alfajri, Ali Awaliah, Eni Setyowati, Eva De, F. Diannafi Abdillah, Fitri Indah Lestari, Fania Handiyani S, Fan Best Duth, Gabby Maureen Pricilia, Harumika Sakurai, Hendri Efendi, Herdian Armandhani, Hasmidi, Juliana Harahap, Kristina Andita Pradani, Levin, Lia Harnita, Lestari Hadiatin Ningsih, Maria Agustina, M. Lukluk Atsmara Anjaina, Mar’atun Fitriyah Annahwiyah, Maria Fillieta Salvateri kusumantara, Maya Harsasi, Muh...

Kisah Di Balik Kotaku

Judul: Kisah Di Balik Kotaku Penulis: FAM Medan Kategori: Cerpen Terbit: Mei 2015 Tebal: 85 hal; 14 x 20cm ISBN: 978-602-3350-26-1 Harga: Rp35.000,- (Harga di luar ongkir) *** Inilah Medan, dengan segala pernak-pernik hikayat dawai episodenya. (Sumiati Al Yasmine, “Dawai Episode”) Pertemuan mereka juga bukan seromantis yang dipikirkan. Mereka bertemu di sudut kota lama Medan. (Liyando Hermawan Hasibuan, “Di Kota Ini”) Kali ini aku memutuskan untuk terbang ke Medan. Aku akan menemui suamiku yang hampir satu setengah tahun bertugas di kota terbesar di  Pulau Sumatera itu. (Nenny Makmun, “Kejutan untuk Suamiku”) Tidak sia-sia perjuangan dan pengorbanan masyarakat kota Medan untuk bangkit kembali setelah bertahun-tahun terjajah oleh bangsa asing. Aku bangga padamu, Kota Medan tercinta. (Yoade Septiana, “Medan Kotaku Tercinta”) Haniyah adalah salah satu pelajar dari desa paling terpencil dan paling terdalam di Medan. Ia mengawali hari-harinya dengan bersekolah di salah satu SD Negeri ...

Piagam Kontributor Buku Antologi Puisi "Lautku, Lautmu"

Terima kasih kepada seluruh penulis antologi puisi "Lautku, Lautmu" yang telah berkarya bersama FAM Indonesia. Sebagai bentuk apresiasi, seluruh penulis yang tergabung dalam buku ini mendapatkan piagam penghargaan seperti contoh. Piagam dikirim ke email masing-masing penulis. Adapun nama-nama penulis di buku ini, sbb: 1. Ali Munir (Sumenep) Judul puisi: Samudra Kasih, Lautan Rezeki 2. Arief Rahman Hakim (Surabaya) Judul puisi: Surat Untuk Lautan, Rindu Bapak 3. Annisa Puspa Kirana (Malang) Judul puisi: Kukejar Cita di Seberang Samudra, Bulir Pasir di Tepi Pantai 4. Ayoung Farida Al-Ayyubie (Suarabaya) Judul puisi: Nelayan dalam Sajak Semesta, Tuhan Titipkan 5. Andam Dewi Pertiwi (Jakarta Selatan) Judul puisi: Entahlah, Mungkin Memang Hatiku Seperti Laut. Laut Sang Saksi Sebuah Penantian 6. Agus Susiyanti (Taiwan) Judul puisi: Oh Laut, Anak Buah Kapal (ABK) 7. Amirullah B (Mamuju, Sulbar) Judul puisi: Meretas Pelangi Cinta, Kita dan Laut 8. Aqib Wisnu Priatmojo (Surakarta) J...

Cinta Sederhana

Judul: Cinta Sederhana Penulis: Khanis Selasih dan Al Hibasyhi Purnama Kategori: Puisi Terbit: Mei 2015 (cetakan kedua) Tebal: 97 hal; 14 x 20cm ISBN: 978-602-7956-43-8 Harga: Rp32.000,- (Harga di luar ongkir) *** Aku jatuh hati padanya Begitu mudah dan sangat sederhana Cepat sekali dia memenuhi sukma (Cinta Sederhana, Khanis Selasih) Oh Cinta... Engkau membuat seseorang pria berteriak Oh Cinta... Engkau membuat seorang wanita menangis (Kisah Cinta (1), Al Hibasyhi Purnama) “Aku hanya ingin menyederhanakan setiap yang terbesit di kalbu dalam Cinta Sederhana karena Allah semata, untukku, untukmu, untuknya dan untuk mereka semua.” (Anis & Al) Surabaya & Bangka Belitung, 19 April 2015 Puisi-puisi dalam “Cinta Sederhana” sangat indah diksinya. Kata-katanya sangat menyentuh tentang arti cinta sejati secara Islami. Mbak Khanis Selasih sangat piawai merangkai kata-kata. Saya sangat mengidolakannya dan kagum karena Mbak Khanis ternyata penulis yang multitalenta. Saya mengoleksi bu...

Piagam Kontributor "Segenggam Kenangan di Bangku SMA Jilid 2"

Terima kasih kepada seluruh penulis antologi cerpen "Segenggam Kenangan di Bangku SMA Jilid 2" yang telah berkarya bersama FAM Indonesia. Sebagai bentuk apresiasi, seluruh penulis yang tergabung di buku ini mendapatkan piagam penghargaan seperti contoh. Piagam dikirim ke email masing-masing penulis. Adapun nama-nama penulis di buku ini, sbb: 1.    Ani Surya (Cianjur) Judul cerpen; Anisa 2.    Angie Isdiansyah (Tarakan) Judul cerpen; Tak Seindah Edelweis 3.    Agus Pramono (Mojokerto) Judul cerpen; Reuni Perak 4.    Afniyati (Cirebon) Judul cerpen; Aku, Dia dan 2008 5.    Achmad Zulakbar (Ujung Pandang). Judul cerpen: Takdirkah? 6.    Ana Zuhriatun Nisa (Bandar Lampung) Judul cerpen; Selaksa Cinta di Langit Abu-abu 7.    Ali Munir (Sumenep) Judul cerpen; Rembulan di Ujung Kerikil Kota 8.    April Hamaro (Watampone) Judul cerpen; Surat Cinta 9.    Bintan...

Dewi Ganesha

Judul: Dewi Ganesha Penulis: Suryadi (Bintang Rina) Kategori: Cerpen Terbit: Mei 2015 Tebal: 272 hal; 14 x 20 cm ISBN: 978-602-335-032-2 Harga: Rp50.000,- (Harga di luar ongkir) Manusia selalu menyimpan bukti. Perbuatan apa pun yang pernah dilakukan, pengalaman apa pun yang pernah dijalani selalu direkam dan disimpan sebagai “arsip” yang rapi di dalam jiwa manusia. Tujuan pengarsipan itu untuk memudahkan manusia dalam menghadapi hari depan yang tak pernah pasti, yang jelas arsip itu mencerdaskan manusia itu sendiri. Namun manusia memang ceroboh. Ia bisa lupa kemudian mengira bahwa yang dilupakan itu tidak pernah ada. Padahal tidak demikian. Hal yang dilupakan itu masih ada dan masih bisa eksis bila ada yang menyulut. Hal inilah yang sedang dialami oleh istri Darmadi, bernama Suciati. Tanpa disadari ternyata dalam lapisan jiwa Suciati yang paling dalam tersimpan satu rekaman bencana yang dahsyat. Rekaman bencana itu kini aktif kembali karena ada yang menyulut berupa sinyal-sinyal di l...

Ulasan "Cinta dalam Doa" Karya Cintiya Melianasari (Anggota FAM Ponorogo)

Ridwan bertemu teman lamanya yang bernama Anisa. Pertemuan itu sungguh berkesan karena kini Anisa berubah menjadi muslimah yang baik. Itu membuat Ridwan mulanya senang. Hanya saja, ternyata ia sudah dilamar pemuda lain. Namun suatu kejadian membuat pernikahan Anisa batal. Dan, seperti diatur oleh tangan Sang Kuasa, Ridwan-lah yang kemudian menjadi pendamping hidup Anisa. Setidaknya, meski mudah ditebak, cerpen ini memberi pesan positif. Sayangnya, membaca ini membuat kita lelah. Kenapa? Tulisan ini terlalu panjang untuk dibilang sebagai cerpen (19 halaman). Sebenarnya ada banyak karya penulis legendaris, berupa cerpen, yang lebih panjang dari ini. Namun, saran tim FAM agar lebih baik penulis menulis dengan standar panjang naskah antara 4-5 halaman, A4, spasi 1,5. Ini standar umum, khususnya cerpen koran. Saran berikutnya adalah jangan bergantung pada editor agar naskah Anda rapi. Kerapian penulis dalam menyuguhkan karya saat dikirim ke media atau perlombaan sangat berpengaruh pada di...

Obrolan Terakhir Aktor Laskar Pelangi dengan Novelis Andrea Hirata

Verrys Yamarno Pertemuan terakhir antara Verrys Yamarno dengan novelis Andrea Hirata terjadi pada Hari Raya Idul Fitri pada 2014 lalu. Mereka bertemu di Pulau Belitung.  "Terakhir bertemu saat lebaran. Dia ke kampung saya, dia mampir ke museum. Saya tanya kabarnya bagaimana? kuliahnya seperti apa? sungguh pertemuan menyenangkan," tutur Andrea Hirata ditemui di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Senin (12/1/2015). Mahasiswa Institut Kesenian Jakarta itu ditemukan tewas di tempat kos di Jalan Kramat V RT/RW 05/09 Nomor 13 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat pada Senin (12/1/2015) sekitar pukul 14.30 WIB. Diduga pria berusia 18 tahun itu meninggal karena sakit. "Saya tidak percaya. Usia milik Allah. Saya belajar menerimanya begitu juga dengan sahabatnya. Penyebab meninggal saya tidak tahu. Kita tunggu saja dari dokter. Saya hanya merasa kehilangan. Tadi saya denger kabar meninggal pukul 15.00 WIB," tutur Andrea Hirata. Hubungan antara Verrys Yamarno denga...

Ketum FAM Bedah Buku Karya Mahasiswa UNP

Bedah Novel Mahaiswa UNP, Sumbar Padang (FAMNews) – Sebulan, dua novel diluncurkan di kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat. Itu menandakan, kampus terbesar di jantung kota Padang itu memiliki potensi penulis muda kreatif dan produktif di bidang kepenulisan. Pekan lalu, di aula Fakultas Teknik, novel “Kamu Itu Subhanallah” karya Nova Eka Putri (Mahasiswi Jurusan Biologi F-MIPA) diluncurkan dan didiskusikan. Pembicaranya, Muhammad Subhan (Penulis & Pegiat Forum Aktif Menulis Indonesia) dan Boy Chandra (Novelis). Acara itu dihadiri 200-an peserta. Sementara Ahad (24/05/2015), di Teater Tertutup FBS, novel “Di Bawah Langit Dua Benua” karya Rofiq L Hayat (Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni) juga diluncurkan. Usai peluncuran, buku itu dibedah dan didiskusikan oleh Muhammad Subhan (Penulis & Pegiat Forum Aktif Menulis Indonesia) dan Alizar Tanjung (Penulis & Pegiat Rumahkayu). Sebanyak 250-an peserta menghadiri acara itu. Pembantu Dekan III FBS UNP, Esi Maes...

Sayap-Sayap Hikmah untuk Fadhil

Judul: Sayap-Sayap Hikmah untuk Fadhil Penulis: Nita Nurfitria Kategori: Novel Terbit: Mei 2015 Tebal: 133 hal; 14 x 21cm ISBN: 978-602-335-027-8 Harga: Rp35.000,- (Harga di luar ongkos kirim) Buku yang menulis kisah nyata tentang kesabaran dan keikhlasan seorang ibu dan ayah yang berjuang demi kesembuhan buah hati, dan betapa indahnya hikmah yang diberikan Tuhan di balik itu. *** Tangguh sekali dirimu Fadhil, saat ketujuh jarum suntik itu menjadi sarapanmu sehari-hari. Saat bagian tubuh bekas jarum itu membiru, kau tetap merelakan kedua kaki dan tanganmu disayat demi tembusnya obat-obatan, meninggalkan beberapa bekas luka jahitan. Sebenarnya kaulah yang mengajari kami kekuatan. Jika sekecil itu kau telah diberi ujian yang besar. Maka kelak tumbuhlah menjadi pribadi yang besar, Sayang. Beriman besar dan berjiwa besar. Sekiranya kelak kau temui keputusasaan, kenanglah hari ini Fadhil. Pada perjuanganmu bertahan hidup, pada deraian airmata kami yang tertatih demi kesembuhanmu. Dan kau ...

Ulasan Prosa Liris "Ada Kerlip di Matamu” Karya Een Endahyuanah (FAMili Bogor)

Ening diperkosa oleh anak majikan ibunya. Tapi, Nyonya tidak percaya anaknya sebejat itu, atau mungkin tidak mau tahu kalau Ening hamil akibat kelakuan anaknya yang gelap mata. Maka, Ening harus menelan pil pahit dalam bentuk janin yang tak diinginkan. Ia putus asa dan menyerah, tapi ada Embu, atau ibu, di sisinya. Sampai kelahiran tiba dan anak itu muncul ke muka bumi, kebencian jadi cinta. Keikhlasan bermekar di hati Ening oleh karena semua ini bukan dosa sang bayi. Secara keseluruhan prosa liris ini cukup baik. Potongan tiap adegan disajikan dengan alur flashback, seperti menonton film. Terasa kental derita Ening dan ibunya, sampai akhirnya bayi itu muncul dan memberi pelajaran. Namun, ada beberapa koreksi soal EYD. Kata-kata "sedikitpun", "akupun", dan "kamipun" yang benar ditulis: "sedikit pun", "aku pun", dan "kami pun". "Ponggah", "mengeleng", "nafas", "didadanya", dan "tak...

Membaca Wajah Budaya dan Realitas Sosial

Judul buku: Fesbuk (Kumpulan Cerpen) Penulis: Muhammad Subhan & Aliya Nurlela Penerbit: FAM Publishing Cetakan: I, November 2014 Tebal: 119 halaman Resensiator: Eko Prasetyo (Peneliti pada Bina Qolam Indonesia) Membaca kebudayaan berarti membaca sistem nilai dan sistem makna yang dipakai pelakunya dalam memaknai hidup. Teori-teori besar budaya membaca sebuah kebudayaan sebagai sistem makna dan pemahaman arti dalam sebuah a system of beliefs dan laku hidup para pelakunya untuk terus menghayati hidup dalam survival dan menuju good life individual maupun kolektif. Dalam dekade ini, kesadaran akan keberagaman kebudayaan semakin berkembang. Menurut Mudji Sutrisno (2014: 10), hal tersebut harus meliputi beberapa tahap proses membaca kebudayaan itu sendiri. Pertama, pada sumber-sumber dan oasisnya, kebudayaan diungkapkan dalam kamus yang menuliskan dan mewacanakan realitas dunia tempat manusia hidup dan merajut kebudayaannya. Tahap ini menuntut pembacaan budaya dari bahasa logis ke tuli...

FAM Indonesia Giatkan Literasi di Tiga Kota

Wisata Literasi FAM Galuh Ciamis Pare (FAMNews) – Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia melakukan kegiatan literasi di tiga kota, Ahad (17/5). Ketiga kota itu adalah Batusangkar (Sumatera Barat), Ciamis dan Bandung (Jawa Barat). Di Kota Batusangkar, Pegiat FAM Indonesia Muhammad Subhan berbagi kiat menulis novel untuk kalangan pelajar dan mahasiswa di kota itu. Pelatihan tersebut digagas Lembaga Keterampilan & Pelatihan (LKP) D’Best Sikaladi. Di hari yang sama, FAM Cabang Galuh Ciamis mengadakan Wisata Literasi Alam di Situs Astana Gede Kawali, sebuah komplek peninggalan sejarah dan budaya masa lampau ketika Kerajaan Galuh masih berjaya sekitar abad ke-14 Masehi. Kegiatan itu mengikutsertakan puluhan pelajar SMA di Kota Ciamis. Di alam, mereka dilatih menulis kreatif dan baca puisi dengan narasumber Penyair Toni Lesmana, Jaro X Yus dan Kang Syahrul Aziz, M.Pd. “Dari kegiatan ini terkumpul 449 naskah puisi dan cerpen karya peserta yang rencananya akan dibukukan,” kata Yus Rusmana...

Piagam Kontributor Buku "Ensiklopedi Penulis Indonesia Jilid 4"

Terima kasih kepada seluruh penulis "Ensiklopedi Penulis Indonesia Jilid 4" yang telah berkarya bersama FAM Indonesia. Sebagai bentuk penghargaan, FAM Indonesia memberikan piagam penghargaan seperti contoh berikut. Piagam dikirim ke email masing-masing penulis. Adapun nama-nama penulis buku ini adalah sbb: 1. Amalia Putri Dinanti (Bandung) 2. Ana Wulung Ayu (Hongkong) 3. Arif Alfanza (Surabaya) 4. Awaluddin Ishak (Padangpanjang) 5. Carisca Pembayun (Hongkong) 6. Elin Nofia Jumesa (Padang) 7. Euis Sandri Meilawati (Bandung) 8. Faidi Rizal Alief (Madura) 9. Ida Rosidah (Jakarta) 10. Jundi Nidaa’ul Fath (Kudus) 11. Lisa Gopar (Bekasi) 12. Nazilatul Khusna (Pekalongan) 13. Nikmatul Khoiriyah ( Plandaan) 14. Siti Ngaidah Sumarto (Cilacap) 15. Suprapno (Kediri) 16. Mustiar Ar/Oneh Kurnia Arafar (Aceh) Salam aktif! FAM INDONESIA Lihat koleksi buku-buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI

Ulasan Puisi "My Yumemiru" Karya Fitri Wahyuning (FAMili Jambi)

Puisi ini seperti mengungkapkan segala sesuatu pasti mungkin. Ada hal-hal yang membuat kita berhenti berpikir tentang sesuatu, lalu pasrah. Padahal jika kita coba terus berjalan, di depan sana ada banyak kemungkinan lain yang manis, yang menunggu untuk terjadi. Hanya saja, seperti ada perbenturan ketika "bintang" itu diharap berkelap-kelip semua untuk impiannya. Lalu, kalau memang begitu, "siapa" dan "apa" yang mestinya "terbang"/pergi sementara bintang yang diharap jatuh memang seharusnya hanya satu? Puisi ini agak samar. Meraba dan terus meraba, pembaca akan terjebak dalam dua benturan antara "bintang jatuh" (yang biasa dianggap sebagai pertanda baik saat kita berdoa) dengan "bintang berkelap-kelip". Yang manakah yang "diinginkan"? Yang manakah yang menjadi tujuan? Sebuah puisi memang semestinya menyiratkan pesan, langsung maupun tidak. Namun, keburaman yang walaupun tidak dilarang, dianjurkan dibentuk sebagai ba...

Heru Yonata: “Ingin Hidup Lebih Berarti dengan Menulis”

Heru Yonata Heru Yonata adalah anggota Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia yang berasal dari Sumatera Selatan. Saat ini ia berdomisili di Lampung, tepatnya di Kampung Bukit Gemuruh, Kecamatan Way Tuba, Kabupaten Way Kanan, Lampung. Pria kelahiran Bengkulu, 4 Desember 1989 ini, adalah anak dari pasangan Bapak Nasution dan Ibu Rusma. Kedua orangtuanya adalah pedagang. Heru memiliki seorang adik bernama Heri Yansa. Di usianya yang telah memasuki 26 tahun, Heru hanya ingin menjadikan hidupnya lebih berarti dengan memulai menulis sesuatu yang bisa dibaca banyak orang, karena pada dasarnya membaca dan menulis adalah dua hal yang melatarbelakangi majunya sebuah negara. Apalagi dalam kehidupan sehari harinya, Heru (Mr. Heru) dikenal sebagai seorang pengajar Bahasa Inggris di sebuah sekolah menengah atas di Lampung. Dia berharap, pada akhirnya nanti bisa memberikan pelajaran menulis kepada anak-anak didiknya. Walaupun seorang guru Bahasa Inggris, tapi dia yakin dalam hal menulis dia mampu b...

Bukukan Kisah Inspiratif Perjalanan Anda!

Penerbitan Buku Antologi Kisah Inspiratif Bertema “Serunya Menjelajahi Berbagai Kota” Penerimaan naskah: 14 Mei 2015 Deadline: 14 Juni 2015 Teman-teman, Anda pasti pernah berkunjung ke kota lain selain kota tempat tinggalmu. Entah itu menjenguk saudara, liburan di rumah nenek, menuntut ilmu, dapat paket jalan-jalan gratis, atau sengaja berwisata untuk menyegarkan pikiran. Apa pun tujuan Anda, pasti ada cerita menarik di balik serunya perjalanan itu. Sayang, kalau kisah itu berlalu begitu saja, atau hanya dikenang melalui selembar foto. Nah, seperti apa asyiknya perjalanan Anda? Bukalah kembali memori Anda tentang berkesannya perjalanan itu. Lalu tulislah menjadi sebuah cerita inspiratif yang menggugah pembaca, dengan bahasa yang segar dan renyah, hingga pembaca seolah-olah ikut terlibat dalam perjalanan Anda. Boleh menceritakan kunjungan ke satu kota saja atau lebih (asal dalam satu naskah). Naskah Anda akan dibukukan bersama penulis Indonesia lainnya dalam “Antologi Kisah Inspiratif...

Penerbitan Buku Puisi Bebas Kreatif Bertema “Setangkup Kata untuk Orang Tercinta”

Bukukan Puisi Anda! [Penerbitan Buku Puisi Bebas Kreatif Bertema “Setangkup Kata untuk Orang Tercinta”]   Penerimaan Naskah: 15 Mei 2015 Batas Akhir Pengiriman Naskah: 15 Juni  2015 Anda berbakat menulis puisi? Jika benar, ayo, bukukan puisi Anda bersama penulis lainnya di Nusantara. Ikuti kesempatan penerbitan buku bersama (antologi) yang ditaja Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia ini. Kirim puisi bebas-kreatif Anda untuk orang-orang tercinta yang hadir dalam kehidupan Anda (boleh orangtua, guru, suami, istri, kakak, adik, saudara, sahabat, dll.) dan tunggu proses terbitnya. Buku ini akan menjadi kado istimewa untuk orang-orang yang Anda cintai itu. Buku ini juga akan menjadi kenangan indah ketika Anda tidak berada di sisi mereka. Nah, bagaimana cara mengirim puisi dan diterbitkan di buku ini? Pertama, penulis umum (baik anggota FAM Indonesia maupun nonanggota), baik berdomisili di Tanah Air maupun di Mancanegara. Kedua, naskah puisi ditulis di microsoft word 2003 atau 2007...