Skip to main content

Ulasan Puisi "Aku dan Heningku" Agus Sang Penghibur (FAMili Gresik)

Ilustrasi
Rindu tak tersampaikan, begitulah kira-kira makna puisi ini. Dari bait pertama, kita akan berjumpa dengan "hening" dan "malam". Keduanya adalah gambaran hati yang gelisah akibat rindu yang menyiksa. Semakin kuatlah sinyal kerinduan itu ketika "wajah rembulan tak tampak".

Pada bait berikutnya, tersebutlah kata "rindu" itu, tempat di mana siksaan ini bermula. Judul "Aku dan Heningku" terasa tepat, sebab pertemuan yang tak terjadi membawa hening, gara-gara terlalu banyak memikirkan rindu "yang menghantui". Sosok "aku" pun tak berdaya, hanya bisa menuangkan segala rasa lewat "sajak-sajak curahan hati"-nya. Entah apa yang menumbuhkan kebuntuan ini. Yang pasti, rindu itu hanya terpendam dalam hening dan malam. "Membeku dan tidak bergerak" adalah ketidakberdayaan. Lengkap sudah derita yang ditanggungnya.

Sedikit koreksi ada pada penulisan "heningpun", yang semestinya tertulis "hening pun". Selebihnya mengenai EYD sudah benar. Sementara tentang isi dari puisi ini, penulis sudah cukup baik menggambarkan perasaan tersiksa akibat rindu itu, dengan menjadikan malam dan hening sebagai wujud dari derita.

Pesan untuk penulis agar jangan berhenti berlatih. Terus menulis dan menulis.

Salam santun, salam karya!
TIM FAM INDONESIA

Aku dan Heningku
Karya: Agus Sang Penghibur

Hening ini berkuasa
di raut malam membentang hitam
wajah rembulan tak tampak
nan biasanya di pucuk cemara

Pada hembus angin malam
kuteriak titip rinduku padanya
yang menjauh dari sukma
namun selalu dekat
pada segumpal darah dalam tubuh ini
rindu-rindu selalu menghantui

Sajak-sajak selalu jadi curahan hati
dan heningpun selalu setia menemani
lirih dalam hatiku memanggilmu
kini hanya dingin mencekam
kurasa bersama lamunan kerinduan
dan membeku tak bergerak
di tengah hitamnya malam.

Sumber gambar: bilarindutinggalkata.wordpress.com

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...