Skip to main content

FAM Indonesia Beri Motivasi Menulis di STIKes Karya Husada Kediri

Talkshow di STIKes Karya Husada Kediri
KEDIRI – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Kediri, Jawa Timur, Kamis (17/4), menggelar Talkshow dalam rangka memperingati Hari Kartini. Acara yang ditaja BEM STIKes Karya Husada itu, mengundang pembicara Aliya Nurlela dari Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia dan diikuti 80-an mahasiswa di kampus itu.

Selain pembicara dari FAM Indonesia, turut diundang narasumber lainnya, yaitu Selly, mahasiswi berprestasi yang berbagi tips dan kiat menjadi mahasiswi berprestasi. Acara itu dipandu Yessi, mahasiswi semester dua STIKes Karya Husada Kediri.

Aliya Nurlela yang juga Sekjen FAM Indonesia dalam materinya bertajuk "Jadilah Kartini Muda Masa Depan Sebagai Wanita Inspirasi Bangsa" mengatakan, wanita adalah sosok yang penuh inspirasi dan mempunyai peran penting dalam kemajuan sebuah bangsa. Wanita juga disebut sebagai tiang negara.

“Jika wanitanya baik, maka negara akan baik. Sebab, idealnya wanita melahirkan generasi-generasi terbaik,” kata penulis novel “Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh” (2014) itu.

Dia juga memberikan beberapa contoh wanita-wanita yang menginspirasi dunia dengan karya-karya tulisannya. Salah seorang adalah R.A Kartini yang dikenang sebagai wanita pelopor emansipasi wanita Indonesia. Kartini tidak suka dipingit, berpandangan maju, berjiwa keibuan, dan ingin rakyat bangsanya lepas dari penindasan kolonial.

“Semangat kemerdekaan yang diperjuangkan Kartini harus dimiliki wanita-wanita hari ini yang hidup di zaman merdeka,” kata Aliya Nurlela yang juga menulis buku kumpulan cerpen “Flamboyan Senja” (2013) dan “Fesbuk” (2012).

Dipaparkan, beberapa nama penulis-penulis wanita yang menghidupkan dunia dengan karya-karyanya, di antaranya Julian (Norwich), Anne Bradstreet (Amerika), Anne Finch (Inggris), Mary Wollstonecraft (Britania Raya), Germaine Greer (Australia), Margaret Atwood (Ottawa), JK Rowling (Inggris), dan banyak lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Aliya Nurlela juga berbagi pengalaman tentang proses kreatifnya menulis. Ia menyebutkan bahwa dirinya pernah mengalami beberapa kali sakit parah, namun sakitnya itu menjadi inspirasi untuk melahirkan karya tulis.

“Tidak ada yang sia-sia di dunia ini. Semua ada hikmah. Sakit-sehat sama-sama bisa menjadi inspirasi untuk melahirkan karya yang bermanfaat,” kata penulis buku “100% Insya Allah Sembuh” (2011) ini.

Ketua III STIKes Karya Husada Kediri, Reni, mengatakan, pihak kampus sangat mendukung kegiatan itu. Menurutnya, Talkshow yang digelar tersebut merupakan bagian dari upaya mencerdaskan kaum wanita (mahasiswi) agar terbuka pemikiran dan wawasan mereka.

“Lebih jauh dari itu, agar mereka bisa menghasilkan karya tulis di kemudian hari,” katanya.

Ketua BEM STIKes Karya Husada Kediri, M. Tanjung Panji menjelaskan, kegiatan tersebut adalah acara rutin tahunan yang digelar STIKes Karya Husada Kediri. “Alhamdulillah kampus kami tidak pernah melewatkan momen hari-hari besar nasional dengan berbagai kegiatan,” ujarnya.

Sementara itu, Opan, panitia Talkshow menambahkan, Talkshow seperti ini bisa dikatakan bagian dari penyegaran pemikiran mahasiswa di kampus itu. “Karena sehari-hari mereka sudah berkutat dengan materi kuliah dan kegiatan kampus, jadi perlu disegarkan kembali,” tambahnya.

Selain Talkshow, BEM STIKes Karya Husada Kediri juga mengadakan Lomba Debat antar Program Studi (Prodi), Merias Tumpeng, Pemilihan Putri Kartini 2014, Lomba Mading 3D, dan pemilihan Talent per kelas. (FAM)

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...