Skip to main content

Bundo Nova, Sosok Marketing Teraktif yang Tangguh


FAMNEWS, Kediri – Apresiasi FAM Indonesia terhadap salah satu anggotanya sebagai marketing teraktif sepanjang 2017 lalu, yang diraih oleh Bundo Nova–sapaan akrab wanita kelahiran Payakumbuh, 19 Juli 1982 ini– jelas membawa semangat dan kebahagiaan tersendiri. “Begitu mendapatkan kabar bahwa saya dinobatkan sebagai marketing teraktif, saya langsung beristighfar dan sujud syukur. Lalu saya memfoto kembali penghargaan tersebut, dan berterima kasih atas kepercayaan FAM,” ujar guru jurnalistik yang sekaligus penyiar radio Safasindo FM Payakumbuh ini.

Bundo Nova mengaku sudah mulai belajar berjualan sejak duduk di bangku SD. Sebagai orang Minang, tentu hal tersebut sudah lazim, terlebih kedua orangtuanya juga pedagang. Namun, yang patut diacungi jempol adalah keberaniannya untuk menawarkan dagangannya kepada guru-guru. Untuk anak seusia Bundo Nova saat itu, tentu butuh mental yang kuat untuk menghadapi berbagai tanggapan yang akan diberikan guru-gurunya. Entah itu penolakan atau pun kesediaan untuk membeli dagangan yang berupa, es dan roti. Tidak seperti kebanyakan anak-anak pada umumnya, keuntungan yang ia dapat dari berjualan lantas dibelikan buku bacaan, buku gambar, dan seruling kecil. Semua itu adalah medianya belajar, selain hobi tentunya.



Atas pengalamannya tersebut, ditambah keberhasilannya membantu memasarkan jasa FAM Publishing dengan mengarahkan penulis untuk menerbitkan buku, wanita yang juga gemar melukis dan menulis ini dengan ramahnya berbagi kiat-kiatnya dalam berniaga. Menurutnya, yang paling penting ialah pendekatan emosional. “Kalau kita sudah saling mengenal, atau bahkan ternyata memiliki kesamaan dalam beberapa hal, itu akan lebih mudah lagi tentunya dalam mempengaruhi calon penulis atau pembeli jasa,” ungkap wanita multi talenta yang seorang peneliti budaya, pendongeng, hingga Master of Ceremony adat dan umum tersebut sembari menambahkan kiat selanjutnya, adanya daftar nama calon pengguna jasa. “Tentu kita juga harus memiliki jaringan dengan penulis-penulis, bisa melalui media sosial atau komunitas-komunitas terkait, apalagi sekarang teknologi sudah semakin maju dan memudahkan,” imbuh penulis yang telah menerbitkan enam judul buku tunggal itu.

Sementara itu fokus pada tujuan, lanjut dia, juga menjadi hal yang harus diperhatikan oleh seorang marketing atau calon marketing. Selanjutnya, masih dikatakan Bundo Nova, publikasi sederhana melalui berbagai media akan sangat membantu. Baik membantu marketing itu sendiri, atau calon pengguna jasa yang kita pasarkan tersebut. “Berhubung saya orang media, radio jadi salah satu alat saya untuk publikasi gratis, kemudian di facebook  dan di media sosial lainnya. Selain itu, kita juga jangan segan untuk menawarkan kemampuan yang kita miliki untuk membantu kesulitan masyarakat. Kalau saya sendiri terkusus pada bidang tulis-menulis, melukis, MC. Mengarahkan masyarakat untuk memilih tempat yang tepat, saat mereka berkeinginan untuk menerbitkan bukunya” papar penulis di Padang Ekspres, Singgalang, dan beberapa media online lainnya ini.

Sebagai salah satu anggota FAM Indonesia, Bundo Nova mengaku sangat nyaman dan senang dengan komunikasi yang terjalin. “Selama ini sangat baik, dan yang paling saya suka adalah jalinan komunikasi yang selalu continue, mulai dari founder sampai marketing. Semuanya saling mendukung dan memotivasi siapapun, berkaitan dengan kepenulisan,” kata Bundo Nova yang baru saja menerbitkan novel “Padusi di Rumah Gadang: Identitas Perempuan (Padusi) Minang di Zaman Sekarang”, buku puisi “Berkaitan dengan Nuansa Alam dan Cinta”, serta buku parenting “SilahkanBerpacaranAsalkan…”

“Subhanallah, sudah merasa seperti saudara dekat saja dengan FAM dan FAMili ini. Saya banyak mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari keluarga besar FAM Indonesia,” tutur peraih PPWI Award 2011 yang menjadi satu-satunya wanita Indonesia, dalam memperoleh pelatihan jurnalistik kemiliteran di markas Koppasus. “Tingkatkan lagi untuk tampil beda dan semakin aktif serta kreatif di tengah masyarakat, karena masyarakat menginginkan tampilan yang berbeda dari tampilan kebanyakan yang telah ada. Harus tahan banting dan istiqamah, sebab tak semua kebaikan yang kita lakukan, langsung mendapat tempat di hati masyarakat. Butuh perjuangan” pesannya. [TIM Media FAM]

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...