Skip to main content

Ulasan Puisi “Pena” Karya Muamananti Yuliati (FAMili Merauke)

Puisi berjudul “Pena” buah karya Muamananti Yuliati ini bercerita tentang kisah heroik pena yang dilukiskan seperti pahlawan. Menarik sekali, sebab menguak sisi tak biasa dari sebatang pena.

Coba kita lihat bait puisi berikut ini:

DI ATAS KERTAS KAU BERJALAN
DI ATAS KERTAS KAU BERJASA
DI ATAS KERTAS KAU PAHLAWAN

Penulis amat merasakan jasa dari pena yang begitu terasa sebagai pahlawan, karena telah menghasilkan “sesuatu” yang bermanfaat bagi umat manusia. Manfaat nyata yang dirasakan oleh penulis adalah merasa lega dan “plong”, seolah bebas dari himpitan beban penderitaan yang teramat menyiksa batin, setelah menuliskan sekaligus mencurahkan isi hati dan pikirannya dengan pena. Hal ini dapat kita baca dan pahami dari bait berikut ini:

KELEGAHAN KU DAPAT
SETELAH CURAHAN HATI KELUAR DENGAN CEPAT
LEMBAR DEMI LEMBAR KU WARNAI
DENGAN GORESAN PENAKU INI

Pengorbanan pena yang tak kenal lelah hingga “mengorbankan dirinya sendiri” ini yang begitu menggetarkan hati penulisnya, sehingga tertuang di dalam bait berikut ini:

MENARI ENGKAU TAK PERNAH LELAH
HINGGA AKHIRNYA KAU TAK BERTINTA
DAN KU MEMBUANGMU KE ALAM BEBAS

Penulis merasa (sedikit) menyesal dan (agak) bersalah setelah membuang pena yang amat berjasa itu. Penulis mengakui dirinya jahat sekaligus memuji pena yang tetap “tutup mulut” meskipun mengetahui isi hati dari penulis. Memang begitulah seharusnya sifat seorang sahabat setia: tidak mudah marah, mampu menyimpan aib atau kejelekan sahabatnya, dan bersabar meskipun diperlakukan semena-mena. Coba kita resapi dan kita maknai bait puisi berikut ini:

WALAU KU JAHAT
NAMUN KAU TAK MARAH
KAU TETAP DIAM TAK BERSUARA
TENTANG UNGKAPAN YANG PERNAH KUCURAHKAN
KAU MEMANG SAHABAT SETIA

Puisi di atas sederhana, namun kaya makna. Alangkah lebih indah bila setiap hurufnya ditulis dengan huruf kecil, bukan kapital (kecuali memang di awal kalimat). Sebaiknya penulis juga memperhatikan EYD, hermeneutika, semiotika, linguistik, majas, dan diksi sehingga kesalahan kecil seperti penulisan “KELEGAHAN” seharusnya tak perlu terjadi.

Semoga semakin produktif berkarya.

Salam santun,

TIM FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

[BERIKUT PUISI PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

PENA

Muamananti Yuliati
IDFAM1030U, Jayapura, Papua


DI ATAS KERTAS KAU BERJALAN
DI ATAS KERTAS KAU BERJASA
DI ATAS KERTAS KAU PAHLAWAN

KELEGAHAN KU DAPAT
SETELAH CURAHAN HATI KELUAR DENGAN CEPAT
LEMBAR DEMI LEMBAR KU WARNAI
DENGAN GORESAN PENAKU INI

MENARI ENGKAU TAK PERNAH LELAH
HINGGA AKHIRNYA KAU TAK BERTINTA
DAN KU MEMBUANGMU KE ALAM BEBAS

WALAU KU JAHAT
NAMUN KAU TAK MARAH
KAU TETAP DIAM TAK BERSUARA
TENTANG UNGKAPAN YANG PERNAH KUCURAHKAN
KAU MEMANG SAHABAT SETIA

[www.famindonesia.com]


Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...