Cinta memang punya
banyak jalan, salah satunya dengan musik.
Puisi ini menunjukkan
tentang "aku" yang merasa terhubung oleh ruang lain berwarna pink,
tempat "kau"—sosok yang dikaguminya—berada. Dan, penghubungnya adalah
lagu. Manusia memang suka sekali berkhayal, lalu mengait-ngaitkan banyak hal
"remeh-temeh" dengan apa yang diharapkannya. Lagu jadi jalan
penghubung pada cinta, dalam kasus (puisi) ini. Itu wajar, karena benarkah
cinta harus didasari logika dan ilmu pasti?
Sayangnya penulisan
puisi ini tidak rapi. Banyak yang diketik tanpa diberi jarak/spasi antar-kata
(atau mungkin karena pengiriman dengan menggunakan word 2010). Maka, jadilah
puisi ini tidak nyaman untuk dibaca.
Namun, lepas dari itu,
soal isi, saran Tim FAM untuk penulis: teruslah menulis dan menulis.
Berpuisilah setiap hari bila perlu. "Minum" vitamin yang ada di
buku-buku para penyair ternama, lalu olah rasa Anda dengan cara yang terus
menerus digali. Adaptasi gaya boleh, tapi tentu saja akan lebih baik bila terus
berkembang dan menemukan cara sendiri. Kelak, jika istiqamah, syair-syair yang
dihasilkan pun tentu akan jauh lebih istimewa dari hari ini.
Salam santun, salam
karya!
Tim FAM Indonesia
BERIKUT NASKAH ASLI TANPA
EDITING
LagumudanLaguku
Eva fajar ID FAM3330M
Kuputar lagu di handphoneku
Lagu yang aku baru tau dandengarsejakitu
Sejakkaubilangbahwalaguitumenginspirasimu
Dan sejakitu pun akumulaimemutarlagu yang samaseperti mu
Kenapasama?
Apakarenaakuinginmendengarapa yang kaudengar?
Ataukarenaakusudahikutjatuhcintadenganlagu mu?
Duhailagu yang takbersalah
Akuhanyasekedarmendengar mu
Bukanuntukmengingatmu
Duhailagu yang takmengerti
Apa yang harusakulakukanuntuk mu?
Untukselalumendengarkanmu ?
Ataubahkankututuptelingakuuntukmendengarmu?
Duhailagu ..
Kaumemangpantasuntukdidengarkan :)
EFKP, Bandung 1 Februari 2015 09:42
Sumber ilustrasi: m.downloadatoz.com

Comments
Post a Comment