Skip to main content

Ulasan Puisi “Musim Semi” Karya Vivid Habib (FAMili Sidoarjo)

Puisi “Musim Semi” karya Vivid Habib ini bercerita tentang kidung kepedihan saat seseorang kehilangan sekaligus merindukan kekasihnya. Hatinya sampai berteriak memanggil-manggil nama sang Kekasih, diiringi lelehan air mata, di dalam dekapan malam nan kelam.

Hal ini tampak jelas pada bait-bait berikut:

Tak jarang, hatiku berteriak memanggil namamu
Dan tanpa kau sadari, air matakupun meleleh
Mengikuti jumlah namamu yang dapat ku panggil
Beserta nyanyian angin di malam yang sunyi


Betapa merindunya sang Penulis kepada kekasihnya, hingga berharap dapat mendekap, menyatu, seolah tak kan terpisahkan. Ia merasakan bahwa cahaya cinta di antara mereka berdua telah meredup, bahkan kini telah berganti kegelapan. Kegelapan itu mendera, mencederai, hingga melukai hatinya. Simaklah untaian kata berikut ini:

Mendekap dirimu kasih, di berbagai situasi
Tahukah kamu akan kegelapan cintaku
Yang mulai mendera, perlahan-lahan
Mencederai, melukai hatiku


Sang Penulis merasa bahwa kekasihnya tidak menyadari bahwa dirinya bisa rapuh tanpa kehadiran sang Kekasih. Ia merasakan bahwa dulu ia pernah berjanji tetap tegar, meskipun ditinggalkan sang Kekasih, meskipun ternyata kehilangan kekasih tetaplah terasa perih. Ini terlihat jelas dari kata-kata berikut ini:

Yang tanpa kau sadari
Dirikupun juga bisa rapuh tanpamu
Padahal, dulu aku berjanji menjadi lelaki tegar
Tanpa dirimu yang meninggalkanku secepat itu


Sang Penulis terkenang saat musim semi saat kekasihnya kembali. Ia tampak berupaya mengumpulkan serpihan kenangan di bulan dan hari saat kekasihnya jatuh hati. Simaklah rangkaian kalimat berikut ini:

Pada musim semi saat kau kembali
Di bulan dan hari saat kau jatuh hati


Puisi ini, dari segi pemilihan diksi masih biasa saja, sederhana. Walau begitu pesan-pesan yang disampaikannya cukup ditangkap pembaca. Dengan terus berlatih merangkai kata dan makna, maka tidaklah mustahil penulis dapat menjadi sastrawan kebanggaan bangsa Indonesia, bahkan dunia, di suatu hari nanti. Semoga!

Salam santun, salam karya.

TIM FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

[BERIKUT PUISI PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

Musim Semi

Oleh: Vivid Habib

Tak jarang, hatiku berteriak memanggil namamu
Dan tanpa kau sadari, air matakupun meleleh
Mengikuti jumlah namamu yang dapat ku panggil
Beserta nyanyian angin di malam yang sunyi
Mendekap dirimu kasih, di berbagai situasi
Tahukah kamu akan kegelapan cintaku
Yang mulai mendera, perlahan-lahan
Mencederai, melukai hatiku
Yang tanpa kau sadari
Diriku pun juga bisa rapuh tanpamu
Padahal, dulu aku berjanji menjadi lelaki tegar
Tanpa dirimu yang meninggalkanku secepat itu
Pada musim semi saat kau kembali
Di bulan dan hari saat kau jatuh hati

Sidoarjo, 13 Januari 2010

[www.famindonesia.com]


JIKA BERMANFAAT SILAKAN SHARE

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...