Skip to main content

Ulasan Cerpen "Sahabatku Kini Musuhku" Karya Arini Fitria Nabilah

Sahabatku Kini Musuhku

Karya Arini Fitria Nabilah
IDFAM450S Anggota FAM Pandeglang

Kebahagiaan dirasakan Erin ketika lulus dari MTs. Dia melanjutkan ke SMA bersama teman-temannya satu sekolah, tapi sayang mereka beda kelas. Tapi Erin sangat kecewa ketika mendapati sahabat baiknya Helmy menjauh darinya.

Helmy lebih memilih berteman dengan Debby dan meninggalkan Erin. Tapi syukurlah Alin membantunya, sehingga ia dapat menghapus Helmy dari ingatannya bahwa mereka pernah bersahabat.

Cerita di atas merupakan sepenggal cerpen berjudul “Sahabatku Kini Musuhku.” Namun ada beberapa hal penting yang menjadi catatan untuk penulis:

1. Tokoh cerita tidak jelas, terkadang memakai “aku” namun tiba-tiba berubah menjadi Erin.

2. Penggunaan EYD yang masih kacau, juga cara meletakkan tanda baca.

3. Tidak ada kejelasan konflik antara tokoh cerita dan Helmy.

4. Cerita bertele-tele dan menimbulkan kesan hanya memperbanyak halaman. Seperti bunyi bel “Tttttttt…” sebanyak lima kali dan menggunakan sebaris (selebihnya kosong).

Berikut, petikan cerpen pada halaman pertama alinea ketiga:

“ Bel sekolah pun berbunyi,tandanya semua siswa memulai kegiatan belajarnya di kelas masing-masing. Aku berharap bel istirahat cepat berbunyi karena aku dah gak betah dikelas, dilihatnya jam tangan Erin yang masih terus berjalan dan belum juga waktu istirahat. Huffft…aku semakin BT karena guru yang ngajar juga ngebosenin dan beberapa siswa sampai ada yang tertidur pulas. Hmmm…aku sih gak bakalan ngantuk tapi bosennya minta ampun.”

Apa yang membingungkan dari penggalan cerita diatas? Ya, “aku” yang berubah menjadi “Erin” (ini juga ditemukan di alinea lain). Tulisan “dah” seharusnya “sudah,” “gak” seharusnya “enggak,” “dikelas” seharusnya “di kelas”. Kemudian BT itu apakah singkatan sehingga menggunakan huruf kapital? Seharusnya tulis saja “bête.” Disamping itu, kesalahan lainnya penggunaan huruf setelah tanda kutip yang seharusnya menggunakan huruf kapital “hahaha kamu ngaco banget deh” seharusnya “Ha-ha-ha, kamu ngaco banget deh.”

Hal penting yang harus menjadi catatan bagi penulis cerpen ini adalah, membaca ulang cerpen yang sudah dibuat dan diedit kembali jika memiliki kekurangan.

Kelemahan lainnya dari cerpen ini juga tidak memuat unsur pembelajaran, hanya cerita anak sekolah yang lalai (baca penggalan cerpen di atas, tentang siswa yang tidur di kelas, lalu… gurunya bagaimana?). Tapi cerpen ini layak diapresiasi, karena sebagai pemula, penulis sudah berani melahirkan tulisannya.

Teruslah menulis dan berkarya, karena bukan tidak mungkin seseorang yang berani menulis dan mempublikasikan tulisannya kelak ia akan menjadi penulis hebat.

Salam Aishiteru
TIM FAM INDONESIA

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...