Skip to main content

Ulasan Puisi “Ikhtiar” Karya Trisna Hadi (Majalengka)

Ikhtiar (puisi)
Trisna Hadi
IDFAM667M Anggota FAM Majalengka

Biarkanlah mentari bersinar
Melangkah menerangi dunia
Tetaplah meyakinkan diri
Bahwa Allah selalu mengiringi
Setiap langkah di hidup ini

Beristiqamahlah dalam beramal
Beristiqamahlah dalam mencari Ilmu
Beristiqamahlah dalam mencari rizqi
Beristiqamahlah mencintai Allah

Kuatkan Iman dan lapangkan niat
Berusaha beriring Do'a
Berpasrah kepada yang MahaEsa
Berjuang dalam ketabahan dan kesabaran

Jalani Hidup dengan ikhlas
Berjuang menuju ridho illahi
Bersabar dan bertawakal
Dalam kerendahan hati

Hari kemarin adalah cerminan diri
Hari esok hanya milik Allah
Hari ini takdir Allah mengijinkan kita tetap hidup
Maka tetapalah beriktiar dan berdo'a kepada-Nya

ULASAN PUISI:

Nilai-nilai religius yang telah mendasari kepribadian seseorang memang akan selalu menjadi lautan inspirasi yang tak pernah kering kita timba.

Beberapa pendapat ahli sastra ada yang mengatakan bahwa memang sebenarnya nilai estetika itu ada pada ajaran agama Islam. Dan unsur puisi itu juga sebenarnya menggali nilai-nilai keindahan itu, dalam rasa, renungan, kesaksian, dan semua yang kita alami baik yang telah terjalani atau masih dalam angan dan impian.

Jelas, seorang penyair yang mendengar dan menggali detak hati ia akan bermuara kepada suatu nilai kebenaran, karena sesungguhnya bisikan hati itu sangat dekat dengan sang Maha Pencipta.

Bahkan seorang teman pernah mengatakan, "Kamu tahu? Bahwa dalam puisi itu ada Tuhan, dan dalam Tuhan itu ada Puisi".

Dalam puisi "ikhtiar" yang sangat religius ini, penulis menyampaikan apa adanya, berisi sarat pesan, mengingatkan kita untuk selalu mengingat Allah dalam setiap langkah dan masalah yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

Orang akan membaca cukup sekali saja telah mengerti dengan amanat/pesan yang hendak disampaikan penulis.

Karena puisi ini ditulis dengan bahasa sederhana, jelas dan apa adanya.
Berikut ada beberapa TIPS UMUM Menulis PUISI Yang perlu diperhatikan.

1.Gunakan kata kiasan.

Satu kata memberi banyak arti dan makna, itulah puisi. Kata-kata yang tak lumrah digunakan dapat membuat orang berpikir dan menerawang arti puisi tersebut, bahkan tak jarang membuai perasaan sensitif seseorang.

2. Kombinasikan kata yang tepat.

Jangan sepelekan penggunaan kata. Menulis puisi bukanlah menulis kalimat surat. Puisi adalah keindahan kata yang terjalin dalam kalimat pendek. Sesuaikan kata yang digunakan dengan tema puisi yang dibuat.

3.Gunakan beragam kata untuk memperkaya.

Karya puisi tentunya dapat membosankan jika terlalu banyak pengulangan kata. Jadi pengulangan kata sebaiknya selektif dan hindari bila tidak perlu. Coba perbanyak perbendaharaan kata Anda dengan membaca bahkan bila perlu miliki KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) dan catatan khusus tentang kata tertentu yang unik dan menarik.

Hanya itu ulasan yang bisa disampaikan FAM Indonesia atas puisi ini, yakin penulis mempunyai modal keagamaan yang kuat untuk menggali tulisan yang berbentuk puisi. Perhatikan pula penulisan kata perkata, agar tidak ditulis berdempetan atau terjadi pengulangan-pengulangan.

Terus berkarya. Salam aishiteru!

TIM FAM INDONESIA

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...