Judul : Aku di Bulan (Telah Kutitipkan Wajahmu Pada Bulan)
Penulis : Khanis Selasih & Pinto Janir
Kategori : Buku Puisi
ISBN : 978-602-7956-56-8
Terbit : April 2014
Tebal :128 hal; 13 x 20 cm
Harga : Rp 38.000,- (Harga belum termasuk ongkir)
Merona bulan cetarkan nada cinta
Terlelap kasih merangkai mimpi
Cepat bangkit dengar aku bercerita
Jangkaulah aku, ayo menari sepi
(“Aku di Bulan”, Khanis Selasih)
***
Sembunyikan dari bulan, matahari, siang, malam
Peram di sebuah ruang tak kenal waktu suram
Tak akan kita layari lautan
Ombak gila bikin karam
Lautan kita adalah impian
Tempat mana rindu tak pernah padam
(“Air Matamu Puisisku!”’ Pinto Janir)
***
‘Duet’ Khanis Selasih dan Pinto Janir sangat menarik. Khanis di Surabaya, Pinto di Padang. Dua budaya berbeda-satu Jawa, satu Minang- bersatu begitu akrab di ‘kuali’ bernama buku kumpulan puisi “Aku di Bulan”. Puisi mereka saling menyambut. Sahut-bersahut. Asyik sekali membacanya.
~Muhammad Subhan, pegiat FAM Indonesia, jurnalis & penulis
Khanis Selasih sangat produktif menulis puisi. Saya ikut mencermati proses kreatifnya sejak semula ia menjadi anggota FAM Indonesia. Produktivitasnya itu patut mendapat apresiasi. Selamat untuk buku ini.
~Aliya Nurlela, pegiat FAM Indonesia, penulis novel “Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh”
[Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre 0812 5982 1511, atau via email forumaktifmenulis@yahoo.com, dan kunjungi web kami diwww.famindonesia.com]
Penulis : Khanis Selasih & Pinto Janir
Kategori : Buku Puisi
ISBN : 978-602-7956-56-8
Terbit : April 2014
Tebal :128 hal; 13 x 20 cm
Harga : Rp 38.000,- (Harga belum termasuk ongkir)
Merona bulan cetarkan nada cinta
Terlelap kasih merangkai mimpi
Cepat bangkit dengar aku bercerita
Jangkaulah aku, ayo menari sepi
(“Aku di Bulan”, Khanis Selasih)
***
Sembunyikan dari bulan, matahari, siang, malam
Peram di sebuah ruang tak kenal waktu suram
Tak akan kita layari lautan
Ombak gila bikin karam
Lautan kita adalah impian
Tempat mana rindu tak pernah padam
(“Air Matamu Puisisku!”’ Pinto Janir)
***
‘Duet’ Khanis Selasih dan Pinto Janir sangat menarik. Khanis di Surabaya, Pinto di Padang. Dua budaya berbeda-satu Jawa, satu Minang- bersatu begitu akrab di ‘kuali’ bernama buku kumpulan puisi “Aku di Bulan”. Puisi mereka saling menyambut. Sahut-bersahut. Asyik sekali membacanya.
~Muhammad Subhan, pegiat FAM Indonesia, jurnalis & penulis
Khanis Selasih sangat produktif menulis puisi. Saya ikut mencermati proses kreatifnya sejak semula ia menjadi anggota FAM Indonesia. Produktivitasnya itu patut mendapat apresiasi. Selamat untuk buku ini.
~Aliya Nurlela, pegiat FAM Indonesia, penulis novel “Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh”
[Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre 0812 5982 1511, atau via email forumaktifmenulis@yahoo.com, dan kunjungi web kami diwww.famindonesia.com]

Comments
Post a Comment