Skip to main content

Ulasan Prosa Liris "Ada Kerlip di Matamu” Karya Een Endahyuanah (FAMili Bogor)

Ening diperkosa oleh anak majikan ibunya. Tapi, Nyonya tidak percaya anaknya sebejat itu, atau mungkin tidak mau tahu kalau Ening hamil akibat kelakuan anaknya yang gelap mata. Maka, Ening harus menelan pil pahit dalam bentuk janin yang tak diinginkan.

Ia putus asa dan menyerah, tapi ada Embu, atau ibu, di sisinya.

Sampai kelahiran tiba dan anak itu muncul ke muka bumi, kebencian jadi cinta. Keikhlasan bermekar di hati Ening oleh karena semua ini bukan dosa sang bayi.

Secara keseluruhan prosa liris ini cukup baik. Potongan tiap adegan disajikan dengan alur flashback, seperti menonton film. Terasa kental derita Ening dan ibunya, sampai akhirnya bayi itu muncul dan memberi pelajaran.

Namun, ada beberapa koreksi soal EYD. Kata-kata "sedikitpun", "akupun", dan "kamipun" yang benar ditulis: "sedikit pun", "aku pun", dan "kami pun". "Ponggah", "mengeleng", "nafas", "didadanya", dan "takkan" yang benar: "pongah", "menggeleng", "napas", "di dadanya", dan "tak 'kan" (perhatikan tanda apostrof ( ' ) sebelum "kan").

Terus berkarya dengan tema-tema sosial lainnya.

Salam aktif!

FAM INDONESIAwww.famindonesia.com

[BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING]

Ada Kerlip di Matamu
Karya: Een Endah (IDFAM3350U)
Langit serasa berputar
Hitam kelabu,berkabut
Sakit tak terkira, antara hidup dan mati.
Sayup kudengar, "Kuat, dorong! sekali lagi."
tapi, sumpah! Aku tak kuat lagi!
Lubang jahanam! sakit di bawah perutku.
Tarikan napasku, sisa satu-satunya
dalam peluh tangisku kering.
Sejenak, napasku tak beraturan,
lahir sudah, tangisannya terdengar nyaring.
Oh! kini berakhir sudah.

(Ening mengatur napasnya, bulir airmatanya mengalir, antara sedih, dendam dan bahagia)
Sepuluh bulan yang lalu.
Lelaki muda, menyergapku di kebun kopi.
Di belakang vila mewah. Ia anak majikan Embu.
Jerit dan rontaku, tak ia dengar sedikitpun.
Aku tercabik, terhina.
Kebaya hijau pupus dan jarikku, satu-satunya jadi saksi bisu.
Yang kuingat, wajah lelaki tampan itu.
Seringai sinis, senyum kemenangan dan kepuasan.
Sungguh laknat!

Petaka apa untukku? dosa apa ini?
"Embu...", tangisku pecah dalam pelukannya.
Jemari tua keriput itu membelai, hanya diam.
Sekuat hati, ditahan jatuh airmatanya
"Oh! anakku", hanya kalimat itu yang terucap.
Berpelukan erat dalam duka tiada tara

(Tetaplah Ening ingat, makian itu!}
Kemarin sore, Nyonya majikan berkacak pinggang, ponggah!
"Tidak mungkin! masa anakku suka dengan anakmu, gadis kampung!"
Embu dan aku hanya tertunduk
"Nih! ambil!" dilemparnya segepok uang seratus ribuan.
Seraya menunjukku penuh geram, "kalau benar dia hamil! pakai uang itu, gugurkan!!!"
Embu beringsut mundur sambil mengajakku pergi, "Terima kasih, Nyonya"
Kamipun pergi, sang Nyonya hanya melongo memandang uang yang berserak di lantai.

"Biar kita miskin, tapi kita kaya di depan Allah. Lebih memiliki harga diri. Sabar, ya, Nak"
Hanya itu yang kuingat.
Memandang perutku yang membuncit.
Kebencianku, sebesar rahimku.
Kadang, kupukulli kasar, benci. Benciiii sekali!!!

(Ening terpaku, tatapnya nanar)
Tangis kecil pecah tak henti. memekak.
"Bayimu lapar, Nak" Embu menyodorkan bayi mungil berbedong kain usang.
Aku seketika menghindar, mengeleng gusar.
Rasa benciku tak terkira pada bapak anak itu.
Aku tak mau melihat wajah mungil itu! batinku
Embu memelukku lembut, kembali menyerahkannya dengan tangan gemetar.
Kulihat mata harap Embu,merayuku.

Ening menarik nafas kesal.
Digendongnya dengan kasar, terpaksa.
Tiba-tiba ada sesuatu yang mengalir didadanya.
Seperti embun dingin menusuk.
Rasa keibuannya menjelma, diteteki anaknya.
Bayi itu mengisap dengan lahap.

Oh! Anakku, matamu bagai kerlip bintang.
Aku memandangnya dengan sayang.
"Nak, kau tak berdosa, maafkan ibu", kupeluk dengan erat,
kucium berulang-ulang ,menyesali , rasa bersalah atas perlakuanku.

(Ening sadar, berapa bodohnya dirinya)
Wanita tua itu, Embuku. Ia mencurahkan hidupnya untuk Ening seorang.
Akupun lahir tanpa bapak. Lahir yatim!
"Takkan, ku sia-sia mata kerlipmu, Nak! Jadilah bintang dalam hidupku"

Lihat koleksi buku-buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...