Skip to main content

Ulasan Cerpen “Jangan Tinggalkan Tyas Lagi” Karya Hamidah (Bukittinggi)

HAMIDAH
Kali ini FAM Indonesia mengulas cerpen yang berjudul “Jangan Tinggalkan Tyas Lagi” karya Hamidah (nama facebook: Amy) ID FAM295M. Cerpen ini bercerita tentang seorang gadis buta berusia 5 tahun, yang kurang mendapat perhatian dari ibunya. Ayahnya menjadi satu-satunya sosok yang selama ini membuatnya nyaman dengan belaian lembut tangan kasarnya, juga dongeng-dongengnya.

Penulis cukup baik dalam membuat alur cerita. Judul yang digunakan cocok dengan isinya. Kisah ini mulai menarik ketika sampai pada penggalan kisah kedua, ketika sang ayah memergoki istrinya yang pulang malam lagi. Sementara awal cerita, terlihat biasa saja.

Beberapa hal yang harus diperbaiki penulis adalah penggunaan EYD dan penulisan istilah. Misalnya saja baby sister yang seharusnya babysitter, penulisan “di” yang seharusnya dipisah jika diikuti kata tempat, dan kata “nya” di akhir kalimat yang penulisannya seharusnya digabung dengan kata sebelumnya. Contoh kesalahan ini bisa dilihat di paragraf pertama dan kedua yang diberi tanda petik satu (‘): “Pria berjas hitam legam itu agak pelan meniti tangga pualam menuju kamar putri semata ‘wayang nya’ di lantai dua. Mungkin dia agak sedikit pusing saja barangkali, atau ada suatu hal yang beliau pikirkan, entahlah. Setiba di atas, pria itu bertemu dengan ‘baby sister’ putrinya. Suster Ani. Suster Ani tahu setiap malam adalah waktu Tuannya tersebut menghabiskan waktu bersama si gadis kecil.” “Makan ‘malam nya’ sudah saya sediakan ‘dikamar’ Non Tyas, Tuan” Ujar suster Ani penuh hormat. Bisa dibilang cerpen ini tergolong “sad story”. Namun endingnya tidak sepenuhnya sedih. Ada secercah kebahagiaan di tengah kesedihan Tyas disaat ia bertemu dengan ayahnya di tengah guyuran hujan dikeheningan malam. Ada baiknya jika cerita ini dibuat sepenuhnya dalam bentuk “sad story”.


Untuk ukuran cerpen, akan lebih baik jika penulis membiarkan pembaca untuk menyimpulkan sendiri kelanjutan kisah yang ditulis. Hal ini bisa dibuat dengan cara mendesain akhir cerita yang terputus, tapi tidak menggantung. Misalnya saja, untuk kasus cerpen ini, akhir cerita bisa dibuat dengan sang ayah yang diusir dari rumah berlari menjemput seorang gadis buta setelah diberitahu oleh pembeli di warung makan. Karena terburu-buru, ia tak melihat truk yang melaju kencang dan tewas tertabrak.

Secara keseluruhan, penulis kisah ini sudah bagus dalam mendesain cerita. Sepertinya ini bukan cerpen pertama yang dibuat jika dilihat dari gaya dan teknik penulisannya. FAM yakin, jika penulis sering-sering menulis, kualitas tulisannya akan semakin baik.
Semangat berkarya.

Salam Aishiteru
TIM FAM INDONESIA

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...