Skip to main content

Sulaiman Juned: “Ada Tiga Keuntungan Bagi Penulis”

Sulaiman Juned memberikan materi proses kreatif
Banda Aceh (FAMNews) – Pengurus Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia Wilayah Aceh ikut menyukseskan Seminar Proses Kreatif Menulis yang diikuti puluhan mahasiswa Bahasa dan Sastra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Rabu (29/04/2015), di Laboratorium Bahasa dan Sastra Unsyiah Darussalam Banda Aceh

Penyair Nasional Sulaiman Juned, S.Sn, M.Sn., tampil sebagai nara sumber dan berbicara tentang proses kreatif dirinya sebagai penyair dan melahirkan karya-karya baik ilmiah, sastra maupun karya tulis lainnya.

Kegiatan ini diisi dengan diskusi antara peserta dengan pemateri. Seluruh pertanyaan yang diajukan mahasiswa menjadi topik pembicaraan dalam seminar tersebut.

Nadia Cita Lestrari, Mahasiswi FKIP Bahasa dan Sastra, sebagai salah seorang peserta menanyakan tentang cara membagi waktu ketika menulis, sementara setiap orang memiliki kesibukan masing-masing.

Menurut Sulaiman Juned, menulis itu adalah salah satu profesi yang harus ditekuni siapa saja. Jadi, jika ingin menjadi penulis harus diprogramkan waktunya.

“Mulai konsisten menulis walaupun sedikit, tapi terus lakukan setiap hari. Dua lembar saja satu hari menulis, satu bulan akan menghasilkan 60 lembar, maka dalam setahun dapat menyelesaikan satu atau dua buah buku,” katanya.

Peserta serius menyimak materi proses kreatif

Dia memaparkan, menulis tidak perlu bakat dan minat, namun yang dibutuhkan adalah adanya keinginan untuk menulis. Ide untuk menulis jangan ditunggu datang, karena tidak akan datang wahyu dan ilham kepada si penulis.

“Namun ide atau gagasan menulis harus direbut dari realitas sosial, baik kehidupan pribadi, lingkungan maupun masyarakat," kata Sulaiman Juned yang juga Dosen Teater ISI Padangpanjang dan sekarang kandidat Doktoral di ISI Surakarta.

Selanjutnya Sulaiman Juned juga menceritakan awal ia menulis, duka dan senang yang dihadapi awal mula menulis. Penyair Aceh ini sebelumnya pernah berprofesi sebagai penulis lepas setelah ia berhenti sebagai wartawan di salah satu media di Aceh. Berdasarkan pengalamannya menjadi seorang penulis gaji yang ia proleh lebih besar daripada PNS.

"Tiga keuntungan seorang penulis di antaranya nama kita akan terkenal, mendapatkan materi yang cukup, selanjutnya akan menjadi amal selamanya apabila tulisan itu terus dibaca dan dijadikan ilmu oleh orang lain,” ujar Sulaiman Juned yang juga pendiri dan penasehat Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang,

Oleh karena itu, tambah Sulaiman, dalam proses menulis harus fokus dan konsentrasi agar karya yang dilahirkan dapat bermanfaat untuk diri kita dan orang lain. (Ansar Salihin/FAM Aceh)

Lihat koleksi buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...