Skip to main content

[Resensi Buku] Menuangkan Impian di Sepucuk Surat

Judul Buku: Membungkus Mimpi
Penulis: Muhammad Sofyan, dkk.
Penerbit: FAM publishing
Cetakan: Pertama, April 2013
Tebal: xii + 197 halaman
ISBN: 978-602-7956-03-2


Bermimpi, merupakan hal yang wajar dan lumrah kita rasakan selaku makhluk hidup di muka bumi ini. Tapi lain halnya jika yang diimpikan itu adalah sebuah Negara yang menjadi tujuan, hasrat, cita-cita terbesar dalam diri. Sebuah tempat di mana ada keinginan yang kuat untuk dapat melabuhkannya. Dan ketika impian-impian itu kita harap tak lagi merupakan sebuah mimpi yang hanya menjadi bunga tidur, melainkan sebuah tekad yang besar untuk dapat lebih dari buaian tidur semata, maka sebisa mungkin kita mencari cara agar sesegera mungkin impian itu dapat tercapai dan terwujud. Salah satunya adalah dengan menuangkan impian-impian itu dalam sepucuk surat.

Surat memang tak lagi asing didengar oleh kita. Namun di zaman yang segala sesuatunya sekarang telah mudah untuk dilakukan dan didapatkan maka berkirim-kirim surat melalui pos sudah jarang lagi kita pergunakan. Lain halnya dengan apa yang telah dilakukan Muhammad Sofyan dan penulis lainnya yang tersaji dalam buku ini. Dengan apik dan lihainya para penulis menuangkan setiap mimpinya ke dalam susunan kata indah nan mudah untuk dibaca. Meskipun surat-surat ini tak ditulis secara langsung melalui kertas dan mengirimnya melalui pos, buku ini menyajikan 43 pucuk surat pilihan yang berhasil melewati tahap seleksi dari sebuah ajang menulis bulanan yang biasa dilakukan oleh Forum Aktif Menulis (FAM Publishing) di salah satu jejaring sosial Facebook.

Para pembaca akan diajak mengarungi tiap-tiap mimpi yang tersaji indah dalam surat-surat yang memang bertemakan “Di Negara Itu Impianku Berlabuh”. Seperti apa yang telah diutarakan oleh Muhammad Sofyan selaku salah satu penulis dalam suratnya yang merupakan impian dan keinginan terbesarnya untuk bisa berkunjung ke sebuah Negara yang mendapat julukan sebagai Negara gingseng, Korea Selatan. Baginya Korea Selatan adalah Negara yang sangat menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, kekeluargaan dan jauh dari sisi kesenjangan sosial. Berbeda halnya dengan surat yang ditulis oleh Steve Agusta, sang penulis yang juga suratnya berhasil menjadi salah satu surat terbaik dalam buku ini menyajikan sebuah harapan yang berbeda dari penulis lainnya, beliau lebih tertarik dengan impiannya akan “Indonesia Baru”, baginya Indonesia merupakan sebuah Negara yang menjaga tradisi dan mewarisi peninggalan leluhur yang amat berarti dan tak dimiliki oleh Negara lainnya. Dan masih banyak lagi surat-surat lainnya yang membuat para pembaca takjub dengan impian-impian yang membawa para penulis berkeinginan besar untu bisa mewujudkannya.

Meskipun buku ini menyajikan sedikit banyaknya surat yang tersaji rapi dengan susunan kata-kata yang sederhana dan mudah dicerna oleh para pembaca. Tapi ada beberapa surat penulis yang terkadang terkesan agak bertele-tele untuk menyampaikan sebuah impian yang memang bertemakan di Negara itu impianku akan berlabuh. Pembaca pun akan sedikit ribet ketika rasa penasaran datang untuk sekadar mengetahui biografi para penulis yang tersedia di beberapa lembar halaman akhir dalam buku ini, walaupun itu akan lebih mudah seandainya saja biodata para penulis terselip di setiap pojok surat yang telah diutarakan oleh masing-masing penulis akan impiannya.

Namun demikian,tanpa mengurangi rasa keingintahuan akan sebuah mimpi, buku ini sangatlah asyik untuk dibaca oleh setiap kalangan masyarakat karena tutur bahasanya yang ringan dan santai serta tersampul dalam sebuah kover yang cantik dan juga menarik. Sangatlah cocok untuk dihadiahkan kepada keluarga, kerabat, sahabat dekat, ataupun kekasih sebagai pembangkit semangat dan rasa percaya diri yang tinggi. Dan karena dengan rasa optimislah sebuah impian bisa lebih dari sekadar mimpi, walau itu semua berawal dari sebuah niat untuk menuangkannya dalam sepucuk surat.

Peresensi:
FIA FAUZIAH RAHMAN
Depok


Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...