Skip to main content

Ulasan Cerpen “Si Pengkhianat Bangau” Karya Sepri Ayhu (Ayhumie)

Sahabat FAM Indonesia. Apa kabar Anda hari ini? Semoga senantiasa sehat walafiat. Kali ini FAM Indonesia mengulas cerpen karya Sepri Ayhu (IDFAM275M).

Ayhu membuka ceritanya: Di sebuah gurun yang dilanda kekeringan, ada seekor bangau yang sedang mencari makanan. Bangau menemukan sebuah telaga yang didalamnya terdapat seekor kepiting dan tiga ekor ikan. Bangau berpikir bahwa dia telah menemukan makanan yang lezat, namun ikan memohon pertolongan untuk dipindahkan ke tempat yang lebih baik karena air telaga yang semakin surut.


Berikut dialog antara ikan dan bangau, “Hai Bangau yang baik… tolonglah kami, kami kan mati bila terus disini, lihatlah airnya semakin lama semakin surut”. Bangaupun menjawab, “Baiklah, aku kan membantu kalian… asalkan kalian memberikan makanan padaku”. Setelah ikan menyetujui untuk membantunya pergi ke arah barat, bangau mulai terlebih dahulu memindahkan kepiting.

Dalam pikiran bangau sudah terbersit niat jahat, dia akan menghabisi ikan menjadi santapan lezatnya. Benar saja, setelah kepiting dipindahkan, kini giliran ikan yang dipindahkan. Tapi apa yang terjadi? Bangau berkhianat dan tidak memindahkan ikan-ikan itu, tapi malah menyantap ketiganya. Kepiting mulai curiga dan dia berjalan, kepiting terkejut ketika menemukan bangau dibalik pohon yang sedang menyantap temannya, sang ikan. Tentu saja kepiting marah besar dan segera menjepit leher bangau, “Ampun… ampun! Lepaskan aku!” Bangau berkata dengan kesakitan. “Aku tidak akan melepaskanmu..dasar pengkhianat besar! Tega-teganya kau memakan temanku!” Kepiting terus mencekik si Bangau, sampai akhirnya si Bangau tak bisa bernapas lagi, dan mati.

Cerita anak di atas adalah cerita Fabel yang menjadi cara jitu menanamkan moral kepada anak-anak, bahwa berkhianat itu adalah perbuatan tercela dan sangat dibeci Allah karena merupakan salah satu ciri-ciri orang munafik. Berkhianat membawa keburukan pada diri sendiri (dicontohkan bangau yang akhirnya mati dijepit kepiting). Nilai pembelajaran pada cerita anak diatas terasa “mengena”. Namun ada beberapa kelemahan, sebaiknya judul “Si Pengkhianat Bangau” diganti menjadi “Bangau Si Pengkhianat”. Ada juga beberapa kesalahan EYD dan tanda baca, seperti dialog diatas. Penulis menggunakan kata “kan” yang seharusnya “akan”.
Namun, secara keseluruhan, cerita anak ini adalah cerita yang menarik dan mampu menyampaikan pesan moral secara efektif.

Ide cerita Ayhu juga bukan cerita biasa. Agaknya sejumlah cerita bernada sama sudah pernah ditulis oleh pengarang lainnya. Di sini Ayhu harus berhati-hati. Tertarik dengan suatu cerita yang pernah ada sebelumnya sah-sah saja, asal tidak melakukan pengulangan-pengulangan yang cenderung epigon (mengikut). Walau demikian FAM Indonesia memberikan apresiasi terhadap cerpen Ayhu karena sudah menulisnya. Untuk karya-karya Ayhu berikutnya, FAM menyarankan agar menulis tema-tema sosial terkini yang sangat banyak betebaran di sekitar kita.

Salam aishiteru untuk Ayhu.

TIM FAM INDONESIA

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...