Skip to main content

Saya Mengalami Kesulitan Menulis Cerpen

Assalammu'alaikum Wr. Wb. Apa kabar Tim FAM ? Lama tak mengirim karya. FAM, banyak hal yang ingin saya tanyakan berkaitan dengan menulis cerpen. Berikut ini kesulitan yang saya alami dalam proses menulis cerpen:

1. Sulit untuk mengawali. Ide itu kadang selalu bermunculan. Dengan melihat sebuah benda saja langsung muncul ide-ide untuk menulis. Tetapi untuk mengawalinya terasa susah. Setiap menulis, saya merasa mengulang apa yang pernah saya tulis di cerpen-cerpen sebelumnya.

2. Terlalu memilih kata-kata. Setiap menulis, saya memang pemilih. Apalagi saya suka dengan bahasa kiasan dan terkesan kuno. Tetapi teman-teman yang membaca, suka berkomentar kalau kata-katanya tidak dipahami.

3. Tidak suka membaca ulang. Jika telah selesai menulis sebuah cerpen, saya tidak suka membacanya kembali, walaupun sekadar memeriksa saja. Entah mengapa. Saya juga bingung.

4. Terlalu memikirkan hikmah. Saya ingin di setiap tulisan saya ada hikmah yang bisa diambil. Namun, karena demikian akhirnya kebanyakan mikirnya daripada nulis.

Nah, itu beberap kesulitan yang saya alami, FAM. Mohon masukannya ya. Terima kasih.

Wassalammu'alaikum.

RHONA FEBRIANY SARY
IDFAM2665M, OKU

Jawaban Tim FAM Indonesia:

Waalaikumussalam. Saudari Rhona Febriany Sary yang baik, terima kasih sudah mengirimkan pertanyaan ke Tim FAM Indonesia. Berikut jawaban yang dapat kami berikan:

1. Kamu punya potensi yang bagus, sebab ide selalu bermunculan kapan saja. Apalagi, dengan melihat sebuah benda langsung muncul ide, kemampuan itu tidak dimiliki semua orang. Nah, olah ide itu sedemikian rupa, buat pemetaan ide, sehingga tidak melebar ke mana-mana. Selain itu, ketika menulis cerpen, yang tak kalah penting, adalah temanya apa. Harus jelas dulu. Tujuannya, ketika menulis nanti, kamu tidak mengulang-ulang cerita yang sudah ditulis.

2. Pemilihan kata atau diksi, memang perlu, tujuannya untuk memperindah estetika sebuah karya. Tapi, terlalu banyak kiasan, atau terlalu over diksi, tidak baik juga, karena cerita akan sulit dipahami, terutama bagi pembaca awam. Bagaimanapun, cerpen memiliki keterbatasan dalam jumlah kata yang dipakai. Sebaiknya gunakan pilihan kata yang umum, efisien dan hindari menggunakan kalimat deskriptif yang panjang-panjang. Pecah saja dengan dialog-dialog pendek yang menarik. Ajak pembaca ke dalam cerita, tidak menggurui dan mendikte.

3. Membaca ulang tulisan itu sangat penting. Tujuannya agar naskah tampil sempurna terutama ketika sudah diterbitkan. Akan sangat tidak menarik jika sebuah tulisan dibaca pembaca dengan isi yang acak-acakan, tidak taat kaidah berbahasa yang baik dan benar, EYD kacau, banyak kesalahan ketik, dan lainnya. Itu bisa mengganggu isi cerita dan menjatuhkan kredibilitas seorang penulis. Maka, sebelum tulisan dikirim ke media/penerbit, lakukanlah editing berkali-kali, sampai naskah yang dibaca jauh dari kesalahan, sekurang-kurangnya kesalahan ketik dan bisa dipahami. Penulis harus menjadi editor pertama karyanya.

4. Memasukkan pesan-pesan hikmah (moral) di dalam cerita sangat baik, sebab tulisan merupakan salah satu sarana dakwah. Tapi, untuk tahap awal, tuliskan saja apa yang dirasakan, renungkan isinya berkali-kali. Penulis harus bertanya pada dirinya, jika tulisan itu terbit, apa sih manfaatnya bagi pembaca? Jika penulis dapat menjawabnya bahwa tulisan itu memiliki manfaat, tentu di dalamnya telah mengandung pesan hikmah yang positif. Pesan-pesan itu bisa diselipkan pada karakter tokoh, konflik, dan ending cerita.

Demikian jawaban singkat Tim FAM Indonesia, semoga memuaskan. Terus berkarya.

Salam aktif
FAM INDONESIA

Lihat koleksi buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI

Gabung dan like fanspage FAM Indonesia DI SINI

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...