Skip to main content

Ulasan Puisi "Harga Diri Tuhan" Karya Muhammad Yusuf Dzaky Maulana (FAMili Gresik)

Puisi ini janggal, sulit dipahami, dan buram. Tidak ada makna pasti yang ada di dalamnya alias berbelok-belok. Perhatikan baris pertama yang berbunyi: "Maaf tuhan aku bukan tuhanmu". Apa maksud baris tersebut? Kemudian pada baris berikutnya berbunyi: "Maaf tuhan aku akan membelimu dengan harga dirimu". Sampai di sini sudah terasa janggal—arah/tujuan dari pesan yang ingin disampaikan oleh penulis mulai tak tentu. Ibarat kata, "jika yang dibeli adalah tuhan", mengapa pada baris berikutnya berbunyi: "Maaf tuhan aku bukan barang semata yang kamu beli dengan uangmu". Jadi siapakah tuhan dalam puisi ini? Lalu siapa pula yang "dibeli"?

Kontradiksi antar baris juga terjadi pada baris-baris berikutnya, seperti baris kelima dan keenam. Jika "tuhan rindu dengan otakku", mengapa "aku harus menanyakan keberadaan harga diri di mata tuhan"? Bukankah yang merindu lebih butuh bertanya ketimbang yang dirindu? Kemudian lebih tak tentu lagi, pada baris kesembilan beralih yang menjadi pertanyaan tentang "ukuran harga diri tuhan". Jadi apa tujuan puisi ini? Mengapa tidak jelas dan berkaitan antara baris yang satu dengan baris lainnya?

Tim FAM menilai puisi ini hanya sekadar permainan kata-kata yang diolah sedemikian rupa tanpa menyelipkan pesan secara utuh yang konsisten/tidak berubah-ubah. Dengan kata lain, puisi ini tak terarah dan tanpa tujuan. Puisi ini tidak bisa dinikmati karena selain banyak bagian mengandung kontradiksi, makna yang ada di baliknya pun tak jelas, sehingga seolah "tuhan" menjadi sesuatu yang tidak seperti yang kita ketahui.

Walau demikian, penulis sudah berusaha menghasilkan karyanya, terlepas dari segala kekurangan. Saran Tim FAM untuk penulis, agar kembali berlatih dan berlatih. Jangan terpancing permainan diksi, tetapi olah juga jembatan antarbait dan baris hingga terbentuk satu bangunan utuh sebuah puisi yang—meski samar sekalipun—setidaknya punya tujuan yang jelas. Bermain-main diksi itu bagus, bahkan sangat dianjurkan. Namun bermain-main diksi tanpa tujuan hanya akan membunuh makna yang hendak kita sampaikan.

Salam santun, salam karya!

TIM FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

[BERIKUT PUISI PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

Harga diri tuhan

Muhammad Yusuf Dzaky Maulana IDFAM1972S

Maaf tuhan aku bukan tuhanmu
Maaf tuhan aku akan membelimu dengan harga dirimu.
Maaf tuhan aku bukan barang semata yang kamu beli dengan uangmu.
Maaf tuhan hanya barang barang ini saja dapat aku beli dengan kepala tanganmu.
Masih rindukah kau dengan otakku tuhan.
Masih adakah harga diriku di matamu tuhan?
Masih adakah kau yang dulu ketika kau menimangku dalam pangkuanmu?
Jawabanya hanya dayang-dayang surgamu yang tahu.
Segitukah harga dirimu tuhan?
Yang hanya bisa menimangku disaat aku kecil saja?
Hanya segitukah kamu tuhan berkata sedemikian ke aku?
Kamu bukaan tuhanku !

Sumber ilustrasi: ruangpijar.wordpress.com

Comments

Popular posts from this blog

Alinea Terakhir Kheista

Judul: Alinea Terakhir Kheista Penulis: I. F. Donne Kategori: Novel ISBN: 978-602-335-517-4 Terbit: Agustus 2019 Tebal: x + 107 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp 50.000,- (Harga belum termasuk Ongkir) Novel fiksi ini menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Kheista, yang tengah melawan penyakit kanker serviks. Sebelum akhirnya Kheista memutuskan untuk menjalani kemoterapi, ia sempat menghubungi Emma-sahabatnya, yang juga seorang dokter yang sedang berjuang untuk menemukan obat penyakit kanker. Emma menyarankan kepada Kheista untuk berobat di rumah sakit ‘John Hopskin’ Di Baltimore, Amerika Serikat. Selanjutnya Kheista ditangani oleh seorang dokter ahli kanker yang bernama Michael Jensen, yang akhirnya mempertemukannya dengan Daffa-sahabat sedari kecil yang kerap dirindukannya. Runtutan kisah yang sukar diterka, dengan alur maju mudur, disertai beberapa bab yang merumitkan, akan membuat para pembaca berfikir keras ketika membacanya, sehingga hal itu menjadikan novel ini begitu berbe...

Senja di Ufuk Selaparang

Judul: Senja di Ufuk Selaparang Penulis: Andre Kurniawan, S. Pd Kategori: Kumpulan Puisi ISBN: 978-602-5935-55-8 Terbit: Maret 2020 Tebal: xiv + 69 hal: 14 x 21 cm Harga: Rp48.000,- Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher (Harga belum termasuk Ongkir) Ketika semua berputar dan secara tak sadar kini hanya menyiksakan sekelumit kisah yang sangat berkesan dan tanpa bisa terulang kembali. Kepada alam semesta yang selalu agung akan pesonanya, izinkan aku mengangkat topi setinggi-tingginya untuk semua yang telah memberi warna. Duhai pencinta, abadilah dalam serpihan doa. Kan ku kenang selalu setiap jengkal peristiwa yang ada. Kepada sekat jua pembatas jiwa, bahwa adanya kau dalam kenangan, merupakan bingkisan terindah yang pernah kudapat dariNya. Kepada para kisah, kini aku mengundangmu hadir dan mengisi jejak langkahku. *Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan. [Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui pe...

Catatan dari Bedah Buku dan Diskusi Menulis FAM Wilayah Jawa Barat

FAM Jabar-Banten Bedah Buku Laporan: Dedi Saeful Anwar (Koordinator FAM Wilayah Jabar-Banten) Cianjur (FAMNews) – Setiap momen Ramadan tentu menghadirkan berbagai kisah dan cerita tersendiri bagi setiap diri yang menjalani. Demikian pula pada Ramadan kali ini. Sebagai salah satu upaya untuk menjadikan bulan suci sebagai bulan penuh berkah, maka FAM Wilayah Jawa Barat-Banten bekerja sama dengan Taman Baca Masjid Agung (TBMA) Cianjur mengadakan kegiatan bertajuk “Bedah Buku dan Diskusi Menulis”. Kegiatan berlangsung santai namun hangat dan penuh keakraban di beranda TBMA. Selain dihadiri para pelajar dan pengunjung TBMA acara ini juga dihadiri tiga orang kontributor yang karyanya berada dalam buku “Sepenggal Kisah di bulan Suci” terbitan FAM Publishing. Mereka mewakili sejumlah penulis yang tergabung dalam Antologi FTS dan Prosa Liris yang terbit Maret 2014 silam. Di antaranya adalah De Minnie, Azxa dan saya sendiri. Selain itu, kegiatan semakin hangat dengan kehadiran penulis yang t...