Skip to main content

Pengumuman 100 Nominator Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional Bertema Bencana

Tim Juri Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional 2014 bertema “Bencana” malam ini mengumumkan 100 Nominator dari 200 nominator yang telah diumumkan malam kemarin (total naskah yang diseleksi 620 puisi). Karya siapakah yang berhasil masuk di tahapan ini? Berikut ke-100 nominator tersebut adalah sebagai berikut (nama diurutkan berdasarkan Abjad):

1. Negeriku Diuji (Arif Hidayatullah, Padang)
2. Tubuh Bencana (Alex R. Nainggolan, Tangerang-Banten)
3. Ibu Kota (Aditya Arif Setiawan, Depok-Jawa Barat)
4. Di Pucuk Januari (Aziz Muzaqi, Semarang)
5. Rambut Gundul (Aria Winardi, Mojokerto)
6. Adikku Yang Terlarut Kabut (Alvin Khautsar, Palembang-Sumatera Selatan)
7. Tetesan Itu Beharga (Anggi Diah Pitaloka, Mojokerto)
8. Tenggelam, Terbenam, dan Tersiram (Agus Santoso, Gresik-Jawa Timur)
9. Bumi dan Tuhan (Ahmad Muarif, Serang-Banten)
10. Segumpal Asa Kelud (Aisyah Nurfiani, Pasuruan-Jawa Timur)
11. Hujan Telanjangi Kota (Andik Trio Widodo, Nganjuk-Jawa Timur)
12. Bukan Cerita Pelari (Anggi Irma Ardianingrum, Kuningan-Jawa Barat)
13. Kabar Dari Sinabung (Ahmad Rusaidi, Bantaeng-Sulawesi Selatan)
14. Berhutbah Pada Tanah (A.M Mulyadi, Majalengka-Jawa Barat)
15. Dari Denyut Sebuah Hari (A.M Mulyadi, Majalengka-Jawa Barat)
16. Dunia Menangis, Negeriku Bersedih (Arief Rahman Hakim, Surabaya)
17. Ratapan Korban Bencana Gunung Sinabung (Anita Syafitri, Medan-Sumatera Utara)
18. Ketika Hujan Menjawab (Ahmad Fachrurozi, Parung-Bogor)
19. Kemurkaan Tuhan (Angga Juniardo, Bekasi-Jawa Barat)
20. Setitik Cahaya dalam Kelam (Auliya Sartika Maharani, Tulungagung-Jawa Timur)
21. Jagat Arena (Bintang Alfiah, Kuningan-Jawa Barat)
22. Saat Isrofil Melirik ‘Arsy (Bintang Alfiah, Kuningan-Jawa Barat)
23. Bencana Alam (Beni Purna Indarta, Kebumen-Jawa Tengah)
24. Menanti Rinai Malaikat Mikail (Beben T, Palembang-Sumatera Selatan)
25. Di Balik Kelud (Budi Harsono, Tulungagung-Jawa Timur)
26. Menyambung Hidup di Sinabung (Budianto Sutrisno, Jakarta)
27. Kemelut Kelud (Budianto Sutrisno, Jakarta)
28. Derita Kami (Chania Maulidina Widyasari, Malang)
29. Maaf Tuhan (Cahya Yustika Rani, Yogyakarta)
30. Mereka Datang (Cut Vivia Talitha, Bireuen-Aceh)
31. Alam Mulai Enggan (D.A. Akhyar, Palembang)
32. Tentang Kebesaran Tuhan (D.A. Akhyar, Palembang)
33. Seseorang Yang Mendekap Tuhan (Dewi Putri Anggi, Pekanbaru)
34. Jeritan Alam (Deni Ainur Rokhim, Sidoarjo)
35. Tadah Bumi Pada Langit (Dodi Saputra, Padang)
36. Apa Banjir Tidak Takut Presiden? (Diah Wahyuningtyas, Tulungagung-Jawa Timur)
37. Aku Dibungkus Asap (Eddie MNS Soemanto, Padang-Sumatera Barat)
38. Tak Kusihir (Eddie MNS Soemanto, Padang-Sumatera Barat)
39. Di Pelukan Ibu (Elyada Putri Christanti, Malag-Jawa Timur)
40. Puisi Tuhan (Faisoel El Amin, Ciamis-Jawa Barat)
41. Etsa Wajah Semesta (Farida Sundari, Medan)
42. Nurani Berkisah Fragmen Alam (Fita Lustina, Purwokerto-Jawa Tengah)
43. Dahsytnya Gunung Meletus (Firzon Oktriadi, Kayuagung-Sumatera Selatan)
44. Bencana (Gebby Adytia Putra, Jambi)
45. Tuhan Masih Sayang (Hilal Ahmad, Serang-Banten)
46. Duka Semesta (Henny Puspitasari, Banyumas-Jawa Tengah)
47. Dukaku (Ika Andayaningsih, Kota Ambarawa)
48. Sang Penghantar Surat Isyarat (Ikhsan Satria Irianto, Curup-Bengkulu)
49. Epilog (I Wayan Sumahardika, Denpasar-Bali)
50. Laksana Hidup Kami (Ika Andayaningsih, Kota Ambarawa)
51. Sebuah Kisah Dari Lereng Vulkanik (Kartika Indriarini, Trenggalek)
52. Doa Seorang Ibu yang Kehilangan Anaknya (Ken Hanggara, Surabaya)
53. Kisah Tentang Negeriku (Khoirul Anam, Sumenep-Jawa Timur)
54. Seringai Sampah (Khairun Nisa, Karanganyar-Jawa Tengah)
55. Penegur (Lailatul Musa’adah, Lamongan-Jawa Timur)
56. Karena Akukah Ini, Ibu? (Liza Hasda, Batusangkar-Sumatera Barat)
57. Air (Lina Latifah, Bandung)
58. Empat Kilomater (Lenny Widyawati, Semarang-Jawa Tengah)
59. Air Mata Bumi (Malisa Ladini, Semarang)
60. Tanah (M. Imam Fatkhurrozi, Yogyakarta)
61. Cubitan Tuhan Berupa Bencana (Muhammad Pajri, Mataram-Nusa Tenggara Barat)
62. Tanah Yang Tak Pernah Kembali (Mohammad Kholili, Sumenep-Jawa Timur)
63. Pecah! (Tanah Karo) (Mareza Sutan A, Medan)
64. Ilhafa (M. Husnul Huda, Sumenep-Madura)
65. Bencana Kubah Cinta (Muhamad Mursyid Ashari, Klaten-Jawa Tengah)
66. Mencabik Benda Kaku (Machmudan, Bengkulu)
67. Simfoni Hujan Hitam (Nella Dwigusni Yayu, Padang-Sumatera Barat)
68. Riau Yang Risau (Novy Noorhayati Syahfida, Tangerang)
69. Puing-Puing Duka (Nilla Novita Sari, Padang)
70. Kabar Semesta (Nazri Zuliansyah, Aceh Utara)
71. Merangkul Alam (Novita, Sumedang-Jawa Barat)
72. Jerebu (Prasuta Hacesthiwara, Bukittinggi-Sumatera Barat)
73. Nyanyian Merpati (Ridhamadina Rachmaniar, Malang)
74. Ketika Alam Telah Bertindak (Ridhamadina Rachmaniar, Blitar-Jawa Timur)
75. Kisah Dari Negeri Dua Musim (Rosi Rosdiani, Bandung)
76. Sederhana Cinta (Roni Nugraha Syafroni, Cimahi-Jawa Barat)
77. Patung Abu (Reffi Dhinar Seftianti, Sidoarjo)
78. Bukan Laut (Reffi Dhinar Seftianti, Sidoarjo)
79. Kelud Menyapa di Remang Malam (Rosi Rosdiani, Bandung)
80. Duka Ini adalah Cinta-Nya (Rahmi Mardatillah, Janeponto-Sulawesi Selatan)
81. Kidung Duka (Rahmi Mardatillah, Janeponto-Sulawesi Selatan)
82. Lukisan Tubuh Nusantara (Reny Puteri Utami, Palembang-Sumatera Selatan)
83. Hijaumu Sunyi(Siti Zulaikah, Tulungagung-Jawa Timur)
84. Dzikir Dari Barak (Seruni, Solo)
85. Gunung Berceloteh (Sri Wahyuni, Bandung)
86. Sisa Surga Nusantara (Sifa Afidati, Bantul-Yogyakarta)
87. Banjir di Atas Meja (Syarif Hidayatullah, Barito Kuala-Kalimantan Selatan)
88. Bencana Lagi, Lagi-Lagi Bencana (Suheli Karyadi, Cilegon)
89. Kabut Tak Lagi Tipis (Sulastri, Padang)
90. Khatulistiwa Bersalju (Tri Yani, Bukittinggi-Sumatera Barat)
91. Doa Tetes Embun (Ulis Sa’diyah, Kudus-Jawa Tengah)
92. Sebuah Makna di Sebalik Bencana (Ulli Arlita Dewi, Aceh)
93. Suara dan Kata (Winda Efanur Fajriyatus Solihah, Yogyakarta)
94. Senja Harapan (Winda Efanur Fajriyatus Solihah, Yogyakarta)
95. Kala Kelud Menyapa (Widuri, Tanah Datar-Sumatera Barat)
96. Riauku Sayang, Riauku Malang (Wulan Rahmadani Fitria N, Pekanbaru-Riau)
97. Halimun Menagih Rindu (Yudi Muchtar, Pekanbaru-Riau)
98. Cukuplah Kelabu Milik Langit (Yulhamsidar, Makassar)
99. Pak Tua di Sudut Jambur Sederhana (Yenuri Wanto, Tulungagung-Jawa Timur)
100. Dialog Sang Makhluk (Zakiyah Nafsi, Medan-Sumatera Utara)

Selamat kepada para peserta yang masuk di tahapan ini. Dari 100 naskah Nominator, akan disaring kembali menjadi 80 nominator yang naskahnya layak dibukukan. Keputusan Tim Juri tidak dapat diganggu gugat dan tidak diadakan surat-menyurat.

Salam santun, salam karya.

FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...