Skip to main content

Ulasan Puisi "My Yumemiru" Karya Fitri Wahyuning (FAMili Jambi)

Puisi ini seperti mengungkapkan segala sesuatu pasti mungkin. Ada hal-hal yang membuat kita berhenti berpikir tentang sesuatu, lalu pasrah. Padahal jika kita coba terus berjalan, di depan sana ada banyak kemungkinan lain yang manis, yang menunggu untuk terjadi.

Hanya saja, seperti ada perbenturan ketika "bintang" itu diharap berkelap-kelip semua untuk impiannya. Lalu, kalau memang begitu, "siapa" dan "apa" yang mestinya "terbang"/pergi sementara bintang yang diharap jatuh memang seharusnya hanya satu?

Puisi ini agak samar. Meraba dan terus meraba, pembaca akan terjebak dalam dua benturan antara "bintang jatuh" (yang biasa dianggap sebagai pertanda baik saat kita berdoa) dengan "bintang berkelap-kelip". Yang manakah yang "diinginkan"? Yang manakah yang menjadi tujuan?

Sebuah puisi memang semestinya menyiratkan pesan, langsung maupun tidak. Namun, keburaman yang walaupun tidak dilarang, dianjurkan dibentuk sebagai batu-batu lompatan di tempat gelap sekalipun. Agar setidaknya seseorang tidak tersesat ketika hendak mencari makna di balik permainan diksi dan rasa.

Ada banyak kesalahan dalam penulisan. Pertama soal tanda baca. Kalau memang dalam suatu baris dikehendaki ada elipsis ( ... ), beri saja, namun jangan sampai keluar dari fungsinya. Maka, dengan kata lain, tanda baca hanya wajib dibubuhkan bila memang diperlukan. Namun di sini penulis justru memberi tanda titik-titik (yang bukan elipsis, karena hanya terdiri dari dua tanda titik berjejer). Juga penulisan tanda koma; yang benar ditulis terpisah dari kata sesudahnya. Penulisan "karna", "ku lempar", dan "diantara", yang benar adalah "karena", "kulempar", dan "di antara".

Ke depan diharapkan pada penulis agar mengoreksi ulang tulisan Anda agar "lolos" dari kesalahan pengetikan dari mulai EYD hingga tanda baca. Bukankah bila tulisan kita rapi akan lebih nyaman dibaca? Untuk soal puisi, terus kembangkan "gaya bermain" Anda. Bebaskan jiwa memilih diksi yang sesuai dengan rasa yang ada, namun jangan lupa, keindahan itu akan lebih indah jika dapat diraba dan dirasa oleh setiap yang membaca.

Salam santun, salam karya!

Tim FAM Indonesia

BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING

My yumemiru....

Oleh Fitri Wahyuning (IDFAM3325)

Terbanglah, walau malam ini hujan
Karna ada banyak bintang..
Akan ku lempar..hingga diantara bintang-bintang
Akan jatuh satu bintang
Tidak.,mungkin dua,tiga bintang,
Atau semuanya
Hingga semua akan berkelap kelip menuju ke arah....
Impianku..My yumemiru

Lihat koleksi buku-buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...