Skip to main content

Beragam Seragam: FAM Indonesia

Sebuah pemandangan yang cukup menggelitik saya temukan Bulan Januari 2013, saat menyambangi tanah kelahiran yang juga merupakan daerah kelahiran Sekjen FAM Indonesia Aliya Nurlela . Pemandangan yang tersaji di depan mata itu saya abadikan dan ditampilkan bersama tulisan ini.

Ada sebuah perpaduan yang cukup unik, sebuah Antena Parabola yang bisa dijadikan sebuah refresentasi teknologi modern bersanding dengan ‘Ayakan’ sebuah perangkat tradisional khas Sunda yang biasa dipergunakan untuk menjemur ‘Opak’ juga merupakan kuliner khas Jawa Barat. Belum putus di situ, karena tiang antena parabola itu cukup kokoh, maka jemuran pun ikut nebeng mengikatkan diri, hmm luar biasa suatu kolaborasi yang menarik.

Antena Parabola sebagai refresentasi teknologi modern yang bentuknya mirip dengan ‘Ayakan’ ini, mungkinkah pada suatu saat akan “pasrah” dijadikan tempat menjemur ‘Opak’ ketika sudah tidak ada lagi pengrajin yang membuat Ayakan? Sedangkan ‘Opak’ dengan berbagai kreasi rasa akan terus menjadi khasanah kuliner tradisional yang tetap disukai.

Ayakan sebagai peralatan yang dibuat secara tradisional oleh masyarakat Sunda yang bentuknya mirip dengan Antena Parabola ini apakah akan meningkat statusnya dengan sedikit modifikasi sehingga bisa dijadikan sebagai “penguat sinyal” dan melahirkan teknologi “Ayakan Bolic”? Sebagaimana tutup panci yang bisa digunakan sebagai penguat sinyal modem yang dikenal dengan Wajan Bolic.

Apakah Antena Parabola akan menggeser fungsi Ayakan? Atau “Ayakan Modern” yang akan menawarkan receiver alternatif yang lebih murah dibanding parabola sehingga dominasi parabola bisa tergeser? Jawabannya akan bergantung pada dinamika pemikiran para pembuat dan pengguna ke dua alat tersebut.

Penggunaan tiang Antena Parabola sebagai tiang jemuran juga sah-sah saja, karena selama ini tidak ada aturan yang melarang pemanfaatan tiang Antena Parabola sebagai tiang jemuran. Selama jemuran itu tidak mengganggu fungsi Antena Parabola, maka penggunaannya tidak menjadi masalah.

Kita hidup dalam keberagaman suku bangsa, agama, adat istiadat, pola fikir, kebiasaan, dan sebagainya. Tetapi setiap manusia akan membutuhkan manusia lainnya untuk saling melengkapi, tidak ada seorangpun yang bisa hidup menyendiri.
QS. Al-Hujuraat: 13 mengisyaratkan bahwa keberagaman suku bangsa dan adat istiadat bukan untuk dijadikan sebagai jurang pembeda, tetapi sebaliknya sebagai sarana “ta’aruf” mengenal berbagai karakter, potensi untuk berkolaborasi atau menjalin ukhuwah Islamiyah. Pembeda nilai di antara manusia bukan sukunya, atau adatnya, tetapi sehebat apa kiprahnya di sisi Allah sehingga menjadi orang yang paling taqwa.

Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia lahir dari perbedaan suku bangsa dan adat. Muhammad Subhan, Ketua Umum berasal dari Padang sedangkan Aliya Nurlela, Sekjen FAM merupakan keturunan Sunda yang tinggal di Malang. Dalam perjalanannya FAM ini pun dihiasi dengan anggota yang beraneka ragam.

Tetapi, apapun latar belakangnya, semua orang pasti mempunyai hati dan hati itulah yang dijadikan landasan FAM Indonesia membina anggotanya bukan dari kepentingan finansial atau lainnya. Finansial adalah sebuah efek yang akan dihasilkan, bila hati sudah terbina, apapun bisa diupayakan dengan jalan yang sesuai aturan.

Apapun latar belakang kita, apapun gaya atau bentuk tulisan kita, marilah terus berkarya menghasilkan tulisan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan ummat. Satukan karya untuk da’wah bilqolam. Salam Santun.

NURYAMAN EMIL HAMZAH
FAM255U Pandeglang

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...