Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2012

Tips Menulis Ala FAM Indonesia (1)

TIPS MENULIS #1: Bagi pemula, tulislah apa saja: cerpen, puisi, novel, artikel, resensi, dll. Dalam proses menulis, jangan perhatikan tanda baca. Menulis saja terus hingga titik paling akhir. Sesudah tulisan Anda selesai, lakukan editing sebaik mungkin. TIPS MENULIS #2: Arsipkan tulisan Anda. Buat file di komputer, misal “Naskah Belum Selesai” dan “Naskah Sudah Selesai”. Ketika menulis lalu tiba-tiba tulisan itu mandeg di tengah jalan, tidak tahu apalagi yang harus ditulis, jangan buang naskah itu. Simpan di file “Naskah Belum Selesai”. Buat tulisan baru. Mandeg lagi, simpan juga di file “Naskah Belum Selesai”. Begitu seterusnya. Suatu hari nanti, ketika pikiran sudah tenang, silakan membaca lagi naskah-naskah yang belum selesai tadi, dan pasti akan mengalir lanjutan tulisannya. Silakan mencoba.

Ulasan Nukilan Novel "Dibalik Hijab Cinta" Karya Ibnu Zuchron (Tangerang)

Cerita berjudul “Resonansi Cinta” ini merupakan sebuah penggalan kisah di dalam novel yang berjudul “Dibalik Hijab Cinta”. Judul yang digunakan cukup unik dan menggelitik. Bayangan yang muncul saat membaca judul tersebut adalah sebuah kisah cinta yang konyol, unik dan seru seperti cerita dalam FTV yang sering diputar di televisi. Ternyata setelah membaca keseluruhan cerita terlihat nuansa keisalaman yang begitu kental. Tentu ini berbeda dengan gambaran FTV yang cenderung menyajikan cerita cinta anak muda yang cenderung kelewat batas baik dalam pergaulan, percakapan, juga pakaian yang mereka kenakan.

Ulasan Puisi "Masih Adakah Esok?" Karya Nadia Regina Martanti (Sukoharjo)

Jelas sekali betapa damai dan indahnya suasana yang tergambarkan dalam puisi ini. Pembaca dapat merasakan apa yang dilukis penulis dengan guratan kata-kata seperti setiap sapuan kuas yang memberi arti di atas kanvas. Puisi ini mungkin terlahir dari suatu proses perenungan ketika suasana hati penulis merasakan kedalaman damai terhadap sesuatu yang ditemui dengan mata dan hati. Ya, mata adalah jendela ketika kita menangkap sinyal-sinyal dan tanda yang tertangkap di sekitar kita, tentu beragam apa yang tersaksikan akan memberi getar bagi hati kita.

Sukses, Kopdar Anggota FAM Wilayah Sumatera Barat

Kopdar (Kopi Darat) angggota FAM Indonesia Wilayah Sumatera Barat Kamis 28 Juni 2012, pukul 11.00 Wib s/d selesai, di Rumah Makan Samba Lado, Simpang Labor, Kota Padang, Sumatera Barat. Agenda silaturahim bersama Ketum FAM Indonesia dan diskusi penerbitan karya tulis. Secara khusus Kopdar ini dihadiri seluruh anggota FAM dari Ranah Minang, diantaranya: Nuh Rafi (Pariaman), Desri Erniza (Padang), Rahmizakia Rifka (Padang), Amy Hamidah (Pariaman), Yosi Gusnilawati (Solok), Nurida Sari (Bukittinggi), Befaldo Angga (Padang), dan beberapa calon anggota.

Ulasan Puisi “Batu Malin Menangis” Karya Miftahul Jannah (Surabaya)

[NO ANGGOTA: IDFAM705M, FAM Surabaya] Inspirasi memang bisa datang di mana-mana. Tidak mengenal tempat dan waktu, tidak mengenal cuaca atau suasana yang ada. Bila ia datang, seakan ia mengetuk pintu hati, seakan ada satu denyut yang seakan begitu menyentak untuk kita kenal, kita selami, kita maknai, dan kita hadirkan ke dalam wujud rangkaian kata-kata.

Ulasan Cerpen “Penumpang-Penumpang” Karya Retna Kusumawati

IDFAM170U Cerpen berjudul “Penumpang-Penumpang” ini bercerita tentang seorang bapak yang baru saja ditinggal bunuh diri istrinya karena masalah ekonomi. Setelah 3 bulan kematian istrinya, ia berniat menjual anaknya karena alasan yang sama, Maka ia melakukan perjalanan menuju rumah seorang makelar anak bernama Aminah untuk melakukan transaksi. Dalam perjalanan ia naik angkot yang supirnya mengalami nasib yang sama, yaitu dijerat kemiskinan. Karena suatu hal, lelaki ini cekcok dengan sopir angkot yang berujung tewasnya kedua orang tersebut. Anak-anak yang hendak dijual lari ketakutan hingga akhirnya meninggal karena kelaparan.

Ulasan Puisi “Ikhtiar” Karya Trisna Hadi (Majalengka)

Ikhtiar (puisi) Trisna Hadi IDFAM667M Anggota FAM Majalengka Biarkanlah mentari bersinar Melangkah menerangi dunia Tetaplah meyakinkan diri Bahwa Allah selalu mengiringi Setiap langkah di hidup ini Beristiqamahlah dalam beramal Beristiqamahlah dalam mencari Ilmu Beristiqamahlah dalam mencari rizqi Beristiqamahlah mencintai Allah Kuatkan Iman dan lapangkan niat Berusaha beriring Do'a Berpasrah kepada yang MahaEsa Berjuang dalam ketabahan dan kesabaran Jalani Hidup dengan ikhlas Berjuang menuju ridho illahi Bersabar dan bertawakal Dalam kerendahan hati Hari kemarin adalah cerminan diri Hari esok hanya milik Allah Hari ini takdir Allah mengijinkan kita tetap hidup Maka tetapalah beriktiar dan berdo'a kepada-Nya ULASAN PUISI: Nilai-nilai religius yang telah mendasari kepribadian seseorang memang akan selalu menjadi lautan inspirasi yang tak pernah kering kita timba. Beberapa pendapat ahli sastra ada yang menga...

Emma Lucya Fitrianty, PNS yang Suka Menulis

EMMA KAZE Nama lengkapnya Emma Lucya Fitrianty, S.Si. Dia mempunya nama pena, Emma Kaze. Lahir di Kediri, 8 Juni 1986. Bercita-cita menjadi seorang penulis. Ya, cita-cita itu telah ia rintis sejak kini, dibuktikan dengan bergabungnya ia di wadah kepenulisan Nasional Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia yang berpusat di Pare, Kediri, Jawa Timur.

Dito Anurogo, Dokter yang Hobi Menulis

DITO ANUROGO Dito Anurogo (IDFAM750U, Anggota FAM Palangkaraya) merupakan seorang dokter pehobi filateli-numismatik, fotografi, pecinta alam, pernah aktif di FLP (Forum Lingkar Pena) Semarang, Member of IFMSA (International Federation of Medical Students' Associations), dan konsultan kesehatan di NetSains.net dan detik.com. Ia mendapatkan sertifikasi CME dari berbagai universitas ternama, seperti: THE JOHNS HOPKINS UNIVERSITY SCHOOL OF MEDICINE, HARVARD Medical School, Oxford University. Pernah berkarya di RS Keluarga Sehat Pati.

Ulasan Puisi "Kemanakah" Karya Nuhrafi (Pariaman Timur)

NUH RAFI KEMANAKAH IDFAM130U Anggota FAM Pariaman Timur Kemanakah perginya kalimat-kalimat itu? Bukankah ia telah kususun menjadi paragraf dan menjadi bangunan cerita nan indah dipandang.

Mawar Rovita Sari, Bertekad Menjadi Novelis

[Profil Anggota FAM Indonesia, IDFAM661M, Kota Pekanbaru] Mawar Rovita Sari, lahir di Pekanbaru, 31 Agustus 1993. Dia anak sulung dari empat bersaudara. Ia menamatkan pendidikan SD dan SMP di Pekanbaru, Riau, kemudian melanjutkan SMA di   SMA Negeri 1 Kerjo, Karanganyar, Solo. Gadis yang akrab disapa “maw-maw” dan penyuka warna biru ini adalah sosok yang pemalu di kalangan teman-teman SD dan SMP. Perubahan terbesar dalam dirinya dimulai ketika petualangannya ke Tanah Jawa tepatnya di Karanganyar, Solo. Jauh dari keluarga membuatnya menjadi pribadi yang mandiri dan pemberani.

Ulasan Puisi "Aku dan Cahaya" Karya Adli Zuliansyah

AKU DAN CAHAYA Puisi Adli Zuliansyah IDFAM501S, Anggota FAM Bogor. Dulu aku pernah berharap kepada cahaya Kuberharap ia dapat menyinariku, dari segala mara bahaya yang mencabut nyawaku Dulu aku pernah berharap kepada kegelapan Untuk melindungiku, dari segala cahay yang menyilaukan Yang dapat membuat buta mataku Tapi kini… Aku telah berharap kembali kepada cahaya beserta kegelapan. Agar mereka berdua menemaniku, di kala aku terlelap di dalam kenangan mimpi indahnya. *** Jelas puisi di atas menggambarkan suatu pengharapan yang sepertinya nyaris sirna ditambah satu perasaan rindu yang mendalam. Penulis nampaknya pernah mengalami suatu masa di mana semua terasa indah, berbunga, dan benderang laksana cahaya. Juga ada asa dari sesuatu atau seseorang yang ditemuinya itu sebagai penambal rapuh, penyokong yang oyong, pelindung dari ancaman yang datang, sandaran hati selayaknya kodrat yang manusiawi. Sebuah kontrardiksi sedikit agak teras...

Ulasan Cerpen "Tak Kan Ku Menyerah!" Karya Ulfa Sakinah

[ID-FAM150U, Anggota FAM Medan] Cerpen yang berjudul ”Tak Kan Ku Menyerah” ini bercerita tentang Fahsya, seorang pelajar SMP yang mencoba mengikuti try out sekota Medan. Meski awalnya Fahsya putus asa dengan hasil try out yang mengecewakan, ia mencoba untuk terus berusaha. Penulisan cerpen ini dilakukan dengan berbasis lokalitas Medan dengan bahasanya yang kental. Hal ini bisa dilihat dari dialog yang dimunculkan dalam cerita dengan logat bataknya.

Dari Info Lomba, Jadi Bagian FAM Indonesia

[Abdul Kadir Halimin, Makassar, sebagai pengirim tulisan paling jujur di grup “Forum Aishiteru Menulis”, April 2012] Bermain facebook-facebookan ria merupakan suatu kegiatan yang amat menyenangkan. Bisa mengenal dunia luar sekalipun kita hanya duduk manis di dalam kamar. Chating, add teman baru, promosi barang dan sebagainya dapat kita lakukan dengan facebook. Facebook pun kian digemari berbagai kalangan, tidak pandang usia, jabatan, profesi, bahkan strata sosial. Seperti biasanya jika memiliki waktu luang, saya selalu menyempatkan untuk update dan cari berbagi informasi baru dengan internet, khususnya yang satu ini, facebook. Sore itu, sedang asyik bermain facebookan ria, entah dapat bisikan dari mana saya serasa haus untuk berkompetisi. Akhirnya dengan iseng saya mencari situs-situs lomba. Dan di salah satu situs itu, saya membaca dengan jelas ‘LOMBA CIPTA PUISI DAN CERPEN’. Wah, dengan semangat saya telusuri dan baca secara menyeluruh hal yang berkaitan dengan lomba itu. Terny...

Abdul Kadir Halimin, Terus Menulis Selamanya

[Profil Anggota FAM Indonesia, Abdul Kadir Halimin, FAM350M, Makassar] Abdul Kadir Halimin, lahir di Kota Parepare 27 Februari 1994, 18 tahun silam. Menginjak usia kanak-kanak keluarganya hijrah ke salah satu kampung kecil di Kabupaten Barru, yakni Kampung Baru, Desa Ajakkang, Kecamatan Soppeng Riaja, Sulawesi Selatan. Masa kanak-kanaknya dihabiskan di kampung tersebut. Menapaki pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama, ia hijrah ke pusat kota kecamatan Soppeng Riaja untuk memudahkan akses ke sekolah. Hari-harinya dilalui dengan penuh semangat untuk menggapai semua cita-cita mengubah kondisi keluarga. Terlahir dalam lingkungan keluarga yang sederhana membuat ia tetap bersyukur dan memiliki impian yang besar untuk membahagiakan kelurganya kelak. Ayahnya Halimin hanya tamatan SMP dan tidak memiliki pekerjaan tetap, tapi hal tersebut tidak menciutkan semangatnya untuk menggapai impiannya menjadi seorang Dokter. Ya, sejak kecil ia memiliki cita-cita menjadi seorang dokter, nam...

Refdinal Muzan, Hidup Mati di Dunia Puisi

REFDINAL MUZAN [Profil Anggota FAM, Refdinal Muzan, IDFAM160U, Bukittinggi] Dunia puisi telah mulai digelutinya sejak menduduki bangku SMA. Dengan mengikuti beberapa kali lomba baca puisi tingkat pelajar atau tingkat umum se Sumatera Barat. Hobinya itu masih berlanjut sampai saat ini dan sejumlah penghargaan serta gelar juara sempat diraihnya.

Ulasan Cerpen “Si Pengkhianat Bangau” Karya Sepri Ayhu (Ayhumie)

Sahabat FAM Indonesia. Apa kabar Anda hari ini? Semoga senantiasa sehat walafiat. Kali ini FAM Indonesia mengulas cerpen karya Sepri Ayhu (IDFAM275M). Ayhu membuka ceritanya: Di sebuah gurun yang dilanda kekeringan, ada seekor bangau yang sedang mencari makanan. Bangau menemukan sebuah telaga yang didalamnya terdapat seekor kepiting dan tiga ekor ikan. Bangau berpikir bahwa dia telah menemukan makanan yang lezat, namun ikan memohon pertolongan untuk dipindahkan ke tempat yang lebih baik karena air telaga yang semakin surut.

Ulasan Cerpen “Jangan Tinggalkan Tyas Lagi” Karya Hamidah (Bukittinggi)

HAMIDAH Kali ini FAM Indonesia mengulas cerpen yang berjudul “Jangan Tinggalkan Tyas Lagi” karya Hamidah (nama facebook: Amy) ID FAM295M. Cerpen ini bercerita tentang seorang gadis buta berusia 5 tahun, yang kurang mendapat perhatian dari ibunya. Ayahnya menjadi satu-satunya sosok yang selama ini membuatnya nyaman dengan belaian lembut tangan kasarnya, juga dongeng-dongengnya. Penulis cukup baik dalam membuat alur cerita. Judul yang digunakan cocok dengan isinya. Kisah ini mulai menarik ketika sampai pada penggalan kisah kedua, ketika sang ayah memergoki istrinya yang pulang malam lagi. Sementara awal cerita, terlihat biasa saja. Beberapa hal yang harus diperbaiki penulis adalah penggunaan EYD dan penulisan istilah. Misalnya saja baby sister yang seharusnya babysitter, penulisan “di” yang seharusnya dipisah jika diikuti kata tempat, dan kata “nya” di akhir kalimat yang penulisannya seharusnya digabung dengan kata sebelumnya. Contoh kesalahan ini bisa dilihat di paragraf pertam...

FAM Indonesia Cabang Surabaya, Medan dan Pandeglang Segera Terbentuk

Antusiasme masyarakat terhadap kehadiran Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia yang berkantor pusat di Pare, Kediri, Jawa Timur sangat tinggi. Hal itu dibuktikan dengan membanjirnya calon anggota yang meminta bergabung di forum kepenulisan nasional ini. Selain itu, mampir juga di grup facebook FORUM AISHITERU MENULIS yang merupakan wadah silaturahim anggota FAM dan terlihat seribuan lebih sudah anggota grup itu walau tidak semuanya menjadi anggota resmi FAM Indonesia.